4 Responses to “Tak Seorang pun Sempurna”

  1. arifay says:

    Tolong ini jangan diberi gambar seperti itu. Saya cinta seni, tapi menolak kebebasan seni. Karena tak ada di dunia ini yang benar-benar bebas. Kebebasan justru akan memasung kreatifitas. Nah … bingung? Diskusi saja dengan saya.

  2. Wawan Kurniawan says:

    Sebenarnya saya masih mencari gambar yang pas untuk “tak seorang pun sempurna” itu. Gambar yang ada itu sudah saya hitam-putihkan dari sebelumnya yang berwarna. Tapi kalau ada yang komplain, oke deh, saya akan menggantikannya dalam beberapa hari ke depan.

  3. wawan says:

    Walaupun saya penyuka puisi tapi saya bukan pemuja apalagi pendewa seni. Saya hanya mencoba mengaitkan gambar dengan tulisannya.

  4. wadiyo says:

    Seseorang memilih cara yang akan digunakan, misalnya cara menyampaikan ‘mencoba mengaitkan gambar dan tulisannya’biasanya dipengaruhi oleh pengalamannya, yang diperoleh berdasarkan apa yang dialaminya sendiri, maupun berdasarkan pengalaman orang lain. Biasanya juga, keputusan diambil atas dasar beberapa pilihan yang paling memungkinkan.

    Untuk bisa mengambil keputusan, yang terbaik, sebaiknya membuat matriks pilihan, berdasarkan parameter-parameter yang dikuasai.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word