Alhamdulillah, akhirnya ana telah berhasil menginstall Forum Diskusi PKS Sidoarjo. Tapi ada beberapa masalah, yaitu dalam pembuatan Board Forumnya. Kira-kira forum apa saja yang perlu dimasukkan. Selain itu ana juga lagi berusaha agar tampilan forum semirip mungkin dengan blog ini. Mohon do’anya agar sukses.
Silahkan antum mengunjungi Forum Diskusi PKS Sidoarjo dan berikan usul pada Forum yang disediakan.
Jazakallah atas partisipasi antum semua dalam pengembangan website ini.
Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),
Assalamua’alaikum Akh…..
ana kader dari bireuen NAD…..
astagfirullah kita di fitnah lagi akh kali ini sasarannya para Akhwat kita. Nauzubillhi min zalik……..
ana mohon ini ditindak lanjuti………ana menangis melihat itu akh…….
tujuan utama dari situs itu untuk menjelekkan kade kita……sehingga kita dijelek dikalangan masyarakat.
dan kemeangan pemilu 2009 bakal jauh….
kayaknya yang melakukan ini musuh kita yang tidak senang dengan kemenagan kita……..
bisa akh lihat di 2 situs… join terus akh bakal tau maksud situs yang satu ini……….04:44 21 Agustus 2008
Assalamualikum Wr. Wb.
Bagi kebanyakan anggota dan simpatisannya, PKS merupakan partai Islam sejati yang bersih, profesional, dan peduli. Tidak ada yang sebagus PKS dalam menjalankan Syariat Islam. Tapi nanti dulu! Ini perlu diketahui oleh para seluruh simpatisan PKS dan juga kaca diri bagi para caleg dan pengurus PKS. Menurut saya tidak ada partai yang seperti PKS — SANGAT HAUS KEKUASAAN. Ini tidak hanya di daerah-daerah juga di pusatnya. Sebagai contoh saja di Pilkada Kaltim, karena AFI tidak memilih dari PKS sebagai wakilnya, maka orang-orang PKS berbalik dukungannya dari AFI dan mencari pasangan lain yang mau mengambil mereka sebagai wakil, ya tujuannya kekuasaan. Mana komitmennya ketika siap untuk berkoalisi dalam kondisi apa pun? Ini kan pengkhianat, tidak Islami. Okelah namanya politik,
tidak ada teman yang abadi yang ada hanyalah kepentingan abadi. Kalau PKS menganut itu juga, berarti PKS tidak lebih baik dari partai-partai yang ada bahkan non-muslim sekalipun. Dan sangat saya sayangkan juga ketika itu (saya masih ingat sekali) dalam acara debat, orang PKS yang menjadi calon wakil gubernur mencela AFI dengan data-data pendidikan yang sebenarnya tidak ada. Itu hanya salah satu contoh. Juga ada di Makassar, pernah terjadi dimana hanya dengan imbalan dana kampanye, PKS juga berbalik dukungan pada orang yang sebelumnya telah berkomitmen untuk bersama. HAUS AKAN UANG. Ini nyata dan telah diulas di media daerah tersebut.
Contoh lagi, Inu Kencana salah seorang dosen IPDN yang terkenal itu pernah ditawari oleh PKS daerahnya untuk maju sebagai calon kepala daerah untuk membangun daerahnya. Ujung-ujungnya apa? Minta duit milyaran rupiah. Dalihnya sih halus sebagai dana kampanye. Lha, ini kan sangat tidak Islami. Mana perjuangannya yang katanya tidak kenal pamrih! Katanya partai yang profesional, wong tahu saja mana ada dosen yang punya duit sebanyak itu. Ini nyata dan telah ditayangkan di MetroTV (saya lupa tanggalnya tapi yang jelas sebelum pemilu legislatif).
Nah, ini yang baru lagi. Hari ini 12 Mei 2009 ditayangkan di MetroTV, Anis Matta bilang bisa saja PKS menarik dukungannya dari Demokrat karena tidak memilih wakil mereka sebagai Wapres. Masya Allah! Jelas sekali, bersahabat kalau ada maunya. DEMI KEKUASAAN. Saya belum pernah mendengar semua itu dari partai-partai lain, kecuali PKS.
Ini hanya sebagian contoh dari banyak kejadian. Meraka bilang ini oknum! Masa dari daerah hingga pusat dibilang oknum? Jadi yang mana yang gak oknum. Kenapa yang oknum gak diberhentikan saja. Ini kan menjelekkan partai dan Islam lagi. Bertobatlah! Malu rasanya sebagai orang Islam melihat PKS begitu. Kalau ada yang membantah dan membela kenyataan ini, bertobatlah! Yang lebih bagus koreksi diri, dan jangan merasa selalu bersih.
Wassalam.