<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PK Sejahtera Sidoarjo &#187; Tulisan Kader</title>
	<atom:link href="http://pks-sidoarjo.org/category/tulisan-kader/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pks-sidoarjo.org</link>
	<description>Bersih, Peduli, dan Profesional</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 00:22:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bom Fosfor di Tengah Gaza</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/bom-fosfor-di-tengah-gaza.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/bom-fosfor-di-tengah-gaza.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 19:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/bom-fosfor-di-tengah-gaza.htm</guid>
		<description><![CDATA[Karena kalap atau tekadnya yang amat "barbar", Israel menggempur Gaza (penduduk sipil di Khan Younis) dengan bom fosfor putih (white phosphorus). Itulah peristiwa yang terlihat pada 18 Januari lalu. Yang perlu kita soroti, bagaimana lembaga hukum internasional menyikapi (menindak) tegas kebiadaban Israel yang jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quo Vadis Hukum Humaniter</p>
<p style="text-align: center;">Oleh: Suripto<br />
Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP), Wakil Ketua Komisi III DPR, dan Caleg PKS untuk DPR RI dari Dapil I Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 2<br />
(Jawa Pos, 02/02/09)</p>
<p>Karena kalap atau tekadnya yang amat &#8220;barbar&#8221;, Israel menggempur Gaza (penduduk sipil di Khan Younis) dengan bom fosfor putih (white phosphorus). Itulah peristiwa yang terlihat pada 18 Januari lalu. Yang perlu kita soroti, bagaimana lembaga hukum internasional menyikapi (menindak) tegas kebiadaban Israel yang jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional?</p>
<p>Israel memang menyangkal penggunaan misil yang berhulu ledak fosfor tersebut. Tapi, aksi pemboman itu terekam dengan baik dan ditayangkan oleh televisi Iran: asap putih membubung dan langsung memecah di udara.</p>
<p>Tim medis yang bertugas di Al-Nasser Hospital di Khan Younis menyatakan bahwa para korban hangus terbakar hingga tulang dalam tempo sekitar satu jam. Fakta inilah yang menguatkan bahwa Israel memang menggunakan bom berkimia itu.</p>
<p>Bahkan, Erik Fosse (dokter sukarelawan dari Norwegia) menyatakan, selain bom fosfor, Israel memuntahkan bom DIME (dense inert metal explosive), bom berisi bubuk tungsten yang ledakannya -bagi yang terkena- seperti dihujani pecahan meriam dan sering menghancurkan urat daging manusia. Para insan medis menyebutnya luka misterius. Sebab, meski sekujur tubuh korban penuh luka, tak bisa ditemukan penyebabnya.</p>
<p>Kini, fakta penggunaan bom fosfor itu sulit dibantah. Karena itu, yang perlu ditindaklanjuti lebih tegas ialah menghukum pelanggaran amat serius tersebut. Dalam hal itu, PBB -seperti yang disampaikan juru bicaranya, Chris Gunners,- sedang mengumpulkan data pendukung itu untuk membuktikan kejahatan Israel terhadap penduduk Gaza (Palestina).</p>
<p>Kiranya, tidak sulit mencari data yang diperlukan tersebut. Pertama, sepertiga di antara para korban di tengah Gaza adalah perempuan dan anak-anak. Kedua, para korban pria, mayoritas sipil, bukan pejuang Hamas. Ketiga, serangan Israel itu mengenai bangunan-bangunan pelayanan publik (lembaga pendidikan, rumah sakit, bahkan kantor perwakilan PBB).</p>
<p>Hal ketiga itu menambah deret atau durasi penderitaan anak-bangsa Palestina, dari sisi kesehatan saat ini dan problem kualitas SDM yang tampaknya dirancang untuk pembodohan secara sistimatis.</p>
<p>Menurut Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan I, beberapa sasaran agresi Israel tersebut benar-benar melanggar pasal 12, 19, 21 dan 39. Dalam agresi militer yang baru lalu, Israel sesungguhnya telah melakukan kejahatan genosida.</p>
<p>Hal tersebut disebabkan agresinya berupaya menghancurkan -secara keseluruhan atau sebagian- terhadap suatu kelompok, suku bangsa, etnik, ras, atau agama tertentu. Aksi penyerangannya dengan penggunaan bom fosfor, membuat tingkat kejahatan Israel kian berat. Mereka telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan sengaja mengabaikan masalah perlindungan HAM, di masa perang khususnya.</p>
<p>Dalam konteks itu, Konvensi Den Haag ke IV pada 1907 dapat dijadikan dasar hukum tentang perlindungan terhadap penduduk sipil. Semua pihak -termasuk Israel- harus tunduk prinsip hukum internasional.</p>
<p>Apa yang dilakukan Israel terhadap penduduk sipil di Gaza selama 22 hari lalu (sejak dimulai penyerangan sampai gencatan senjata sepihak) sudah memenuhi persyaratan yuridis yang -menurut Konvensi Den Haag 18 Oktober 1907- terkategori sebagai pihak yang telah melakukan kejahatan perang. Atau, -yang menurut Konvensi Jenewa pada 12 Agustus 1949 dan Protokol tambahan Jenewa 1977- disebut dengan istilah &#8220;grave breaches&#8221;. Sedangkan Konvensi Genosida menyebutnya &#8220;A crime under international law&#8221;.</p>
<p>Diseret ke MI?</p>
<p>Mungkinkah agresi biadab Israel dapat diseret ke Mahkamah Internasional (MI)? Sangat diragukan. Landasannya, masyarakat Yahudi yang bertebaran di berbagai belahan dunia dan banyak memegang kunci-kunci strategis tak akan rela menjebloskan pemimpin Israel dan atau para pelaku kejahatan perang itu ke sel-sel yang bakal mempermalukannya. Karena itu, mereka akan &#8220;menjegal&#8221; proses hukum humanter tersebut.</p>
<p>Sedangkan industri media yang dikuasai mereka di berbagai belahan dunia itu pun -secara sinergis- akan menggalang opini publik internasional tentang ketidaktepatan MI menyeret Israel. Mereka -dengan kekuatan finansialnya- juga akan menggalang jaringannya, yang terwadahi dalam NGO (LSM) atau lembaga-lembaga pendidikan untuk menolak upaya proses hukum humaniter tersebut.</p>
<p>Kendala itu memang akan menjadi masalah serius bagi MI untuk memproses perilaku kejahatan Israel yang baru lalu. Ketidakberdayaan pemprosesan itu akan jadi fenomena sekaligus fakta ketidakadilan yang nyata dalam kaitan pengadilan hukum humaniter internasional.</p>
<p>Sejarah mencatat bahwa Adolf Eigmann (perwira Nazi) berhasil diseret ke MI dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Begitu juga MI berhasil menyeret Westerling yang pernah membantai ribuan masyarakat Sulawesi pada 1950-an.</p>
<p>Beberapa tahun lalu, MI juga menyeret sekaligus menjatuhkan hukuman kepada beberapa aktor kejahatan perang di negeri bekas Yugoslavia (Milenko Trifunovic, Brano Dzinic, dan Radovan Karadzic yang masing-masing dikenai hukuman 42 tahun. Juga, Milos Stupar, Slobodan Melosyevik, dan Branislav yang masing-masing harus menjalani hukuman selama 40 tahun).</p>
<p>MI berhasil memproses hukum dengan pasti kepada Adolf Eigmann, Westerling, dan beberapa &#8220;pentolan&#8221; Serbia itu, tapi mengapa MI loyo dalam menghadapi para penjahat perang Israel?</p>
<p>Yang harus dicatat, ketegasan tindakan dan keadilan penerapan hukum bagi siapa pun yang melakukan kejatahan kemanusiaan dengan serius akan mampu mencegah secara sistematis potensi konflik. Tapi, dengan sikap MI yang &#8220;tebang pilih&#8221; itu, MI harus ikut bertanggung jawab terhadap potensi kembalinya terorisme.</p>
<p>Salahkah? Yang harus dijawab, mengapa tidak menyelesaikan potensi dasar konflik tersebut melalui instrumen hukum yang adil? Karena itu, MI pun dituntut untuk mengindahkan hukum tersebut sendiri tanpa sikap diskriminatif, sekalipun tersangkanya para manusia Yahudi-Zionis-Israel.</p>
<p>Kini, masyarakat internasional sedang menonton bagaimana MI konsisten dengan sikap hukumnya: quo vadis hukum humaniter internasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/bom-fosfor-di-tengah-gaza.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menderek Suara PKS di Ranah Islam Tradisional</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/menderek-suara-pks-di-ranah-islam-tradisional.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/menderek-suara-pks-di-ranah-islam-tradisional.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 04:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/menderek-suara-pks-di-ranah-islam-tradisional.htm</guid>
		<description><![CDATA[(14/08/08) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim menargetkan mendapat 10% suara dari kawasan daerah pemilihan (Dapil) III Jatim. Padahal, kawasan tersebut dikenal basis kekuatan Islam Tradisional dan nasionalis sekuler.

Dapil III Jatim meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Sepanjang 2 kali pemilu pascareformasi, kawasan tersebut selalu dimenangkan partai yang memiliki kultur Islam Tradisional (PKB dan PPP) dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(14/08/08) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim menargetkan mendapat 10% suara dari kawasan daerah pemilihan (Dapil) III Jatim. Padahal, kawasan tersebut dikenal basis kekuatan Islam Tradisional dan nasionalis sekuler.<br />
<span id="more-314"></span><br />
Dapil III Jatim meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Sepanjang 2 kali pemilu pascareformasi, kawasan tersebut selalu dimenangkan partai yang memiliki kultur Islam Tradisional (PKB dan PPP) dan nasionalis sekuler abangan (PDIP).</p>
<p>Khusus di Situbondo pada pemilu 2004, PPP mengalami lonjakan suara sangat signifikan, setelah tokoh strategis di daerah itu, KH Fawaid Syamsul Arifien bergabung dan berkampanye untuk PPP. Suara PPP hakikatnya adalah suara warga NU yang pada pemilu 1999 mendukung PKB.</p>
<p>Apakah PKS yang lebih dekat dengan kalangan Islam Modernis mampu merebut suara signifikan di dapil III Jatim maupun kawasan lain di Jatim pada umumnya? Di antaranya partai berasas Islam atau dengan basis konstituen pemilih santri, mungkin PKS lebih mantap konsolidasi dan pencitraannya lebih bagus.</p>
<p>Dengan slogan bersih dan profesional, partai pimpinan Tifatul Sembiring ini lebih mengedepankan dimensi visi, misi, dan program aksi yang bersifat populis dibanding menjual kepopuleran dan ketokohan figur. Hampir tak ada figur menonjol yang ditempatkan sebagai tokoh sentral di PKS, khususnya PKS Jatim.</p>
<p>Nama PKS kemungkinan besar jauh lebih terkenal dan dikenal rakyat dibanding Tifatul Sembiring sebagai Presiden PKS maupun Ja’far Trikuswahyono sebagai Ketua DPW PKS Jatim. Banyak pemilih di kawasan perkotaan dan pedesaan makin mengenal dan mengerti PKS berikut ideologi, visi, dan misinya.</p>
<p>Bagi PKS butuh perjuangan berat untuk bisa merebut suara signifikan di Jatim. Pemilih di provinsi ini dikenal pendukung fanatik partai yang memiliki kaitan historis, kultural, dan psiko-politik dengan NU. Seperti PPP, PKB, dan yang terbaru PKNU.</p>
<p>Sementara itu, pemilih di kawasan Mataraman Jatim sangat dikenal sebagai penganut paham Marhaenisme Soekarno dan pemilih PNI pada pemilu 1955. Yang mana pada era sekarang, keturunan pemilih PNI dan pengikut Marhaenisme Soekarno itu mayoritas memilih PDIP sebagai wadah politiknya.</p>
<p>Di sisi lain, kekuatan Islam Modernis (Muhammadiyah) sebagian besar mendukung PAN dan mungkin Partai Matahari Bangsa (PMB) yang baru ikut pemilu 2009 mendatang. Tak sedikit pula, warga Muhammadiyah yang juga aktif di ormas Parmusi menjatuhkan pilihan politiknya kepada PPP. Yang mana PPP adalah wadah politik yang dibentuk dengan mensinergikan antara kekuatan Islam Tradisional (NU) dan Islam Modernis (Parmusi).</p>
<p>Lalu dari tlatah kultural mana PKS Jatim bisa menambah pundi-pundi suaranya? Pada pemilu 2004 lalu, sebaran suara PKS lebih banyak dihasilkan dari kawasan perkotaan di Jatim. Seperti, kawasan Malang Raya, Surabaya, dan lainnya.</p>
<p>Dengan modal pencitraan sebagai partai bersih dan profesional, mungkin sekarang adalah PKS yang memiliki nilai plus paling tinggi dalam aspek pencitraan dibanding partai lainnya, termasuk dengan sesama partai berasas Islam atau berskonstituen pemilih Islam.</p>
<p>Modal politik itu sangat berharga bagi partai ini merebut suara pemilih baru terdirik di kawasan perkotaan. Pemilih yang perilaku politiknya sangat cair dan lumrah melakukan sirkulasi politik dalam menentukan pilihan politiknya.</p>
<p>Jujur diakui bahwa cukup berat bagi PKS untuk merebut dukungan dari kalangan pemilih di Jatim yang pola perilaku politiknya bersifat patron-client. Mereka biasanya menentukan pilihan politiknya berdasar referensi politik orang tua atau keluarga besarnya yang bersifat turun-temurun.</p>
<p>Kalau pada pemilu 1955 orang tuanya memilih PNI, kemungkinan besar mereka akan menjatuhkan pilihan kepada PDIP. Kalau pemilu 1955 memilih Partai NU, mungkin pemilu nanti memilih PKB, PPP atau PKNU. Kalau pemilu 1955 memilih Partai Masyumi, maka mungkin nanti memilih PBB.</p>
<p>Tapi, sejalan dengan makin tinggi dan cerdasnya pendidikan politik rakyat dan jumlah pemilih bersifat cair makin besar jumlahnya, peluang PKS untuk menderek suara di Jatim makin terbuka lebar.</p>
<p>Apalagi selama ini, PKS kendati berasas Islam, namun gerak langkah dan manuver partai ini lebih banyak menyentuh aspek-aspek kebutuhan riil rakyat dibanding manuver yang bersifat ideologis. Dengan demikian, kiprah dan sentuhan PKS dirasakan langsung rakyat pemilih. Semoga. (bj2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/menderek-suara-pks-di-ranah-islam-tradisional.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKS adalah Masa Depan</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/pks-adalah-masa-depan.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/pks-adalah-masa-depan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 11:36:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/uncategorized/pks-adalah-masa-depan.htm</guid>
		<description><![CDATA[Ustadz Anis Matta memulai dengan &#8220;Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009.&#8221; Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita &#8220;ikut&#8221; ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah.Tahun 2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz Anis Matta memulai dengan &#8220;Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009.&#8221; Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita &#8220;ikut&#8221; ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah.Tahun 2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang. Banyak orang-orang di luar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: &#8220;Hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%.&#8221; Saya bilang, &#8220;Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi.&#8221;<br />
<span id="more-287"></span><br />
Kita adalah anak-anak muda. Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban. Partai ini bertugas untuk ciptakan keajaiban. Angka 20% adalah tugas sejarah untuk kita. Umar ibnu Khotthob pernah mengatakan, &#8220;Setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda.&#8221;</p>
<p>SBY pernah ditanya, &#8220;Kenapa minta didukung PKS?&#8221; Jawabnya, &#8220;Saya butuh dukungan moril dari PKS.&#8221; Beliau tahu bahwa kita ini tidak bisa diharapkan untuk dukungan dana karena PKS tidak punya duit.</p>
<p>Tahun 70-an Presiden Kore Selatan Park Jung He ke Aceh. Dia lihat ayat Qur’an di sebelah Masjid Baiturrahman: <em>&#8220;Innallaah laa yughoyyiru maa biqoumin hatta yughoyyiru maa bi anfusihim&#8221;</em> Beliau bertanya, &#8220;Artinya apa?&#8221; &#8220;Tuhan tidak mengubah keadaan suau kaum sampai kaum itu yang mengubah keadaannya sendiri.&#8221;</p>
<p>Jadilah ayat itu dicatat kemudian dibawa ke Korsel untuk dijadikan slogan resmi pemerintah, &#8220;Tuhan tidak mengubah keadaan Korea Selatan, sampai rakyat Korea yang mengubah keadaannya sendiri.&#8221; Padahal hanya satu ayat tapi luar biasa hasilnya sekarang. Kalau kita, karena kebanyakan ayat, ada 6666, jadi bingung mau mulai dari mana.</p>
<p>Pendiri republik ini adalah anak muda. Hanya saja, pemuda yang memulai dan melaksanakan reformasi tidak memimpin reformasi. Ini yang salah. Ini menimbulkan ketidakpastian. Maka inilah tanggungjawab kita untuk mengakhiri ketidakpastian. Mereka yang mengisi era pasca Orba adalah orang yang menghabiskan 30 tahun hidupnya di Orde baru. Ini dalam bahasa manajemen disebut <em>dismatch/diskontinu</em>. Karena realitas berubah, tapi pikiran tidak berubah.</p>
<p>Gaya kepemimpinan yang ditawarkan PKS adalah egaliter, demokratis. Dalam politik indonesia belakangan, parpol tidak tawarkan sesuatu yang baru bagi masyarakat sehingga Suharto bisa naik kembali menjadi presiden Indonesia yang paling dicintai rakyatnya di antara presiden-presiden republik ini yang pernah ada. Kami menyebut masa ini sebagai kepemimpinan nasional yang <em>disconnecting</em> dengan bangsanya sendiri.</p>
<p>Maka kami tegaskan, bahwa 20% ini bukanlah angka, tetapi simbol dari tekad.</p>
<p>Ketika Hasan al Banna memulai dakwahnya di Mesir, saat itu Mesir masih dijajah Inggris. Imam Syahid mengawali dengan 7 sasaran dakwah, dan poin ke-7 adalah Ustadziyatul ‘Alam. Sebuah cita-cita besar. Bangsa yang sedang dijajah ingin menjadi guru bagi peradaban manusia. Ini menghasilkan utopia yang mana orang-orang bersahaja saat itu percaya bahwa hal ini bisa diwujudkan, meskipun tidak pada masa mereka.</p>
<p>Hampir seratus tahun kemudian, 80 tahun sekarang, IM menjadi jama’ah yang legendaris karena cita-citanya jauh mendahului langkah kakinya. Karena orang itu dipimpin bukan oleh seorang al Banna, tetapi oleh ide-ide besar.</p>
<p>Seorang guru pernah membawa mangkuk besar kemudian diisi batu-batu besar sambil bertanya pada murid-muridnya, &#8220;Apakah mangkuk ini sudah penuh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudah,&#8221; jawab muridnya.</p>
<p>Kemudian sang guru mengisi mangkuk itu dengan pasir, dan pasir itu memenuhi sela antara batu-batu besar, kemudian sang guru kembali bertanya, &#8220;Sudah penuhkah mangkuk ini?&#8221;</p>
<p>Kali ini murid terpecah menjadi dua, ada yang bilang sudah, ada yang bilang belum, meskipun tidak tahu dimana belumnya.</p>
<p>Kemudian guru itu menyiramkan air kedalam mangkuk, dan air itupun membasahi pasir dan memenuhi mangkuk itu sekali lagi.</p>
<p>Kemudian guru itu mengambil mangkuk yang baru, dan diisinya dengan pasir, sejenak kemudian ia berkata, &#8220;Apakah mangkuk ini masih muat untuk batu-batu besar ini?&#8221;</p>
<p>Spontan para murid mengatakan, &#8220;Tidak.&#8221;</p>
<p>Maka seperti itulah kepala kita. Jika kita isi dengan hal-hal yang kecil, maka ia tidak akan pernah sanggup diisi oleh ide-ide besar. <strong>&#8220;Pikirkanlah ide-ide besar maka hal yang kecil akan termuat dengan sendirinya.&#8221;</strong></p>
<p>Lalu kenapa PKS harus diiberi kesempatan memimpin republik ini?</p>
<p>Jawabannya tidak ada kecuali karena satu hal: &#8220;Keadilan&#8221;. Karena jika kita sudah melihat para pemimpin lain sudah pernah gagal, tolong beri satu kesempatan pada kader-kader PKS untuk memimpin bangsa ini dan ikut gagal bersamanya.</p>
<p>Tapi jika kita bisa mengubah itu? Kita tidak butuh terima kasih dari Indonesia. Islam dan ke-Indonesia-an harus menjadi satu, setiap jengkal wilayah teritorial republik ini adalah lahan dakwah kita. Islam dan ke-Indonesia-an ibarat isi dan kulit, ibarat makna dan kata.</p>
<p>Ini adalah cerita kita sekarang. Cerita bagaimana kita mulai sejarah kemenangan dan menutupnya, cerita tentang bagaimana PKS menyiasati semua keterbatasannya. Memenangkan pemilu 2009 adalah tugas sejarah bagi PKS.</p>
<p>Jika kita membayangkan layar komputer atau display HP di masa depan. Fitur apakah yang kita inginkan terpampang sebagai fitur utama? Jika layar komputer dan display HP itu adalah indonesia, kita ingin PKS menjadi fitur utamanya. <strong>PKS adalah fitur masa depan Indonesia.</strong></p>
<p>Hal ini dikarenakan dua hal: ide besar dan <em>great performance</em>. Semua ini ada di PKS. Dan partai apapun yang mampu tawarkan solusi bagi Indonesia akan memimpin republik ini.</p>
<p>Banyak orang makan, sampah akan banyak, sampah adalah problem. Partai yang bisa memberikan solusi untuk sampah, adalah masa depan. 230 juta penduduk indonesia dan terus bertambah, membutuhkan lapangan kerja, mengakibatkan pengangguran. Partai yang bisa memberikan solusi untuk pengangguran, adalah masa depan.</p>
<p>PKS adalah simbol dari ide-ide besar dan kinerja-kinerja besar.</p>
<p>Soekarno mampu memimpin bangsa ini 20 tahun. Kenapa? Karena legendaris. Berpikir tidak seperti orang lain berpikir: Soekarno memikirkan revolusi.</p>
<p>Soeharto bertahan 32 tahun? Kenapa? Karena ide besar itu bernama pembangunan.</p>
<p>Kenapa para Presiden republik ini yang menjabat setelah reformasi hanya bertahan 12-16 bulan? Karena mereka berfikiran pendek dan tak ada &#8220;narasi besar&#8221; dalam fikiran mereka.</p>
<p>Penafsiran tunggal bahwa reformasi adalah antitesis dari orde baru adalah kesalahan. Orde lama dan baru memiliki kekurangan sebagaimana mereka juga memiliki kebaikan. PKS adalah <em>matchmaker</em>. PKS mensintesa kebaikan-kebaikan periode sebelum reformasi. Kita mensintesa demokrasi dan kesejahteraan. Demokrasi Orde Lama yang mengeliminasi kesejahteraan, dan kesejahteraan Orde Baru yang mengeliminasi demokrasi. Jika PKS bisa mewujudkan sintesa ini, maka PKS adalah Masa Depan.</p>
<p>PKS menggabungkan Orde Lama yang adil tapi tidak makmur dan Orde Baru yang sejahtera tetapi tidak demokratis. Maka nama partai ini adalah Partai Keadilan Sejahtera. Jika sekarang kita membuat program &#8220;PKS Mendengar,&#8221; sudah saatnya kita memulai ujung dari program ini, yaitu &#8220;PKS Bicara&#8221;</p>
<p>Muhammad Iqbal dalam sebuah puisinya berkata:<br />
Tuhan,<br />
Ajarilah kami kembali ajaran tentang cinta.<br />
Biar kami bisa kumpulkan lidi-lidi yang berserakan ini menjadi satu</p>
<p>Kita adalah simbol perekat yang akan memimpin reformasi. Lidi kita adalah lidi yang bersih, tapi belum mampu bersihkan kotoran. Kita harus bersatu dengan lidi lain yang meskipun masih kotor tapi kita membentuk sapu lidi bersama. Itulah yang dituntut dari PKS sebenarnya. Tidak hanya bersih, tetapi juga membersihkan.</p>
<p>Kenapa reformasi jalan di tempat? Karena semua orang yang punya potensi tidak tahu di mana tempatnya. KPK anggarannya 78 M setahun, tapi uang yang dikembalikan ke pemerintah dari korupsi setahun 24 M. Kasus BI adalah uang 100 M, tetapi anggaran untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menstabilkan pasar akibat skandal itu yang harus dikeluarkan BI adalah 5,5 M $. Padahal 100 M itu hanya 10 juta $ paling banyak. Ini cara membunuh nyamuk dengan meriam.</p>
<p>Kita selalu menjadi yang pertama di tempat bencana. Tapi, sendirian di sana tidaklah cukup, kita harus menjadi unsur perekat yang membuat seluruh warga Indonesia peduli. Itu baru cukup.</p>
<p>Berkumpul tanpa dipimpin itu seperti kita hadir dalam sebuah dauroh. Tempat sudah penuh, tapi tidak ada yang membuka dan memimpin acara. Tak ada yang dikerjakan bersama. Semua hanya datang dan berbicara di antara mereka tentang kebaikan dan kerja bersama. Perkumpulan tersebut adalah sia-sia.</p>
<p>Maka <em>matchmaker</em> ini harus dibarengi dengan satu kemampuan lain, yaitu inovator. Inovator adalah berfikir lebih cepat. pikiran kita mendahului langkah kita dan langkah orang lain. Bahkan, langkah semua orang di republik ini.</p>
<p>Seorang ulama dakwah menyatakan, <strong>&#8220;Jika satu jama’ah itu hanya dipenuhi oleh massa yang banyak, maka jama’ah itu akan punya jangkauan tangan dan kaki yang panjang tapi jangkauan mata yang pendek, sehingga sering tersandung dan jatuhlah jama’ah itu. Sebaliknya jika sebuah jama’ah itu hanya punya massa yang sedikit, meskipun banyak intelektual maka jama’ah itu akan memiliki jangkauan mata yang luas tetapi jangkauan tangan yang pendek, sehingga hanya bisa berangan-angan tapi kemudian bersedih.&#8221;</strong></p>
<p>Maka Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat karena itu akan mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat, tetapi hasrat diikuti ketidakberdayaan. Maka, ia hanya akan mewariskan kesedihan.</p>
<p>Kita memiliki semua yang dibutuhkan masyarakat: massa besar, tertib, santun, militansi, visi misi, kesetiaan, ketaatan, dan semua.</p>
<p>Mengapa (tafsir) Zhilal itu legendaris? Karena ia mengembalikan makna wahyu bahwa Al Qur’an diturunkan ayat demi ayat untuk menjawab setiap dimensi kemanusiaan yang terjadi di kalangan sahabat. Bahwa wahyu selalu mendahului langkah kaki para sahabat.</p>
<p>Dua tahun sebelum Fathu Makkah, Allah sudah menurunkan ayat: &#8220;Inna fatahna&#8230;&#8221; &#8220;Jika sampai masanya kalian akan masuk baitullah dengan aman.&#8221; Dr. Said Ramadhon al Buthy dalam Fiqhus Shirah menjelaskan bahwa pada saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas sahabat tidak tahu apa arti dari ayat tersebut. Sampai mereka mengalaminya 2 tahun kemudian dan tersadar bahwa Al-Qur’an telah mendahului mereka.</p>
<p>Perang Uhud sudah diramalkan satu tahun sebelumnya pada surah Al-Anfaal. Allah sudah memperingatkan kaum muslimin agar tidak tergoda. Kenyataannya, setelah perang itu benar-benar terjadi dan menyebabkan Hamzah bin Abdul Mutholib (paman nabi), Mush’ab bin Umair (sahabat yang sangat dicintai nabi), dan 70 sahabat syahid. Allah tidak kemudian menghinakan, tetapi turun ayat &#8220;Laa khoufu, walaa tahzanu&#8230;&#8221;</p>
<p>PKS akan menjadi inovator hingga nanti di republik ini masyarakat non-muslim akan mengatakan: &#8220;Perbedaan agama sudah tidak relevan sekarang,&#8221; dan masyarakat Muslim akan mengatakan: &#8220;Memang Andalah yang menampilkan wajah Islam dengan benar.&#8221;</p>
<p>7 kata kunci strategi pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal sebagaimana antum hafalkan al-Fatihah. Hanya butuh keyakinan dan senyuman. Kemudian rasakan aura kemenangan dan sebarkan itu kepada para kader dakwah.</p>
<p>Itulah yang dirasakan para sahabat yang berperang bersama Khalid bin Walid. Mereka tidak pernah bertanya strategi, taktik, tahapan seperti apa. Berperang bersama Akh Khalid saja itu sudah cukup. Begitulah semangat dengan keyakinan.</p>
<p>Khalid bin Walid ketika membebaskan Palestina diajak berunding oleh para pendeta. Pendeta itu tahu bahwa mengalahkan Khalid dalam peperangan adalah mustahil, maka mereka berniat meracuni Khalid bin Walid. Khalid tahu persis itu yang para pendeta itu lakukan, akan tetapi Khalid tetap meminum air beracun itu untuk mengatakan pada musuh Allah itu, &#8220;Dengan izin Allah, racun ini tidak akan membunuhku,&#8221; sambil membaca do’a yang setiap hari kita baca dalam ma’tsurat: &#8220;Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’i wahuwas samii’ul ‘aliim.&#8221;</p>
<p>Di Afrika, semua rusa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran: jika mereka tidak berlari lebih kencang dari singa, mereka akan mati dimakan. Di Afrika, semua singa bangun di pagi hari dengan satu kesadaran: jika mereka tidak berlari lebih cepat dari rusa, mereka akan mati kelaparan.</p>
<p>Di Indonesia, semua petinggi partai lain bangun di pagi hari dengan satu kesadaran: jika mereka tidak berlari lebih cepat dari PKS, maka konstituen mereka akan habis, dan PKS akan menang di 2009.</p>
<p>Kita telah menyampaikan pesan pada mereka melalui ratusan pilkada di daerah bahwa setiap kita menang, kita memperolehnya dengan sarana yang pas-pasan. Dan ketika mereka menang, mereka membayarnya dengan harga yang terlalu mahal. Pesan itu telah jelas di kepala mereka: &#8220;Pertarungan jangka panjang melawan PKS bukan suatu pekerjaan yang mudah.&#8221; Dalam keadaan miskin saja mereka harus setengah mati kalahkan kita.</p>
<p>Sekarang ini pesan-pesan ini telah sampai, pasca mukernas bahkan orang partai lain sudah berfikir: &#8220;PKS sudah masuk kandang kita.&#8221; Top ten media adalah Mukernas. 5 dari narasumber terbanyak yang dihubungi selama pekan ini oleh media adalah PKS. Dan ini semua hanya ‘isyarat pendahuluan’.</p>
<p>Sejarah seperti apa yang ingin kita tulis? Mari berimajinasi, saat 20, 30, 40 tahun lagi guru SD IT bercerita tentang sejarah hari ini kepada cucu-cucu kita, &#8220;Dahulu kala..Aada sebuah partai&#8230;&#8221; Maka ending cerita ini jelas, bahwa 20% adalah tugas sejarah untuk kita.</p>
<p>Sepanjang tahun saya selalu ditanya oleh Suara Pembaharuan dengan pertanyaan yang sama, &#8220;Apakah Anda ingin membuat partai lagi jika PKS tidak lolos ET?&#8221; Maka saya menjawab, &#8220;Jika 1999 kemarin kita tidak lolos kemudian kita membentuk PKS, maka 2004 kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan, dan jika 2009 kita masih tidak lolos juga, kami akan membentuk Partai Keadilan dan Sejahtera dan Kebahagiaan dan Kehormatan.&#8221;</p>
<p>Wa antum a’lamu inkuntum mukminiin. Kemudian pertanyaan itu sekarang berubah, &#8220;Apakah PKS siap memimpin republik ini?&#8221;</p>
<p>Kita menjawab, &#8220;20% adalah cerita yang kita buat hari ini.&#8221;</p>
<p>(Disampaikan oleh M. Anis Matta (Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional), dalam Sosialisasi PEMILU Wilda WIJAYA, di Patra Jasa Semarang, 17 Februari 2008. Dimuat di pks-jaksel.or.id pada 20 Februari 2008)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/pks-adalah-masa-depan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiada Kata Henti</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/tiada-kata-henti.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/tiada-kata-henti.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 11:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/uncategorized/tiada-kata-henti.htm</guid>
		<description><![CDATA[Ikhwah&#8230; Bisa antum bayangkan bagaimana Rosulullah dan para sahabatnya mempersiapkan Perang Khandaq hanya dengan 6 hari. Perjuangan mereka bukan hanya tiada henti tapi betul-betul memaksimalkan dan totalitas yang tinggi. Dalam 6 hari juga, para sahabat menggali parit dengan lebar 6 meter dan dalam 3 meter untuk menghindari lompatan-lompatan kuda musuh. Antum bisa bayangkan&#8230;!!!Itu adalah kerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikhwah&#8230; Bisa antum bayangkan bagaimana Rosulullah dan para sahabatnya mempersiapkan Perang Khandaq hanya dengan 6 hari. Perjuangan mereka bukan hanya tiada henti tapi betul-betul memaksimalkan dan totalitas yang tinggi. Dalam 6 hari juga, para sahabat menggali parit dengan lebar 6 meter dan dalam 3 meter untuk menghindari lompatan-lompatan kuda musuh. Antum bisa bayangkan&#8230;!!!Itu adalah kerja yang berat dalam mempertahankan dinullah.<br />
<span id="more-288"></span><br />
Antum juga bisa mengambil ibroh dari peristiwa Nabi Musa. Ahli strategi perang manapun ketika mereka dikejar oleh musuh maka mereka akan lari ke arah atas atau gunung. Tapi, hal ini bertolak belakang dengan apa yang dialami Nabi Musa dan pengikutnya yang justru mengarah ke pantai atau laut.</p>
<p>Fir&#8217;aun dengan mantap dan yakin bisa mengejar dan menghabisi Musa dan pengikutnya. Nabi Musa juga tidak pernah punya rencana untuk membelah lautan tapi Allah (Sang Maha Penguasa, Raja dari Segala Raja) punya rencana yang di luar dugaan Nabi Musa dan pengikutnya.</p>
<p>Ikhwah&#8230;.Dari dua peristiwa tadi, bisa kita simpulkan bahwa dalam memperjuangkan dakwah ini, minimal kita harus mempunyai 2 hal optimisme :</p>
<p>Pertama, bahwa kita optimis ketika kita memaksimalkan (habis-habisan) dalam agenda-agenda dakwah, maka menjadi sebuah alasan bagi Alloh untuk memenangkan dakwah ini</p>
<p>Kedua, bahwa kita optimis ketika kita (sebagai pejuang dakwah) dalam kondisi terjepit, maka yakinlah bahwa di belakang kita ada Alloh. Yang bisa jadi Alloh punya rencana lain yang di luar dugaan kita.</p>
<p>Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah apakah kita sudah optimal dalam agenda-agenda dakwah? Antum sendiri yang bisa menjawab pertanyaan ini.</p>
<p>Jangan harap pertolongan Alloh itu datang, kalau kita sendiri setengah-setengah dalam mensukseskan agenda-agenda dakwah. Allahu Akbar !!!</p>
<p>(Kutipan taujih Anis Matta dalam acara Konsolidasi Kader PKS DKI Jakarta. Dimuat di pks-jaksel.or.id pada 02 Juli 2007)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/tiada-kata-henti.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Partai Islam Menjadi Besar</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/liputan-media/agar-partai-islam-menjadi-besar.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/liputan-media/agar-partai-islam-menjadi-besar.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 00:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/uncategorized/agar-partai-islam-menjadi-besar.htm</guid>
		<description><![CDATA[(Republika, 21/02/08) Pengamat politik Indonesia dari Australian National University (ANU), Greg Fealy, menyatakan pesimistis terhadap prospek partai Islam atau partai berbasis massa Islam dalam Pemilu 2009 yang akan datang. Pesimisme Greg Fealy ini menarik karena kontras dengan target yang telah dicanangkan aneka partai Islam.PKS, misalnya, menargetkan angka 20 persen semenjak tahun 2005 yang lalu. PPP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(Republika, 21/02/08) </strong>Pengamat politik Indonesia dari Australian National University (ANU), Greg Fealy, menyatakan pesimistis terhadap prospek partai Islam atau partai berbasis massa Islam dalam Pemilu 2009 yang akan datang. Pesimisme Greg Fealy ini menarik karena kontras dengan target yang telah dicanangkan aneka partai Islam.PKS, misalnya, menargetkan angka 20 persen semenjak tahun 2005 yang lalu. PPP mencanangkan 15 persen pada Juni 2007 lalu, sementara PAN mengincar 18, 2 persen pada April 2006. Yang paling fenomenal dari semua partai Islam adalah target PKB seperti dinyatakan Gus Dur. Gus Dur menargetkan perolehan suara PKB sebesar 61 persen.<br />
<span id="more-281"></span><br />
Target-target yang dipasang partai-partai Islam sejauh ini memang jauh dari hasil-hasil survei beberapa lembaga. Survei Indo Barometer Desember 2007, misalnya, menunjukkan komposisi suara PDIP 25,3 persen, Golkar 18 persen, Demokrat 13,8 persen, PKB 7,5 persen, PKS 5,2 persen, PPP 3,5 persen, PAN 3,4 persen, partai lainnya 6 persen, dan 17,7 persen tidak menjawab atau belum memutuskan.</p>
<p>Hasil survei Desember 2007 itu memiliki persamaan dengan sejumlah survei sebelumnya. Pertama, tujuh partai dengan suara terbesar masih identik dengan tujuh partai terbesar pemilu 2004. Artinya, partai Islam baru seperti PKNU dan PMB belum masuk hitungan. Kedua, Demokrat adalah satu-satunya partai yang hasil surveinya selalu di atas perolehan suara pemilu 2004.</p>
<p>Partai-partai yang lain semuanya mengalami fluktuasi. Khusus partai Islam, tren umum angka mereka disurvei lebih rendah dari perolehan 2004. Ketiga, jajaran tiga besar selalu didominasi oleh partai &#8216;nasionalis&#8217; (PDIP, Golkar, dan Demokrat) dan bukan partai-partai Islam atau berbasis massa Islam.</p>
<p>Dengan realitas politik seperti ini, sesungguhnya apa yang harus dilakukan partai Islam agar jadi partai besar? Pertama, menjual program-program kerja yang sesuai dengan kebutuhan publik luas. Menurut aneka survei, ternyata yang dibutuhkan masyarakat adalah program-program terkait masalah pengangguran dan ketersediaan sembako dengan harga yang terjangkau.</p>
<p>Melihat hal ini, untuk bisa besar partai-partai Islam tidak bisa berjualan syariat Islam atau negara Islam. Apalagi ada survei yang menunjukkan bahwa 85 persen pemilih Muslim menganggap Pancasila dan UUD 1945 sejalan dengan agama Islam dan hanya 3,5 persen yang menganggapnya tidak sejalan (LSI, Oktober 2006).</p>
<p>Kedua, melahirkan atau merekrut tokoh partai yang sangat populer di masyarakat. Populer di sini artinya dikenal oleh seluruh masyarakat, disukai oleh mayoritas, dan memiliki potensi elektabiliti yang tinggi dalam pilpres. Berdasarkan pengalaman 1999 dan 2004 serta aneka studi yang ada, ternyata di Indonesia faktor kesukaan atau identifikasi terhadap tokoh partai ini merupakan variabel yang paling mampu mendongrak suara partai dalam waktu singkat.</p>
<p>Kasus yang paling nyata tampak pada Partai Demokrat. Ketika ikut Pemilu 2004, Demokrat baru berusia dua tahun. Namun, perolehannya langsung melejit ke angka 7,5 persen. Bandingkan dengan PAN yang sudah berusia enam tahun, tetapi hanya memperoleh enam persen dalam Pemilu 2004.</p>
<p>Dampak dari variabel tokoh ini semakin nyata bila kita bandingkan usia Demokrat dengan Muhammadiyah, organisasi massa Islam yang dianggap menjadi basis massa PAN, yang notabene telah berdiri semenjak 90 tahun yang lalu. Peran dari tokoh itu semakin tampak ketika dilakukan survei dukungan partai pada awal tahun 2005.</p>
<p>Mungkin karena euforia kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam survei tersebut Demokrat melejit menjadi partai yang paling banyak dipilih (24 persen). Bahkan, ketika popularitas Pemerintahan SBY menurun pada masa sekarang ini, dukungan terhadap Demokrat telah meningkat dua kali lipat dibanding 2004.</p>
<p>Kita belum tahu pasti berapa perolehan suara Demokrat dalam pemilu tahun depan. Namun, jelas teori &#8216;determinisme tokoh&#8217; berlaku dalam politik elektoral Indonesia masa kini.</p>
<p>Ketiga, citra partai yang positif dan kuat di masyarakat. Karena pasar politik begitu ramai dan masyarakat membutuhkan shortcut untuk mengingat partai, citra yang melekat pada partai tertentu sangatlah membantu dalam kompetisi pemilu. Itulah mungkin yang menjadi salah satu alasan mengapa PDIP menjadi partai yang sekarang paling populer di Indonesia.</p>
<p>Di satu sisi, pilihannya sebagai partai oposisi membuatnya menjadi kontras dengan partai lain dan pemerintah berkuasa. Di sisi lain, hal ini mengembalikan citra PDIP sebelumnya sebagai partainya wong cilik.</p>
<p>PKS sebagai salah satu partai baru termasuk partai yang pernah diuntungkan oleh citra politik dan politik citra yang baik. Pada periode 1999-2004, PKS berhasil membangun reputasi sebagai partai yang bersih dan peduli. Pada periode 2004-2009 citra ini masih perlu dipertahankan, baik karena kebutuhan objektif partai dan masyarakat maupun alasan strategi pemasaran di mana kedua citra ini merupakan kompetensi inti dari PKS. Namun, di sisi lain PKS perlu membangun citra lain untuk memperluas pasar sekaligus menghindari stigmatisasi politik oleh lawan.</p>
<p>Citra itu misalnya profesional untuk membangun kepercayaan bahwa PKS mampu memegang amanat pemerintahan atau terbuka untuk menghilangkan hambatan psikologis dari orang-orang yang simpati pada citra bersih, peduli, dan profesional dari PKS, tetapi tidak jadi memilih PKS karena takut PKS akan menjadi &#8216;taliban ala Indonesia&#8217; kalau menang pemilu. Pilihan menjadi partai terbuka tidak menjamin PKS untuk mencapai target 20 persen.</p>
<p>Namun, pilihan itu menjadi prasyarat dasar bagi PKS untuk bisa menjangkau pemilih yang lebih luas dari sekarang. Survei yang dilakukan LSI pada Oktober 2007 menunjukkan bahwa pada pada tahun 2006 sebanyak 1,5 persen responden mengaku menjadi anggota aktif dan tidak aktif dari PKS. Jika pemilih Muslim Indonesia ada 130 juta maka angka 1,5 persen itu sama dengan 1,95 juta orang. Pada 2007 angka itu menjadi 2,2 persen atau setara dengan 2,86 juta orang.</p>
<p>Angka-angka itu menunjukkan bahwa jika PKS hanya berkonsentrasi pada aktifisnya yang pernah mengaji (ikut mentoring agama di kampus yang dikenal sebagai usrah, liqa, atau tarbiyah), maka suara PKS akan sangat terbatas. Pada periode 1999-2004 PKS besar bukan karena identitas keislamannya, melainkan identitas moral yang universal.</p>
<p>Fakta bahwa suara PKS sampai akhir 2007 masih jauh dari target 20 persen, bahkan mengalami penurunan, mengundang pertanyaan. Jangan-jangan hal ini terkait dengan makin berkembangnya pencitraan PKS sebagai partai yang eksklusif, bahkan taliban.</p>
<p>Akhirnya, memang tidak mudah bagi partai-partai partai-partai Islam untuk bisa menjadi partai besar seperi dulu pernah dicapai oleh Masyumi dalam Pemilu 1955. Namun, syarat dan peta jalan ke arah tujuan itu sebetulnya telah dapat diidentifikasi dan dipahami. Apakah partai Islam mau mengadopsi dan melakukannya? Umat menyaksikan dari sekarang sampai 2009.</p>
<p>Ikhtisar:</p>
<p>- Target partai Islam jauh dari hasil-hasil survei beberapa lembaga.<br />
- Masyarakat membutuhkan realisasi program yang terkait dengan pengangguran.<br />
- Survei menunjukkan 85 persen pemilih Muslim menganggap Pancasila dan UUD 1945 sejalan dengan Islam.</p>
<p>Oleh : Muhammad Qodari<br />
Direktur Eksekutif Indo Barometer, Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/liputan-media/agar-partai-islam-menjadi-besar.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampai Kapanpun PKS Tetap Partai Dakwah</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/sampai-kapanpun-pks-tetap-partai-dakwah.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/sampai-kapanpun-pks-tetap-partai-dakwah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 13:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/uncategorized/sampai-kapanpun-pks-tetap-partai-dakwah.htm</guid>
		<description><![CDATA[(www.pk-sejahtera.org, 11/02/08) Tifatul menyampaikan kembali misi yang diemban partainya yaitu sebagai partai dakwah yang selalu berusaha membenahi moral bangsa.  &#8220;Misi itu adalah dakwah sampai kapanpun&#8221; tegas Tifatul.PK-Sejahtera Online: PKS menegaskan dirinya sebagai partai dakwah. Hal tersebut disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam orasi politik pada tablig akbar di lapangan Purna MTQ Pekanbaru Riau (08/02/08).
Tifatul menegaskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>(www.pk-sejahtera.org, 11/02/08) </strong>Tifatul menyampaikan kembali misi yang diemban partainya yaitu sebagai partai dakwah yang selalu berusaha membenahi moral bangsa.  &#8220;Misi itu adalah dakwah sampai kapanpun&#8221; tegas Tifatul.PK-Sejahtera Online: PKS menegaskan dirinya sebagai partai dakwah. Hal tersebut disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam orasi politik pada tablig akbar di lapangan Purna MTQ Pekanbaru Riau (08/02/08).<span id="more-286"></span></p>
<p>Tifatul menegaskan kembali misi yang diemban partainya yaitu sebagai partai dakwah yang selalu berusaha membenahi moral bangsa. &#8220;Misi itu adalah dakwah sampai kapanpun,&#8221; jelas Tifatul.</p>
<p>Sebagai partai dakwah, lanjut Tifatul, PKS tetap mempunyai AD/ART dan komitmen untuk menjalankan syariat Islam, khususnya bagi kader-kadernya. Sesuai dengan kenyataanya, PKS tetap pula menghormati keyakinan orang lain meski tak harus membenarkan keyakinan itu.</p>
<p>Mengenai caleg non muslim, Tifatul mengakui bahwa ususlan itu datang dari wilayah yang umat Islamnya minoritas seperti Papua, Bali dan NTT. Mengenai hal ini, akan dibicarakan pada Majelis Syuro dalam pertemuan mendatang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/sampai-kapanpun-pks-tetap-partai-dakwah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ust-anis-matta-bicara-soal-uang.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ust-anis-matta-bicara-soal-uang.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 00:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ust-anis-matta-bicara-soal-uang.htm</guid>
		<description><![CDATA[Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang
BismillahirrahmaanirrahiimIkhwan dan Akhwat sekalian,
Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini.
Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang</strong></p>
<p>BismillahirrahmaanirrahiimIkhwan dan Akhwat sekalian,</p>
<p>Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini.</p>
<p>Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini.</p>
<p>Sebenarnya saya punya rencana kunjungan ke sini pada bulan Januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini.</p>
<p>Ikhwah sekalian. Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan tentang uang.<br />
<span id="more-275"></span><br />
Gagasan-gagasan itu mulai muncul ketika saya dahulu berada di awal dakwah ini. Salah satu pekerjaan yang saya lakukan adalah Lajnah Minhaj, di Bidang Kaderisasi dulu, bersama Kang Aus. Saat itu, saya ikut menyusun beberapa Materi Tamhidi H1, H2.</p>
<p>Kita memang tidak pernah berfikir untuk menyusun satu materi tentang uang karena yang ada di benak kita, bahwa bagian-bagian dari tarbiyah itu adalah tarbiyah ruhiyah, tarbiyah fikriyah dan tarbiyah jasadiyah. Ketika kita membuat partai, kita menambah sedikit yaitu materi tarbiyah siyasiyah.</p>
<p>Jadi, kalau wasilah dari tarbiyah ruhiyah itu banyak, ada Lailatul Katibah juga mutaba’ah yaumiyah. Wasilah tarbiyah fikriyah juga banyak ada tatsqif dan macam-macam. Tarbiyah jasadiyah ada latsar, ada mukhoyam. Tarbiyah siyasiyah sudah dengan sendirinya karena ada wasilah berupa partai.</p>
<p>Tapi, kita semuanya menghadapi suatu benturan realita yang disebabkan karena ada missing link dalam sistem berfikir kita. Ada satu kosakata yang tidak masuk ke dalam benak kita padahal itu sangat menentukan masa depan kita yaitu uang. Jika ada yang bertanya kenapa kita miskin maka jawabannya karena memang kita tidak belajar masalah uang.</p>
<p>Ikhwah sekalian. Salah satu gejala benturan budaya yang sering kita lihat muncul bersama munculnya orang-orang setengah kaya baru. Tapi itu lebih disebabkan karena bibit-bibit kemiskinan itu memang ada dalam diri kita, ada di lingkungan kita, bahkan ketika kita mulai membuat partai. Padahal kita belum kaya dan memang belum kaya.</p>
<p>Apabila kita memakai standar Kiyosaki, masuk dalam tahap aman pun belum. Tapi sudah dianggap kaya hanya karena sedikit beda dengan teman-teman ikhwah yang lain. Kita dianggap kaya karena memiliki mobil padahal mobil itu kebutuhan pokok dalam fiqih Islam. Kita juga dianggap kaya karena sudah bisa bangun rumah, padahal itu indikator dari garis kemiskinan.</p>
<p>Rasulullah mengatakan, &#8220;Cukuplah bagi seorang Muslim itu bahwa dia punya sebuah rumah dan seorang pembantu.&#8221; Jadi, rumah itu sama dengan pakaian. Hanya saja, di lingkungan kita, banyak yang mempunyai anggapan, orang disebut kaya kalau sudah punya rumah.</p>
<p>Ikhwah sekalian. Oleh karena itu, banyak sekali yang bolong dalam tsaqafah kita tentang uang. Kita bukan hanya salah membuat persepsi-persepsi itu, tetapi juga terkadang mempunyai kecenderungan anti uang.</p>
<p>Kalau istilah almarhum Ust Rahmat Abdullah, ikhwah itu sabar menderita tapi tidak sabar melihat orang lain lebih kaya. Makanya mudah muncul gosip di kalangan orang yang punya sedikit kelonggaran secara finansial  apalagi kalau sebab kelonggaran finansialnya itu karena dia menjadi anggota dewan.</p>
<p>Jadi, pada tahun 1999, saya jadi ketua Tim Khusus. Pada waktu itu sebagai Sekjen saya tahu persis di mana letak daerah kuatnya PKS kalau saya mau jadi anggota dewan. Ketika itu saya dicalonkan dari Bandung, Jakarta dan Sulawesi Selatan atas usul DPW masing-masing. Nah, pilihan tertinggi jatuh pada Sulawesi Selatan.</p>
<p>Waktu itu saya belum mau jadi anggota dewan karena saya belum punya rumah dan mobil. Saya tidak mau bila nanti ada persepsi bahwa saya punya mobil dan rumah karena jadi anggota dewan. Oleh karena itu saya pilih Sulawesi Selatan. Jika saya pilih Bandung atau Jakarta pasti saya terpilih jadi anggota dewan pada tahun 1999.</p>
<p>Saya mengerti persepsi-persepsi, gosip dan fitnah tentang harta di kalangan kita itu banyak disebabkan tsaqafah yang bolong tentang uang. Jadi, kita bukan hanya tidak berbakat jadi kaya tapi juga tidak senang dengan orang kaya dan cenderung anti kekayaan.</p>
<p>Kapan saatnya kita mulai mengalami benturan keuangan. Yang pertama setelah kita punya anak. Dahulu waktu saya kuliah, kita dimotivasi untuk cepat menikah oleh para murabbi kita dengan satu alasan kemaksiatan sudah merajalela di sekitar kita. Daripada kita berzina, lebih baik kita menikah. Kalau kita berargumen lagi bahwa belum ada pekerjaan karena kita masih kuliah, jawabannya adalah &#8220;tawakkal ‘alallah, innallaha Ghoniy&#8221;. Seluruh alasan-alasan aqidah dikerahkan untuk mendorong kita nikah.Sebagian besar angkatan saya menikah di tahun pertama waktu kuliah. Saat itu saya belum menikah.</p>
<p>Di tahun kedua lebih banyak lagi yang menikah, saya belum menikah. Di tahun ketiga lebih banyak lagi yang menikah. Saya termasuk yang telat menikah pada waktu itu. Tapi kemudian kita menemukan fakta bahwa ikhwah-ikhwah yang menikah semasa kuliah itu sebagian besar angka pelajarannya jeblok karena disibukkan dakwah juga harus mencari ma’isyah.</p>
<p>Saya menikah di tahun keempat setelah angka saya stabil karena naik satu point lagi. Dosen saya sampai mengatakan, kalau kamu ambil Master, menikah satu kali lagi.</p>
<p>Ada ikhwah yang mengatakan kepada saya, Masya Allah, antum ini merencanakan sesuatu dengan detail. Saya bilang antum punya semangat tapi tidak punya rencana yang bagus.</p>
<p>Jadi kita semua mulai mengenal uang dan mempunyai persepsi bahwa uang itu perlu ketika anak kita menangis. Ketika saya datang ke calon mertua saat itu, beliau anggota DPR dan sudah 17 tahun menjadi salah satu petinggi GOLKAR untuk melamar, dia bertanya ke saya: &#8220;Anak saya mau dikasih makan apa?&#8221; Saya bilang mungkin saya tidak share di rumah bapak tapi insya Allah tidak makan batu.</p>
<p>Kemudian dia bertanya lagi. &#8220;Pendapatan kamu berapa?&#8221; Saya jawab, saya ada beasiswa 200 ribu perbulan. &#8220;Selain itu apa iagi?&#8221; Saya bilang tidak ada. &#8220;Masih kuliah&#8221;. Tapi waktu itu istri saya mengancam, kalau tidak kawin dengan saya, dia tidak mau kawin lagi. Akhirnya kita menikah juga.</p>
<p>Jadi, kita ini, ikhwah learning by accident. Belajar dari benturan.</p>
<p>Ikhwah sekalian. Rasanya saya sendiri sebenarnya tadinya tidak pernah tertarik mengenal uang lebih jauh. Karena 6 tahun saya di pesantren juga tidak pernah belajar uang. Lima tahun setengah kuliah di LIPIA Fakultas Syari’ah juga tidak pernah belajar uang kecuali 1 bab dalam pelajaran Fiqh yaitu kitab zakat. Itupun dalam orientasi Amil Zakat, tidak ada orientasi menjadi muzakki.</p>
<p>Saya mulai tertarik mengenal uang seteiah mengalami benturan yang di awal tadi saya ungkapkan, juga benturan ketika saya di Sekjen. Setelah jadi Sekjen itulah saya mulai menilai ada suatu masalah besar yang akan kita hadapi kalau masalah-masalah ini tidak selesai.</p>
<p>Sejak itulah saya mempelajari hal ini. Sebelumnya, meskipun saya mengajar Ekonomi Islam di Ul, banyak belajar dan membaca masalah-masalah ekonomi, juga banyak membaca buku-buku bisnis dan bergaul dengan orang-orang bisnis, saya belum seberapa tertarik secara langsung dan punya perhatian secara khusus terhadap masalah uang. Ketertarikan itu mulai muncul setelah mengalami benturan betapa sulitnya kita mendanai aktifitas kita setelah kita terjun di perpolitikan ini.</p>
<p>Ikhwah sekalian. Saya ingin bicara 3 point supaya kita lebih terarah dalam soal uang. Pertama, mengapa Islam menyuruh kita kaya. Kedua, mencari penjelasan tentang mengapa kita miskin. Ketiga, bagaimana kita mulai merekontruksi kehidupan finansial kita.</p>
<p>Ibnu Abid Dunia menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita semua diperintahkan untuk menjadi kaya dalam Islam itu. Alasan pertama, karena harta itu tulang punggung kehidupan. Makanya orang kalau punya harta punggungnya tegak. Kalau tidak punya harta, punggungnya rada bungkuk sedikit. Antum lihat orang-orang Amerika kalau datang ke sini tegap-tegap semua kan, karena punya duit. Pejabat-pejabat keuangan kita kumpul di CGI tunduk-tunduk semua, karena mau pinjam duit.</p>
<p>Allah SWT mengatakan &#8220;Janganlah kamu berikan harta-harta kamu kepada orang-orang bodoh (orang-orang yang tidak sehat akalnya) yaitu harta yang telah Allah jadikan kamu sebagai yang membuat punggung tegap.&#8221; Jadi, hidup kita tidak normal begitu kita tidak punya uang. Kita pasti punya banyak masalah begitu kita tidak punya uang.</p>
<p>Alasan kedua, peredaran uang itu adalah indikator keshalehan atau keburukan masyarakat. Apabila uang itu beredar lebih banyak di tangan orang-orang jahat maka itu indikasi bahwa masyarakat itu rusak. Apabila uang itu beredar di tangan orang-orang shaleh maka itu indikasi bahwa masyarakat itu sehat.</p>
<p>Masyarakat Indonesia ini rusak salah satu indikasinya karena orang-orang shalehnya sebagian besar adalah para fuqara wa masakin. Ahlul masjid di negeri ini terdiri atas fuqara dan masakin. Bahkan sebagian besar orang mungkin mengunjungi masjid bukan karena benar-benar ingin ke masjid melainkan karena tidak punya tempat untuk dipakai mengaktualisasikan diri.</p>
<p>Antum lihat orang-orang tua yang datang ke masjid biasanya orang yang kalah dalam pergulatan sosial. Kalau dia tentara, biasa setelah pensiun baru dia ke masjid. Kalau dia pedagang, biasanya setelah dia bangkrut baru dia ke masjid.</p>
<p>Rasulullah SAW mengatakan &#8220;Sebaik-baik uang itu adalah uang yang beredar di tangan orang-orang shaleh&#8221;. Jadi, apabila kita yang ada di sini tidak mengendalikan uang yang ada di Riau, itu adalah tanda-tanda yang tidak bagus.</p>
<p>Kenapa? Karena kalau uang itu berada di tangan orang shaleh maka uang itu akan mengalir di saluran-saluran yang baik. Kalau ibu-ibu di sini dibagikan Rp 1 Milyar, kira-kira uang itu akan diapakan. Buat daftar belanjanya. Antum bisa lihat semuanya itu belanja kebaikan. Pertama, pasti akan dipakai untuk potongan buat partai. Coba lihat anggota DPR, begitu jadi anggota Dewan, yang pertama potongan buat partai.</p>
<p>Waktu itu ada teman dari Golkar dan PPP, &#8220;Itu dana konstituen diapakan?&#8221; Kita jawab itu tidak lewat kita, melainkan langsung ke Dapil (Daerah Pemiiihan). Uang yang masuk ke tangan orang shaleh pasti mengalirnya di kebaikan juga.</p>
<p>&#8220;Kalau gajinya berapa dipotong? Kalau kita di Golkar cuma 2,5 juta per bulan dipotong.&#8221; Kalau di PKS itu bisa 50 sampai 60% di potong. Jadi, antum lihat daftar belanjanya orang shaleh.</p>
<p>Kedua, untuk rihlah, kemungkinan itu pergi umrah atau menghajikan keluarga atau naik haji sendiri. Bapak-bapaknya pun kalau punya uang 1 Milyar, tidak jauh-jauh dari situ juga: infaq buat partai, menyenangkan keluarga, dan operasional pribadi untuk dakwah pribadinya juga.</p>
<p>Semuanya di jalur kebaikan. Bila ada kenikmatan, tidak mungkin dia pergi judi. Tidak mungkin juga dia pergi ke tempat prostitusi. Paling-paling dia cari jalur halal.</p>
<p>Tapi coba sebaliknya, kalau uang itu beredar di tangan orang jahat, larinya juga kepada kejahatan. Salah seorang saudara saya cerita, waktu itu ada seorang kaya sangat kaya di daerah Indonesia. Orangnya masih hidup sekarang. Dia punya private jet. Saking kayanya, dia suka main judi ke London. Pesawat private jet itu berjenis Boeing.</p>
<p>Jadi, kalau pergi dia itu membawa rombongan, biasanya dia parkir di sana 1 minggu atau 2 minggu. Itu kalau parkir, kan bayar. Selama dia main judi, dia persilahkan teman-temannya yang ingin pakai pesawatnya, seperti layaknya meminjamkan mobil.</p>
<p>Sekali main, dia biasanya bisa rugi sampai 5 juta dollar, meskipun kadang-kadang untung 8 juta dollar. Sekali waktu mereka main ke sana, sudah beberapa hari kangen dengan Nasi Padang. Dia bilang ke pilotnya tolong ke Singapore beli Nasi Padang terus balik lagi ke London. Begitulah cara mereka menggunakan uang.</p>
<p>Kalaupun orang kaya itu muslim, tidak berjudi, tapi dia tidak punya visi dakwah dan tidak hidup untuk satu misi besar dalam hidupnya, dia pasti akan menggunakan uangnya untuk kesenangan pribadi, seperti perhiasan dan seterusnya.</p>
<p>Saya punya kawan, kalau dia pakai seluruh perhiasannya kira-kira sekitar 2 juta dollar di badannya, cincinnya 1 juta dollar. Mobilnya 1/2 juta dollar, jam tangannya bisa sampai 2 milyar. Adalagi temannya kira-kira punya 200-an jam tangan. Sebuah jam tangan itu harganya kira-kira 2 milyar.</p>
<p>Lebih buruk lagi, kadang-kadang orang kaya yang tidak baik memakai uangnya untuk memerangi kebaikan. Itulah yang terjadi ketika orang-orang Yahudi memegang kendali keuangan dunia.</p>
<p>Maka dari itu, menjadi kaya itu bagi kita adalah satu keharusan, untuk mengembalikan keseimbangan sosial, kehidupan di tengah-tengah kita.</p>
<p>Ketiga, terlalu banyak perintah syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan uang. Antum lihat 5 rukun Islam. Syahadat tidak pakai uang, sholat tidak pakai uang, puasa tidak pakai uang tapi zakat dan haji pakai uang. Kalau 200 ribu orang umat Islam Indonesia tiap tahun pergi haji. Rata-rata mengeluarkan 5000 dollar, coba antum kalikan berapa banyaknya uang yang beredar untuk melaksanakan satu ibadah. Belum lagi jihad.</p>
<p>Jadi, kita tidak bisa berjihad kecuali dengan uang. Misalnya kita di lndonesia sekarang mau pergi ke Palestina untuk pergi perang, tenaga kita tidak diperlukan karena tenaga sudah cukup dengan ada yang disana. Rasul mengatakan, &#8220;Siapa yang menyiapkan seorang bertempur maka dia juga sudah dapat pahala perang&#8221;.</p>
<p>Jadi banyak sekali perintah-perintah Islam yang memerlukan uang. Waktu Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, di antara hadits-hadits pertama yang beliau sampaikan pada waktu itu adalah &#8220;Afsussalam wa ath’imu tho’am&#8221;.</p>
<p>Jadi mentraktir itu tradisi nabawiyah. Sering-seringlah mentraktir karena itu perintah Nabi, dan ini turunnya di Madinah pada saat menjelang mihwar daulah. Kira-kira di jaman kita inilah, di mihwar dakwah kita sekarang.</p>
<p>Washilul arham dan sambung tali shilaturahim. Antum akan melihat nanti di akhir penjelasan saya nanti bahwa ciri-ciri orang maju itu salah satunya adalah kalau belanjanya dalam 3 hal lebih besar daripada belanja kebutuhan lauk-pauknya, salah satunya belanja komunikasi.</p>
<p>Jadi, kalau biaya pulsa kita tinggi itu indikator yang baik, itu artinya silaturahim kita jalan. Jangan missed call, suruh orang telpon balik.</p>
<p>Keempat, karena harta itu adalah hal-hal yang dibangga-banggakan oleh manusia sehingga menentukan strata sosial. Antum akan lebih berwibawa dan didengar orang kalau punya uang.</p>
<p>Apabila tidak punya uang, biasanya kita juga biasanya jarang didengar oleh orang. Misalnya dalam keluarga. Antum bersaudara ada 7 orang. Kalau kontribusi finansial antum dalam keluarga itu tidak banyak dan bila antum satu-satunya da’i dalam keluarga, dakwah antum juga kurang didengar oleh keluarga. Karena di samping ingin mendengarkan nasihat yang baik orang juga ingin mendapatkan uang yang banyak. Hadiah-hadiah pada hari lebaran, infaq-infaq dan seterusnya dan itu biasanya melancarkan dakwah kita.</p>
<p>Saya hadir pada suatu waktu di sidang Ikatan Anggota Parlemen Negara-negara OKI. Setiap kali ada waktu bertanya, yang paling pertama diberi kesempatan bertanya itu utusan dari Arab Saudi, sedangkan utusan dari negara miskin seperti Maroko atau Tunisia biasanya tidak dapat giliran, kalau bukan sendiri yang angkat tangan.</p>
<p>Masalah harta ternyata juga berpengaruh pada hal-hal seperti itu.Pada tahun 1994 saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, di sana saya bertemu dengan salah seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket di sana.</p>
<p>Dia datang menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina di sana masih berjuang, antum hidup di Jerman ini pakai Mercy bagaimana ceritanya. Dia bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling supermarketnya dulu.</p>
<p>Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil, nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang direktur sedang tidak ada. Kalau kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib di sini.</p>
<p>Itu hal-hal yang dibangga-banggakan oleh manusia. Dan itu berkali-kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu sebagai Muslim saya ingin didengarkan orang, apalagi kita sebagai da’i kita perlu punya wibawa di depan orang. Sebagian dari wibawa itu juga dibentuk oleh kondisi finansial kita.</p>
<p>Ulama-ulama kita juga meriwayatkan bahwa ternyata di antara hal-hal yang disenangi oleh wanita kepada laki-laki salah satunya adalah uangnya. Perempuan itu katanya menyenangi pada laki-laki kalau dia lebih pintar daripada si perempuan, kalau dia lebih kaya daripada perempuan, lebih kuat daripada perempuan. Dan kepemimpinan itu kan diberikan kepada laki-laki salah satu sebabnya karena kewajiban memberlkan nafkah itu. Kalau kita ingin berwibawa di depan istri tolong kewajibannya ditunaikan dengan sempurna. Itu akan menaikkan wibawa kita depan Istri.</p>
<p>Seorang istri itu tidak hanya membutuhkan seorang suami yang romantis tapi juga seorang suami yang romantis realistis. Ada seorang akhwat berkata kepada saya, saya sebenarnya tidak materialistis tapi masalahnya kita realistis karena kita tidak bisa hidup tanpa materi. Dan kalau materi kita sedikit maka hidup kita juga tidak akan nyaman. Sedikit banyak itu juga penting.</p>
<p>Kelima, harta itu salah satu sebab yang dapat membuat orang itu bisa bahagia di dunia. Jangan lagi pernah bilang &#8220;biar miskin asal bahagia.&#8221; Sekarang perlu kita balik, &#8220;biar kaya asal bahagia.&#8221;</p>
<p>Saya ingat guru saya waktu SD selalu mencari kamuflase bahwa walaupun kita miskin tetap bisa bahagia. Memang bisa, tapi susah. Adalagi yang bilang &#8220;Uang tidak bisa membeli cinta&#8221;. Memang tidak bisa, tapi kalau kita jatuh cinta dan punya uang itu lebih enak.</p>
<p>Rasulullah SAW realistis sekali ketika dia mengatakan bahwa di antara yang membuat orang itu bahagia adalah pertama, Istri yang sholehah. Kedua, rumah yang luas, dalam hadits lain disebutkan kamar-kamarnya banyak. Menurut Syeikh Qordlowy yang disebut kamar-kamar itu minimal enam kamar. Satu buah kamar untuk suami istri, sebuah kamar untuk anak laki-laki, sebuah kamar untuk anak perempuan, sebuah kamar untuk pembantu, dua buah kamar lainnya untuk kerabat suami dan istri yang datang menginap di rumah. Itu 6 kamar tidak termasuk dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, perpustakaan keluarga dan musholla.</p>
<p>Kelanjutan dari hadits itu, dan kendaraan yang nyaman. Antum perhatikan Rasulullah mengatakan rumah dan kendaraan. Rumah itu adalah indikator stabilitas, kendaraan itu adalah indikator mobilitas.</p>
<p>Rasulullah mengatakan kendaraan yang nyaman bukan sekadar kendaraan. Naik angkot itu juga kendaraan tapi belum tentu nyaman, tapi kalau ada sedan yang empuk sehingga kita bisa rehat, itu lebih bagus. Pulang mengisi Liqa’ kalau kendaraannya nyaman kan sedikit mengurangi kelelahan. Itu juga perlu garasi.</p>
<p>Jika suaminya pengurus DPW, istrinya pengurus DPW, maka masing-masing perlu kendaraan juga. Kalau anaknya 7 siapa yang antar anaknya sekolah, jadi minimal perlu 3 mobil.</p>
<p>Waktu saya tidak punya mobil, saya punya motor. Anak saya sekolah di Al-Hikmah, jadi kalau pulang diantar sama keponakan saya. Anak saya diikat, takut kalau tidur sewaktu-waktu bisa jatuh dari motor. Saya bilang &#8220;saya dosa kalau anak saya sampai meninggal&#8221;. Akhirnya saya menelepon teman saya, &#8220;Tolong sediakan mobil untuk saya.&#8221;</p>
<p>Itulah pertama kali saya punya mobil. Dosa kita, kasihan anak itu jatuh dari motor. Setengah mati kita pupuk-pupuk, kita lahirkan dengan baik, tapi mati karena kecelakaan begitu.</p>
<p>Kalau suaminya pengurus DPW dan istrinya aktif di Salimah atau di Pos Wanita Keadilan, kan perlu mobilitas juga. Masa suaminya pergi pakai mobil, sedangkan istrinya pergi rapat ke mana-mana sambil gendong anak. Dia sudah hamil 9 bulan, merawat anak, malam tidak tidur.</p>
<p>Kita zhalim juga terhadap istri kalau kita tidak memberikan hal-hal yang membuat dia nyaman dalam kehidupan. Untungnya waktu kita menikah dulu banyak akhwat kita yang tidak tahu hadits ini. Padahal dalam banyak pendapat di berbagai mazhab misalnya di madzhab Imam Syafi’i, apalagi Imam Malik, kewajiban wanita itu yang sebenarnya hanya melayani suami dan mendidik anak, sedangkan pekerjaan rumah tangga, mencuci dan seterusnya, itu tidak termasuk dalam kewajiban wanita.</p>
<p>Qiyadah-qiyadah akhwat mengikuti daurah tingkat nasionat kemarin di Jakarta. Coba bayangkan akhwat-akhwat kita sebagian besar sarjana. Waktu kuliah dia direkru kan salah satu alasannya karena dia anashirut taqyir dan otaknya brilian. Banyak akhwat kita Indeks Prestasinya 4,1. Begitu 10 tahun menikah, dia sudah tidak nyambung lagi dengan suaminya kalau bicara, karena dia mengalami stagnasi intelektual.</p>
<p>Tiba-tiba dia mengerjakan semua pekerjaan pembantu rumah tangga, dia melahirkan juga, melayani suami juga, memasak juga, mencuci juga dan kadang-kadang kita terbawa oleh romantika perjuangan. Rasanya heroik melihat istri mencuci, suami pulang dakwah dalam keadaan lelah, istri di rumah mencuci, mengepel lantai.</p>
<p>Sepuluh tahun kemudian kita di elus-elus oleh istri, kita pikir sedang dipijiti, padahal hanya di elus-elus karena tangannya dipakai untuk mencuci, jadi tangannya sudah bukan tangan ratu. Sementara suami pegang pulpen, pegang kertas karena sibuk mengisi halaqah, sedangkan pekerjaan yang kasar-kasar dikerjakan oleh istri.</p>
<p>Sudah saatnya pekerjaan-pekerjaan begitu kita delegasikan kepada mesin. Jangan buang waktu di dapur, di tempat mencuci, delegasikan kepada mesin. Kita ini orang-orang pilihan dari umat kita.</p>
<p>Berapa banyak orang yang sarjana di negeri ini? sedikit. Makanya kalau Capres syaratnya S-2 calonnya juga nanti sedikit. Saya tidak setuju kalau capres itu syaratnya S-1, tamat SD pun bisalah. Sebagian besar orang ikut.</p>
<p>Jadi, yang bisa merasakan pendidikan tinggi itu barang elit di negeri ini. Jadi, kalau akhwat kita yang sarjana itu setelah nikah disuruh jadi pembantu rumah tangga atas nama kesetiaan, ketaatan, cinta dan sejenisnya maka kita telah berbuat zalim terhadap SDM kita sendiri.</p>
<p>Mungkin akhwat kita itu sabar-sabar, dia menerima keadaan. Tetapi, walaupun dia menerima keadaan, kita kehilangan potensi. Kita kehilangan umur-umur terbaik. Sebenarnya kalau dipacu untuk dakwah, untuk kepentingan lebih besar, lebih strategis, faedah yang didapatkan pun akan jauh lebih besar.</p>
<p>Waktu kita ini tidak akan cukup mengerjakan hal-hal tersebut maka belilah waktu orang lain. Hitung-hitung, kalau beli tenaga pembantu kita buka lapangan kerja, kita bukan hanya mendelegasikan pekerjaaan kita juga buka pekerjaan bagi orang lain.</p>
<p>Kira-kira itulah 5 alasan mengapa kita itu perlu kaya. Memang, walaupun kita miskin kita masih bisa bahagia, tapi itu jauh lebih susah. Bahkan terkadang kekayaan itu lebih mendekatkan orang kepada Allah SWT dibanding kemiskinan.</p>
<p>Makanya Rasul mengatakan tentang minum susu, makan habbatussauda’, madu. Coba kalau antum, misalnya, tidur di atas kasur yang empuk dalam ruangan yang ber-AC, tidur 2 jam itu bisa sangat nyenyak. Apalagi minum susu hangat sebelum tidur. Bangun pagi minum madu campur habatussauda.</p>
<p>Saya kira kita perlu memperbaiki dan melihat kembali pemahaman keagamaan seperti ini secara benar. Sehingga kita jangan menganggap kemewahan itu justru melelahkan orang tapi bikin orang nyaman. Inilah 5 alasan mengapa kita harus kaya.</p>
<p>Sekarang saya ingin lebih jauh menembus kembali mengapa kita miskin selama ini. Sebabnya kita miskin adalah pertama, karena kita memiliki pemahaman agama yang salah. Salah satunya 5 alasan tadi tidak beredar di kalangan kita. Sekarang coba kita tonton acara TV, nonton acara-acara ceramah subuh di televisi. Kita akan lihat sebagian besar ceramah-ceramah televisi itu menyuruh orang-orang miskin itu semakin miskin atas nama kesabaran. Bahkan ada perang terhadap materialisme, karena itu kita harus zuhud sekarang.</p>
<p>Pemahaman tentang kezuhudan itu salah satu pemahaman yang paling banyak merusak kita. Karena kita tidak tahu bedanya orang zuhud dengan orang miskin. Imam Ghazali mengatakan orang zuhud itu adalah orang yang punya dunia lalu meninggalkannya dengan sadar. Orang miskin itu adalah orang yang ditinggal dunia.</p>
<p>Kalau ada orang miskin tidak dapat makan lalu puasa Senin-Kamis itu bukan orang zuhud. Itu orang miskin yang berusaha memaksimalisasi kondisi keterbatasannya agar tetap dapat pahala, daripada tidak makan dan tidak dapat pahala lebih bagus tidak makan dapat pahala. Orang zuhud itu orang pasca dunia kalau orang miskin itu orang pra dunia.</p>
<p>Kita lihat Rasulullah SAW itu sudah kaya raya sebelum menjadi Nabi. Kemiskinan Rasulullah yang kita baca di hadits-hadits itu adalah kemiskinan atas pilihan. Itu adalah pilihannya karena dia punya misi yang jauh lebih besar, yakni: yang begini itu dia tidak perlu lagi, sudah selesai.</p>
<p>Bahkan Rasulullah mengatakan semua nabi-nabi itu sebagian besarnya kaya. Tidak ada lagi nabi yang diutus setelah nabi Syu’aib melainkan pasti dia berasal dari keluarga kaya dari kaumnya.</p>
<p>Rasulullah itu mengenal uang waktu umurnya 8 tahun, dia mulai kerja dan mendapatkan gaji. Pekerjaan pertamanya menggembala kambing. Umur 12 tahun dia sudah pulang pergi luar negeri ikut dalam bisnis keluarga. Umur 15 sampai 19 tahun ikut dalam perang sehingga punya pengalaman mlliter.</p>
<p>Umur 20 tahun, rasul sudah jadi pengusaha investornya adalah Khadijah. Waktu umur 25 tahun dia nikah dengan investornya. Berapa maharnya? Seratus ekor unta. Berapa harga seekor unta sekarang? Jauh lebih mahal dari 1 ekor sapi. Kira-kira 10 juta 1 ekor unta. Jadi totalnya 1 milyar. Anak muda 25 tahun punya uang cash 1 milyar. Itu maharnya tapi yang disimpan itu masih ada.</p>
<p>Walaupun Rasulullah SAW setelah menjadi Nabi mengatakan sebaik-baik wanita adalah wanita yang cantik dan mahar yang murah, itu sebagai sistem tapi dalam tradisi jahiliyah itu status. Oleh karena itu, waktu pamannya yang bernama Abu Thalib menyampaikan khutbah nikahnya sebagai sambutan keluarga pada pernikahan Rasulullah SAW, beliau mengatakan sesungguhnya orang Quraisy tahu bahwa Muhammad salah saorang pemudanya yang terbaik, yang paling terhormat. Layaklah dia nikah dengan Khadijah karena maharnya tersebut. Pemuda berusia 25 tahun punya uang 1 milyar, sedangkan kita 25 tahun baru selesai perguruan tinggi dan karya terbesar kita adalah menulis lamaran kerja.</p>
<p>Ini pemahaman keagamaan yang beredar di kalangan kita yang membuat kita ini miskin. Itu sebabnya di zaman penjajahan dahulu, para penjajah itu dengan sengaja menghidupkan kelompok-kelompok sufi di tengah masyarakat. Paham sufiyah dihidupkan supaya orang-orang miskin itu tidak pernah bermimpi menjadi kaya dan merasa benar bahwa dia miskin.</p>
<p>Maka, langkah pertama menuju kekayaan adalah perbaiki dulu pemahaman keagamaan kita. Saya dulu sekolah di pesantren 6 tahun. Tempatnya dulu itu di hutan bahkan tidak ada mobil lewat di sana. Kalau kita ingin mendapatkan kendaraan umum, kita harus jalan 3 km terlebih dahulu.</p>
<p>Pada suatu hari ada badai datang dan menerbangkan seluruh atap gedung, masjid, dan seluruh benda yang ada di situ. Semuanya mudah diterbangkan karena bangunan yang ada adalah bangunan murah semuanya. Tiap hari, kita makan hanya nasi dan kecap selama 6 tahun.</p>
<p>Setiap kali kita makan, guru saya selain bilang ini nasi akan membuat kamu besar. Cuma butuh waktu. Karena itu fisik saya kecil. Karena pada masa pertumbuhan, kita tidak mendapatkan gizi yang baik dengan alasan latihan sabar, perjuangan.</p>
<p>Waktu itu saya bilang ini sekolah sengaja disimpan jauh dari kota karena kota itu neraka, disini kita hidup dengan cara yang benar. Waktu saya mau ke Jakarta untuk kuliah, saya minta guru saya istikharah buat saya, satu bulan kemudian saya datang dan dia menganjurkan saya untuk kuliah di Jakarta saja di LIPIA, karena LIPIA itu selingkar syurga yang di kelilingi oleh neraka.</p>
<p>Itulah pemahaman keagamaan yang kita warisi. Waktu saya kuliah di LIPIA, juga belajar syariah namun tetap tidak ada yang mengajarkan kita pemahaman keagamaan yang benar tentang kekayaan.</p>
<p>Kedua, karena kita tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak mengajarkan kita dasar-dasar yang benar untuk menegakkan kehidupan. Lihat kurikulum yang kita pelajari. Tidak satupun yang kita pelajari di sekolah itu benar-benar kita pakai dalam kehidupan yang real kita. Sekarang belajar bahasa Inggris sejak kelas 4 SD sampai perguruan tinggi. Tahun pertama itu 10 tahun, tetapi TOEFL kita tidak bagus-bagus. Padahal bahasa itu adalah sarana komunikasi yang seharusnya itu menjadi basic (dasar).</p>
<p>Begitu juga tentang uang, kita tidak pernah sama sekali belajar di sekolah tentang uang. Saya dulu belajar hitung dagang di sekolah tapi itu pelajaran yang paling kita tidak suka. Jadi lingkungan pendidikan kita juga seperti itu.</p>
<p>Setelah kita tarbiyah pun, hal-hal seperti ini juga belum diajarkan. Mungkin karena satu hikmah ataupun yang lainnya yang tidak kita ketahui. Tetapi kalau kita membaca literatur yang ditulis oieh Imam Hasan AI-Banna, sebenarnya perhatian ke arah ekonomi itu justru malah besar dari awalnya. Bahkan munculnya gagasan ekonomi Islam itu adalah anjuran dari beliau.</p>
<p>Salah satunya rintisan dari beliau untuk mulai memperbaiki kehidupan ekonomi ummat Islam. Oleh karena itu saya menganjurkan kepada ikhwah di kaderisasi untuk segera membuat materi tatsqif tentang uang, karena kita periu.</p>
<p>Ketiga, karena kita ini memiliki ciri-ciri orang miskin dalam kepribadian. Ciri orang miskin: pertama, orang miskin itu tidak pernah bermimpi jadi orang kaya. Kalau kita baca buku the millionaire mind (pemikiran milioner), di dalam buku tersebut disebutkan fakta bahwa di kalangan orang-orang miskin itu berkembang ide-ide yang membuat mereka itu miskin. Salah satunya karena memang mereka tidak punya mimpi jadi orang kaya.</p>
<p>Waktu sekolah saya pernah ikut kursus keterampilan membuat sepatu jadi saya bisa membuat sepatu. Karena kita mindsetnya disiapkan untuk menjadi buruh, kalau tidak bisa menjadi guru bahasa Arab akhirnya menjadi tukang sepatu. Kita lihat rintisannya. Jadi kita tidak pernah punya mimpi untuk menjadi kaya.</p>
<p>Contohnya, kalau kita lihat orang pakai mobil Mercy, tidak pernah terpikir oleh kita kalau kita juga ingin punya mobii Mercy. Yang terpikir oleh kita adalah tega-teganya orang ini pakai Mercy.</p>
<p>Pertama kali Ketua Majelis Syuro membangun rumah, banyak sekali ikhwah yang protes. Saya bilang kenapa kalian protes. Dia tidak pinjam uang antum. Saya datang ke rumahnya, Masya Allah rumahnya bagus. Ya Allah, berikanlah saya model rumah yang seperti ini. Kalau kita melihat mobil bagus, rumah bagus, hinggap sebentar di mobil itu, sapu baik-baik lalu berdoalah.</p>
<p>Ketika tinggal di rumah mertua, saya bisa tinggal di tempat yang luasnya beberapa ribu meter. Cuma saya bilang, saya tidak ingin didominasi oleh mertua. Jadi, setelah menikah saya bilang saya mau keluar dari rumah ini.</p>
<p>Kata mertua saya, &#8220;Kamu mau tinggal di mana?&#8221; Itu urusan saya, satu tahun saya sudah tinggal di sini. Saya keluar. Lalu saya kontrak rumah. Rumah saya itu mirip kandang ayam, triplek-triplek saja. Ada 3 petak rumah, kalau kita bersin di sini, akan terdengar oleh semua tetangga.</p>
<p>Lantainya sebagian itu berupa tanah dan saya pun tidak punya kasur. Saya punya kasur ketika anak ke-3 saya lahir. Istri saya kalau sudah hari Sabtu atau Minggu mengajak pulang. Saya tahu dia ingin balik ke sana. Tapi kita belajar menata hidup kita sendiri, tidak tergantung dari orang.</p>
<p>Setiap hari, saya lewat di depan sebuah rumah besar halamannya luas. Kalau saya lewat rumah itu saya berjalan pelan-pelan sambil menunggu bis dari Al-Manar. Saya melewati rumah itu yang terletak di pojok halaman yang luas dan ada banyak pohon-pohonan. Saya usap-usap itu temboknya.</p>
<p>Alhamdulillah rumah itu menjadi rumah saya. Apabila saudara antum punya mobil, antum jangan marah padanya. Jangan tanya uangnya dari mana. Jangan tanya seperti itu. Antum pegang mobilnya, usap-usap mobilnya.</p>
<p>Sekarang kalau saya mau ke DPP tiap hari lewat Menteng, lewati rumah yang bagus-bagus, di situ juga ada masjid yang besar yang bernama Sunda Kelapa. Saya suka berdoa juga di situ. Ya Allah, saya ingin tinggal di samping masjid ini, tapi bagaimana caranya atur ya Allah. Syurga saja kita pinta, apalagi hanya rumah.</p>
<p>Suatu waktu saya pernah naik private jet punya Abdul Rizal Bakrie. Waktu itu, jauh sebelum era partai karena saya suka ceramah di rumahnya. Kita pergi naik private jetnya. Enak juga naik private jet. Saya berdo’a juga di situ. Saya juga ingin yang seperti ini karena enak. Syurga saja kita pinta apalagi seperti ini.</p>
<p>Kemarin, seorang ustad ditanya oleh kader. Kadernya protes, &#8220;Ustadz Hilmi anggota dewannya sudah mulai pada borju semuanya&#8221;. Di jawab oleh Ustadz Hilmi, mereka tidak borju cuma menyesuaikan penampilan dengan lingkungan pergaulannya. Jadi kalau ikhwah pada kaya-kaya nanti kita juga bahagia.</p>
<p>Saya paling senang kalau ada ikhwah yang punya private jet, perlu di dorong itu. Jadi kita tidak pelu belanja tiket lagi kalau ingin ke Riau. Tidak terikat dengan jadwal penerbangan regular. Dan saya tanya harga private jet itu, setidak-tidaknya kita sudah tahu harga private jet itu.</p>
<p>Sewaktu-waktu saya naik mobil Land Cruiser punya teman saya, mobil saya Kijang, saya bilang mobilmu lebih enak dari mobil saya. Dia bilang kenapa. Saya bilang saya pikir mobil saya itu paling enak di muka bumi, ternyata mobil bapak lebih enak. &#8220;Memang mobil kamu apa?&#8221; Saya bilang Kijang. Dia bilang, &#8220;Oh itu mobil masa lalu saya.&#8221;</p>
<p>Ikhwah sekalian. Karakter orang miskin itu harus kita hilangkan. Itu sebabnya kita miskin. Karena tidak punya mimpi menjadi orang kaya.</p>
<p>Kedua, kita ini umumnya tidak ulet. Senang difasilitasi. Dan, ada karakter yang buruk di Melayu, pada umumnya senang diberi hadiah daripada memberi hadiah. Bahagia dan bangga kalau ditraktir makan daripada kalau mentraktir makan.</p>
<p>Kalau kita ingin menjelaskan orang Cina lebih kaya dibanding kita di negeri ini, karena dia lebih rajin bekerja. Saya pernah mengisi pelatihan di Telkom, saya suruh tulis mimpi-mimpi mereka semua. Saya kasih kertas besar, mereka menulis dan menggambar. Hampir semua mereka membuat gambar yang sama. Sebuah rumah di sampingnya ada sawah-sawah, di sampingnya ada masjid, kemudian ada pesawat terbang dan ada ka’bah.</p>
<p>Saya suruh menjelaskan. Dia bilang nanti saya berharap insya Allah sudah naik haji sebelum pensiun. Setelah pensiun nanti saya punya rumah di desa di sampingnya ada sawah-sawah, di sampingnya lagi ada masjid. Jadi dia ibadah kerjanya. Saya bilang bapak pensiun umur berapa. Dia bilang 55 tahun. Mau menghabiskan sisa umur di desa disamping masjid dan di samping sawah?.<br />
Kalau bapak diberi umur 80 tahun oleh Allah SWT, berapa sisa umur bapak. 25 tahun akan bapak habiskan di samping sawah.</p>
<p>Begitu cara kita berfikir, kita menghindari tantangan. Saya pernah ceramah di direktur keuangan BULOG. Dia mau pensiun dini, dia tinggalnya di Patra Kuningan dekat rumahnya Pak Habibie. Saya diminta mengisi ceramah di rumahnya tentang manajemen harta untuk para lansia. Yang hadir itu angkatan 63 UGM dari Fakultas Ekonomi semuanya.</p>
<p>Saya bilang bapak setelah pensiun nanti mau tinggal di mana. Dia bilang mau balik ke kampung halamannya di Solo. Saya tanya Solonya di mana. Dia bilang agak ke pinggir sedikit. Nah kita lihat, sudah pulang kampung ke Solo masih ke pinggir sedikit. Dia sudah punya rumah di sana. Di sampingnya ada sawah-sawah, ada masjid, persis seperti gambar orang Telkom itu.</p>
<p>Saya bilang kenapa tidak tinggal di Jakarta. Dia bilang siapa yang bisa tahan tinggal di Jakarta setelah pensiun. Biaya mahal, anak saya sedang pada kuliah semuanya saya tidak kuat nanggung.</p>
<p>Coba kita lihat waktu pendapatan kita berkurang, yang kita lakukan itu adalah mereduksi dan mengurangi kegiatan kita supaya kita menyesuaikan diri dengan pendapatan. Seharusnya ketika pendapatan kita berkurang, bukan kegiatan yang kita reduksi tapi yang kita lakukan adalah tetap memperbanyak kegiatan dan menambah pendapatan.</p>
<p>Jadi saya bayangkan, kalau bapak dikasih umur 80 tahun, bapak akan tinggal di kampung itu selama 25 tahun. Sekarang saya coba menghayal-menghayal, kira-kira jadwal hariannya seperti apa.</p>
<p>Jam 3 insya Allah dia akan bangun qiyamul lail. Sampai subuh dia sudah tidak tidur, karena orang kalau sudah di atas 40 tahun kebutuhan tidurnya sebetulnya cuma 2 jam, setelah subuh mungkin dia nanti wirid. Setelah itu pagi, mungkin aktivitas jalan pagi dan lainnya selesai jam 7.</p>
<p>Setelah itu dia mandi lalu sarapan dia baca koran. Katakanlah selesai jam 9 setelah itu dia sholat dhuha. Setelah itu tanda tanya karena tidak ada kegiatan yang dia lakukan. Lalu masuk zhuhur sebelumnya dia punya waktu 3 jam. Setelah itu dia makan siang setelah itu dia tidur siang, bangun ketika ashar. Ashar sampai maghrib yang dia lakukan duduk-duduk di teras minum kopi sambil memandang sawah.</p>
<p>Sebelum maghrib dia mandi. Setelah maghrib dia makan malam. Sampai isya&#8217; mungkin dia mengaji. Setelah sholat isya&#8217;, melihat televisi sebentar setelah itu dia tidur lagi.</p>
<p>Kita lihat tidak ada waktunya yang produktif. Orang ini 25 tahun menunggu kematian. Kematian itu tidak perlu ditunggu nanti dia akan datang sendiri kenapa kita tunggu-tunggu dia.</p>
<p>Kita lihat cara kita merencanakan hidup. Seharusnya di usia seperti itulah kita bekerja makin giat karena jadwal kita makin dekat. Kematian kita makin dekat bukan makin berserah. Begitulah pikiran yang ada pada orang-orang miskin dan karakter yang ada pada orang-orang miskin.</p>
<p>Orang-orang ini tidak ulet, menghindari tantangan, tidak ingin kerja keras. Karena itu rata-rata jadwal kerja orang miskin itu di bawah 8 jam. Sementara jadwal kerja orang kaya itu di atas 15 jam. Wajar kalau mereka jadi kaya karena jam kerja mereka juga banyak.</p>
<p>Keempat, 3 sebab yang pertama inilah yang menyebabkan mengapa kemiskinan struktural yang direncanakan oleh musuh Islam itu bisa berhasil karena memang kita bisa dimiskinkan. Ada pemahaman agama yang salah, ada pendidikan yang salah, ada karakter orang miskin, kemudian ada usaha sistematis untuk memiskinkan kita. Jadilah kita umat yang miskin.</p>
<p>Kita tinggal di atas semua sumber daya alam yang begitu kaya sementara kita hidup sebagai orang miskin. Tidak ada alasan bagi kita untuk hidup sebagai orang miskin. Kita lihat di seluruh dunia sekarang ini semua sumber daya alam yang terbaik itu ada di dunia Islam.</p>
<p>Minyak misalnya ada di dunia Islam, sekarang Cina, kita lihat disana ada 130-an juta orang Islam yang berbatasan dengannya. Di wilayah yang di kuasai oleh umat Islam itu terdapat riset minyak terbesar di Cina. Jadi semua sumber daya energi itu, ada di kalangan umat Islam.</p>
<p>Itu sebabnya salah seorang pemikir Jerman mengungkapkan alasan bahwa Islam itu menjadi musuh Barat, sebabnya karena pertama, umat Islam itu mempunyai aqidah dan aqidah ini tidak bisa dirusak oleh penjajahan model apapun juga.</p>
<p>Kedua, populasinya terus bertambah sedangkan orang Barat populasinya terus berkurang. Ketiga, karena mereka (kaum Muslim) memiliki semua sumber daya yang memungkinkan mereka mendirikan peradaban.</p>
<p>Kita diberi laut di Indonesia ini tapi tidak ada yang mengelolanya. Otak kita tidak dialihkan ke sana. Kita hidup di tengah kekayaan tetapi mati sebagai orang miskin. Ada usaha untuk memiskinkan kita.</p>
<p>Kenapa usaha itu berhasil? Karena ada faktor-faktor di dalam diri kita sendiri yang membuat itu berhasil dan inilah sebabnya mengapa perimbangan kekuatan dalam kehidupan kita sekarang ini menjadi tidak imbang. Karena kita bahkan tidak mau kaya.</p>
<p>Kita bayangkan orang seperti Bill Gate punya kekayaan lebih dari 500 Trilyun. Itu hampir sama dengan 1 tahun APBN Indonesia. Orang seperti George Soros itu bisa memiskinkan 200 juta penduduk Indonesia. Bagaimana itu bisa. Kalau kita baca George Soros itu, ‘infaqnya’ pekerjaan charitynya sudah lebih dari 5 milyar dollar.</p>
<p>Kalau masalah ini sedikit kita kembangkan menjadi semacam wawasan politik ekonomi yang lebih luas, maka kita perlu memahami bahwa ada tiga panggung terkait dengan ini. Panggung negara, panggung civil society, dan panggung pasar. Dari 3 panggung ini, pasarlah yang mempunyai mekanisme bekerja paling efektif apabila dibandingkan mekanisme negara maupun mekanisme civil society.</p>
<p>Itu sebabnya dari sekarang negara itu mengalami reduksi pada otoritas-otoritasnya disebabkan oleh tekanan pasar. Kini kita bisa dimiskinkan hanya dengan menekan tombol-tombol elektronik. Masukkan modal melalui komputer tarik lagi modalnya melalui komputer dan kita semua miskin.</p>
<p>PKS di masa yang akan datang tidak bisa mengendalikan kehidupan ini semuanya kalau hanya berkuasa di negara tetapi tidak menguasai pasar. Tidak mungkin.</p>
<p>Sekarang ini kita akan menemukan secara individu, banyak individu yang lebih kaya daripada negara. Oleh karena itu, gabungan dari beberapa individu justru dapat dengan mudah mengintervensi negara dan memiskinkan negara.</p>
<p>Kalau kita hanya masuk ke dewan, padahal dewan itu hanyalah bagian kecil dalam panggung negara, masih ada eksekutif masih ada yudikatif. Kita hanya punya sedikit di dewan itu, dan di dewan itu masih sedikit pula. Kita lihat daerah kekuasaan kita, dakwah ini ke depan hanya bisa menekan, menguasai, mengendalikan situasi kalau kita punya orang yang terdistribusi secara merata, memimpin negara, memimpin civil society, dan memimpin pasar. Baru kita akan digjaya sebagai sebuah gerakan dakwah.</p>
<p>Ketiga, bagaimana kita memulai membangun kehidupan finansial kita. Pertama, perbaiki ide kita tentang uang. Ide itu adalah wilayah kemungkinan, &#8220;space of possibility&#8221;. Semua yang menjadi mungkin dalam ide kita pasti akan menjadi mungkin dalam realita.</p>
<p>Ide itu adalah tempat penciptaan pertama sedangkan realitas itu adalah tempat penciptaan kedua. Jadi tidak ada realitas yang terjadi dalam kehidupan kita tanpa sebelumnya tercipta pertama kali dalam ide-ide kita.</p>
<p>Sebelum pesawat terbang itu diciptakan yang pertama kali dahulu adalah ada ide bagaimana manusia dapat terbang seperti burung. Jadi begitu sesuatu jadi mungkin dalam ide kita, ia bisa menjadi mungkin dalam kenyataan.</p>
<p>Sekarang perbaikilah ide-ide kita tentang uang. Belajarlah untuk mempunyai mimpi besar tentang uang. Belajarlah untuk membuat daftar rencana, insya Allah ketika saya meninggal nanti saya ingin mewariskan sekian banyak uang.</p>
<p>Buatlah step ide ini luas. Karena kalau space of possiblity kita ini luas, space of reality kita jadi luas. Kalau kita lihat mobil, belajarlah mempunyai selera yang bagus. Supaya ide-ide ini tumbuh dengan baik kita perlu dari sekarang membaca sebuah buku tentang uang.</p>
<p>Bacalah buku-buku tentang uang. Saya sangat menganjurkan beberapa buku di antaranya The Millionaire Mind. Ada dua buku yang ditulis oleh penulis yang sama karena ini adalah risetnya. Selanjutnya The Millionaire Dead. Ini adalah penelitian yang dilakukan terhadap cara berfikir orang-orang kaya yang ada di Amerika. Kemudian buku One Minute Millionaire (Bagaimana menjadi milliuner dalam 1 menit). Dan ini juga punya website, kita bisa masuk ke websitenya. Mereka punya psikotest kalau kita ingin mengetahui apakah kita punya talenta jadi orang kaya atau tidak. Alamat websitenya www.oneminutemillionaire.com.</p>
<p>Buku yang ketiga adalah semua buku Robert T Kiyosaki. Yang ke-4 ini, buku lama tapi termasuk buku-buku awal yang dibaca orang tentang uang yaitu buku yang ditulis oleh Napoleon Hill, Think and Grow Rich (Berfikir dan Menjadi Kaya). Buku terakhir ini adalah buku yang sangat lama karena diterbitkan pada tahun 80- an dan ditulis tahun 70-an, tapi menurut saya rasa masih sangat relevan untuk dibaca. Ini buku-buku dasar semuanya bagi pemula.</p>
<p>Dan saya rasa penting juga untuk mendapatkan landasan syar’i yang bagus tentang hal ini apabila kita baca juga buku yang ditulis oleh Syeikh Yusuf Qordlowi tentang nilai-nilai moral dalam ekonomi Islam.</p>
<p>Perbaiki dahulu ide kita tentang uang, perbaiki tsaqafah tentang uang dan mulailah mempunyai mimpi besar untuk menjadi orang kaya supaya kita-insya Allah-naik derajatnya dari amil zakat menjadi muzakki. Supaya kita datang kepada orang jangan lagi bawa proposal tapi lain kali orang datang bawa proposal. Itu yang benar.</p>
<p>Sering-seringlah datang ke tempat-tempat mewah. Jalan-jalan saja untuk memperbaiki selera.Saya punya 1 halaqah yang terdiri dan anak-anak LIPIA. Mereka datangnya dari kampung dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka ini membawa background: di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya.</p>
<p>Saya tanya, &#8220;kamu nanti setelah selesai dari LIPIA mau kemana?&#8221; Mereka bilang &#8220;insya Allah kita mau pulang ke kampung mengajar di Ma’had. Mengajar Bahasa Arab&#8221;</p>
<p>Suatu hari saya ajak mereka, hari ini tidak ada liqa’, tapi saya tunggu kalian di Hotel Mulia. Saya ada di suatu tempat dan mereka tidak melihat saya. Saya suruh mereka berdiri saja di lobby. Mereka datang pakai ransel karena mahasiswa datang pakai ransel. Diperiksa lama oleh security. Karena penampilannya sebagai orang miskin dicurigai membawa bom.</p>
<p>Saya lihat dari atas. Itu masalah strata. Kalau antum datang pakai jas dan dasi tidak ada yang periksa antum di situ. Karena yang datang pakai ransel tampang kumuh. Kemudian mereka bertanya di mana antum ustadz, saya bilang antum tunggu saja di situ.</p>
<p>Saya dekat dengan mereka tapi mereka tidak melihat, saya hanya memperhatikan apa yang mereka lakukan. Kira-kira 2 jam mereka saya suruh di situ, mondar-mandir di lobby. Minggu depan saya tanya apa yang antum lihat di sana. &#8220;Orang lalu-lalang,&#8221; jawab mereka.</p>
<p>Saya tanya, pertama, &#8220;apakah ada satu orang yang lalu-lalang yang antum lihat yang mukanya jelek?&#8221; Dia bilang tidak ada. Semuanya ganteng-ganteng semuanya cantik-cantik. Jadi ada korelasi antara wajah dan kekayaan.</p>
<p>Makin kaya seseorang makin baik wajahnya. Kedua, ada tidak yang memakai pakaian yang tidak rapi kecuali antum. Dia bilang tidak ada, semuanya rapi. Jadi dengan latihan seperti ini pikirannya sedikit mulai terbuka. Karena, ia membawa bibit dalam pikirannya untuk menjadi orang miskin. Sekarang, alhamdulillah, mereka bertiga sekarang ini sedang kuliah di UI ambil S2 Ekonomi Islam.</p>
<p>Ikhwah sekalian. Jadi, kita perbaiki insting kita. Pertama kali kita perbaiki tsaqafah kita. Jadi, hadirkan buku-buku itu ke dalam rumah dan mulai dari sekarang anak-anak kita juga mulai diajari tentang uang. Ikutilah kursus-kursus tentang enterpreneurship supaya kita dapat memperbaiki dulu citra kita tentang uang.</p>
<p>Kedua, menyiapkan diri untuk menjadi kaya. Orang-orang kaya yang bijak itu mempunyai nasehat yang bagus, mereka mengatakan &#8220;sebelum Anda menjadi kaya latihanlah terlebih dahulu menjadi kaya&#8221;.</p>
<p>Hiduplah dengan hidup gaya orang kaya. Orang kaya itu optimis. Bagi orang kaya, biasanya tidak ada yang susah. Bagi mereka semuanya mungkin, karena itu mereka selalu optimis. Jadi yang harus dihilangkan dari kita itu adalah pesimis.</p>
<p>Saya punya seorang teman sekarang menjadi kaya. Dia datang ke Jakarta hanya sebagai pelatih karate dan tidak ada duitnya, tapi supaya tidak ketahuan oleh istrinya bahwa dia tidak punya pekerjaan, setiap habis sholat subuh dia pergi lari olahraga, setelah itu dia memakai pakaian rapi lalu keluar rumah. Dia juga tidak tahu mau ke mana, yang penting ke luar rumah. Istrinya tidak tahu kalau dia tidak punya pekerjaan. Nanti, di jalan baru ditentukan siapa yang dia temui hari ini.</p>
<p>Langkah pertama perbaiki dahulu sirkulasi darah kita, olahraga dulu, supaya wajah segar makan yang banyak. Banyaklah makan yang enak, daging. Sering-sering makan yang enak. Menurut Utsman bin Affan makanan paling enak itu adalah kambing muda. Setiap hari mereka makan kambing muda.</p>
<p>Makan yang enak dan olah raga yang bagus supaya wajah kita berseri. Syeikh Muhammad Al-Ghozali dalam kitab Jaddid Hayataka mengatakan kenapa orang-orang Barat itu pipinya merah, karena sirkulasi darahnya bagus, gizinya bagus. Sedangkan kita orang-orang timur kalau ketemu itu auranya pesimis, tidak ada harapan.</p>
<p>Biasakanlah kalau orang ketemu kita ada harapan yang terlihat. Makanya kalau pilih warna baju, pilihlah yang cerah-cerah. Ibnu Taimiyah mengatakan ada hubungan antara madzhab dan batin kita, pakaian apa yang kita pakai itu mempengaruhi kondisi kejiwaan kita. Jangan pakai pakaian orang tua. Ada anak umur 25 tahun pakaiannya pakaian orang tua. Bagaimana nanti kalau umurnya 50 tahun, pakaiannya seperti apa.</p>
<p>Tampillah sebagai anak muda. Cukur rambut yang bagus, cukur kumis yang rapi janggut dirapikan. Rapi, supaya kita kelihatan ada optimisms. Belajarlah sedikit latihan menatap supaya sorotan mata kita kuat, perlu sedikit latihan menatap. Misalnya di pagi hari atau sore hari menjelang matahari terbenam, antum tatap matahari dan tidak berkedip matanya. Kalau bisa antum bertahan 1 menit itu bagus. Latihan saja sendiri. Di dalam kamar ambil lilin, matikan lampu, antum tatap itu lilin dan matanya tidak berkedip dan tidak berair. Nanti kaiau sudah terbiasa pandangan matanya kuat.</p>
<p>Jadi, kalau olahraga teratur, sirkulasi udara bagus, pikiran jadi segar, tsaqafah kita bertambah mulai memakai pakaian yang cerah-cerah. Makanya Rasulullah itu senangnya memakai baju putih. Jangan pakai yang gelap-gelap atau warna yang tidak menunjukan semangat hidup. Jangan juga berpenampilan seperti orang tua.</p>
<p>Sekadar untuk menunjukkan kita ini kelompok orang-orang shaleh kita pakai baju taqwa. Itu pakaian orang Cina. Pakailah baju yang segar agar dapat menunjukkan bahwa kita ada semangat.</p>
<p>Walaupun Anda sudah berumur pun tetap pakai pakaian yang muda, jangan berpenampilan tua. Artinya kita harus merendahkan diri sebab uban tanpa diundang dia akan datang. Tapi, tidak perlu menua-nuakan diri dengan sekadar tampil kelihatan dewasa, tua, bijak. Tampillah sebagai anak muda yang gesit dan optimis.</p>
<p>Ketiga, bergaullah dengan orang-orang kaya, perbanyak teman-teman antum dan kalangan tersebut. Ini tidak bertentangan dengan hadits yang mengatakan dalam bab rezeki lihatlah kepada yang dibawah dan jangan lihat kepada yang di atas. Antum tidak sedang tamak ke hartanya, tetapi antum sedang belajar kepada mereka.</p>
<p>Dahulu saya suka ceramah di kalangan orang-orang kaya. Waktu saya ceramah di rumahnya Abu Rizal Bakrie yang saat itu sedang berduit-duitnya, saya duduk dalam satu karpet. Ketika krismon pada waktu itu, sekretarisnya bilang pada waktu itu, &#8220;tahu tidak berapa harga karpet ini?&#8221;. Saya bilang tidak tahu, saya pikir sejadah biasa. Dia bilang karpet ini harganya 100 ribu dollar. Karpet kecil harganya 1,6 M.</p>
<p>Waktu saya selesai ceramah dikasih amplop, amplopnya tipis. Saya bilang sama sekretarisnya. Ini amplop kembalikan kepada dia. Bilang sama beliau saya cuma ingin berkawan dengan dia. Dia belajar agama sama saya, saya belajar dunia sama dia. Kalau saya terima ini, nanti saya dianggap ustadz dan dia tidak dengar kata-kata saya. Saya mau bersahabat dengan dia. Jangan kasih saya amplop lain kali. Supaya kita bergaul. Setiap kali saya datang ke kelompok yang pengusaha kaya itu saya selalu menolak. Saya tidak terima ini saya ingin bergaul dengan bapak, saya ingin jadi teman.</p>
<p>Alhamdulillah dari situ saya banyak teman dari kelompok orang-orang kaya. Dan kalau datang kita belajar, saya bertanya sama mereka kenapa begini, bagaimana caranya, bertanya kita belajar. Memang di jurusan saya, dia belajar dari saya. Kalau ada yang perlu didoakan panggil saya, bisa. Tapi kan saya tidak punya ilmu bikin duit sebelumnya, saya perlu belajar dari orang yang ahli. Jadi dalam bab itu saya murid, dalam bab saya dia murid.</p>
<p>Jangan karena kita sering ceramah terus semua orang kita anggap murid dalam segala aspek. Saya bergaul dengan orang-orang kaya dan saya belajar dengan mereka. Saya belajar bagaimana caranya bikin duit. Bagaimana caranya bikin perusahaan sama-sama dan saya tidak malu. Bergaul dengan mereka itu dari sekarang. Jangan tamak pada hartanya tetapi ambil ilmunya. Jangan minder bergaul dengan orang kaya seperti itu.</p>
<p>Awal lahirnya reformasi, setelah kalah dalam pemilu 1999, kita Poros Tengah kumpul di rumahnya Fuad Bawazir. Semua orang diam, ada Amin Rais, Yusril, semuanya diam karena main. Karenanya kita semuanya kalah, tadinya sombong semua. Pak Amin Rais mengatakan sebelum pemilu, &#8220;Nanti Golkar kita lipat-lipat, kita tekuk-tekuk, kita kuburkan di masa lalu.&#8221; Tidak tahunya Golkar masih di nomor 2. Partainya Pak Amin rendah perolehan suaranya. Suara umat Islam rendah. Jadi, berkumpulah orang-orang kalah ini selama 2 hari.</p>
<p>Waktu itu Pak Amin sedang dikejar-kejar terus oleh Dubes Amerika untuk membuat pernyataan bahwa pemenang pemilu legislatif yang paling layak jadi Presiden tapi Pak Amin menghindar. Jadi saya datang ke rumah Pak Fuad Bawazier, saya bilang Pak Fuad, saya ini bukang orang politik, saya ini ustadz. Yang saya pelajari dalam syariat kita ini kalau kita sedang kalah seperti ini jalan keluarnya adalah i’tikaf. Kita belajar banyak istighfar, tilawah dan seterusnya. Jauhi dulu wartawan, mungkin dosa-dosa kita banyak sehingga kita kalah.</p>
<p>Dia bilang bener juga ya. &#8220;Cuma kalau kita i’tikaf di Indonesia tetap saja diketahui wartawan. Kalau begitu kita umrah, Antum ikut ya dari PKS umrah&#8221;. 4 orang dari PAN, dari PKS sekitar 3 orang. 4 orang ini naik bisnis first class, sedang kita dikasih ekonomi. Yang beli tiket dia soalnya.</p>
<p>Mau diprotes bagaimana. Kita cuma dihargai begini. Terima apa adanya dahulu. Tapi waktu itu kita dengan lugu datang menghadap Pak Fuad. Saya bilang Pak Fuad berapa harga tiket First Class. Dia bilang pokoknya 2 kali lipat dari harga ekonomi. Jadi kalau tiket ekonomi pada waktu itu 1000 dollar harga first class itu sekitar 2000 dollar. Kenapa kita tidak sama-sama di kelas ekonomi saja dan selisihnya kita infaqkan untuk orang miskin. Ini kan masyarakat kita lagi susah. Dia ketawa dia bilang &#8220;ya akhi, nanti ini ana infaq lagi. Insya Allah untuk orang faqir, tapi ana tolong dong di first class. Tidak mungkin ana turun di kelas bawah.&#8221;</p>
<p>Kita tidak tahu apa nilai yang berkembang pada orang kaya. Kenyamanan itu adalah nilai pada mereka. Mereka menghemat energi, tenaga. Dan, angka besar pada kita itu angka kecil bagi mereka. Uang 1 milyar 2 milyar itu uang jajan.</p>
<p>Kalau kita, belum tentu punya tabungan sampai mati sejumlah itu. Itu masalah cita rasa. Cita rasa pada orang kaya itu berbeda. Ini yang kita pelajari, yang dianggap besar oleh mereka itu adalah ini.</p>
<p>Dengan begitu kita menjiplak sedikit emosinya. Karena dalam pergaulan itu, kalau kita bergaul dengan seseorang itu, kalau bukan api dia parfum. Kalau dia parfum dia menyebarkan wangi, kalau dia api menyebarkan panas. Orang jahat itu api. Kalau antum dekat-dekat akan menyebarkan panas. Orang baik itu parfum. Kalau antum dekat-dekat, setidak-tidaknya bau badan kita tertutupi oleh parfum tersebut. Jadi, ikut-ikut karena kita ingin perbaiki selera.</p>
<p>Jadi, antum kalau punya waktu-waktu kosong jalang-jalanlah ke mall. Lihat-lihat orang kaya, tidak usah belanja, liha-lihat saja dulu, memperbaiki selera. Datang ke showroom mobil, datang ke pameran mobil. Lihat-lihat, pegang-pegang. Rajinlah berdo’a.</p>
<p>Bergaullah dengan orang kaya. Selain itu, rajinlah berinfaq walaupun kita miskin. Gunanya apa? Supaya antum tetap mengganggap uang itu kecil dan supaya tidak ada angka besar dalam fikiran kita. Misalnya kita punya tabungan 10 juta, infaqkan. Supaya antum meneguhkan, mesti ada yang lebih besar dari ini. Jadi angka itu terus bertambah di kepala kita, walaupun dalam kenyataannya belum. Tetapi dengan berinfaq seperti itu, kita memperbaiki cita rasa kita tentang angka.</p>
<p>Bukan sekadar dapat pahala tetapi efek tarbawinya bagi kita akan bertambah terus. Kita belum pernah merasakan bagaimana menginfaqkan mobil sekali waktu kita berusaha untuk menginfaqkan mobil. Begitu antum punya uang sedikit, terus berinfaq. Terus seperti itu kita latih sambil menjaga jarak. Kita membuat sirkulasi jadi bagus.</p>
<p>Kelima adalah mulailah melakukan bisnis real. Terjun ke dalam bisnis secara langsung. Karena Rasulullah SAW mengatakan 9 per 10 rezeki itu ada dalam perdagangan. Saya juga ingin menasehati ikhwah-ikhwah yang sudah jadi anggota DPR dan DPRD, jangan mengandalkan mata pencaharian dari gaji DPR dan DPRD. Itu bahaya. Sebab belum tentu kader-kader di Riau ini nanti masih menginginkan Pak Khairul untuk periode selanjutnya.</p>
<p>Belum tentu juga jama’ah menunjuk kita lagi sebagai anggota dewan padahal gaya hidup sudah berubah. Anak-anak kita kalau kenalan dengan orang, bapak saya anggota dewan padahal itu hanya sirkulasi. Jadi setiap kali kita mendapatkan pendapatan dari gaji karena pekerjaan seperti ini, kita-harus hati-hati itu bahaya.</p>
<p>Jadi pendapatan paling bagus itu tetap dari bisnis. Oleh karena itu, mulai sekarang itu belajarlah terjun ke dunia bisnis. Jatuh bangun waktu bisnis tidak ada masalah, terus saja belajar. Tidak ada juga orang langsung jadi kaya. Yang antum perlu terus berbisnis. Begitu juga dengan para ustadz, teruslah bisnis. Begitu juga dengan seluruh pengurus DPW-DPD dan seterusnya. Teruslah berbisnis. Lakukan bisnis sendiri.</p>
<p>Sesibuk-sibuknya kita, kita perlu mempunyai bisnis sendiri sekecil-kecilnya. Tidak boleh tidak. Itulah sumber rezeki yang sebenarnya. Kalau antum mau kaya sumbernya adalah dagang. Rezeki itu datangnya dari 20 pintu, 19 pintu datangnya dari pedagang dan hanya 1 pintu untuk yang bekerja dengan keterampilan tangannya, yaitu para professional. Misalnya akuntan itu kan professional, pekerja pintar, tapi kalau sumber rezekinya satu makanya uangnya terbatas. DPR juga begitu sumbernya satu, yakni gaji bulanan, itu hanya 5 tahun. Itu pun kalau tidak di PAW sebelumnya.</p>
<p>Jadi kalau saya ketemu dengan ikhwah dari dewan, hari-hati jangan sampai mengandalkan mata pencaharian dari situ. Selain itu potongan dari DPP, DPW, DPD juga besar. Untuk ma’isyah sendiri kita harus cari di sumber lain.</p>
<p>Waktu kita terjun ke bisnis, kita pasti gagal. Gagal pertama, gagal kedua, gagal ketiga, gagal keempat tapi teruslah jangan pernah putus asa. Saya punya partner bisnis. Dia mulai bisnis umur 16 tahun, semua jenis pekerjaan sudah dia lakukan. Pada suatu waktu dia mempunyai 38 perusahaan tapi dari 38 perusahaan ini hanya 6 yang menghasilkan uang.</p>
<p>Kita lihat berapa ruginya. Jadi seringkali kita salah pandang terhadap orang kaya. Kita pikir tangannya tangan dingin semua yang disentuh jadi uang. Ternyata tidak juga. Jadi hal-hal seperti itu harus kita hadapi secara wajar jangan shock kalau rugi.</p>
<p>Jangan berfikir dengan berdagang antum akan cepat jadi kaya. Yang menentukan antum cepat berhasil dalam dagang itu adalah secepat apa antum belajar. Cara belajar itu ada dua: baca buku atau sekolah atau bergaul dengan orang-orang sukses. Nanti, kalau sudah baca buku sudah bergaul dengan orang sukses, masih gagal juga. Teruslah berdagang. Teruslah bergaul. Teruslah seperti itu karena setiap orang tidak tahu kapan saatnya dia ketemu dengan momentum lompatannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ust-anis-matta-bicara-soal-uang.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia 2020</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/indonesia-2020.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/indonesia-2020.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 01:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/indonesia-2020.htm</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia 2020

Ada apa dengan Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Mengapa kita harus membicarakan suatu waktu dengan jeda 13 tahun yang tentu saja kita tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kenapa di saat-saat sulit seperti sekarang, naluri keindonesiaan kita perlu dibangkitkan (lagi) dengan penaksiran dan perkiraan masa depan.
Ada suatu pelajaran menarik dari sirah nabawiyah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Indonesia 2020</p>
<p align="center"><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/09/id-2dflag.gif" alt="Id-flag" border="0" /></p>
<p>Ada apa dengan Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Mengapa kita harus membicarakan suatu waktu dengan jeda 13 tahun yang tentu saja kita tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kenapa di saat-saat sulit seperti sekarang, naluri keindonesiaan kita perlu dibangkitkan (lagi) dengan penaksiran dan perkiraan masa depan.</p>
<p>Ada suatu pelajaran menarik dari sirah nabawiyah (sejarah kenabian), yakni kisah perang Khandaq (Parit) pada 629 M. Di tengah suasana kelaparan yang menghebat, sampai-sampai kaum Muslimin saat itu harus mengganjal perutnya dengan satu batu dan Rasul saw juga mengganjal perutnya dengan dua batu (at Tirmidzi, Misykatul Mashabih, II: 448), mereka menggali parit di utara kota Madinah.</p>
<p><span id="more-260"></span>Parit merupakan solusi atas imbalansi kuantitas pasukan Muslim dengan pasukan musuh. Menurut Ensiklopedi Wikipedia, Muhammad memimpin hanya 1600-an orang. Di pihak musuh, aliansi kabilah-kabilah Arab mencapai sepuluh ribu orang (Syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury, Sirah Nabawiyah,  1998: 429). Jumlah yang lebih dari cukup untuk meratakan Madinah.</p>
<p>Ketika menggali parit di suatu bidang tanah tertentu, kaum Muslimin bertemu dengan satu batu cadas yang tidak seorangpun bisa memecahkannya. Dalam kondisi sangat lapar karena tiga hari tidak makan (Shahihul Bukhari, II: 588), malah terantuk dengan batu cadas atos, Anda bisa membayangkan bagaimana kondisi saat itu.</p>
<p>Mereka lapor kepada Nabi saw. Lalu, Nabi saw turun tangan sendiri memecahkan batu atos itu. Dalam Sunan an-Nasa&#8217;i II L 56, disebutkan ada cahaya yang keluar pada tiap pukulan Nabi saw di batu itu. Setelah pukulan pertama, ada cahaya keluar, lalu Nabi saw berkata, &#8220;Allahu Akbar. Aku diberi kunci pembuka Syam. Demi Allah, aku melihat istananya yang merah saat ini.&#8221;</p>
<p>Sehabis cahaya keluar pada pukulan kedua, Nabi saw berkata, &#8220;Allahu Akbar. Aku diberi Parsi. Demi Allah, sekarang ini aku benar-benar melihat istana putihnya.&#8221; Yang ketiga, Nabi saw berkata, &#8220;Allahu Akbar. Aku diberi kunci pembuka Yaman. Demi Allah, aku benar-benar melihat pintu-pintu Shan&#8217;a(Yaman) dari tempatku ini.&#8221;</p>
<p>Di tengah himpitan rasa lapar dan ancaman serbuan musuh, nubuwah (kabar dari langit) melalui Nabi saw itu menjadi air sejuk yang membasahi keringnya kerongkongan, membangkitkan diri dari semangat, merevitalisasikan pikiran dari kegundahan akal. Dan memang nubuwah itu terbukti. Akhir kekhalifahan Umar bin Khattab pada 644 M sudah meliputi tiga wilayah tersebut.</p>
<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/09/islamic-20state-20632-2d644.gif" alt="Islamic State 632-644" align="texttop" border="0" /></p>
<p>Ada satu nubuwah lagi, yakni tentang penaklukan kota Konstantinopel. Dalam suatu majelis, tiba-tiba Rasul saw ditanya, &#8220;Yang manakah di antara dua kota yang akan ditaklukan terlebih dahulu, Konstaninopel atau Roma?&#8221; Rasul saw menjawab, &#8220;Kota Heracklius (Konstantinopel) akan ditaklukkan terlebih dahulu.&#8221;.</p>
<p>Saya dan Anda bisa membayangkan bagaimana kaum Muslimin menanyakan sesuatu hal yang hal itu jaraknya lebih dari 2000 km jauhnya dari kediaman mereka. Sementara, mereka sendiri pun belum mengalahkan musuh terdekatnya, Kaum Qurais. Dan memang, pertanyaan itu terbukti: Sultan Mahmud II (Fatih al Murad) yang membawahi tentara Turki Utsmani berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei 1453.</p>
<p><strong>Visi Adalah Mimpi</strong></p>
<p>Satu hikmah yang saya tangkap dari dua nubuwah di atas adalah visi itu melompat. Visi melewati jeda waktu, melintasi sekat jarak dan masa, menembusi satu generasi bahkan lebih, dan terkadang tidak bisa dinikmati oleh penggagasnya. Meski begitu, visi tidak putus karena ia menjadi mimpi masa depan bagi orang-orang yang mengagumi dan mengikuti penggagasnya. Benar apa yang dikatakan Victor Hugo, &#8220;Tidak ada hal berharga daripada sebuah mimpi menciptakan masa depan.&#8221;</p>
<p>Atau seperti halnya mimpi Martin Luther King tentang persamaan derajat kulit hitam dengan putih. Kalimat &#8220;Saya mempunyai mimpi&#8221; yang diucapkan 8 kali dalam sebuah pidato paling fenomenal &#8220;I have a dream&#8221; di depan 200-an ribu massa kulit hitam di Lincoln Memorial Washington DC pada 28 Agustus 1963 menjadi visi bersama kaum kulit hitam hingga kini.</p>
<p>Kini, 44 tahun setelah aksi itu, seorang kulit hitam bernama Barack Obama maju mencalonkan diri menjadi Presiden AS ke-44. &#8220;Bila kau bisa membayangkan, kau bisa mencapainya. Bila kau bisa mengimpikannya, kau bisa menjadi itu,&#8221; kata William Arthur Ward.</p>
<p><strong>Analis Futuristik</strong></p>
<p>Jika visi ibarat suatu sisi koin, sisi lainnya adalah kecermatan menganalisis. Kemampuan menginventarisasi dan menilai ketersediaan materi serta membuat perbandingan adalah determinasi analis masa depan. Hasil dari analisis itulah yang mempertebal keyakinan dan rasa percaya diri ketika menggenggam suatu visi.</p>
<p>Sayangnya, kita, bangsa Indonesia, tidak cukup cermat menganalisis. Malah, justru orang asing yang bisa memandang kita dengan lebih detil. Memang, memandang diri sendiri jauh lebih sulit dibandingkan memandang orang lain. Kita sering kali bisa mencermati orang lain tetapi lebih sering tidak bisa mencermati kedalaman pribadi kita. Benarlah, suatu kalimat, &#8220;Jika kamu ingin tahu keadaan seseorang, tanyalah kepada teman-temannya dan musuh-musuhnya.&#8221;</p>
<p>Ada suatu analisis futuristik yang dikeluarkan pada Desember 2004 lalu oleh National Intelligence Council (NIC). NIC adalah lembaga pemikir strategis jangka menengah-panjang dalam Komunitas Intelijen (IC/Intelligence Community) Amerika Serikat. IC merupakan gabungan 16 kesatuan intelijen AS seperti CIA dan sub unit Departemen Pertahanan, Energi, Luar Negeri, Kehakiman (DEA dan FBI), Keamanan Dalam Negeri, dan Keuangan.</p>
<p>Meski NIC dipenuhi oleh orang-orang senior IC, institusi ini sering meminta pendapat dari para akademisi, lembaga kajian swasta, dan pelaku bisnis.</p>
<p>Dua laporan terpenting yang dikeluarkan oleh NIC adalah National Intelligence Estimate (NIE) dan Global Briefing (Global Trends). Global Briefing yang memuat penilaian NIC tentang konstelasi kekuatan-kekuatan global dan geostrategisnya dikeluarkan tiap lima tahun. Tiga edisi sudah dihasilkan: Global Trends 2010, Global Trends 2015, dan Mapping the Global Future 2020.</p>
<p>Dalam Global Trends 2010 dan 2015, nama Indonesia disebut secara samar-samar sebagai pesaing. Namun dalam Mapping the Global Future 2020, NIC jelas-jelas menyebut Indonesia bersama China, India, dan Brasil akan menjadi arriviste power (kekuatan mendatang). Tentu saja, keempatnya menjadi penantang hegemoni AS.</p>
<p>Lalu apa yang membuat Indonesia sebagai salah satu kekuatan menentukan di masa depan. NIC tidak memberikan alasan detil. Ketika di halaman 9 ada pernyataan bahwa ekonomi Indonesia dapat mendekati ekonomi negara-negara Eropa pada 2020, pernyataan itu berhenti di situ saja.</p>
<p>Meski begitu, ada satu hasil kajian lain yang bisa digunakan untuk melengkapi laporan NIC itu. Hasil workshop dua hari yang diselenggarakan bipartisan Rand Corporation dan Strategic Assessment Group (SAG, salah satu unit CIA) dirangkum oleh Gregory F. Treverton dan Seth G. Jones dalam judul Measuring National Power (2005).</p>
<p>Dalam kajian itu, SAG merumuskan empat kapabilitas utama yang menunjang kekuatan nasional: pendapatan nasional bruto (GDP/Gross Domestic Product), jumlah penduduk, anggaran pertahanan, dan inovasi teknologi. Dalam estimasi SAG, dengan empat hal inilah, AS memegang 20 persen kekuatan global. Uni Eropa dan China sama-sama mempunyai 14 persen. India dapat 9 persen. Masing-masing Brasil, Korea Selatan, dan Russia menguasai 2 persen.</p>
<p>Peneliti dari Rand memberi rumusan sedikit berbeda. Kekuatan nasional ditopang oleh tiga hal. Pertama, sumber daya alam. Kedua, performa nasional. Terakhir, kapabilitas militer.</p>
<p>Jika menggabungkan keduanya, kita bisa mendapati beberapa hal. Pertama, kekuatan gratis (taken for granted). Artinya, Tuhan sudah menyediakannya. Apa itu. Dua hal: penduduk dan sumber daya alam. Kedua, kekuatan yang diupayakan. (Saya tidak menyukai istilah eksploitasi dan kapitalisasi). Kekuatan kedua merupakan derivasi dari keberhasilan menangani kekuatan pertama.</p>
<p>Menurut CIA Worldfact Book 2007, penduduk Indonesia mencapai 245.452.739 per Juli 2006 dengan timgkat pertumbuhan rata-rata 1,41 persen. Terbesar keempat dunia setelah China, India, dan AS.</p>
<p>Jumlah penduduk menjadi kekuatan nasional sangat penting bagi eksistensi suatu bangsa mengingat banyak negara maju mengalami krisis kependudukan. Rata-rata pertumbuhan populasi orang Rusia minus 0,37 persen. Demikian juga Jerman yang minus 0,02 persen. Ukraina minus 0,6 persen. Angkatan tua (usia 65 tahun lebih) Jepang lebih banyak 6 persen dibandingkan angkatan mudanya (usia 0-14 tahun). Beberapa negara yang memiliki angka kematian lebih besar daripada angka kelahiran adalah Austria, Italia, Jerman, Russia, Swedia, dan Ukraina.</p>
<p>Yang menyesakkan dada adalah angka pengangguran sebesar 12,5 persen. Itu sama dengan 30,68 juta orang lontang-lantung tanpa gawe. Dan angka kemiskinan mencapai 17,8 persen (43,69 juta orang).</p>
<p>Sumber daya alam utama Indonesia yang bisa diestimasikan CIA adalah minyak dan gas bumi. Estimasi cadangan minyak bumi kita sebanyak 4,85 juta barel (peringkat 23 dunia). Ternyata kita tidak banyak memiliki minyak bumi. Karena itu, konon kita mengimpor minyak 345.700 barel per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Perhitungannya begini, kita memproduksi minyak 1,061 juta barel per hari. Namun, bersama dengan itu, kita mengkonsumsi 1,084 juta barel.<br />
(Makanya, kita harus berhemat BBM. Jika tidak urgen dan mendesak, jangan memaksa diri bepergian dengan kendaraan bermotor. Atau bila menempuh jarak pendek, gunakan sepeda kayuh. Selain hemat BBM, bersepeda ontel lebih sehat bagi tubuh dan juga peduli lingkungan).</p>
<p>Yang menggembirakan, cadangan gas alam kita lumayan besar, 2,557 milyar kubik meter (cu m). Dengan cadangan gas alam sebesar itu, Indonesia berada di peringkat 12 besar dunia. Di tahun 2005, Indonesia memproduksi 83,4 juta cu m. Untuk konsumsi, Indonesia hanya (bisa) memghabiskan seperempatnya saja, yaitu, 22,5 juta cu m. Sisanya diekspor.</p>
<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/09/perbandingan-20di-20kawasan-20asia-20tenggara-20plus-small1.jpg" alt="Perbandingan di Kawasan Asia Tenggara Plus" border="0" /></p>
<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/09/perbandingan-20indonesia-small.jpg" alt="Perbandingan Indonesia" border="0" /></p>
<p>Ada pelajaran penting berkaitan dengan gas alam meski terjadi di luar negeri. Rusia memiliki cadangan gas alam terbesar di dunia, sekitar 47,57 milyar cu m. Otomatis, Rusia menjadi negara pengekspor gas alam terbesar juga. Berkah gas alam membuat Rusia bisa melunasi hutang-hutangnya  pada 2006 kemarin. Meski belum sampai 20 tahun-jika menghitungnya dari kehancuran Uni Sovyet 1989, Rusia telah menjadi negara kaya baru. Kiblat negara pencari hutang sekarang tidak hanya terpusat IMF, Bank Dunia, Jepang, Uni Eropa, atau AS. Rusia-beserta Cina-menjadi rujukan negara penghutang.</p>
<p>Pada tanggal 1 Januari 2006, Rusia memberi hadiah ulang tahun kepada Eropa dengan memutus pengiriman gas alam ke Eropa melalui Ukraina karena tidak ada kesepakatan tentang harga baru gas alam. Jerman, Itali, dan Perancis kelabakan. Mesin-mesin industri mereka berhenti.</p>
<p>Di tahun 2005, harga gas alam Rusia dihargai 49,81 dolar per seribu cu m. Setelah perjanjian 4<br />
Januari 2006, harga itu menjadi 95,03 dolar per seribu cu m. Jika Jerman, Itali dan Perancis mengimpor gas alam Rusia masing-masing sebesar 31,43, 22, dan 13,3 juta cu m per tahun (US Energy Information Administration, Rusia: Country Analysis Briefs, January 2006), Anda bisa bayangkan berapa keuntungan Rusia.</p>
<p>(Saran saya: pertama, di masa depan, lebih baik Indonesia memperbesar pemanfaatan cadangan gas alamnya. Kedua, Indonesia seharusnya mencoba bekerjasama dengan Gazprom-Pertaminanya Rusia atau CNPC-Pertaminanya Cina daripada dengan Caltex, Halliburton atau Exxon Mobil. Masih ingat kasus Natuna dan Blok Cepu. Salah satu hal mengapa Cina sangat berpengaruh di Afrika sekarang adalah karena Cina tidak pelit berbagi teknologi.)</p>
<p>Pemimpin (mampu dan mau) adalah keharusan</p>
<p>Jika Anis Matta memilih pahlawan untuk keluar dari krisis, saya lebih menyukai pemimpin. Meskipun begitu saya setuju dengan beliau dalam hal konversi: mereka mengubah tantangan menjadi peluang, kelemahan menjadi kekuatan, kecemasan menjadi harapan ketakutan menjadi keberanian, dan krisis menjadi berkah (Anis Matta, Mencari Pahlawan Indonesia, 2004: 227).</p>
<p>Pemimpi yang bagaimana. Seorang teman menyatakan kepada saya, &#8220;Pemimpin yang mampu dan mau.&#8221; Ya, hanya ia (sang pemimpin) yang mampu dan mau saja yang bisa membawa bangsa ini menuju kejayaannya. Banyak orang mampu tapi tidak mau menjadi menjadi pemimpin. Ia lebih memilih takdirnya sebagai orang biasa. Bagi orang-orang semacam itu, menjadi orang biasa adalah zona aman tanpa gangguan amanah, beban, dan tanggungan. Singkatnya, ia hidup untuk dirinya sendiri. Kalau toh jangkauannya diperluas, ia hanya hidup untuk diri dan keluarganya sendiri.</p>
<p>Nabi saw memberi peringatan: &#8220;Bukan umatku, mereka yang tidak memikirkan urusan kaum Muslimin.&#8221; Sayyid Qutb menambahkan, &#8220;Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, ia akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Sementara, orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar.&#8221;</p>
<p>Orang yang menjadi pemimpin karena kemauan tanpa kemampuan hanya akan dijadikan boneka oleh para pembantu dekatnya. Ia diam dan termangu menghadapi aneka masalah meski tangannya menggenggam hukum dan kekuasaan. Dalam epik Mahabarata, bukan raja Destarasta yang berkuasa di kerajaan Destarasta melainkan Sengkuni dan Durna. Apakah di republik ini ada pemimpin (atau presiden) yang mau tapi tidak mampu. Anda jawab sendiri.</p>
<p>Timbul pertanyaan, kemampuan apa yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Qur&#8217;an Surat Yusuf ayat 108 memberi keterangan kemampuan-kemampuan sebagai syarat seorang pemimpin. Pertama, kemampuan ideologi yang berbasis pada Allah oriented (illallah). Dari sini,  muncul perasaan responsibilitas atas segala apa yang akan, sedang, dan telah dilakukan. Kedua, kemampuan komunikasi (qul). Surat Ar Rahman 2-3 memberi penjelasan: kemampuan bahasa Qur&#8217;an (&#8217;allamal Qur&#8217;an), kemampuan bahasa manusia (kholaqol insan), serta kemampuan menjelaskan dan memahamkan (&#8217;allamatul bayan).</p>
<p>Ketiga, kemampuan kerja (haadzihi sabiili). Seorang pemimpin harus mengetahui visi, misi, program, target, capaian, dan sebagainya. Keempat, kemampuan dalil/argumen (&#8217;ala basyirothin). Pemimpin mampu menjelaskan alasan-alasan kenapa, mengapa, dan bagaimana ia melakukan sesuatu.</p>
<p>Kelima, kemampuan implementasi (Ana wa manittaba&#8217;ani). Pemimpin harus bisa memberdayakan anak buahnya. Keenam, kemampuan pemeliharaan moral (subhanallahi). Kebersihan moral bukan hanya milik pemimpin saja. Pemimpi harus bisa membersihkan moral anak buahnya. Ketujuh, kemampuan menjadi model (wama ana minal musyrikin). Keteladanan adalah jaminan bagaimana suatu bangsa menghormati dan menghargai pemimpinnya. Bahkan juga mengikutinya.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya, bagaimana seorang pemimpin dimunculkan. John Maxwel mengklasifikasikan pemimpin-pemimpin dunia dalam tiga hal. Pertama, pemimpin yang dilahirkan. Mereka mempunyai bakat pemimpin sejak lahir. Jumlahnya tidak banyak, cukup 5 persen. Kedua, pemimpin yang muncul karena keadaan bahaya, darurat, genting. Misalnya saat bencana alam, huru-hara, dan lain-lainnya. Jumlah mereka lumayan, 15 persen.</p>
<p>Terakhir, bagian yang terbesar, 80 persen adalah mereka yang ada karena proses rekayasa. Para pemimpin yang lahir dari rahim pengkaderan dini, hasil kawah penggodokan awal.</p>
<p>Dan bagi saya, tempat paling efektif untuk melahirkan pemimpin adalah partai politik (parpol). Pada hakikatnya parpol adalah negara kecil dan negara adalah parpol besar. Bahasa lainnya, parpol adalah miniatur negara.</p>
<p>Coba Anda cermati. Parpol yang baik parpol yang memiliki beberapa departemen selayaknya sebuah negara dan departemen-departemen itu berfungsi baik. Ada departemen sosial, olahraga, pembinaan pemuda, kaderisasi, hukum, keamanan, dan sebagainya. Artinya, suatu parpol yang baik tidak hanya menitikberatkan kegiatan politik saja. Aktivitasnya berjalan harian, bukan tahunan. Ada atau tidak ada pemilu, sama saja: tetap aktif.</p>
<p>Ketika saya membaca beberapa biografi beberapa pemimpin dunia, saya merasakan proses rekayasa itu. Felipe Calderon memulai aktivitas politik dalam gerakan muda Partai Aksi Nasional (PAN/Partido Acción Nacional) pada usia 20 tahun. Kini, ia sudah resmi menjadi Presiden Meksiko setelah melalui pertarungan sengit dengan Lopez Obrador.</p>
<p>Pada usia 19 tahun, mantan Kanselir Jerman (1998-2005), Gerhard Schroeder, mengawali debut politiknya dengan menjadi anggota Pemuda Sosialis (Young Socialists). Delapan tahun kemudian, ia menjadi kepala Pemuda Sosialis distrik Hannover. Pemuda Sosialis merupakan organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan salah satu partai politik besar Jerman, SPD (Social Democratic Party).</p>
<p>Stephen Harper (PM Kanada ke-22 sekarnag) sudah menjadi aktivis politik sejak SMA dengan menjadi anggota Young Liberals Club. Pada usia 18 tahun, Josip Broz Tito (pendiri Yugoslavia), menjadi anggota Partai Sosial Demokratik Kroasia-Slovenia. Dari negara tetangga, John Howard dengan umur 18 tahun menjadi anggota Partai Liberal di tahun 1957.</p>
<p>Presiden Spanyol sekarang, José Luis Rodríguez Zapatero, mengawali kegiatan politiknya pada 15 Agustus 1976. Di kala itu, Zapatero yang masih sangat muda (16 tahun) ikut dalam pertemuan Partai Pekerja Sosialis (PSOE) di Gijon. Tak heran, 28 tahun setelah pertemuan itu, Zapatero akhirnya bisa menduduki jabatan tertinggi di Spanyol.</p>
<p>Gerry Adams menjadi aktivis Sinn Féin, sayap politik Tentara Pembebasan Irlandia (IRA), ketika usia 16 tahun. Kegiatan politiknya dilakukan bersamaan dengan pekerjaannya sebagai pelayan minuman di sebuah bar.</p>
<p>Alija Izetbegovic, presiden Bosnia pertama (1996-2000), masih berusia 14 tahun ketika ia menjadi anggota Mladi Muslimani (Pemuda Muslim). Di waktu itu, Nazi sedang menginvansi wilayah Yugoslavia, termasuk Bosnia.</p>
<p>Dari Palestina, Yassir Arafat (saat usia 29 tahun), Abu Jihad (23 tahun), Saleh Khalaf (24 tahun), dan Mahmoud Abbas (24 tahun) mendirikan Fatah pada 1958. Fatah adalah motor gerakan perlawanan Palestina yang tertua sekaligus terbesar. Beberapa tahun sebelum itu, Arafat dan Khalaf juga menjadi pimpinan Persatuan Mahasiswa Palestina di Mesir. Kini, Mahmoud Abbas menjadi presiden Palestina.</p>
<p>Presiden Irak Jalal Talabani menjadi aktivis Partai Demokratik Kurdi (KDP) pada usia 14 tahun. Talabani sudah menjadi anggota komite sentral pada usia 18 tahun dan kepala politbiro pada usia 27 tahun. Masoud Barzani, seorang pemimpin pejuang Kurdi, menjadi aktivis KDP pada umur 16 tahun.</p>
<p>Dari Israel, Ben Gurion (PM Israel pertama), sudah menjadi aktivis pemuda Israel, Ezra, pada usia 15 tahun. Pada umur 18 tahun, ia bergabung dengan Poalei Zion (Pekerja Zionis). Golda Meir (PM Israel 1969-1974) sudah menjadi anggota Poalei Zion ketika masih di North High School Denver. Meir bergabung dengan Organisasi Pekerja Yahudi di usia 17 tahun. Ketika menjadi mahasiswa University of Wisconsin-Milwaukee, Meir adalah anggota aktif gerakan pemuda Habonim. Retorika Meir dilatih dalam public speaking oragnisasi-organisasi Yahudi. Meir menikah di usia 19 tahun. Setelah tiba di Palestina pada umur 22, Meir bergabung dengan Kibbutz (Komunal Pemukiman) dan Histadrut (serikat pekerja). Kibbutz dan Histadrut inilah yang menjadi cikal bakal Israel hingga sekarang.</p>
<p>Sewaktu umur 17 tahun, Menachem Begin (PM Israel 1977-1983) telah aktif di Betar Polandia. Betar (Brith Joseph Trumpeldor) adalah sayap pemuda semi militer gerakan Revisionis Zionis yang digagas oleh Vladimir &#8220;Ze&#8217;ev&#8221; Jabotinsky. Begin manjadi kepala Betar Cekoslovakia pada usia 23 tahun. Dua tahun kemudian, Begin memimpin Betar Polandia dan membawahi sekitar seratus ribu pemuda Yahudi.</p>
<p>Sewaktu muda (14 tahun), Moshe Dayan (anggota Knesset, Menteri Pertanian 1954-1964, Menteri Pertahanan 1967-1973, Menlu 1977-1980) bergabung dengan Haganah, sebuah organisasi paramiliter yang hampir semua anggotanya adalah pemuda Yahudi. Demikian juga Ariel Sharon (PM 2001-2006) pada usia yang sama. Pada umur 20, Shimon Peres sudah melakoni aktivitas sebagai ketua gerakan muda Pekerja Zionis. Peres aktif di Haganah pada usia 24 tahun.</p>
<p>Preisden Argentina saat ini, Néstor Carlos Kirchner, sudah menjadi aktivis dengan bergabung dalam Young Peronist (gerakan kiri radikal anti-rezim militer) tatkala usia di bawah 20 tahun. PM Turki Recep Tayyip Erdogan memulai langkah politiknya di saat usia 16 tahun. Ketika itu, ia menjadi anggota Partai Islam Penyelamat Nasional (Milli Selâmet Partisi) di bawah pimpinan Necmettin Erbakan.</p>
<p>Dari China, Deng Xiaoping sudah merantau (sekolah)ke Perancis pada usia 16 tahun. Deng menjadi anggota Pemuda Partai Komunis China (CPC) di Eropa saat masih 18 tahun. Dua tahun kemudian, Deng menjadi anggota penuh CPC dan turut memimpin Cabang Umum Liga Pemuda di Eropa.</p>
<p>Jacob Zuma menjadi akvtis Kongres Nasional Afrika (ANC) pada usia 17 tahun. Pada usia 21 tahun, ia ditangkap dengan tuduhan makar. Sebagai akibatnya, Zuma mendekam di penjara selama 10 tahun lamanya. Kini, ia merintis jalan menuju kursi presiden 2009.</p>
<p>Seorang tokoh Syiah Irak, Mohammad Baqir al Hakim (bersama Mohammad Baqir Al Sadr), mendirikan partai politik modern pada usia 19 tahun. Parpol dengan nama Hizbut Da&#8217;wah al Islamiyyah (Partai Dawa Islam) inilah yang menjadi organ tertua dan utama perlawanan komunitas Syiah terhadap rezim Saddam Husein.</p>
<p>Ada ertanyaa lagi: apa kaitannya pemimpin dan parpol dengan 2020. Ada relasi sangat penting. Sebelum 2020, masih ada tiga pemilu lagi.</p>
<p>Pemilu adalah mekanisme konstitusional dalam memilih pemimpin. Bukan dengan cara lain, apakah itu kudeta atau pun revolusi. Meskipun mahal, biaya pemilu masih lebih murah dibandingkan kudeta maupun revolusi. Malcom X mengatakan, &#8220;Revolusi tidak berjalan denga damai.&#8221;</p>
<p>Sebenarnya, kesediaan saya dan Anda mengikuti pemilu adalah investasi lima tahunan bahkan lebih. Sehari kita salah memilih, efeknya berlangsung hingga pemilu berikutnya.</p>
<p>Bagaimana kalau salah memilih. Apakah Anda akan salah memilih. Satu dekade ini sudah cukup waktu mempertimbangan suatu pilihan. Tindakan apolitis hanya suatu pelarian tanpa penyelesaian.</p>
<p>Lalu, adakah parpol yang baik dan calon pemimpin yang bersih. Saya yakin ada. Sebagaimana saya menyakini masih ada pagi hari untuk menikmati hangatnya sinar matahari.</p>
<p>Lantas, apa hubungannya tahun 2020, pemimpin, parpol, dan pemilu dengan PKS? Anda jawab sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/indonesia-2020.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUTAABA’AH</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/mutaaba%e2%80%99ah.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/mutaaba%e2%80%99ah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 14:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/lain-lain/mutaaba%e2%80%99ah.htm</guid>
		<description><![CDATA[Kata mutaaba’ah berasal dari kata taaba’a. Kata ini memiliki beberapa arti. Di antaranya, tatabba’a (mengikuti) dan raaqaba’ (mengawasi). Dengan demikian, kata mutaaba’ah berarti pengikutan dan pengawasan. Yang dimaksud dengan mutaaba’ah sebenarnya adalah mengikuti dan mengawasi sebuah program agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kata mutaaba’ah sama dengan kata pengendalian di dalam fungsi manajemen.Berbeda dengan mutaaba’ah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata <em>mutaaba’ah</em> berasal dari kata <em>taaba’a</em>. Kata ini memiliki beberapa arti. Di antaranya, <em>tatabba’a</em> (mengikuti) dan <em>raaqaba’</em> (mengawasi). Dengan demikian, kata <em>mutaaba’ah</em> berarti pengikutan dan pengawasan. Yang dimaksud dengan <em>mutaaba’ah</em> sebenarnya adalah mengikuti dan mengawasi sebuah program agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kata <em>mutaaba’ah</em> sama dengan kata pengendalian di dalam fungsi manajemen.Berbeda dengan <em>mutaaba’ah</em>, <em>muhaasabah</em> tidak mengikuti dan mengawasi sebuah program agar berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kata <em>muhaasabah </em>berasal dari kata <em>haasaba</em>. Kata itu berarti, antara lain, <em>jaazaa wa ‘aaqaba</em> (mengganjar dan menghukum). Jadi, kata <em>muhaasabah</em> berarti pengganjaran dan penghukuman. Yang dimaksud dengan kata itu sebenarnya adalah mengganjar yang telah menjalankan sebuah program sesuai dengan yang telah direncanakan dan menghukum yang telah menjalankannya tidak sesuai dengan yang telah direncanakan. Kata itu tidak termasuk dalam fungsi manajemen. <span id="more-249"></span></p>
<p>Sebagian ikhwah menolak <em>mutaaba’ah</em> karena di dalam kepala mereka yang terbayang dari kata itu adalah orang melaporkan apa yang telah mereka lakukan dalam rangka menjalankan program-program yang direncanakan, yang biasanya berupa amal-amal <em>‘ibaadah</em>, seperti salat jamaah, salat <em>lail</em>, zikir pagi-petang, tilawah, saum sunah, kemudian mereka berpendapat bahwa itu adalah <em>riyaa</em>. Sebenarnya tidak demikian.</p>
<blockquote><p>Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em> bertanya, “Siapa di antara kalian yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar <em>radhiyallahu ‘anh</em> menjawab, “Saya.” Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em> bertanya, “Siapa di antara kalian yang hari ini melayat orang mati.” Abu Bakar <em>radhiyallahu ‘anh</em> menjawab, “Saya.” Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em> bertanya, “Siapa di antara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?”  Abu Bakar <em>radhiyallahu ‘anh</em> menjawab, “Saya.” Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?”  Abu Bakar <em>radhiyallahu ‘anh</em> menjawab, “Saya.” Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, “Tidak berkumpul hal-hal ini di dalam diri seseorang kecuali ia akan masuk surga.” Hadits di atas diriwayatkan oleh Muslim (1/421-422 dan 2/382) dan Al Bukhari di dalam Al Adabul Mufrad (hal 157) dari jalan Marwan, yaitu Al Fazari, dari Yazid, yaitu Ibnu Kaisan, dari Abu Hazim Al Asyja’I, dari Abu Hurairah. Al Albani di dalam�  As-Silisilatush Shahiihah (1/133) mengatakan bahwa hadist ini juga diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir di dalam Taarikh-nya (juz 9/288/I) dari jalan itu.</p></blockquote>
<p>Apakah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em> itu berarti Abu Bakar <em>radhiyallahu ‘anh</em> telah riyaa? Tentu tidak! Karena beliau hanya sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, dan tidak bermaksud <em>riyaa</em> dengannya.</p>
<p>Demikian pula, kita tidak riyaa hanya karena kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di dalam mutaaba’ah. Sebab, hal itu diadakan tidak dengan maksud agar kita riyaa melainkan agar dapat diketahui apakah kita telah dengan baik menjalankan program-program yang telah direncanakan. Bahwa kemudian di antara kita ada yang bermaksud <em>riyaa</em> dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan <em>mutaaba’ah</em>, itu bukanlah kesalahan <em>mutaba’ah</em>. Yang salah adalah ia yang bermaksud <em>riyaa</em>.</p>
<p>Memang, hadits itu bukan tentang <em>mutaba’ah</em> Rasulullah <em>shallaahu ‘alaihi wasallam</em> terhadap para sahabat beliau <em>radhiyallahu ‘anh</em>, tetapi tentang ajaran beliau bahwa hal-hal itu dapat membuat mereka masuk surga. Akan tetapi, di dalam hadits itu terdapat dalil bahwa sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang amal-amal <em>‘ibaadah</em> sebagaimana di dalam <em>mutaba’ah</em> tidak berarti <em>riyaa</em>.</p>
<p>Sebagaimana salah satu fungsi manajemen, <em>mutaba’ah</em> sebetulnya <em>waajib</em>. Ini karena tanpa <em>mutaba’ah</em> manajemen tidak sempurna. Padahal di dalam kaidah fikih dikatakan, “Apa yang tanpanya sesuatu yang waajib tidak sempurna adalah <em>waajib</em>.” Kesempurnaan fungsi-fungsi manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian. <em>Mutaaba’ah </em>adalah pengendalian.</p>
<p align="right">&nbsp;</p>
<p align="right">&nbsp;</p>
<p align="left">Oleh:<br />
<strong>Muhammad Subhan Suaidi, SS</strong><br />
<em>Ketua DPC PKS Gedangan</em><br />
Gedangan, 23 Agustus 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/mutaaba%e2%80%99ah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Imbalan Apa</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ini-imbalan-apa.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ini-imbalan-apa.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 07:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Kader]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/dpd-pk-sejahtera/ini-imbalan-apa.htm</guid>
		<description><![CDATA[Siyasah yang didasari pada syariah yang adil dan maslahat disebut siyasah syar&#8217;iyah, &#8216;adilah atau Islamiyah. Inilah siyasah PKS. Karenanya. persoalan al &#8216;adalah wal maslahah, awwalan waqobla kulli syai&#8217; merupakan sesuatu yang fitrah.
Al Imam Ibnu Qoyyim aI Jauziyah menyimpulkan syariah itu isinya keadilan dan kemaslahatan.  Ini pemahaman sebagai kerangka. Karenanya, as-siyasah adalah bid &#8216;umminasy-syari&#8217;ab. Fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siyasah yang didasari pada syariah yang adil dan maslahat disebut siyasah syar&#8217;iyah, &#8216;adilah atau Islamiyah. Inilah siyasah PKS. Karenanya. persoalan al &#8216;adalah wal maslahah, awwalan waqobla kulli syai&#8217; merupakan sesuatu yang fitrah.</p>
<p>Al Imam Ibnu Qoyyim aI Jauziyah menyimpulkan syariah itu isinya keadilan dan kemaslahatan.  Ini pemahaman sebagai kerangka. Karenanya, as-siyasah adalah bid &#8216;umminasy-syari&#8217;ab. Fungsi siyasah adalah tahqiq al maslahah wattafwiidh al mafsadah (berupaya mewujudkan kemaslahatan dan menghindarkan kemafsadatan dalam segala benluKdan maknanya).</p>
<p><span id="more-240"></span></p>
<p>Ibnul Ooyyim mengatakan, &#8220;Yamaa yakuunu aqrobu minashsholaah wa ‘asab ‘anil fasaad. Setiap pemikiran, ide, gagasan, kebjjakan, sikap, statemen dan tindakan yang memperhitungkan annaas aqroob minashsholaah (manusia lebih dekat pada kemaslahatan), kemudian wa illam yandzir fiihi wahyun, meski tidak ada qoola Allah, qoola Rasulullah saw, itulah as-siyasah.</p>
<p>Siyasah yang didasari pada syariah yang adil dan maslahat disebut siyasah syar&#8217;iyah, &#8216;adilah atau Islamiyah. Inilah siyasah PKS. Karenanya, persoalan al &#8216;adalah wal maslahah, awwalan waqobla kulli syai&#8217; merupakan sesuatu yang fitrah. Orang akan mencapai keadilan dan maslahat jika memikirkan dan mengekspresikan keadilan dalam kebersihan fitrah, meski ia tidak tahu ayat dan haditsnya. Inilah hasil induksi Ibnul Qoyyim.</p>
<p>Karenanya, komunikasi politik yang Islami adalah sesuatu yang komunikatif dengan semua pihak. Soal bahasa tentu tidak harus qoola Allah qoola Ra I tetapi substansinya sesuai kerangka ini. Karenanya, fungsi dari anggota DPR kita adalah syahadah &#8216;alannaas Ustadz Anis menyebutnya &#8216;<em>trendsetter’.</em> Tapi, untuk menggapai syuhada ‘alannas dan menghadirkan namuudzah siyasi islami perlu wa kadzaalika ja&#8217;alnaahum ummalan wasathiyah wasyathoo litakunu syahadaa &#8216;alannaas. Wasathiyah ini adalah keadilan itu sendiri.</p>
<p>Beberapa hal terkait wasathiyah. Pertama, adanya distribusi keadilan. Wa anfiqulladzii haqqin haqqoo, berikan pada setiap pihak yang jadi haknya. Yang utama untuk Rabbnya, keluarganya, tetangga, jamaah, ikhwah, konstituen dan ummat. Jangan sampai ada porsi yang tidak diberikan atau dlberikan secara tak adil</p>
<p>Kedua. keadilan komutatif. Wad&#8217;usysyai&#8217; fii mahallihi, neletakkan sesuatu pada tempatnya. Sebagai juru dakwah, boleh saja kita bekerja dan bermuamalah, tapi harus tahu diri, tahu posisi dan tahu fungsi. Wasathiyah juga berarti balance, moderate. Termasuk dalam hal tampilan.</p>
<p>Sebagian ikhwah menilai, setelah menjadi pejabat eksekutif atau legislatif, gaya hidup dan penampilan berubah. Di sini, annamatal al wasathi menjadi penting. Sehingga tak tampak glamour, tetap tawadhu, tapi tidak kumuh. Sebab, ada sebagian ikhwah, meski ada fasiltas yang bisa disyukuri, penampilan tetap &#8220;tawadhu&#8221; dengan kekumalannya. Imam Abu Hanafi misalnya, ia suka dandan, tidak mewah tentu tapi pantas. Imam Malik, orangnya perlente dan wangi. Imam Syafii selalu membawa sisir.</p>
<p>Ketiga. keadilan finansial dan mu&#8217;awadhah. Yakni, fil mu&#8217;awadhah.  Ini banyak memunculkan masalah. Mu&#8217;awadhah artinya tukar-menukar. Saya ingin memberikan kerangka saja. Ada yang disebut amniyar  al maudhu’i (standar objektif). Standar objektif yang adil adalah tidak mengambil atau menerima sesuatu tanpa ‘iwadh yang ma’qul biduunihii wadzinmatu (tanpa imbalan yang wajar).</p>
<p>Pertama, imbalan bisa berupa harga jika hubungannya jual-beli. Kedua, imbalan bisa berupa jasa atau prestasi yang wajar. Kita boleh menerima sesuatu karena telah memberikan prestasi atau jasa yang wajar. Ini yang disebut ijarah (fee) atau imbalan ihsan dan ibahah. Kita dibolehkan menerima dari pihak yang punya hak penuh untuk melakukan ihsan dan ibahah ini.</p>
<p>Jika ada yang datang, kita harus kritis. Ini imbalan apa? Apa kita sudah membayar harganya atau belum? Jika belum, apa kita sudah menunaikan prestasi atau jasa? Jika belum, kita harus selidiki, apakah yang datang itu orang yang punya otoritas (al kamil), punya hak untuk ibahah (memberi)? Jika secara syar&#8217;i, ia punya hak, insya Allah tak masalah. Tapi, jika secara syar&#8217;I, ia tak punya hak, harus ditanyakan atas dasar apa ia memberi? Ini pertanda kita obyektif.</p>
<p>Selanjutnya, tidak baleh menerima investasi atau kebaikan dari pihak lain kecuali kita membalasnya dengan setimpal atau lebih baik. Jika membalas setimpal itu adil, membalas lebih baik itu bersyukur. Dalam konteks ini. kita harus sadar bahwa keluarga, istri, saudara-saudara kita telah mengantarkan kita pada posisi saat ini. Betapa ikhwah. jama&#8217;ah dan konstituen telah mengantarkan kita pada posisi sekarang ini.</p>
<p>Jika kita membalasnya dengan bimitslihaa disebut adil atau bi ihsan minha disebut berterima kasih. Jika kita belum membalas setimpal disebut dzalim. Jika kita belum dapat berterima kasih, pastikan kita tidak melakukan kedzaliman. Fa inna dzulman dzulumaat yaumil qiyaamah (kedzaliman itu akan mengantarkan kita pada kegelapan di hari kiamat). Itu dari ukuran obyektif.</p>
<p>Secara subyektif. Allah SWT memberikan alat berupa fitrah dan nurani. Misalnya, definisi shadiri (dosa atau tidak). Yang namanya dosa, bisanya menimbulkan sesuatu yang tak enak, tidak betah, membuat hati tak nyaman dan tidak suka jika diketahui orang lain. Ini adalah mi&#8217;yar dzaati (subyektif).</p>
<p>Kesimpulannya, kita junud siyasah Islamiyyin. Intinya, kita harus berbuat adil pada semua pihak, selalu bersyukur pada Allah dan sesama manusia. Siapa yang tidak bisa bersyukur pada sesama akan gagal bersyukur pada Allah SWT. •</p>
<p>Oleh:<br />
<strong>Dr Surahman Hidayat, MA</strong><br />
<em>Ketua Dewan Syariah PKS. Tulisan di atas merupakan ringkasan taujih pada Raker F-PKS, 16-18 Februari 2007.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tulisan-kader/ini-imbalan-apa.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
