PKS Tegaskan Bukan Partai Terbuka
Feb 10th, 2008 | By wawan | Category: Liputan Media(Jawa Pos, 09/02/08) Tetap Berasas Islam dan Parpol Dakwah
JAKARTA – Menghindari kontroversi yang makin runcing, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat penjelasan resmi mengenai wacana partai terbuka. Secara tegas dikatakan, PKS tetap merupakan partai dakwah yang berasas Islam.
“Istilah ‘terbuka’ tidak pernah menjadi keputusan partai,” demikian penjelasan (bayan) resmi PKS seputar isu partai terbuka dan caleg nonmuslim.
Penjelasan terbuka tersebut diteken Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua Dewan Syariah Partai (DSP) Surahman Hidayat, dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Suharna Surapranata.
Dengan penegasan itu, dewan pimpinan tinggi partai (DPTP) memerintah seluruh jajaran struktur, pengurus, serta kader PKS supaya tidak lagi mewacanakan isu “partai terbuka”. “Itu untuk menghindari mudarat yang lebih besar daripada kemaslahatan yang diharapkan,” tegas Tifatul.
Dia menjelaskan, slogan resmi PKS tetap tiga hal, yaitu bersih, peduli, dan profesional. Tidak pernah kata “terbuka” menjadi keputusan partai, baik oleh sidang-sidang majelis syura, dewan pimpinan tertinggi partai, maupun dalam arahan pimpinan (khitob qiyadi).
Sebagai partai Islam, PKS menginginkan setiap pemeluk agama lain juga taat menjalankan agama masing-masing. Hal itu sebagai kontrol moral yang kuat terhadap pribadi seseorang. “PKS berdakwah dengan mengemukakan sikap rahmatan lil’alamin dan sikap keterbukaan komunikasi dengan semua pihak,” tegasnya.
Mengenai munculnya istilah terbuka, kata Tifatul, hal itu merupakan usul dan wawasan yang disampaikan para kader PKS yang berasal dari daerah minoritas muslim, seperti NTT, Papua, dan Bali.
Soal caleg nonmuslim juga dijelaskan. Menurut Tifatul, setiap warga negara bisa menjadi caleg sepanjang memenuhi persyaratan dan prosedur yang ditetapkan aturan resmi PKS. Meski begitu, sebagai partai dakwah, PKS menghormati keberagaman berbagai macam ras, suku, dan agama.(adb/mk)
Ana saran: karena sudah banyak bukti , kedepan, PKS jangan merekrut orang awam non kader mjd anggota DPRD/DPR/menteri-dll, karena jabatan itu amanah, jangan tempatkan orang yg asal-asalan sbg vote getter aja…konsistenlah sbg PARTAI DA’WAH !