(Okezone, 12/02/09) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali meluncurkan iklan kontroversi. Setelah sebelumnya mendapat kritikan tajam dalam mengangkat isu pahlawan, kini PKS berani menampilkan iklan dengan memajang isu sejumlah perseteruan partai politik.
Pantauan “okezone”, Jumat (13/2/2009), iklan berdurasi 30 detik tersebut PKS secara gamblang memajang sejumlah perseteruan partai politik. Secara bergantian, sejumlah isu yang sempat memanas di media massa dan perbincangan masyarakat dipampang.
Beberapa isu yang diambil PKS yakni isu Yoyo. Perseteruan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat memanas dua pekan silam.
Ucapan itu dilontarkan Megawati saat membuka Rapimnas PDI Perjuangan di Solo. Megawati menilai, pemerintah seakan mempermainkan rakyat dengan menaikkan dan menurunkan harga bahan bakar minyak seperti permainan yoyo.
Selain itu, isu perseteruan antara Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dengan Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Sri Sultan juga ditampilkan. Seperti mengutip salah satu media massa, PKS memajang berita JK intervensi Sultan.
Tidak hanya itu, isu asal bukan capres S (ABS) juga mengambil bagian dari iklan tersebut. Lagi-lagi pernyataan isu tersebut dikutip dari media massa. Belum ada pernyataan resmi dari PKS atas iklan tersebut. (kem)
Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),
Pro kontra yang dipancing oleh iklan PKS tentu saja sudah diperhitungkan oleh para penggagas ide iklan ini. Kontroversi adalah taktik standar untuk membuat diri jadi bahan pembicaraan orang banyak. Ya, hitung-hitung beriklan gratis dari mulut ke mulut. Layaknya berita artis di infotainment lah