Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim diwajibkan mempunyai akun jejaring sosial Facebook (FB) dan Twitter, sebagai sarana dakwah yang efektif, dan merebut posisi “tiga besar” parpol di Indonesia.
(more…)
Kader PKS Jatim Wajib Punya Facebook dan Twitter
Kader PKS Wajib Punya Akun Facebook dan Twitter
Demi mempopulerkan diri di kalangan masyarakat dan menciptakan kader yang melek teknologi jejaring sosial, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur mengadakan pelatihan terhadap 115 orang di Hall G Asrama Haji Sukolilo, Sabtu-Ahad, (12-13/2).
(more…)
Ayo Berkampanye Lewat NSP / RBT PKS
PK-Sejahtera Online: Kemajuan teknologi informasi memberi kesempatan kepada kita untuk berkampanye efektif melalui lagu kampanye Partai Keadilan Sejahtera yang diaktifkan menjadi Nada Sambung Pribadi (NSP) atau Ring Back Tone (RBT) di ponsel kita masing-masing. Bahkan masih sangat efektif di detik terakhir masa kampanye terbuka, menjelang hari tenang dan hari Pemilu.
Asumsikan ada 3,2 juta kader PKS. Sebanyak 3 juta di antaranya mengaktifkan RBT PKS pada ponselnya, dan masing-masing ponsel rata-rata menerima panggilan masuk dari orang lain sebanyak 10 kali per hari, maka kita semua sudah melakukan kampanye kepada 30 Juta orang per hari. (more…)
Pawai Bersama 44 Parpol, PKS Paling Nyentrik!

SIDOARJO – KPU Sidoarjo mengadakan sosialisasi pemilihan calon legislatif (caleg) dari 36 partai politik (parpol) kemarin (15/3). Sosialisasi itu dilakukan dengan pawai ta’aruf dengan cara berkeliling Sidoarjo. Peserta pawai tersebut diberangkatkan oleh Bupati Sidoarjo Hendrarso dari Alun-Alun Sidoarjo dan berakhir di GOR Sidoarjo.
Kapokja Kampanye KPU Sidoarjo Zainal Abidin mengatakan, tidak ada yang absen dalam pawai itu. Setiap parpol dibatasi paling banyak membawa dua mobil dan sepuluh peserta pawai. Mobil parpol juga berbaris sesuai dengan nomor urut parpol.
Rute pawai dimulai dari Kota Sidoarjo menuju Kecamatan Buduran, Gedangan, dan Waru. Rute pawai kemudian berlanjut ke Krian, Taman, Wonoayu, Tanggulangin, Tulangan, dan Candi. Hampir seluruh kecamatan dilalui pawai, kecuali Porong dan Jabon. Zainal mengatakan, pawai tersebut merupakan upaya KPU Sidoarjo untuk menggeliatkan masyarakat agar merespons positif pileg tahun ini. Menurut Zainal, dengan membawa parpol keliling kota, hal tersebut dapat membantu masyarakat untuk mengenal lebih dekat wakil rakyatnya. “Mereka bebas memilih,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Zainal, pawai tersebut bertujuan memberi tahu masyarakat tentang kampanye rapat umum yang berlangsung mulai hari ini (16/3). Uniknya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membawa mobil yang mengangkut perahu karet, “ini adalah mobil dan perahu yang biasa berada di daerah bencana” ungkap salah satu kader PKS. Dari berbagai atribut mobil partai yang mengikuti pawai bersama, hanya PKS yang mampu memberikan daya tarik kepada setiap orang yang melihat, bahkan beberapa petinggi partai lain yang ikut dalam pawai ta’aruf berkomentar “Besok kita beli kapal Pesiar saja untuk menandingi perahu karetnya PKS”.(fj)
Baca juga “Sidoarjo Menyambut Kampanye Pemilu Dengan Pawai Parpol“
Mengapa PKS Terus Difitnah?
Kabid. Bina Mitra Poltabes Jambi (Ibu Aswini) secara tegas membantah pernyataan sebagaimana yang dilansir oleh SCTV. Bantahan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keduanya menyatakan: tidak ada tindakan mesum–apalagi hubungan intim–antara tertuduh Zulhamli dengan petugas perempuan di Panti pijat tradisional “Sehat Bersih”.
PK-Sejahtera Online: Menjelang Pemilu 2009, dinamika politik semakin memanas. Upaya penyebaran isu, wacana negatif, dan fitnah terus bergulir. PKS yang selama ini dikenal sebagai partai da’wah yang konsisten dengan jargon “Bersih, Peduli, Profesional” terus digoyang citranya, tidak hanya terjadi di tingkat lokal tetapi sampai berdampak secara nasional.
Setelah kader PKS M. Rifa’i Lubis difitnah melakukan pencabulan kepada anak di bawah umur, kini Zulhamli Al Hamidi (anggota DPRD Kota Jambi) kembali menjadi objek fitnah. (more…)
Pemenang Pemilu 2009 itu tetap PKS

Beberapa waktu lalu, suaranews.com memberitakan tentang PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berada di urutan teratas Search Engine Optimation di Google. Partai yang menjadi Pemenang Pemilu 2009 akhirnya sudah terprediksi kemenangannya oleh mbah Google. Keyword Pemenang Pemilu 2009 telah menghantarkan PKS menjadi partai yang mampu meraih nomer urut teratas di mesin pencari Google. Pada saat sebelum terjadi berita besar ini, kata kunci Pemenang Pemilu 2009 tidaklah sebegitu populer. Tetapi setelah banyak yang membicarakan, maka kata kunci Pemenang Pemilu 2009 itupun menjadi perbincangan hangat dikalangan netter maupun blogger. Disinilah PKS meraih kepopuleran yang tinggi!
Hal ini pun tidak sedikit menuai pro dan kontra. Di satu sisi banyak yang senang dengan fenomena tersebut, dilain sisi banyak yang membenci akan permainan SEO dengan keyword Pemenang Pemilu 2009. Beberapa blog ingin menandingi kata kunci “Pemenang Pemilu 2009″ sudah sebegitu banyaknya. Bahkan salah satu Professor (Prof. Dr. ir. Marsudi W. Kisworo) yang diamanatkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai caleg, tidak luput ingin merebut keyword tersebut. Dengan ungkapan bahwa permainan SEO adalah permainan anak kecil, hal inilah yang terlihat bahwa Professor tersebut belum dewasa mensingkapi persaingan segar merebut keyword tersebut.
Hal ini dimungkinkan bahwa Professor tersebut masih belum sepenuhnya mengerti tehnik SEO yang sesungguhnya. SEO merupakan hal yang sangat krusial bagi para blogger atau website-website yang ingin memperkenalkan situsnya. Dan memperebutkan keyword SEO merupakan hal yang tidak segampang memasukkan jari telunjuk kedalam hidung (ngupil maksudnya). Dan sampai sekarangpun Professor tersebut masih belum bisa membuktikan bahwa permainan yang dia anggap sebagai permainan anak kecil tersebut dapat dimainkannya. Dan perlu diketahui, bahwa persaingan memperebutkan keyword-pun sampai dilombakan. Dan tidak tanggung-tanggung hadiahnya mencapai $50000. Seperti contoh keyword Busby SEO Test In Contest.
Tak ayal banyak sekali blogger-blogger yang berkomentar pedas di blognya. Namun sayang karena ketidakdewasaan Professor tersebut, menganggap bahwa orang-orang yang berkomentar pedas diblognya merupakan kader PKS. Padahal internet adalah dunia tanpa batas, dunia tanpa wujud asli dan dunia tanpa wajah. Bisa saja semua orang dapat berkomentar sebagai kader partai tertentu. Atau bisa saja hanya sebatas simpatisan yang tidak senang dengan perbuatan kekurang-dewasaan professor tersebut, sehingga menciptakan permasalahan tersebut. Yah, memang tua bukan berarti menjadi dewasa. Apalagi sebuah gelar berentet bukan berarti kesombongan tidak bisa menghinggapinya. Malah dipundak para professor itulah kesombongan lebih mudah hinggap dan merasukinya. Yang terpenting tidak perlu saling menjatuhkan satu sama lainnya, tetapi berlomba-lomba dengan semangat sportifitas adalah hal yang harus kita junjung tinggi. Jadi, bagi yang kalah yah harus mengakui bahwa dirinya masih kurang berusaha dalam berlomba, atau memang mengakui bahwa dirinya belum mampu untuk menandingi lawannya. Itu lebih baik, daripada berkoar-koar yang tidak jelas menambah geli yang melihat “Sudah kalah kok nggak mau kalah”
Ok, tetap semangat berlomba.
Sumber: Suaranews.com
Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),