Dalam studi analisis politik anggaran disebutkan, pada prinsipnya anggaran (baca: APBD) adalah uang rakyatyang pengalokasiannya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Prinsip tersebut seharusnya menjadi komitmen politik bersama yang dimunculkan dalam proses pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sidoarjo 2011 ini.
(more…)
Belanja Pegawai Separo APBD
Bom Fosfor di Tengah Gaza
Quo Vadis Hukum Humaniter
Oleh: Suripto
Ketua Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP), Wakil Ketua Komisi III DPR, dan Caleg PKS untuk DPR RI dari Dapil I Surabaya-Sidoarjo dengan nomor urut 2
(Jawa Pos, 02/02/09)
Karena kalap atau tekadnya yang amat “barbar”, Israel menggempur Gaza (penduduk sipil di Khan Younis) dengan bom fosfor putih (white phosphorus). Itulah peristiwa yang terlihat pada 18 Januari lalu. Yang perlu kita soroti, bagaimana lembaga hukum internasional menyikapi (menindak) tegas kebiadaban Israel yang jelas-jelas melanggar hukum humaniter internasional?
Israel memang menyangkal penggunaan misil yang berhulu ledak fosfor tersebut. Tapi, aksi pemboman itu terekam dengan baik dan ditayangkan oleh televisi Iran: asap putih membubung dan langsung memecah di udara.
Tim medis yang bertugas di Al-Nasser Hospital di Khan Younis menyatakan bahwa para korban hangus terbakar hingga tulang dalam tempo sekitar satu jam. Fakta inilah yang menguatkan bahwa Israel memang menggunakan bom berkimia itu.
Bahkan, Erik Fosse (dokter sukarelawan dari Norwegia) menyatakan, selain bom fosfor, Israel memuntahkan bom DIME (dense inert metal explosive), bom berisi bubuk tungsten yang ledakannya -bagi yang terkena- seperti dihujani pecahan meriam dan sering menghancurkan urat daging manusia. Para insan medis menyebutnya luka misterius. Sebab, meski sekujur tubuh korban penuh luka, tak bisa ditemukan penyebabnya.
Kini, fakta penggunaan bom fosfor itu sulit dibantah. Karena itu, yang perlu ditindaklanjuti lebih tegas ialah menghukum pelanggaran amat serius tersebut. Dalam hal itu, PBB -seperti yang disampaikan juru bicaranya, Chris Gunners,- sedang mengumpulkan data pendukung itu untuk membuktikan kejahatan Israel terhadap penduduk Gaza (Palestina).
Kiranya, tidak sulit mencari data yang diperlukan tersebut. Pertama, sepertiga di antara para korban di tengah Gaza adalah perempuan dan anak-anak. Kedua, para korban pria, mayoritas sipil, bukan pejuang Hamas. Ketiga, serangan Israel itu mengenai bangunan-bangunan pelayanan publik (lembaga pendidikan, rumah sakit, bahkan kantor perwakilan PBB).
Hal ketiga itu menambah deret atau durasi penderitaan anak-bangsa Palestina, dari sisi kesehatan saat ini dan problem kualitas SDM yang tampaknya dirancang untuk pembodohan secara sistimatis.
Menurut Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol Tambahan I, beberapa sasaran agresi Israel tersebut benar-benar melanggar pasal 12, 19, 21 dan 39. Dalam agresi militer yang baru lalu, Israel sesungguhnya telah melakukan kejahatan genosida.
Hal tersebut disebabkan agresinya berupaya menghancurkan -secara keseluruhan atau sebagian- terhadap suatu kelompok, suku bangsa, etnik, ras, atau agama tertentu. Aksi penyerangannya dengan penggunaan bom fosfor, membuat tingkat kejahatan Israel kian berat. Mereka telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan sengaja mengabaikan masalah perlindungan HAM, di masa perang khususnya.
Dalam konteks itu, Konvensi Den Haag ke IV pada 1907 dapat dijadikan dasar hukum tentang perlindungan terhadap penduduk sipil. Semua pihak -termasuk Israel- harus tunduk prinsip hukum internasional.
Apa yang dilakukan Israel terhadap penduduk sipil di Gaza selama 22 hari lalu (sejak dimulai penyerangan sampai gencatan senjata sepihak) sudah memenuhi persyaratan yuridis yang -menurut Konvensi Den Haag 18 Oktober 1907- terkategori sebagai pihak yang telah melakukan kejahatan perang. Atau, -yang menurut Konvensi Jenewa pada 12 Agustus 1949 dan Protokol tambahan Jenewa 1977- disebut dengan istilah “grave breaches”. Sedangkan Konvensi Genosida menyebutnya “A crime under international law”.
Diseret ke MI?
Mungkinkah agresi biadab Israel dapat diseret ke Mahkamah Internasional (MI)? Sangat diragukan. Landasannya, masyarakat Yahudi yang bertebaran di berbagai belahan dunia dan banyak memegang kunci-kunci strategis tak akan rela menjebloskan pemimpin Israel dan atau para pelaku kejahatan perang itu ke sel-sel yang bakal mempermalukannya. Karena itu, mereka akan “menjegal” proses hukum humanter tersebut.
Sedangkan industri media yang dikuasai mereka di berbagai belahan dunia itu pun -secara sinergis- akan menggalang opini publik internasional tentang ketidaktepatan MI menyeret Israel. Mereka -dengan kekuatan finansialnya- juga akan menggalang jaringannya, yang terwadahi dalam NGO (LSM) atau lembaga-lembaga pendidikan untuk menolak upaya proses hukum humaniter tersebut.
Kendala itu memang akan menjadi masalah serius bagi MI untuk memproses perilaku kejahatan Israel yang baru lalu. Ketidakberdayaan pemprosesan itu akan jadi fenomena sekaligus fakta ketidakadilan yang nyata dalam kaitan pengadilan hukum humaniter internasional.
Sejarah mencatat bahwa Adolf Eigmann (perwira Nazi) berhasil diseret ke MI dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Begitu juga MI berhasil menyeret Westerling yang pernah membantai ribuan masyarakat Sulawesi pada 1950-an.
Beberapa tahun lalu, MI juga menyeret sekaligus menjatuhkan hukuman kepada beberapa aktor kejahatan perang di negeri bekas Yugoslavia (Milenko Trifunovic, Brano Dzinic, dan Radovan Karadzic yang masing-masing dikenai hukuman 42 tahun. Juga, Milos Stupar, Slobodan Melosyevik, dan Branislav yang masing-masing harus menjalani hukuman selama 40 tahun).
MI berhasil memproses hukum dengan pasti kepada Adolf Eigmann, Westerling, dan beberapa “pentolan” Serbia itu, tapi mengapa MI loyo dalam menghadapi para penjahat perang Israel?
Yang harus dicatat, ketegasan tindakan dan keadilan penerapan hukum bagi siapa pun yang melakukan kejatahan kemanusiaan dengan serius akan mampu mencegah secara sistematis potensi konflik. Tapi, dengan sikap MI yang “tebang pilih” itu, MI harus ikut bertanggung jawab terhadap potensi kembalinya terorisme.
Salahkah? Yang harus dijawab, mengapa tidak menyelesaikan potensi dasar konflik tersebut melalui instrumen hukum yang adil? Karena itu, MI pun dituntut untuk mengindahkan hukum tersebut sendiri tanpa sikap diskriminatif, sekalipun tersangkanya para manusia Yahudi-Zionis-Israel.
Kini, masyarakat internasional sedang menonton bagaimana MI konsisten dengan sikap hukumnya: quo vadis hukum humaniter internasional.
Menderek Suara PKS di Ranah Islam Tradisional
(14/08/08) DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim menargetkan mendapat 10% suara dari kawasan daerah pemilihan (Dapil) III Jatim. Padahal, kawasan tersebut dikenal basis kekuatan Islam Tradisional dan nasionalis sekuler.
(more…)
PKS adalah Masa Depan
Ustadz Anis Matta memulai dengan “Saya rasa antum tidak perlu taujih, visi misi sudah jelas, kita hanya tinggal menunggu takdir baik kita di 2009.” Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang kita “ikut” ciptakan. Antara kehendak kita yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah.Tahun 2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang. Banyak orang-orang di luar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwah di DPP bilang: “Hanya keajaiban yang buat kita bisa dapat 20%.” Saya bilang, “Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang harus kita lampaui akhi.”
(more…)
Tiada Kata Henti
Ikhwah… Bisa antum bayangkan bagaimana Rosulullah dan para sahabatnya mempersiapkan Perang Khandaq hanya dengan 6 hari. Perjuangan mereka bukan hanya tiada henti tapi betul-betul memaksimalkan dan totalitas yang tinggi. Dalam 6 hari juga, para sahabat menggali parit dengan lebar 6 meter dan dalam 3 meter untuk menghindari lompatan-lompatan kuda musuh. Antum bisa bayangkan…!!!Itu adalah kerja yang berat dalam mempertahankan dinullah.
(more…)
Agar Partai Islam Menjadi Besar
(Republika, 21/02/08) Pengamat politik Indonesia dari Australian National University (ANU), Greg Fealy, menyatakan pesimistis terhadap prospek partai Islam atau partai berbasis massa Islam dalam Pemilu 2009 yang akan datang. Pesimisme Greg Fealy ini menarik karena kontras dengan target yang telah dicanangkan aneka partai Islam.PKS, misalnya, menargetkan angka 20 persen semenjak tahun 2005 yang lalu. PPP mencanangkan 15 persen pada Juni 2007 lalu, sementara PAN mengincar 18, 2 persen pada April 2006. Yang paling fenomenal dari semua partai Islam adalah target PKB seperti dinyatakan Gus Dur. Gus Dur menargetkan perolehan suara PKB sebesar 61 persen.
(more…)
Sampai Kapanpun PKS Tetap Partai Dakwah
(www.pk-sejahtera.org, 11/02/08) Tifatul menyampaikan kembali misi yang diemban partainya yaitu sebagai partai dakwah yang selalu berusaha membenahi moral bangsa. “Misi itu adalah dakwah sampai kapanpun” tegas Tifatul.PK-Sejahtera Online: PKS menegaskan dirinya sebagai partai dakwah. Hal tersebut disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam orasi politik pada tablig akbar di lapangan Purna MTQ Pekanbaru Riau (08/02/08). (more…)
Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang
Ust. Anis Matta Bicara Soal Uang
BismillahirrahmaanirrahiimIkhwan dan Akhwat sekalian,
Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini.
Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini.
Sebenarnya saya punya rencana kunjungan ke sini pada bulan Januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini.
Ikhwah sekalian. Pagi ini kita bicara tentang uang. Sudah lama sekali saya mengusulkan bagian kurikulum di departemen kaderisasi untuk memasukkan pokok bahasan tentang uang.
(more…)
Indonesia 2020
Indonesia 2020

Ada apa dengan Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Mengapa kita harus membicarakan suatu waktu dengan jeda 13 tahun yang tentu saja kita tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kenapa di saat-saat sulit seperti sekarang, naluri keindonesiaan kita perlu dibangkitkan (lagi) dengan penaksiran dan perkiraan masa depan.
Ada suatu pelajaran menarik dari sirah nabawiyah (sejarah kenabian), yakni kisah perang Khandaq (Parit) pada 629 M. Di tengah suasana kelaparan yang menghebat, sampai-sampai kaum Muslimin saat itu harus mengganjal perutnya dengan satu batu dan Rasul saw juga mengganjal perutnya dengan dua batu (at Tirmidzi, Misykatul Mashabih, II: 448), mereka menggali parit di utara kota Madinah.
MUTAABA’AH
Kata mutaaba’ah berasal dari kata taaba’a. Kata ini memiliki beberapa arti. Di antaranya, tatabba’a (mengikuti) dan raaqaba’ (mengawasi). Dengan demikian, kata mutaaba’ah berarti pengikutan dan pengawasan. Yang dimaksud dengan mutaaba’ah sebenarnya adalah mengikuti dan mengawasi sebuah program agar berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kata mutaaba’ah sama dengan kata pengendalian di dalam fungsi manajemen.Berbeda dengan mutaaba’ah, muhaasabah tidak mengikuti dan mengawasi sebuah program agar berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kata muhaasabah berasal dari kata haasaba. Kata itu berarti, antara lain, jaazaa wa ‘aaqaba (mengganjar dan menghukum). Jadi, kata muhaasabah berarti pengganjaran dan penghukuman. Yang dimaksud dengan kata itu sebenarnya adalah mengganjar yang telah menjalankan sebuah program sesuai dengan yang telah direncanakan dan menghukum yang telah menjalankannya tidak sesuai dengan yang telah direncanakan. Kata itu tidak termasuk dalam fungsi manajemen. (more…)
Ini Imbalan Apa
Siyasah yang didasari pada syariah yang adil dan maslahat disebut siyasah syar’iyah, ‘adilah atau Islamiyah. Inilah siyasah PKS. Karenanya. persoalan al ‘adalah wal maslahah, awwalan waqobla kulli syai’ merupakan sesuatu yang fitrah.
Al Imam Ibnu Qoyyim aI Jauziyah menyimpulkan syariah itu isinya keadilan dan kemaslahatan. Ini pemahaman sebagai kerangka. Karenanya, as-siyasah adalah bid ‘umminasy-syari’ab. Fungsi siyasah adalah tahqiq al maslahah wattafwiidh al mafsadah (berupaya mewujudkan kemaslahatan dan menghindarkan kemafsadatan dalam segala benluKdan maknanya).
Lemahnya Tanggung Jawab Negara
Setahun Semburan Lumpur Lapindo, 29 Mei 2007
Lemahnya Tanggung Jawab Negara
Oleh Rofi’ Munawar
Sejarawan terkenal asal Jepang, Francis Fukuyama dalam bukunya berjudul “Memperkuat Negara” (2004) mengatakan, ancaman terbesar bagi umat manusia pada awal abad 21 adalah gejala-gejala politik di mana negara sebagai institusi terpenting dalam masyarakat gagal dalam menjalankan
perannya. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan masyarakat, baik sosial, ekonomi, politik, dan keamanan.
Petunjuk Arah
Usai sudah
Kini, menjadi petunjuk arah
Ikutan hati terejawantah
Dentang-dentang nama
Membuatmu berjaga-jaga
Menegasmu sebuah derana
Agar kau bisa yogia
Menahan beban wijayanya
Saat seribu yuda
(more…)
Langkah Awal Politisi Muda (1)
Langkah Awal Politisi Muda (1)
Oleh: Wawan Kurniawan*
Di pentas sejarah dunia, ada banyak politisi yang memulai perjalanan politiknya dalam usia dini. Mereka dengan usia mudanya menggabungkan dirinya dalam aktivitas-aktivitas organisasi dan partai politik.
Fidel Castro memulai perjuangannya dengan memasuki Persatuan Perlawanan Revolusioner (Union Insurreccional Revolucionaria/UIR) saat kuliah hukum di Universitas Havana. Di usia 21, Catro menjadi anggota Partai Rakyat Cuba (Partido del Pueblo Cubano). Dua tahun kemudian, Castro bersama Che Guevarra mendirikan Gerakan 21 Juli dengan tujuan menumbangkan rezim Batista.
Wajah Lain Hamas
(Sebuah tulisan lama yang mungkin berguna menambah wawasan. Maaf, bagi yang pernah menerima tulisan ini)
Oleh: Wawan Kurniawan
Kemenangan Hamas memang mengejutkan dunia. Sampai-sampai, harian The New York Times (27/01) menyebut kemenangan itu dengan “bulan sabit telah muncul”. Bulan sabit merupakan lambang Islam yang mendunia. Selain digunakan sebagai simbol Khilafah Islam terakhir, Ustmani, bulan sabit juga digunakan sebagai lambang organisasi kemanusian Bulan Sabit Merah. (more…)
Rencana Eretz Yisrael
(Sebuah tulisan lama yang mungkin berguna menambah wawasan. Maaf, bagi yang pernah menerima tulisan ini)
Oleh: Wawan Kurniawan*
“Dari Nil ke Eufrat” (Theodor Herzl, Complete Diaries, Vol.II, hal 771)
“Tanah yang Dijanjikan memanjang dari Sungai Nil ke Eufrat. Itu termasuk bagian Suriah dan Lebanon” (Testimoni Rabi Fischmann, anggota Jewish Agency for Palestine, di depan UN Special Committee of Enquiry pada 9 Juli 1947) (more…)
Mengirim Neokonservatif ke Irak
(Sebuah tulisan lama yang mungkin berguna menambah wawasan. Maaf, bagi yang pernah menerima tulisan ini)
Oleh Wawan Kurniawan *
In peace, sons bury their fathers. In war, fathers bury their sons. (Herodotus)
Kalimat “suasana di Irak menakutkan dan memburuk” mengawali laporan Kelompok Studi Irak (ISG/Iraq Study Group). Laporan setebal 160 halaman ini dikeluarkan pada 6 Desember kemarin setelah masa kerja 266 hari, terhitung sejak Kongres AS membentuk ISG pada 16 Maret lalu. (more…)
Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),