<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPD PKS Sidoarjo &#187; Cinta</title>
	<atom:link href="http://pks-sidoarjo.org/tag/cinta/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pks-sidoarjo.org</link>
	<description>Bekerja untuk Sidoarjo Sejahtera</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jun 2011 00:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Semangat Pertumbuhan</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 00:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[
Pekerjaan kedua seorang pecinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna.

Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang sang kekasih, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/01/Serial-Cinta-08.jpg" height="125" alt="Serial-Cinta-08" hspace="8" width="200" align="left" border="2" /></div>
<p>Pekerjaan kedua seorang pecinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta bekerja mengubah kehidupan kita dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna.<br />
<span id="more-1853"></span><br />
Cinta adalah gagasan dan komitmen jiwa tentang bagaimana membuat kehidupan orang yang kita cintai menjadi lebih baik. Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang sang kekasih, maka penumbuhan berarti melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membantu sang kekasih bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Kita tidak boleh berhenti di ujung perhatian sembari mengatakan kepada sang kekasih: &#8220;Aku mencintaimu sebagaimana kita adanya.&#8221; Atau: &#8220;Aku menerima dirimu apa adanya.&#8221; Memahami dan mengerti sang kekasih tidaklah cukup. Seorang pecinta sejati harus mampu mengimajinasikan sebuah plot akhir dari kehidupan yang akan dijalani sang kekasih. Itu tidak berarti bahwa kita mengintervensi kehidupan pribadinya dan mengatur kehidupan secara rigrid atas nama cinta. Tidak! <strong>Yang dilakukan pecinta sejati adalah menginspirasi sang kekasih untuk meraih kehidupan paling bermutu yang mungkin ia raih berdasarkan keseluruhan potensi yang ia miliki.</strong></p>
<p>Kalau bukan karena kerja-kerja penumbuhan, seorang pecinta sejati tidak akan sanggup bertahan hidup di samping seorang kekasih yang ilmu, pengalaman, ketrampilan dan kepribadiannya tidak bertumbuh dalam 10 tahun masa perkawinannya, misalnya. Kamu pasti bosan mengobrol dengan seorang yang hidupnya stagnan, dingin dan tidak dinamis. </p>
<p>Para pecinta sejati menemukan gairah kehidupan dari perubahan-perubahan yang dinamis. Para pecinta sejati menemukan gairah kehidupan dari perubahan-perubahan dinamis dalam kehidupan kekasih mereka. Seperti gairah kehidupan yang dirasakan seorang ibu ketika menyaksikan bayinya tumbuh dan berkembang menjadi anak remaja lalu dewasa. Atau gairah yang dirasakan seorang guru menyaksikan muridnya tumbuh menjadi ilmuwan dan intelektual.</p>
<p>Penumbuhanlah yang membedakan cinta yang matang dan cinta seorang melankolik. Penumbuhanlah adalah sisi paling rasional dan realistis dari cinta. Penumbuhan memberikan sentuhan edukasi pada hubungan cinta. Sebab di sini cinta bukan sekedar gumpalan emosi di langit jiwa: yang mungkin meledak bagai halilintar, atau membanjiri bumi dengan hujan air mata. Di sini cinta adalah sebuah pekerjaan. Pekerjaan jiwa, pikiran, dan fisik sekaligus. Itu yang membuatnya nyata. Dan efektif.</p>
<p>Di tangan Rasullullah SAW, Aisyah bukan seorang istri. Rasullullah SAW telah menumbuhkannya menjadi bintang di langit sejarah. Suatu saat Ali Tantawi mengatakan: &#8220;Istriku yang hanya tamatan SD ternyata lebih intelek daripada mahasiswi-mahasiswiku yang sudah hampir sarjana.&#8221; Beliau mengatakan itu setelah melewati 10 tahun masa perkawinan. Ketika Iqbal menemukan dirinya telah menjadi filosof dunia, ia menyadari itu kerja sang guru. Maka ia berkata tentang gurunya itu: &#8220;Dan nafas cintanya meniup kuncupku menjadi bunga.&#8221;</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm">Pelajaran Cinta</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seni Memperhatikan</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 01:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1859</guid>
		<description><![CDATA[
Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Perhatian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/01/Serial-Cinta-09.jpg" height="125" alt="Serial-Cinta-09" hspace="8" width="200" align="left" border="2" /></div>
<p>Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.<br />
<span id="more-1859"></span><br />
Perhatian adalah pemberian jiwa; semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada orang yang kita cintai. Tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan. Tidak juga semua orang yang memiliki kesiapan mental memiliki kemampuan untuk terus memperhatikan.</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Memperhatikan adalah kondisi di mana kamu keluar dari dalam dirimu menuju orang lain yang ada di luar dirimu. Hati dan pikiranmu sepenuhnya tertuju kepada orang yang kamu cintai. Itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Mereka yang bisa keluar dari dalam dirinya adalah orang-orang yang sudah terbebas secara psikologis. Yaitu bebas dari kebutuhan untuk diperhatikan. Mereka independen secara secara emosional: kenyamanan psikologis tidak bersumber dari perhatian orang lain terhadap dirinya. Dan itulah musykilnya. Sebab sebagian besar orang lebih banyak terkungkung dalam dirinya sendiri. Mereka tidak bebas secara mental. <strong>Mereka lebih suka diperhatikan daripada memperhatikan. Itu sebabnya mereka selalu gagal mencintai.</strong></p>
<p>Itulah kekuatan para pecinta sejati: bahwa mereka adalah pemerhati yang serius. Mereka memperhatikan orang-orang yang mereka cintai secara intens dan menyeluruh. Mereka berusaha secara terus menerus untuk memahami latar belakang kehidupan sang kekasih, menyelidiki seluk-beluk persoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan-harapan dan mimpi-mimpinya, dan mengetahui kebutuhan-kebutuhannya untuk sampai kepada harapan-harapan itu.</p>
<p>Para pemerhati yang serius biasanya lebih suka mendengar daripada didengarkan. Mereka memiliki kesabaran yang cukup untuk mendengar dalam waktu yang lama. Kesabaran itulah yang membuat orang betah dan nyaman menumpahkan isi hatinya kepada mereka. Tapi kesabaran itupula yang memberi mereka peluang untuk menyerap lebih banyak informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai.</p>
<p>Tapi di sini juga tersimpan sesuatu yang teramat agung dari rahasia cinta. Rahasia tentang pesona jiwa para pecinta. Kalau kamu terbiasa memperhatikan kekasih hatimu, secara berlahan-lahan dan tanpa ia sadari ia akan tergantung dengan perhatiannmu. Secara psikologis ia akan sangat menikmati saat-saat diperhatikan itu. Bila suatu saat perhatian itu hilang, ia akan merasakan kehilangan yang sangat. Perhatian itu niscaya akan menyiksa jiwanya dengan rindu saat kamu tidak berada di sisinya. Mungkin ia tidak akan mengatakannya. Tapi ia pasti merasakannya.</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm">Pelajaran Cinta</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Jiwa Punya Hajat</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 00:43:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1811</guid>
		<description><![CDATA[Keagungan. Keluhuran. Ketinggian. Hanya itu yang ada pada cinta misi. Romantikanya juga ada. Tapi tetap dalam bingkai itu. Kita sebut itu romantika perjuangan. Seperti kita memandang indahnya pelangi yang menggores langit. Mengagumkan. Mempesona. Tapi ada jarak. Itu keindahan yang dilukis oleh nilai: kekuatan yang memvisualisasi sisi malaikat dari dalam diri kita ke kanvas kenyataan, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/02/Serial-Cinta-11.jpg" height="125" alt="Serial-Cinta-11" hspace="8" width="200" align="left" border="2" />Keagungan. Keluhuran. Ketinggian. Hanya itu yang ada pada cinta misi. Romantikanya juga ada. Tapi tetap dalam bingkai itu. Kita sebut itu romantika perjuangan. Seperti kita memandang indahnya pelangi yang menggores langit. Mengagumkan. Mempesona. Tapi ada jarak. Itu keindahan yang dilukis oleh nilai: kekuatan yang memvisualisasi sisi malaikat dari dalam diri kita ke kanvas kenyataan, lalu melegenda dalam riwayat sejarah.<br />
<span id="more-1811"></span><br />
Tapi manusia tercipta dari tanah. Dan tanah punya tabiatnya sendiri. Juga punya rasa, punya mau, punya hajatnya sendiri. Juga punya permintaannya sendiri dari asal usul ini kehidupan manusia tersublimasi menjadi riwayat yang rumit dan kompleks. Begitu juga cinta jiwa yang lahir dari sini. Kalau dalam cinta misi perasaan bergerak mengikuti pikiran dan nilai, dalam cinta jiwa perasaan bergerak memenuhi kebutuhannya sendiri. Kebutuhan akan kegenapan. Kebutuhan akan kesatuan.</p>
<p>Sendiri. Sepi. Itu musuh jiwa manusia. Sebab alam ini termasuk kita-tercipta berpasangan. Begitu juga kita: kita semua punya pasangan hidup dalam perkawinan dan pasangan sosial dalam bermasyarakat. Perjalanan menemukan pasangan jiwa adalah kebutuhan eksistensial. Sampai kita menembus ruang dan waktu yang panjang: &#8220;sebab keterpisahan ini,&#8221; kata Rumi, &#8220;hanya tipu daya waktu.&#8221;</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Sebab ia lahir dari kebutuhan akan kegenapan dan kesatuan, cinta jiwa mensyaratkan adanya penerimaan. Tidak ada pertemuan tanpa penerimaan. Syarat ini tidak selalu ada dalam cinta misi. Tapi syarat ini pula yang membuat cinta jiwa menjadi rumit. Sebab asas penerimaan jiwa ini juga beragam. Ada faktor kesamaan. Ada faktor kegenapan. Ada faktor keseimbangan. Seperti dua sungai besar yang bertemu dalam samudera yang sama lalu menciptakan gelombang cinta yang dahsyat. Itu yang lahir dari kesamaan.</p>
<p>Atau lidah api yang menyala-nyala namun dipadamkan oleh air yang sejuk. Cinta yang ini lahir dari kebutuhan akan keseimbangan. Atau seperti air yang bening yang mengaliri lahan tanah yang subur lalu melahirkan taman kehidupan yang indah. Ini kegenapan jiwa yang melahirkan cinta.</p>
<p>Kerumitan terletak pada pencarian &#8220;<em>meeting point</em>&#8221; dari dua jiwa. Itu pada kesamaan atau kegenapan atau keseimbangan antara dua karakter. Hampir tidak ada pertemuan jiwa di luar ketiga meeting point itu. Bayangkanlah jika yang terjadi sebaliknya. Api bertemu angin akan menciptakan kebakaran yang ganas. Air bertemu angin yang melahirkan gelombang tsunami. </p>
<p>Baik dalam perkawinan atau perkawanan kita menemukan kerumitan itu. Itu masalah kecocokan. Sebab harus ada dua tangan untuk bisa bertepuk. Dua jiwa hanya mungkin bisa bertemu dan menyatu jika hajat mereka sama. Hikmah itulah yang disampaikan Rasullullah saw, &#8220;<em>Jiwa-jiwa itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal di antara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.</em>&#8221;</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm">Pelajaran Cinta</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Cinta Jiwa</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 00:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1809</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat-saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia disekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia disekeliling kita. Tidak selalu karena wanita yang kita cintai itu memang cantik pada kenyataannya. Tapi cinta kita padanya yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/02/Serial-Cinta-13.jpg" height="125" alt="Serial-Cinta-13" hspace="8" width="200" align="left" border="2" />Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat-saat ketika ia sedang jatuh cinta. Bukan karena dunia disekeliling kita berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia disekeliling kita. Tidak selalu karena wanita yang kita cintai itu memang cantik pada kenyataannya. Tapi cinta kita padanya yang membuat cantik di mata kita.<br />
<span id="more-1809"></span><br />
Saat jatuh cinta adalah saat di mana persepsi kita mengalamai <em>shifting</em> pada semua realitas yang ada di sekeliling kita. Kadang kita mungkin mengelabuhi diri sendiri. Tapi itu puncak subjektifitas yang justru mengubah kita menjadi lebih positif dalam kita memandang segala sesuatu. </p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Seperti indahnya subjektifitas pada dunia anak-anak. Bagi mereka realitas yang sesungguhnya adalah realitas yang mereka persepsikan. Bukan realitas yang ada di luar sana seperti yang dilihat oleh orang dewasa. Bangku bisa dipersepsi sebagai rumah. Tongkat bia dipersepsi sebagai senjata. Dunia menjadi sangat ringan dan fleksibel di mata mereka. Karena itu dunia anak selalu indah, selalu penuh kenangan. </p>
<p>Begitu juga saat kita jatuh cinta. <em>Shifting</em> pada persepsi kita membuat dunia kita serasa jadi realitas lain yang begitu indah. Dan itu membawa kenyamanan pada rongga dada kita. Karena perasaan kita seketika berbunga-bunga. Karena, kata Ibnu Hazem, ruh kita seketika jadi ringan dan lembut, badan kita seketika wangi, senyum kita seketika mengembang lebar, benci dan dendam dan angkara murka seketika lenyap dari ruang hati kita, dan tiba-tiba saja yang bukan penyair jadi penyair, yang tidak bisa bernyanyi menjadi penyayi.</p>
<p>Suatu saat, seorang raja bingung menyaksikan putera mahkotanya begitu pemalas, apatis, tidak bergairah, tidak berminat pada ilmu pengetahuan, tidak bisa pidato. Ia gundah, karena putera mahkotanya sama sekali tidak layak jadi raja. Maka sang raja memerintahkan seorang dayang cantik istana untuk menggoda sang putera mahkota. </p>
<p>Bilang padanya, pesan sang raja pada dayang cantik itu, aku sangat mencintaimu dan bersedia jadi permaisurinya. Nanti kalau hatinya sudah berbunga-bunga, bilang lagi padanya-lanjut sang raja-tapi ada syaratnya, kamu harus bersemangat, lebih rajin dan mau menyiapkan diri jadi raja, dan aku percaya kamu bisa. </p>
<p>Firasat sang raja ternyata benar. Putera mahkota seketika berubah: ia mengubah penampilannya jadi keren dan wangi, ia mempelajari berbagai macam ilmu, ia juga tampil berpidato, ia juga menulis. Saat jatuh cinta telah mengubah persepsinya tentang dirinya dan dunianya, seketika membangkitkan semangat hidupnya, dan meledakkan semua potensinya.</p>
<p><strong><em>Shifting</em> pada persepsi mengembalikan sisi kekanakan kita saat kita jatuh cinta. Itu keindahan yang mempertemukan kita dengan sisi kemanusiaan kita; subjektif, melankolis, kekanakan, tapi positif. Dan indah.</strong></p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm">Pelajaran Cinta</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelezatan Ruhani</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 00:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1813</guid>
		<description><![CDATA[
Cinta misi hanya bersemi dari nurani yang hidup. Tapi dari manakah nurani kita menemukan kehidupan? Dari cinta Allah dan cinta kebenaran. Inilah cintanya cinta. Denyut kehidupan nurani adalah tanda-tandanya. Cinta misi adalah buahnya.

Cerita-cerita keagungan yang kita warisi dari sejarah sesungguhnya merupakan penampakan cinta misi dari waktu ke waktu. Ia mengejawantah pada karya-karya ilmiah para ulama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="left"><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/02/Serial-Cinta-10.jpg" height="125" alt="Serial-Cinta-10" hspace="8" width="200" align="left" border="2" /></div>
<p>Cinta misi hanya bersemi dari nurani yang hidup. Tapi dari manakah nurani kita menemukan kehidupan? Dari cinta Allah dan cinta kebenaran. Inilah cintanya cinta. Denyut kehidupan nurani adalah tanda-tandanya. Cinta misi adalah buahnya.<br />
<span id="more-1813"></span><br />
Cerita-cerita keagungan yang kita warisi dari sejarah sesungguhnya merupakan penampakan cinta misi dari waktu ke waktu. Ia mengejawantah pada karya-karya ilmiah para ulama, pada darah dan air mata syuhada, pada keadilan para pemimpin, pada kasih sayang para duat (dai), pada kelembutan para guru. </p>
<p>Tidak ada karya besar tanpa cinta misi. Itu yang membuat cinta ini jadi teramat agung. Sekaligus rumit. Karena seluruh isinya adalah karya. Adalah kerja. Adalah memberi. Tanpa pernah terpengaruh oleh penerimaan dan penolakan. Penerimaan mungkin menguatkannya. Tapi penolakan tidak mengendurkannya.</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Pertanyaan kemudian muncul di sini. Dari mana mereka menemukan energi itu? Apa yang membuat mereka sanggup berkarya dan memberi terus-menerus, sementara kadang-atau bahkan sering sekali-mereka tidak dipahami atau bahkan terabaikan oleh orang-orang yang justru mereka cintai? Pasti ada rahasia hati yang mereka simpan dengan rapih. Tapi apakah rahasia hati itu?</p>
<p>Kelezatan ruhani. Itulah rahasianya. Yang mereka cintai sesungguhnya adalah Allah, adalah kebenaran, adalah misi hidup mereka. Bukan orang, atau benda atau bentuk apapun. </p>
<p>Yang mereka rindukan adalah surga abadi, adalah bidadari-bidadari yang kelak akan mengitari mereka, adalah pandangan mata pada cahaya wajah Allah. Bukan pujian dan penerimaan manusia.</p>
<p>Manusia hanya medan karya tempat cinta mengejawantah. Maka Allah memberi mereka kelezatan demi kelezatan setiap kali cinta itu mengejawantah. Kelelahan-kelelahan melahirkan kegembiraan ruhani, kelezatan yang melahirkan energi baru untuk terus mengejawantahkan cinta. </p>
<p>Seperti orgasme yang kita rasakan pada setiap keintiman fisik, dan mengajak kita untuk mengulangi dan mengulangi, seperti itulah Allah memberi kelezatan ruhani. Setiap kali cinta pada Nya mengejawantah pada cinta misi, setiap kali cinta vertikal itu mengejawantah pada horizon kehidupan manusia. </p>
<p>Kelezatan ruhani itulah sumber energinya. Di sana, makna-makna penerimaan, keberartian, keterhormatan, keberanian hati, merasuk ke serat-serat jiwa dan melapangkan serta meluaskannya sampai ia tampak bagai karpet merah nan empuk di tengah gurun luas yang tersambung dengan kaki langit.</p>
<p>Itulah kelezatan ruhani yang dirasakan Khalid bin Walid dari kecamuk perang, atau Utsman saat berinfak, atau Umar saat mengantar gandum di tengah malam pada rakyat miskin, atau Sayyid Quthub menjelang digantung. </p>
<p>Kelezatan ruhani itu adalah ledakan kegembiraan yang mendengung di cakrawala kesadaran batin kita. Orang-orang tidak menyaksikannya. Tapi mereka merasakan penampakannya. Maka seorang ahli ibadah mengatakan: &#8220;<em>Seandainya para raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam ibadah ini, mereka pasti akan menyiksa kita untuk merampas kelezatan itu.</em>&#8221;</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm">Pelajaran Cinta</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Cinta</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 00:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1805</guid>
		<description><![CDATA[Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta ini mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta.

Sebabnya sederhana saja. Cinta itu banyak macamnya. Ada cinta misi: cinta yang memang kita rencanakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/03/Serial-Cinta-15.jpg" height="125" alt="Serial-Cinta-15" hspace="8" width="200" align="left" border="2" />Memang tidak mudah. Sebab tidak karena kamu mencintai lalu hendak memberi, atau kamu menebar pesona kematanganmu melalui itu, maka cintamu berbalas. Fakta ini mungkin pahit. Tapi begitulah adanya: kadang-kadang kamu harus belajar menepuk angin, bukan tangan lain yang melahirkan suara cinta.<br />
<span id="more-1805"></span><br />
Sebabnya sederhana saja. Cinta itu banyak macamnya. <strong>Ada cinta misi: cinta yang memang kita rencanakan sejak awal. Cinta ini lahir dari misi suci, didorong oleh emosi kebajikan dan didukung dengan kemampuan memberi.</strong> Misalnya cinta para nabi kepada umatnya, atau guru kepada muridnya, atau pemimpin kepada rakyatnya, atau ibu kepada anaknya. Jiwamu dan jiwa orang yang kamu cintai tidak mesti bersatu. Cinta ini sering tidak berbalas. Bahkan sering berkembang menjadi permusuhan. Lihatlah bagaimana nabi-nabi itu dimusuhi umatnya, atau para ibu ditelantarkan anak-anaknya di usia tua, atau pemimpin yang baik dibunuh rakyatnya, atau guru yang dilupakan murid-muridnya.</p>
<p>Inilah cinta yang paling luhur. Paling suci. Sebagian besar kebaikan yang kita saksikan dalam kehidupan kita, bahkan dalam sejarah umat manusia, sebenarnya merupakan buah dari cinta yang ini. Ambillah contoh 1,3 milyar umat Islam saat ini adalah hasil perjuangan berdarah-darah sang nabi beserta sahabat-sahabatnya. Itu cinta misi.</p>
<p>Tapi ada jenis cinta yang lain. <strong>Cinta jiwa. Cinta ini lahir dari kesamaan atau kegenapan watak jiwa. Jiwa yang sama atau berbeda tapi saling menggenapi biasanya akan saling mencintai.</strong> Cinta ini yang lazim ada dalam hubungan persahabatan dan perkawinan atau keluarga. Cinta ini mengharuskan adanya respon yang sama: <em>cinta tidak boleh bertepuk sebelah tangan di sini.</em></p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Inilah cinta yang paling rumit. Serumit kimia jiwa manusia. Suatu saat misalnya Umar bin Khattab hendak melamar Ummu Kaltsum binti Abu Bakar, adik Aisyah ra. Gadis itu sangat belia dan tumbuh di antara jiwa-jiwa yang lembut nan penyayang. Aisyah ra jadi gusar. Wataknya tidak bertemu dengan watak Umar. Tapi siapa berani menolak lamaran manusia paling sholeh di muka bumi   ketika itu? Namun dengan diplomasi yang sangat halus, melalui kepiawaian Amr bin Ash, Aisyah ra menolak lamaran itu sembari menyarankan sang Khalifah menikahi Ummu Kaltsum binti Ali bin Abi Thalib, adik Hasan dan Husein. Kali ini lamarannya diterima: Ali dan Umar memiliki watak yang sama. &#8220;Tidak ada alasan menolak lamaran manusia terbaik di muka bumi,&#8221; kata Ali ra.</p>
<p>Ada cinta ketiga. <strong>Cinta maslahat. Cinta ini dipertemukan oleh kesamaan kepentingan. Mereka bisa berbeda watak atau misi. Tapi kepentingan mereka sama maka mereka saling mencintai.</strong> Misalnya hubungan baik yang lazim berkembang di dunia bisnis. Suara ramah dari penjawab telepon, atau senyum manis seorang pramugari, atau layanan sempurna seorang resepsionis hotel: semua berkembang dari kepentingan tapi efektif menciptakan kenyamanan jiwa (<em>comfortability</em>). Anda adalah bagian dari pekerjaannya. Bukan jiwanya. Anda adalah kepentingannya. Bukan misinya.</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pelajaran-cinta.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayap Yang Tak Pernah Patah</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/sayap-yang-tak-pernah-patah.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/sayap-yang-tak-pernah-patah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 19:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1724</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti Sayap-Sayap Gibran yang Patah. Atau kisah Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka &#8217;majnun&#8217;, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/01/Serial-Cinta-06.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1484" title="Serial-Cinta-06" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/01/Serial-Cinta-06.jpg" alt="Serial-Cinta-06" width="200" height="125" /></a>Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti Sayap-Sayap Gibran yang Patah. Atau kisah Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka &rsquo;majnun&rsquo;, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas.<br />
<span id="more-1724"></span><br />
Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu di sana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:</p>
<blockquote><p>O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap<br />
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.</p></blockquote>
<p>Mari kita ikut berbela sungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.</p>
<p>Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai di sana. &#8220;<em>Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain</em>,&#8221; kata Rumi, &#8220;<em>sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain.</em>&#8221; Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejewantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu kita pada posisi kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab di sini kita justru melakukan pekerjaan besar dan agung: mencintai. </p>
<p>Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang terjadi sesungguhnya hanyalah &#8220;kesempatan memberi&#8221; yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. <strong>Selama kita memiliki &#8220;sesuatu&#8221; yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan.</strong> Ini hanya murni masalah waktu. Para pencinta sejati selamanya hanya bertanya: &#8220;apakah yang akan kuberikan?&#8221; Tentang kepada &#8220;siapa&#8221; sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.</p>
<p>Jadi, kita hanyalah patah atau hancur karena kita lemah. <strong>Kita lemah karena posisi jiwa kita salah.</strong> Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. <strong>Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.</strong></p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/sayap-yang-tak-pernah-patah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di rumahku Ada Surga</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/di-rumahku-ada-surga.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/di-rumahku-ada-surga.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 19:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1722</guid>
		<description><![CDATA[
Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain didalamnya
Bagi kau dan aku cukuplah

Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangnya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni:
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan manusia
Kenyamanan. Itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/12/Serial-Cinta-04.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1464" title="Serial-Cinta-04" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/12/Serial-Cinta-04.jpg" alt="Serial-Cinta-04" width="200" height="125" /></a></p>
<blockquote><p>Taman punya kita berdua<br />
Tak lebar luas, kecil saja<br />
Satu tak kehilangan lain didalamnya<br />
Bagi kau dan aku cukuplah</p></blockquote>
<p><span id="more-1722"></span><br />
Itu penggalan puisi Chairil Anwar, 1943, tentang rumahnya yang disebut taman. Taman hati. Taman hidup. Sempit ruangnya. Tapi cinta membuatnya jadi terasa cukup lapang dalam dada. Cinta membuatnya nyaman dihuni:</p>
<blockquote><p>Kecil, penuh surya taman kita<br />
Tempat merenggut dari dunia dan manusia</p></blockquote>
<p>Kenyamanan. Itu rahasia jiwa yang diciptakan cinta: maka kita mampu bertahan memikul beban hidup, melintasi aral kehidupan, melampaui gelombang peristiwa, sambil tetap merasa aman dan teduh. Cinta menciptakan kenyamanan yang bekerja menyerap semua emosi negatif masuk kedalam serat-serat jiwa melalui himpitan peristiwa kehidupan. Luka-luka emosi yang kita alami di sepanjang jalan kehidupan ini hanya mungkin di rawat di sana: dalam rumah cinta.</p>
<p>Dalam rumah cinta itu kita menemukan system perlindungan emosi yang ampuh. Mary Carolyn Davies mengungkapkannya dengan manis:</p>
<blockquote><p>Ada sebuah tembok yang kuat<br />
Di sekelilingku yang melindungiku<br />
Dibangun dari kata-kata yang kau ucapkan padaku</p></blockquote>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Jiwa yang terlindungi akan cepat bertumbuh dan berbuah. Sederhana saja. <strong>Karena hakikat cinta selamanya hanya satu: memberi.</strong> Memberi semua kebaikan yang tersimpan dalam jiwa. Melalui tatapan mata, kata atau tindakan. Jika kita terus menerus memberi, maka kita akan terus menerus menerima. Pemberian jiwa itu memberikan kekuatan kebajikan yang sering tertidur dalam jiwa manusia. Seperti pohon: pada mulanya ia menyerap matahari dan air, untuk kemudian mengeluarkan semua kebajikan yang ada didalam dirinya: buahnya, keindahannya.</p>
<p>Dalam rumah yang penuh cinta itu kita menemukan rasa aman, kenyamanan dan kekuatan untuk terus bertumbuh. Itu sebabnya rumah yang begitu menghadirkan surga dalam kehidupan kita. Rumah itu pasti utuh. Dan abadi. Adakah doa cinta yang lebih agung daripada apa yang diajarkan sang Rasul kepada kita di malam pertama saat kita meletakkan dasar dari hubungan jiwa yang abadi? Letakkan tangan kananmu diatas ubun-ubun istrimu, lalu ucapkan do’a ini dengan lembut:</p>
<blockquote><p>Ya Allah, aku mohon pada-Mu kebaikan perempuan ini<br />
Dan semua kebaikan yang tercipta bersama penciptaannya.</p></blockquote>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/di-rumahku-ada-surga.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Orang Kuat</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pekerjaan-orang-kuat.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pekerjaan-orang-kuat.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 19:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1720</guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai berkembang menjadi lebih baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejewantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/02/Serial-Cinta-14.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1661" title="Serial-Cinta-14" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/02/Serial-Cinta-14.jpg" alt="Serial-Cinta-14" width="200" height="125" /></a>Cinta adalah kata yang mewakili seperangkat kepribadian yang utuh: gagasan, emosi dan tindakan. Gagasannya adalah tentang bagaimana membuat orang yang kita cintai berkembang menjadi lebih baik, dan berbahagia karenanya. Ia juga emosi yang penuh kehangatan dan gelora karena seluruh isinya adalah semata-mata keinginan baik. Tapi ia harus mengejewantah dalam tindakan nyata. Sebab gagasan dan emosi tidak merubah apapun dalam kehidupan kita kecuali setelah ia menjelma jadi aksi.<br />
<span id="more-1720"></span><br />
Orang-orang seringkali hanya mengambil bagian tengah dari cinta: emosi. Dalam kehidupan mereka, cinta adalah gumpalan perasaan yang romantis dan penuh keindahan. Mereka bahkan mungkin bisa  memutuskan untuk mempertahankan suatu penderitaan karena menikmati romantikanya; hidup digubuk derita, makan sepiring berdua. Mereka melankolik. Karenanya, kehidupan mereka tidak berkembang.</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Cinta dalam pengertian yang luas inilah yang menjamin bahwa suatu hubungan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. <strong>Tidak ada hubungan yang dapat dipertahankan-dalam jangka panjang-jika kita tidak mempunyai suatu gagasan tentang bagaimana membuatnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.</strong> Kebosanan dalam hubungan suami istri, misalnya, sering terjadi karena keduanya secara personal sama-sama tidak berkembang. Mereka secara sama-sama mengalami &#8220;penyusutan&#8221; kualitas kepribadian bersama perjalanan umur. Karena mereka sama-sama membosankan.</p>
<p><strong>Jadi cinta adalah totalitas.</strong> Di sana gagasan, emosi dan tindakan bergabung menjadi satu kesatuan yang utuh dan bekerja secara bersama-sama bagi kebahagiaan dan kebaikan orang-orang yang kita cintai. Orang-orang dengan kepribadian yang lemah dan lembek tidak dapat mencintai dengan kuat. Para pecinta sejati selalu datang dari orang-orang dengan kepribadian yang kuat dan tangguh.</p>
<p>Mencintai-dengan begitu-adalah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kepribadian. Maka para pecinta sejati selalu mengembangkan kepribadian mereka secara terus-menerus. Sebab dengan hanya begitu, mereka dapat mengembangkan kemempuan mereka mencintai. Cinta dan kepribadian adalah dua kata yang tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita makin mampu kita mencintai dengan kuat. Mengandalkan perasaan saja dalam mencintai hanya akan melahirkan para pembual yang menguasai hanya satu keterampilan: yaitu menebar janji.</p>
<p>Mereka yang ingin menjadi pecinta sejati harus terlebih dahulu membenahi dan mengembangkan kepribadiannya. Menggagas bagaimana membuat orang yang kita cintai tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik, mempertahankan &#8220;keinginan baik&#8221; kepada orang yang kita cintai secasa konstan, dan terus menerus melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk membahagiakan mereka, hanya mempunyai satu makna: itu pekerjaan orang-orang kuat. </p>
<p><strong>Cinta adalah pekerjaan orang kuat.</strong> Kalau Rasulullah SAW dapat menampung sembilan orang istri dalam jiwanya, itu karena ia dapat menampung sembilan kepribadian dalam jiwanya.</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/pekerjaan-orang-kuat.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mata Air Keluhuran</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/mata-air-keluhuran.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/mata-air-keluhuran.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 19:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Anis Matta]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1718</guid>
		<description><![CDATA[Galau benar hati sang raja. Putera mahkotanya ternyata seorang pemuda pemalas. Apatis. Talenta raja-raja tidak terlihat dalam pribadinya. Suatu saat sang raja menemukan cara mengubah pribadi puteranya: the power of love.

Sang raja mendatangkan gadis-gadis cantik ke istananya. Istana pun seketika berubah jadi taman: semua bunga mekar di sana. Dan terjadilah itu. Sesuatu yang memang ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/12/Serial-Cinta-01.jpg"><img class="size-full wp-image-1440 alignleft" title="Serial Cinta Anis Matta" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/12/Serial-Cinta-01.jpg" alt="Serial Cinta" width="200" height="125" /></a>Galau benar hati sang raja. Putera mahkotanya ternyata seorang pemuda pemalas. Apatis. Talenta raja-raja tidak terlihat dalam pribadinya. Suatu saat sang raja menemukan cara mengubah pribadi puteranya: <em>the power of love</em>.<br />
<span id="more-1718"></span><br />
Sang raja mendatangkan gadis-gadis cantik ke istananya. Istana pun seketika berubah jadi taman: semua bunga mekar di sana. Dan terjadilah itu. Sesuatu yang memang ia harapkan: puteranya jatuh cinta pada salah seorang di antara mereka. Tapi kepada gadis itu sang raja berpesan, &#8220;Kalau puteraku menyatakan cinta padamu, bilang padanya, &#8220;Aku tidak cocok untukmu. Aku hanya cocok untuk seorang raja atau seseorang yang berbakat jadi raja.&#8221;</p>
<p>Benar saja. Putera mahkota itu seketika tertantang. Maka ia pun belajar. Ia mempelajari segala hal yang harus diketahui seorang raja. Ia melatih dirinya untuk menjadi raja. Dan seketika talenta raja-raja meledak dalam dirinya. Ia bisa, ternyata! Tapi karena cinta!</p>
<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="anis matta_kecil" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2009/12/anis-matta_kecil.jpg" alt="anis matta_kecil" width="75" height="84" /></a>Cinta telah bekerja dalam jiwa anak muda itu secara sempurna. Selalu begitu: menggali tanah jiwa manusia, sampai dalam, dan terus ke dalam, sampai bertemu mata air keluhurannya. Maka meledaklah potensi kebaikan dan keluhuran dalam dirinya. Dan mengalirlah dari mata air keluhuran itu sungai-sungai kebaikan kepada semua yang ada di sekelilingnya. Deras. Sederas arus sungai yang membanjir, desak mendesak menuju muara. Cinta menciptakan perbaikan watak dan penghalusan jiwa. Cinta memanusiakan manusia dan mendorong kita memperlakukan manusia dengan etika kemanusiaan yang tinggi.</p>
<p>Jatuh cinta adalah peristiwa paling penting dalam sejarah kepribadian kita. <em>Cinta</em>, kata Quddamah, <em>mengubah seorang pengecut menjadi pemberani, yang pelit jadi dermawan, yang malas jadi rajin, yang pesimis jadi optimis, yang kasar jadi lembut.</em> Kalau cinta kepada Allah membuat kita mampu memenangkan Allah dalam segala hal, maka cinta kepada manusia atau hewan atau tumbuhan atau apa saja, mendorong kita mempersembahkan semua kebaikan yang diperlukan orang atau binatang atau tanaman yang kita cintai. Jatuh cinta membuat kita mau merendah, tapi sekatigus bertekad penuh untuk menjadi lebih terhormat.</p>
<p>Cobalah simak cerita cinta Letnan Jenderai Purnawirawan Yunus Yosfiah, yang suatu saat ia tuturkan pada saya dan beberapa kawan lain. Ketika calon istrinya menyatakan bersedia hijrah dari Katolik menuju Islam, ia tergetar hebat. &#8220;Kalau cinta telah mengantar hidayah pada calon istrinya,&#8221; katanya membatin, &#8220;seharusnya atas nama cinta ia mempersembahkan sesuatu yang istimewa padanya.&#8221; </p>
<p>Ia sedang bertugas di Timor Timur saat itu. Maka ia berjanji, &#8220;Besok aku akan berangkat untuk sebuah operasi. Aku berharap bisa mempersembahkan kepala dedengkot Fretilin untukmu.&#8221; Tiga hari kemudian, janji itu ia bayar lunas!</p>
<p>Gampang saja memahaminya. Keluhuran selalu lahir dari mata air cinta. Sebab, &#8220;<em>cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya</em>,&#8221; kata Ibnul Qoyyim.</p>
<p>Oleh <strong><a href="http://pks-sidoarjo.org/tag/anis-matta">Anis Matta</a></strong></p>
<p>Sumber: Majalah Tarbawi edisi 81 Th. 5/Shafar 1425 H/2 April 2004 M</p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Anis Matta lainnya:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/semangat-pertumbuhan.htm">Semangat Pertumbuhan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/seni-memperhatikan.htm">Seni Memperhatikan</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/karena-jiwa-punya-hajat.htm">Karena Jiwa Punya Hajat</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/indahnya-cinta-jiwa.htm">Indahnya Cinta Jiwa</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/hikmah/kelezatan-ruhani.htm">Kelezatan Ruhani</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/hikmah/mata-air-keluhuran.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

