Susunan Pengurus
DPD Partai Keadilan Sejahtera
Kabupaten Sidoarjo 2010-2015
Ketua: Aditya Nindyatman
Wakil Ketua : Agus Supriyanto
Sekretaris: Helmi Musa
Bendahara: Fajar Nugroho
Bidang Kaderisasi: Maston Romdhoni
Bidang Kebijakan Publik: Syarif Mukhtarom
Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),
KAU HEBAT . . .KUHADIAHKAN TULISAN SESEORANG
Awalnya saya orang yg bermasalah dari sisi kehadiran di liqo (pertemuan), tidak perlu ditanya tentang aktifitas yaumiyah; tilawah, al matsurat, qiyamul lail, dhuha, hafal Qur’an dan Hadits, shalat berjamaah dimasjid, aktifitas sosial kemasyarakatan dll, semua garis datar (-) atau kali (x) ketika mengisi di daftar mutabaah. Kehadiran sy sudah terlalu membahagiakan teman2 se-pertemuan dan ustad pembimbing jika sebulan datang sekali.
Selanjutnya saya menjadi penggangguran da’wah. Dikasih amanah, namun karena alasan kesibukan kerja, urusan keluarga dll, amanah tidak ada yang terlaksana. Di tengah kelemahan iman itu, saya mulai bernostalgia dengan masa lalu: mengapa organisasi ini tidak seperti dulu lagi. Semua terasa hambar. Semangat itu mulai hilang. Dan saya mulai berkesimpulan ADA YANG SALAH DENGAN ORGANISASI INI.
Berikutnya saya mulai menjadi “KOMENTATOR DA’WAH”. Mulailah mengomentari satu persatu masalah yg ada di organisasi; mulai dari anggota dewan yang rangkap jabatan jadi ketua dakwah level Kabupaten, anggota dewan yang studi banding, ustadz yang tdk bisa mengurusi keluarganya, acara yang biasa diadakan dimasjid kini pindah kehotel, ustadz-ustadz yang biasa menenteng Al Quran di tangannya kini lebih senang memainkan communicator saat diwawancarai oleh media dan masih banyak masalah jamaah yang tidak luput dari komentar saya. Pokoknya waktu itu saya sukses menjadi KOMENTATOR.
Selain sukses jadi komentator, saya juga sukses mempengaruhi beberapa teman pertemuan untuk bersama2 menjadi PENGANGGURAN sekaligus KOMENTATOR. Setelah itu, saya memutuskan untuk CUTI dari pertemuan. Hal yang paling membuat mantap saya untuk CUTI PERTEMUAN adalah karena Ustadz kesayangan saya, yang menjadi Murobbi saya ketika SMA dihukum atau bahasa sebahagia teman DIPECAT. Beliau diturunkan dari keanggotaan DEWASA ke MADYA, selang beberapa bulan diturunkan lagi dari MADYA ke MUDA. Karna
sesuatu dan lain hal.
Saya tidak terima, saya protes dengan cara tidak hadir di pertemuan lagi. Tapi yang aneh, ustadz kesayangan saya yang dihukum itu justru tetap hadir di pertemuan, walaupun harus duduk manis bersama mantan-mantan binaanya di kelas MUDA.
Aneh kan saya. hehehehe…yang saya bela ternyata tetap hadir di pertemuan malah saya yg berhenti.
Ustadz yang dihukum ini baru saja diamanahi amanah yang jauh lebih Berat sebagai pimpinan jamaah level propinsi, karena kesabarannya bersama jamaah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadamu Ustadz untuk memikul amanah da’wah yg semkin berat ini.
Singkat cerita, setelah lama menjalani status sebagai PENGANGGURAN sekaligus PENGAMAT DA’WAH, membuat saya jenuh juga. Saya mulai rindu dengan ikhwah-ikhwah, mulai rindu dengan PERTEMUAN, MABID. Rindu akan amanah, rindu akan kerja-kerja da’wah. Saya ingin kembali bangkit menjadi PEMAIN, yang siap menhantarkan bola-bola amanah da’wah menuju sasarannya. saya mulai benci menjadi PENGAMAT, yang serba tau segalanya, saya benci jadi PENONTON yang hanya bisa menyoraki para pemain ketika mereka salah dalam mengoper bola, dan kadang hanya membuat ONAR di lapangan pertandingan.
Dari situlah saya mulai merenung; APAKAH BETUL ADA YANG SALAH DENGAN JAMAAH INI? atau….jangan-jangan SAYA YANG BERMASALAH?…..jabawannya ternyata; SAYA YANG BERMASALAH !!
Dari admin:
Sy setujui dengan beberapa perubahan.
Omong-omong. “Tidak ada yang hambar. Yang ada adalah sikap kita yang menghambarkan semuanya itu.”
LIQO’ fondasi kita !
Ikhwah fillah, perkenankan ana berbagi, pengalaman lintas partai-lintas harokah-lintas jamaah. Di mana-mana yg ana temui, ada kesamaan kelemahan (common weakness), yaitu “ikatan batin” atau “ikatan ruhiyah” (ingroup-spirit) terhadap jamaah. Teman-teman aktivis da’wah itu terjebak pd materialisme-individualisme-pragmatisme.Padahal kita sadar, bahwa Islam itu kaffah.
Salah satu metode menghidupkan ikatan ruhiyah itu adl spt dilakukan Rasululloh di awal periode Makkah, yaitu tarbiyah sel (al Arqom), & itu ana bilang cukup sukses diterapkan Partai Keadilan di awal dulu, lewat liqo’at.
Tapi dewasa ini, di saat kita mulai besar, harus diakui, kita semakin renggang. Di mana-mana liqo kita mulai lemah, kalaupun ada, itupun terkesan asal-asalan. Murobbi-nya tak siap & kurang ‘ilmu, mutabaah yaumiyah tak dijalankan,& yg terpenting, aspek spt saling silaturrahim berkala & saling taawun, juga mandeg.
Ini bahaya…jangan kita lengah, kita berharap dari pluralisme (jadi partai terbuka) sementara POWER BASIS kita sendiri yaitu liqo’at yg mengandung unsur “ikatan batin” itu kita tinggalkan.
Ayo…sebaiknya kita segera menata ulang strategi da’wah kita…
Fastabiqul khoirot !
ayo…..!ana tunggu pengabdian kongkrit pengurus DPD PKS SDA!sejauhmana kontribusi thd warga yang berada di luar area terdampak LUSI…?
keep spirit pks….!!!
Semoga makin semangat dan amanah dalam berdakwah, khususnya di Daerah Dakwah Kabupaten Sidoarjo.
Aslm.wr.wb.
Akh Adit,akh Agus,akh Arman,ust.Syarif, dan semuanya di Sidoarjo. Selamat menyambut Romadhon yg barokah, mohon maaf lahir dan bathin.
Wassalaam.wr.wb.
—-pandubrewijaya, paser, kalimantan timur—-
Ass Wr Wb. Ikhwah, ingin tambah income utk si sabilillah??Kami punya Produk (insyaAlloh) tanpa kompetitor. Bisa di lihat di http://kursisantaipantai.blogspot.com (uennaak buat muroja’ah), sebarkan info ini, jazakallah