<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PK Sejahtera Sidoarjo &#187; Tausiyah Ketua DPD</title>
	<atom:link href="http://pks-sidoarjo.org/category/tausiyah-ketua-dpd/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pks-sidoarjo.org</link>
	<description>Bersih, Peduli, dan Profesional</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 00:22:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>DA’WAH PERJUANGAN KAMI</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/da%e2%80%99wah-perjuangan-kami.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/da%e2%80%99wah-perjuangan-kami.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 00:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah Ketua DPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/da%e2%80%99wah-perjuangan-kami.htm</guid>
		<description><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senantiasa menginginkan dirinya untuk selalu menjadi pioner dalam segala bentuk kebaikan. Tentunya hal ini diiringi dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah manhaj (pedoman) asasi dalam pemikiran, gerakan dan langkahnya. Oleh sebab itu nilai dan identitas islam tidak boleh lepas dari setiap program kegiatan serta kader dan pendukungnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Hai orang beriman ruku’, sujud dan sembahlah Rabbmu, dan sebarkanlah kebaikan agar kalian menjadi orang yang menang” </em>(Qs. Al Hajj [22]: 77)</p>
<p>Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senantiasa menginginkan dirinya untuk selalu menjadi pioner dalam segala bentuk kebaikan. Tentunya hal ini diiringi dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah manhaj (pedoman) asasi dalam pemikiran, gerakan dan langkahnya. Oleh sebab itu nilai dan identitas islam tidak boleh lepas dari setiap program kegiatan serta kader dan pendukungnya. Salah satu ajaran islam yang juga harus melekat di setiap individu serta masyarakat muslim adalah mengajak manusia untuk mengikuti Perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-Nya yang juga dikenal dengan istilah da’wah.<span id="more-158"></span></p>
<p>PKS Sidoarjo yang mempunyai visi menjadi partai dakwah yang kokoh untuk melayani dan memimpin masyarakat Sidoarjo. Berkenaan dengan pengambilan kata da’wah di dalam cita-cita besarnya, memang itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, salafus shaleh, serta seluruh pengikutnya dari seluruh generasi untuk selalu mengingat akan keutamaan dan keindahan perjuangan da’wah Islam.</p>
<p>Da’wah tidak boleh ditinggalkan dan dilupakan oleh individu muslim jika ingin mengharapkan <em>al-manzilah al ‘ulya</em> (kedudukan tinggi) di sisi Allah SWT. Da’wah ini merupakan jalan yang ditempuh oleh para rasul dan seluruh orang beriman. Adakah jalan yang lebih mulia dibanding jalan da’wah yang telah membawa kita mengenal dan mencintai Allah melalui agama ini?</p>
<p>“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjidil haram, kalian samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama disisi Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang dzalim. Orang orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda di diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang orang yang mendapatkan kemenangan” (Attaubah [9]: 19-20)</p>
<p>Da’wah menjadikan orang yang menyebarkan dan menerima dengan keikhlasan hati mendapatkan ridha dari Allah SWT. Da’wah ini pula menjadi alasan berkumpulnya manusia reformis yang ingin memperjuangkan kebenaran dan perubahan kondisi bangsa keluar dari keterpurukan moral, harga diri, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Reformasi 1998 telah membawa angin segar terhadap perubahan. Tetapi bila reformasi yang telah mengorbankan syahidnya pejuang kebenaran dan kemudian dikendalikan oleh manusia yang korup dan otoriter sungguh menjadi kesedihan bagi kita semua. Betapa banyak lembaga negara dan daerah masih dikuasai tangan-tangan yang tidak menginginkan kesejahteraan berada di tengah masyarakat. Bahkan kecenderungan untuk mewariskan kekuasaan Orde Baru menjadi virus mematikan yang masuk ke dalam orang orang baru yang bermunculan di era reformasi ini.</p>
<p>Dengan semakin kompleksnya masalah ini maka tidak ada kata lain untuk bersatu melawan penyakit yang menggerogoti bangsa dengan mengoptimalkan peran da’wah kita semua. Perjuangan melalui da’wah tidak hanya dalam bentuk di mimbar mimbar masjid, majelis taklim serta pengajian umum saja tetapi lebih kepada cara yang lebih massif dan professional untuk mengenalkan Islam sebagai solusi bagi semua.</p>
<p>Perjuangan da’wah dapat dilakukan dengan lisan, tulisan, dan perbuatan atau keteladanan. Maka ajaklah saudara-saudara kita untuk lebih mengenal Islam dengan segenap potensi yang kita punya. Tentunya, keteladanan dalam perbuatan lebih dipilih masyarakat ketimbang hanya ucapan belaka.</p>
<p>Mari seluruh kader PKS dan Bangsa sambutlah dan gelorakan da’wah Islam di setiap waktu, level, tempat kita berada agar keterpurukan bangsa ini tidak terseret lebih dahsyat lagi .</p>
<p>Dan akhirnya, kitalah yang akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT kelak. Apa yang akan kita jawab bila kita hanya berdiam diri dan berpangku tangan seperti layaknya penonton sepakbola bisa melihat dan mengkritik tetapi tidak bisa berbuat.</p>
<p>Wallahu’alam Bishowwab</p>
<p>Sidoarjo, Mei 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/da%e2%80%99wah-perjuangan-kami.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEBANGKITAN NASIONAL BAGIAN DARI KEBANGKITAN ISLAM</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kebangkitan-nasional-bagian-dari-kebangkitan-islam.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kebangkitan-nasional-bagian-dari-kebangkitan-islam.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2007 00:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah Ketua DPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kebangkitan-nasional-bagian-dari-kebangkitan-islam.htm</guid>
		<description><![CDATA[KEBANGKITAN NASIONAL 
BAGIAN DARI KEBANGKITAN ISLAM
Oleh: Aditya Nindyatman, ST

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan hidayah bagi semua sehingga kita mampu mengenal Al Islam sebagai jalan hidup. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada suri tauladan Muhammad Rasulullah SAW, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Seratus tahun lalu sekelompok pemuda yang dipimpin oleh dr Soetomo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt">KEBANGKITAN NASIONAL </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center"><strong><span style="font-size: 14pt">BAGIAN DARI KEBANGKITAN ISLAM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center" align="center">Oleh: Aditya Nindyatman, ST</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan hidayah bagi semua sehingga kita mampu mengenal Al Islam sebagai jalan hidup. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada suri tauladan Muhammad Rasulullah SAW, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Seratus tahun lalu sekelompok pemuda yang dipimpin oleh dr Soetomo sudah mencanangkan untuk terjadinya pencerahan bagi bangsa dan rakyat yang terjajah ini. Lahirnya kelompok pemuda Boedi Oetomo tahun 1908 itu diabadikan sebagai sebuah langkah awal dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan bangsa yang teritorialnya tidak lagi hanya berdasarkan suku dan daerah tetapi lebih luas kepada seluruh wilayah nusantara. Bangsa ini memperingati kelahiran organisasi Boedi Oetomo sebagai hari kebangkitan bangsa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in"><span id="more-159"></span>Semangat dalam perjuangan menuju bangsa merdeka dan mandiri sejatinya sudah terpatri dalam perjuangan para pahlawan Islam yang juga menjadi Pahlawan nasional bangsa ini. Pangeran Diponegoro, Imam bonjol, Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, dan masih banyak lagi pahlawan nasional kita yang menghadirkan nafas perjuangan melawan penjajah dari ajaran Al Qur’an dan As sunnah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Semua tentu masih ingat pelajaran sejarah yang diajarkan pada saat masih sekolah dahulu betapa perjuangan heroik itu ditanamkan dengan harapan agar tidak lupa akan sejarah dan perjalanan bangsanya. Tetapi, karena disampaikan seolah untuk menyelesaikan target pengajaran hanya tersampaikan kepada obyek pendidikan maka penghayatan serta perenungan semangat dan patriotisme pahlawan bangsa tak bisa dihadirkan dalam diri siswa pada saat itu. Praktis 12 tahun pendidikan dasar tidak mampu membawa semangat kepahlawan pada diri anak didik dan ini salah satu masalah tersendiri bagi sistem pendidikan di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Semangat akan perjuangan mengangkat derajat bangsa sesungguhnya sangat sejalan dengan idealisme ajaran islam. Dalam Al Qur’an dijelaskan fungsi manusia beriman menunjukkan manusia pada kebenaran, membimbing mereka ke jalan kebaikan, dan menerangi seluruh penjuru dunia dengan matahari Islam. Itulah makna firman Allah “rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan. Dan Berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya sampai selesai” dalam surat Al Hajj: 77-78.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Al Qur’an menunjuk kaum muslimin untuk bersama-sama bertanggung jawab atas kelalaian umat manusia, penanggung jawab akan semua kedzaliman yang melanda dunia dan bangsa ini. Kaum muslimin menjadi reformis manakala selalu berfikir dan bertindak sebagai golongan yang peduli terhadap kebangkitan bangsanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Oleh karena itu, tidak sepatutnya kaum muslimin di negeri ini bercerai-berai hanya memperjuangkan golongan yang diyakininya. Padahal jelas bahwa Allah SWT menyebutkan kepada seluruh kaum muslimin akan kewajibannya dalam tujuan hidupnya. Kalaulah ada kepentingan sesaat maka kesamaan tujuan akhir sesungguhnya menghindarkan dari perpecahan dan keterpurukan bangsa ini yang sekarang berada dalam kondisi yang tidak jelas arah dan kebijakannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Tentunya, Partai Keadilan Sejahtera<span> </span>adalah salah satu komponen bangsa yang berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam semangat kebangkitan nasional.<span> </span>Dengan kebijakan politik dan pengorbanan kadernya, sangatlah layak bagi seluruh komponen bangsa ini untuk bahu-membahu dan bekerja sama dengannya untuk mengangkat kembali derajat bangsa ini. Tak peduli siapa yang akan bekerja sama asalkan satu dalam tujuan untuk menguatkan posisi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan merdeka di mata dunia. Terbukti, PKS mampu bekerja sama dengan seluruh pihak dalam berbagai kesempatan untuk bersama sama menyelamatkan bangsa ini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in">Selamat hari Kebangkitan Nasional. Semoga semangat reformasi tidak akan pernah pudar ditelan zaman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: 0.5in">Aditya Nindyatman, ST, Ketua Umum DPD PKS Sidoarjo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kebangkitan-nasional-bagian-dari-kebangkitan-islam.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optimis: Cermin Pribadi Seorang Muslim</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/optimis-cermin-pribadi-seorang-muslim-2.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/optimis-cermin-pribadi-seorang-muslim-2.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 06:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah Ketua DPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-aditya/optimis-cermin-pribadi-seorang-muslim-2.htm</guid>
		<description><![CDATA[”Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang -orang yang beriman”. (Ali Imran :139)
Tahun 2006 baru saja berlalu. Bersamaan dengan hari raya Iedul Adha yang mengingatkan kepada kita tentang pengorbanan mulia Nabiyullah Ibrahim A.S. maka catatan peristiwa bencana, kesedihan, kegembiraan, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang -orang yang beriman”. (Ali Imran :139)</p>
<p><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/03/imagesaditya2.jpg" border="0" alt="Aditya2" align="right" />Tahun 2006 baru saja berlalu. Bersamaan dengan hari raya Iedul Adha yang mengingatkan kepada kita tentang pengorbanan mulia Nabiyullah Ibrahim A.S. maka catatan peristiwa bencana, kesedihan, kegembiraan, atau keberhasilan saling mengisi bergantian dalam perjalanan setahun lalu. Berbagai macam perasaan yang kita alami itu seharusnya mampu mengantarkan kita menuju kedewasaan bersikap dan berhubungan dengan sang Khalik serta makhluk yang diciptakan-Nya.</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<p>Allah SWT memang menghadirkan beragam peristiwa agar manusia mampu mengambil hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam setiap peristiwa agar tingkat keimanan seseorang semakin bertambah. Tentunya hal ini akan terwujud bila manusia mempunyai benih kepercayaan akan kemudahan, kekuatan dan pertolongan Allah SWT sebagai pengatur setiap peristiwa di alam ini.</p>
<p>Peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim AS. untuk melaksanakan perintah Allah SWT menyembelih putranya tercinta Ismail adalah potret sejati seorang mu’min yang mempunyai kekuatan tawakal dan kepercayaan yang amat tinggi terhadap keputusan dan kekuatan pencipta-Nya. Itulah harapan dari ajaran Islam agar manusia yang beriman selalu bisa menempatkan possitive thinking kepada Allah SWT di dalam diri dan optimis dalam melaksanakan perintah ajaran-Nya.</p>
<p>Kepercayaan akan hal ini dalam pandangan Islam dikenal sebagai rasa tawakal. Semakin kuat kepercayaan  ini, maka akan mempertebal sikap tawakal, dan akhirnya rasa optimis dalam diri semakin bertambah. Optimis memang berawal dari rasa tawakal kita. Rasa optimis haruslah mengalahkan pesimis yang bisa jadi menyelinap dalam hati. Untuk itulah jika ingin hidup sukses, kita harus bisa membangun rasa optimis dalam diri. Optimis yang dihasilkan dari rasa tawakal inilah yang menjadikan Rasulullah SAW beserta sahabat mampu memenangkan peperangan yang tercatat dalam sejarah dunia mulai dari perang Badar hingga peperangan di masa kekhalifan Islam sampai berabad-abad lamanya.</p>
<p>Optimis salah satu kunci dalam setiap kesuksesan dan kemenangan. Dalam berbagai medan peperangan pasukan muslim senantiasa kalah dalam hal kekuatan seperti jumlah tentara, fasilitas persenjataan, medis, dan sebagainya. Tetapi sejarah mencatat hampir di setiap peperangan selalu saja pasukan muslim meraih kemenangan. Jumlah pasukan yang sedikit sepertinya bukan menjadi penghalang bagi para mujahid dalam menaklukkan tentara tentara lawan. Sebut saja perang badar, uhud, Al Qodisiyah,  penaklukan konstantinopel, Jerusalem semua bukti sejarah akan kejayaan mujahid islam dengan kemampuan yang jauh lebih kecil mampu mengalahkan kekuatan perang yang luar biasa besar. Hal ini sangat menarik perhatian para pengamat strategi perang hingga saat kini.</p>
<p>Solusi permasalahan yang melanda bangsa ini tidak membutuhkan retorika belaka namun yang lebih penting adalah amal nyata. Dengan model kepemimpinan bangsa yang cenderung hanya sebagai pemanis bibir sangatlah sulit semangat optimis itu muncul di tengah kita.</p>
<p>Para kader PKS haruslah mampu merekonstruksi semangat optimis dan tawakal di era demokrasi sekarang ini. Melihat cara penyelesaian permasalahan bangsa yang tak kunjung selesai termasuk musibah lumpur lapindo sudah semestinya kader PKS lebih maju kedepan. Kegiatan sosial (POSKO Kesehatan, Posyandu, evakuasi warga) sudah menjadi kata pengantar bagi kader PKS untuk menyelesaikan masalah lumpur lapindo lebih lanjut ke arah yang lebih strategis lagi.</p>
<p>Dengan berbekal kekuatan iman dan tawakal kepada Allah SWT mari bersama kita saling menguatkan semangat optimisme di dalam mengisi tahun 2007 agar kita mampu berkontribusi lebih besar dalam  perubahan bangsa menuju negara baldatun thoyyibatun wa rabbun ghoffur.</p>
<p>Wallahu A’lam Bishowab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/optimis-cermin-pribadi-seorang-muslim-2.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjuangan Politik Bersih &amp; Peduli</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/perjuangan-politik-bersih-peduli.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/perjuangan-politik-bersih-peduli.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 06:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah Ketua DPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini berita yang muncul dari Depok mewarnai berita politik di pentas nasional. Hal ini tidak lepas dari berbagai kepentingan perorangan, kelompok, materialistis, ataupun dari idealisme tertentu. Kepintaran membuat argumentasi dan mengatur isu menyebabkan banyak orang tertipu. Seolah-olah semua yang terlibat salah atau yang memang benar menjadi salah.
Dalam kasus ini, Walikota Depok Dr. Nurmahmudi Ismail [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini berita yang muncul dari Depok mewarnai berita politik di pentas nasional. Hal ini tidak lepas dari berbagai kepentingan perorangan, kelompok, materialistis, ataupun dari idealisme tertentu. Kepintaran membuat argumentasi dan mengatur isu menyebabkan banyak orang tertipu. Seolah-olah semua yang terlibat salah atau yang memang benar menjadi salah.</p>
<p>Dalam kasus ini, Walikota Depok Dr. Nurmahmudi Ismail yang juga merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera menjadi common enemy (musuh bersama). Menempatkan beliau menjadi sasaran utama dengan target menurunkan posisinya dari kepala daerah kota Depok. Hal yang sangat wajar bila kita melihat sejarah dalam pemilihan kepala daerah yang telah berlangsung lebih dari 1 tahun lalu, perolehan 2 kandidat teratas tidak begitu jauh perbedaannya hanya sekitar 5 %. <span id="more-20"></span></p>
<p>Itu resiko yang sudah diprediksi banyak orang terhadap kondisi ini. Sehingga dengan pengalaman ini menjadikan semua yang bergabung dalam Partai Keadilan Sejahtera harus sudah sejak dini  memulai belajar banyak hal yang berkaitan pada  peningkatan kedewasaan dan pengetahuan serta sense of politic kita. Melibatkan diri dalam kancah politik ini tentu merupakan bagian dari ajaran Islam. Maka perlu ada pembekalan dan persiapan untuk menghadapinya, baik ilmu politik dilihat dari sudut pandang Islam ataupun politik yang sifatnya sudah lebih kepada yang praktis.  Sehingga tidak terjebak dalam sebuah opini yang akan mengikis kepercayaan kita pada partai, da&#8217;wah, dan saudara kita yang sedang berjuang di  arena politik tersebut.</p>
<p>Seiring lahirnya Partai Keadilan tahun 1998 dan bermetamorfosa di tahun 2003 menjadi PKS keinginan untuk menjadikan Politik bersih merupakan perjuangan tersendiri. Stigma masyarakat terhadap politik begitu negatif. Pandangan ini semakin diperjelas dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik khususnya partai politik itu pada sebuah survey beberapa waktu lalu. Politik itu kotor maka yang berada dalam arena politik itu pasti kotor setidaknya kecipratan kotornya demikian yang menjadi pemahaman masyarakat pada umumnya. Nah, PKS yang mempunyai motto Bersih dan Peduli merasa sangat perlu untuk merubah image ini dan yakin bahwa apa yang diperjuangkan bersama ini bisa dilakukan tanpa harus mengotori diri.</p>
<p>Barangkali kita harus memahami dulu politik bersih yang dimaksud disini seperti apa. PKS menjadikan dasar gerakannya adalah nilai Islam yang berasal dari Al Qur&#8217;an dan As Sunnah sebagai manhaj asasi. Oleh sebab itu politik bersih yang menjadi kebijakan PKS juga harus berangkat dari nilai-nilai Islam. Politik Islam modern, menurut Ibnul Qoyyim adalah “Semua aktifitas kepemimpinan yang mendekatkan manusia kepada kemashlahatan dan menjauhkan mereka dari kerusakan”.</p>
<p>Kita semua yakin yang dilakukan oleh Pak Nur adalah implementasi dari kesadaran untuk melaksanakan kebijakan politik bersihnya. Tentunya ini akan bersinggungan dengan kepentingan politik yang ada selama ini disana. Siapa yang akan percaya  tuduhan Nurmahudi Ismail melakukan pelanggaran konstitusi bila pernyataan itu disampaikan oleh seorang atau kelompok yang bermasalah atau terdakwa di dalam pelanggaran hukum pidana itu sendiri.</p>
<p>Politik memang sangat memungkinkan bagi pihak yang memainkan sesuai dengan keinginan hatinya. Sudah rahasia umum pembahasan RUU, PP, Perda, perlu ada ”kerjasama” antara eksekutif dan legislatif dengan mengandalkan negosiasi di luar ruang sidang berupa ”service memuaskan” kepada anggota legislatif.  Akibatnya produk  yang dihasilkan pun tidak memberi manfaat bagi masyarakat luas karena hasil keputusan yang diambil berdasarkan hanya kebutuhan materi anggota legislatifnya. Inilah penyakit kronis yang melanda bangsa Indonesia selama ini dan hal ini sangat bertolak belakang dengan semangat keislaman dan pancasila sebagai dasar negara. Inilah yang dilhat oleh masyarakat bahwa politik kotor itu memang bermuara pada syahwat pihak yang memegang kendali politik tersebut. Tak heran bila mereka cenderung berfikir negatif terhadap lembaga politik yang ada.</p>
<p>PKS dan seluruh kadernya mempunyai kesempatan untuk menghilangkan pandangan tentang hal ini. Sesuatu yang harus dilakukan adalah menyamakan keinginan masyarakat dengan perjuangan PKS yang memang pada dasarnya untuk memperjuangkan keinginan masyarakat itu sendiri. Inilah yang terjadi di kota Depok. Keinginan eksekutif untuk melayani masyarakat berbenturan dengan keharusan untuk melayani keinginan anggota legislatif (minus fraksi PKS) yang justru mereka adalah wakil rakyat itu sendiri. Benar-benar menyebalkan.</p>
<p>Selamat berjuang Pak Nur dan selamat juga untuk seluruh kader PKS yang sedang mendapat amanah dalam menjalankan tugasnya. Ya Muqallibal Qulub, Tsabits Qulubana ‘Ala Da’watika Fi Sabilika. Wallahu&#8217;alam bishawab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/perjuangan-politik-bersih-peduli.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali ke Fitrah Menjadi Manusia Penuh Pesona</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kembali-ke-fitrah-menjadi-manusia-penuh-pesona.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kembali-ke-fitrah-menjadi-manusia-penuh-pesona.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 05:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah Ketua DPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh kesedihan  keluar menyeruak dari hati ini tatkala Ramadhan perlahan meninggalkan kita semua. Ramadhan memang meninggalkan semua dari rumah, masjid, sekolah, kampus, kantor, dan pabrik kita. Begitu mendalam memori Ramadhan membekas di hati ini. Tarawih, tadarus, buka puasa bersama, perjuangan mencapai target ziswaf, serta suasana &#8216;itikaf di  masjid masjid menjadi suasana sehari hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Ustad Aditya Nindyatman" src="http://pks-sidoarjo.org/images/aditya.jpg" alt="Ustad Aditya Nindyatman" align="left" />Sungguh kesedihan  keluar menyeruak dari hati ini tatkala Ramadhan perlahan meninggalkan kita semua. Ramadhan memang meninggalkan semua dari rumah, masjid, sekolah, kampus, kantor, dan pabrik kita. Begitu mendalam memori Ramadhan membekas di hati ini. Tarawih, tadarus, buka puasa bersama, perjuangan mencapai target ziswaf, serta suasana &#8216;itikaf di  masjid masjid menjadi suasana sehari hari yang terlihat indah di pandang oleh mata kita. Tak heran memang bulan Ramadhan Allah menjadikannya lebih dibanding bulan bulan lain.</p>
<p>Diharapkan seorang muslim setelah melaksanakan ibadah Ramadhan tetap istiqomah di dalam segala aspek kehidupan amal sholehnya pada 11 bulan lain seperti yang dilakukannya pada saat ramadhan ini. Cerminan bahwa amal sholeh yang dilakukannya dapat membawa dampak positif dirinya tatkala memasuki bulan syawal keteguhan dalam menjalankan amal sholeh tidaklah berubah sama seperti pada bulan Ramadhan. Jika kita tidak ingin dikatakan sebagai orang yang merugi, maka kuatkan, peliharalah kebaikan yang banyak kita lakukan di bulan ramadhan lalu.<span id="more-12"></span></p>
<p>Memasuki bulan syawal kehidupan seorang muslim terus berjalan. Laksana jarum jam yang terus berjalan maka penataan diri dengan berbekal dari bulan Ramadhan seharusnya mampu mengantarkan seorang muslim menjadi orang yang selalu menebarkan pesona. Pesona itu  tersebarkan dengan menguatkan potensi yang ada dalam diri seorang hamba manusia yang Allah anugerahkan kepada mereka. Kalau kita sadar sebenarnya potensi itu bisa menjadi kekutan dahsyat yang luar biasa. Potensi apa sih yang kita punya?<br />
Allah SWT menganugerahkan manusia dengan kesempurnaan yang luar biasa dibandingkan makhluk-Nya yang lain. Tetapi kesempurnaan ini akan menghasilkan kerusakan bila salah dalam memahami dan memanfaatkannya (QS.95:4-6). Kesempurnaan itu tersusun oleh 3 dimensi besar yaitu Ruh, Akal, Jasad. Ketiga dimensi inilah yang menjadi potensi pesona kita semua.</p>
<p>Agar menjadi potensi yang besar maka ketiganya membutuhkan asahan dan sentuhan yang sesuai dengan kapasitasnya. Dimensi ruh misalnya Rasulullah mengingatkan dengan sabdanya bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, apabila ia sehat maka sehatlah seluruh tubuhnya dan jika ia sakit maka sakitlah seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu adalah hati. Sesungguhnya Ramadhan adalah salah satu bentuk sentuhan terhadap penguatan potensi ruh/hati.</p>
<p>Sebagaimana ruh, akal juga perlu sentuhan yang proporsional dalam penguatannya. Sentuhan terhadap akal bisa kita penuhi melalui belajar dan mencari ilmu secara formal ataupun nonformal, memahami ayat ayat qauliyah (Al Qur&#8217;an)dan Kauniyah (Alam semesta). Sebanyak banyaklah kita berusaha untuk mendapatkan ilmu apapun yang dapat memberikan dampak positif bagi potensi akal kita.</p>
<p>Tak ketinggalan aspek jasad juga harus diperhatikan Sebagaimana banyak pesan Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya kita dalam mengolahragakan jasad untuk kebugaran dalam konteks Cinta Allah kepada hamba-Nya. Tak lupa konsumsi yang Allah perintahkan dalam pemenuhan kebutuhan jasad ini adalah kebutuhan makanan dan minuman yang halal dan thoyyiban. Dari sisi syar&#8217;i terpenuhi kehalalannya dan nilai gizi yang sesuai kebutuhan untuk tubuh kita (QS.2:168).</p>
<p>Itulah Potensi diri mari kita bersama menyebarkan pesona diri tanpa perlu ragu dan bersama sama menguatkan potensi tersebut. Sesungguhnya  kita yang membutuhkan pesona diri tersebut secara langsung karena akan menaikkan derajat kita di mata Allah SWT.</p>
<p>Selamat hari raya idul fitri 1427 H nan suci ini. Semoga berkumpulnya kita dengan orangtua, keluarga dapat memperkokoh dan memperkuat pesona kita dihadapan orang terdekat kita.<br />
Selamat juga menyebarkan pesona 11 bulan ke depan. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun depan.<br />
Taqaballahu Minna Wa Minkum. Kullu Amin wa Antum Bikhoir. Minal Aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/kembali-ke-fitrah-menjadi-manusia-penuh-pesona.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramadhan dan Lumpur Panas Lapindo</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/ramadhan-dan-lumpur-panas-lapindo.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/ramadhan-dan-lumpur-panas-lapindo.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2006 04:37:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah Ketua DPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari masa kepengurusan, kita disambut dengan musibah lumpur panas Lapindo yang mengejutkan seluruh pihak. Singkat kata, DPD PKS Sidoarjo dengan segala keterbatasannya, Alhamdulillah dengan sigap dan keberaniannya, menjadi yang pertama dari lembaga parpol se-Sidoarjo yang mendirikan posko bantuan di lokasi penampungan korban lumpur di Pasar Baru Porong (PBP). Banyak hal yang sudah dilakukan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="Ust. Aditya Nindyatman" src="http://pks-sidoarjo.org/images/aditya.jpg" alt="Ust. Aditya Nindyatman" align="left" />Dua hari masa kepengurusan, kita disambut dengan musibah lumpur panas Lapindo yang mengejutkan seluruh pihak. Singkat kata, DPD PKS Sidoarjo dengan segala keterbatasannya, Alhamdulillah dengan sigap dan keberaniannya, menjadi yang pertama dari lembaga parpol se-Sidoarjo yang mendirikan posko bantuan di lokasi penampungan korban lumpur di Pasar Baru Porong (PBP). Banyak hal yang sudah dilakukan oleh kader kita disana. Bahkan, pemkab Sidoarjo menempatkan Posko P2B (Pos Penanggulangan Bencana) PKS sebagai posko yang paling banyak didatangi (melayani kebutuhan, red) para pengungsi di penampungan PBP tersebut.<span id="more-7"></span></p>
<p>Bekerjasama dengan DPP PKS Wilda Jatim Bali, DPD PKS Sidoarjo juga menggelar diskusi terbatas bersama anggota DPR RI, Propinsi, Kabupaten, Tim ITS, dan Pemkab Sidoarjo dalam upaya membantu mencari solusi masalah ini. Kesimpulan dari acara ini memang pihak yang paling bertanggung jawab dan bisa menangani adalah pemerintah. Lembaga parpol berperan sebatas membantu pemerintah dalam memecahkan persoalan lumpur panas Lapindo.</p>
<p>Roadshow ke seluruh DPC juga menjadi agenda penting bagi pengurus yang baru. Permasalahan yang tidak kedengaran selama ini, bisa tertampung dan harus menjadi  agenda diskusi penting di struktur DPD nantinya.</p>
<p>Kehidupan da&#8217;wah parlemen juga menjadi agenda yang harus dikawal oleh struktur DPD. Karena di aspek inilah publik bisa melihat kinerja kita. Oleh sebab itu rencana pertemuan formal struktur DPD dan dua anggota dewan kita, Syarif Mukhtarom dan Helmi Musa, menjadi sebuah kebutuhan.</p>
<p>Peraturan Daerah yang menjadi agenda pembahasan di tim DPD adalah Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Alhamdulillah kita menjadi lokomotif untuk mengkritisi kedua perda tersebut dan menghiasi berita di beberapa media cetak. Ucapan dukungan juga mengalir kepada kita diantaranya dari Ketua KPUD Sidoarjo dan Ikatan Seniman Sidoarjo.<br />
Bulan Ramadhan ini, panitia ansyithoh Ramadhan juga menyediakan aneka kegiatan. Diantaranya I&#8217;tikaf dan Sehari Bersama Alquran.</p>
<p>Do&#8217;a dan ikatan hati yang terjalin selama ini adalah energi yang tak terkirakan besarnya maka pelihara, rawatlah kebersamaan ini. Mudahkan urusan saudara kita niscaya Allah SWT memudahkan urusan kita semua dan tegakkan Islam di dada niscaya Islam akan tegak di muka bumi ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/tausiyah-ketua-dpd/ramadhan-dan-lumpur-panas-lapindo.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
