<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPD PKS Sidoarjo &#187; Keluarga Kita</title>
	<atom:link href="http://pks-sidoarjo.org/category/keluarga-kita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pks-sidoarjo.org</link>
	<description>Bekerja untuk Sidoarjo Sejahtera</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jun 2011 00:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Like Mother, Like Child</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/like-mother-like-child.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/like-mother-like-child.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 10:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kekuatan Pribadi dan Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[
The most important influence on toddlers&#8217;eating habits may well be what and how their mother eats, says researcher Mildred Horodynski from Michigan State University&#8217;s College of Nursing. Horodynski&#8217;s study of 400 women found that their children-aged one to three-were far less likely to consume vegetables and fruits if their mother avoided these essential foods. Plus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/04/Eat-for-a-Longer-Life.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1744" title="Eat for a Longer Life" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2011/04/Eat-for-a-Longer-Life.jpg" alt="Eat for a Longer Life" width="150" height="82" /></a><br />
<em>The most important influence on toddlers&#8217;eating habits may well be what and how their mother eats</em>, says researcher Mildred Horodynski from Michigan State University&#8217;s College of Nursing. Horodynski&#8217;s study of 400 women found that <strong>their children-aged one to three-were far less likely to consume vegetables and fruits if their mother avoided these essential foods</strong>. Plus, the study noted that when mothers viewed their kids as &#8220;picky eaters,&#8221; there was also a decrease in the consumption of fruits and veggies on the part of the children.<br />
<span id="more-1745"></span><br />
So, what&#8217;s a parent to do? Lead by example-and let Clean Eating help. Prepare your favorite recipes from this issue and have your little one front and center to help out in the kitchen washing produce with you (if they&#8217;re too young to get hands-on, they can always act as taste testers!).</p>
<p>Source: Clean Eating, April-May 2011</p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin <strong>DPD PKS Sidoarjo</strong></a></p>
<p>Tulisan Terkait:</p>
<ul>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/kekuatan-pribadi-dan-organisasi/five-ways-to-cheat-death.htm">Five Ways to Cheat Death</a></li>
<li><a href="http://pks-sidoarjo.org/kekuatan-pribadi-dan-organisasi/eat-for-a-longer-life.htm">Eat for a Longer Life</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/like-mother-like-child.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasihat Sang Ayah</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/nasihat-sang-ayah.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/nasihat-sang-ayah.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 00:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1185</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikh DR. Aidh bin Abdullah al Qarni
Ini wasiat untuk anak-anakku.

Inilah hadiah paling mulia. Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.
Anak-anakku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan untuk kalian kecuali Dia. Siapa pun yang menyembah-Nya, maka Allah akan menjadi Penolong dan memenangkannya. Setiap kalian dengar perkataan dari pemilik syafaat-Rasulullah saw-katakanlah, &#8220;Ku dengar dan ku taati.&#8221;
Aku wasiatkan kalian, berbaktilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh Syaikh DR. Aidh bin Abdullah al Qarni</p>
<p>Ini wasiat untuk anak-anakku.<br />
<span id="more-1185"></span><br />
Inilah hadiah paling mulia. Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.</p>
<p>Anak-anakku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan untuk kalian kecuali Dia. Siapa pun yang menyembah-Nya, maka Allah akan menjadi Penolong dan memenangkannya. Setiap kalian dengar perkataan dari pemilik syafaat-Rasulullah saw-katakanlah, &#8220;Ku dengar dan ku taati.&#8221;</p>
<p>Aku wasiatkan kalian, berbaktilah pada ibu dan ayah. Aku mencegah kalian dari sikap membangkang, menyia-nyiakan waktu shalat, dan mengikuti syahwat. Demi Allah, Allah menjauhi para pendendang lagu dan meninggalkan para pemimpi kosong. </p>
<p>Ketahuilah, kalian telah mendapat pedoman dan penerang. Maka, hormatilah simbol-simbol agama, karena itu pertanda takwa kepada Rabb semesta.</p>
<p>Bersiaplah untuk pergi meninggalkan dunia. Menghadap Raja Yang Mulia. Sungguh kalian akan datang menghadap-Nya tidak lama. </p>
<p>Jika kalian dengar azan, penuhilah seruan Ar Rahman. Tak ada apa pun setelah azan, tak ada aktifitas dan tak ada kesibukan. Hanya pergi ke Rumah Allah Sang Pemilik Kemuliaan.</p>
<p>Kalian telah diseru, maka penuhilah seruan itu. Dengan hati penuh kesadaran. Sungguh aku khawatirkan orang yang meremehkan takbiratul ihram bersama imam, jika ternyata Allah menghalangi pertolongan untuknya dan ia tidak diantar hingga akhir tujuan.</p>
<p>Ketahuilah, orang yang menyertai si <em>fasiq</em> sama dengan merusak perjanjian. Allah akan mengujinya dengan kemunafikan. </p>
<p>Jangan kalian katakan, kini kami masih muda belia. Berapa banyak pedang yang tumpul dan petarung yang tersungkur. Hingga datang kebinasaan yang bisa melemparkannya ke dalam kubur.</p>
<p>Ingatlah malam yang pagi harinya adalah hari kiamat. Tak terbayang betapa besar kepedihan dan penyesalan. Ingatlah malam pertama dalam kubur. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, betapa dahsyatnya permasalahan saat itu. Malam tanpa teman dan tiada pendamping. Mengguncangkan hati. Ketakutan yang begitu menusuk. Tanpa kawan, tanpa teman. Kalian telah ditinggal sendirian oleh mereka yang dicinta dan semua sahabat. Mereka lucuti pakaian kalian. Mereka terlentangkan kalian di atas tanah. Harta benda setelah kepergian kalian dibagi-bagi. Rumah-rumah yang kalian tinggali telah ditempati orang lain. Isteri-isteri kalian mungkin menikah lagi. Maka, di manakan hati dan pikiran kalian?</p>
<p>Tamballah hati dengan istighfar. Karena hati telah terkoyak oleh tangan-tangan dosa besar. Cucilah hati dengan air mata dari debu-debu dosa. Kembalilah pada Yang Mengetahui Hati. Diamlah. Tinggallah di rumah. Ridha lah dengan makanan yang ada. Itu sesungguhnya sudah cukup untuk siapapun yang pasti mati. </p>
<p>Peliharalah takbiratul ihram. Jaga kelapangan hati dari dosa. Perbaiki makanan. Bersika pbaik dengan semua makhluk. Sucikan hati dari dendam. Peganglah sunnah. Berlarilah dari fitnah. Pasti kalian dapatkan pertolongan-Nya di saat ujian.</p>
<p>Semulia-mulia mahkota, adalah mahkota agama. Semulia-mulia pakaian adalah pakaian yang melindungi. Kejujuran dan amanah. Pakaian riya adalah pakaian yang rapuh. Selendang kesombongan adalah selendang yang mudah terkoyak. Mengerjakan sunnah, adalah jalan menuju <em>jannah</em>. Menemani para pelaku kejahatan dan pelaku dosa, selalu membawa kerugian dan penyesalan. Mereka adalah penyeru ke neraka.</p>
<p>Semua pakaian akan lusuh kecuali pakaian takwa. Barangsiapa yang di dunianya celaka karena melawan Tuannya, maka di akhiratnya ia akan lebih sengsara dan celaka. Tertawanlah orang yang ditawan oleh hawa nafsunya. Terhinalah orang yang melawan Tuannya. Bangkrutlah orang yang miskin amalnya.</p>
<p>Kalian wahai anak-anakku, bersabarlah atas musibah. Tegarlah menghadapi cobaan derita. Berpalinglah dari amarah. Perbaikilah permohonan. Ikhlas dalam ketaatan. <em>Zuhud<em> dan <em>qana&rsquo;ah</em>-lah.</p>
<p>Ketahuilah, dosa mempunyai penghapusnya. Kebaikan yang akan menghilangkan keburukan. Tak ada yang lebih berguna kecuali amal-amal shaleh. Tak ada yang lebih berbahaya kecuali dosa-dosa besar. Hati ini mempunyai pemantau. Amal-amal ini juga tercatat dan terhitung. Tak ada yang bisa menyelamatkanmu dari neraka, kecuali taat kepada Allah Yang Maha Gagah dan Maha Penerima Taubat. Tak ada yang bisa menyelamatkanmu dari neraka, kecuali mengikuti al Mukhtaar (yang dipilih; Rasulullah saw).</p>
<p>Pelihara diri dari meminta-minta kepada manusia. Jangan putus asa karena apa yang mereka miliki. Carilah ilmu karena sesungguhnya ituiah sebaik-baik yang dicari. Itulah semulia-mulia pemberian. Ituiah setinggi-tinggi kedudukan. Hiasilah dia dengan amal, takut kepada ajal, berpegang kepada apa yang telah diturunkan Allah. Manusia tidak meminta rejeki dari kalian. Tapi mereka hanya mengharap akhlak yang bagus dari kalian.</p>
<p>Aku wasiatkan kalian untuk dzikir. Di setiap dua tepi dalam satu hari. Ituiah ibadah orang-orang yang berbakti. jangan pernah jauhkan Al-Qur&rsquo;an meski satu hari. Karena ia adalah obat kegelisahan dan kesedihan. Dua rakaat di waktu sahur adalah lebih baik dari bumi dan seisinyayang disinari matahari dan rembulan. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang lebih kecil.<br />
Bertemanlah dengan orang-orang shaleh. Cintailah orang-orang yang menang. Jangan pernah kecilkan kemaksiatan. Senantiasalah beristighfar setiap waktu. Karena istighfar adalah kuci keridhaan Rabbul Alamin. Karena istighfar adalah kekuatan yang mengokohkan kalian dalam setiap bencana. Maka, barangsiapa yang merasa tidak dipantau, tidak ditakutkan oleh tumbuhnya uban, tidak khawatir dengan aib, dia tidak pernah mendapat bagian keutamaan.</p>
<p>Celakalah orang yang tertipu oleh dunianya. Terpedaya oleh mimpi dan harapan kosongnya. Terkapar ojeh hawa nafsunya. Beruntunglah hamba yang jika diberi nikmat bersyukur, jika diuji kesulitan bersabar. Jika melakukan dosa, istighfar. </p>
<p>Semoga Allah memelihara kalian dengan agama-Nya. Semoga Allah melindungi kalian dari bisikan syaitan.</p>
<p>Sumber: Tarbawi Edisi 131 Th. 7/Rabi&rsquo;ul Akhir 1427 H/11 Mei 2006 M</p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin DPD <strong>PKS Sidoarjo</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/nasihat-sang-ayah.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Bergaul dengan Anak</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/sukses-bergaul-dengan-anak.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/sukses-bergaul-dengan-anak.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 23:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menjadi sahabat bagi si remaja? Mudah kok, asal anda mau membuka diri untuk memahami mereka.

1. Pahami &#8217;bahasa&#8217;remaja
Pengertian bahasa ini tidak hanya meliputi penggunakan istilah tetapi juga cara penyampaian, kapasitas berpikir, dan gaya bicara. Remaja cenderung bicara spontan, apa adanya, tidak malu-malu dan emosional. Itulah sebabnya pembicaraan remaja kadang sering membuat telinga orangtua menjadi merah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin menjadi sahabat bagi si remaja? Mudah kok, asal anda mau membuka diri untuk memahami mereka.<br />
<span id="more-908"></span><br />
<strong>1. Pahami &rsquo;bahasa&rsquo;remaja</strong></p>
<p>Pengertian bahasa ini tidak hanya meliputi penggunakan istilah tetapi juga cara penyampaian, kapasitas berpikir, dan gaya bicara. Remaja cenderung bicara spontan, apa adanya, tidak malu-malu dan emosional. Itulah sebabnya pembicaraan remaja kadang sering membuat telinga orangtua menjadi merah. Tidak apa-apa. Gaya ini tidak berarti buruk. Mereka hanya tengah bersemangat dan penuh rasa ingin tahu.</p>
<p><strong>2. Dengarkan</strong></p>
<p>Remaja tak hanya butuh nasihat tetapi juga butuh didengar. Tak jarang, remaja yang mengadu dan berkeluh kesah sebenarnya hanya ingin menumpahkan uneg-uneg atau sekedar mencari perhatian. </p>
<p>Hindari menasehati anak setiap kali anda berbicara dengannya. Sekali-sekali berlakulah hanya sebagai pendengar yang antusias tanpa embel-embel mengatakan harus begini dan begitu.</p>
<p><strong>3. Bicaralah kapan saja dan di mana saja</strong></p>
<p>Kenapa remaja begitu akrab dengan temannya? Karena mereka bisa memperbincangkan segala hal setiap saat. Ketika jalan-jalan, naik sepeda, nongkrong di restoran, sambil berenang atau sambil tiduran di kamar kapan pun mereka inginkan.</p>
<p>Jangan tunggu waktu khusus untuk duduk berhadapan saat berbincang dengan remaja anda. Mereka sedang memasuki masa aktif (orang tua-tua mengistilahkan, anak remaja sedang kelebihan energi). Gaya ini akan membuat mereka bosan. Setiap ada kesempatan bicaralah dengan mereka. Sambil masak, berbelanja, saat lari pagi, seusai shalat berjamaah, atau ketika makan bersama.</p>
<p><strong>4. Terbuka untuk segala topik pembicaraan</strong></p>
<p>Jangan batasi pembicaraan dengan remaja meski (menurut anda) topik itu remeh, tabu, buruk, atau amat mengejutkan. Biarkan remaja mengungkapkan pikiran mereka dan anda dapat menjadi pendengar dan pengarah. Bila anak merasa <em>enjoy</em> untuk membicarakan hal-hal paling sensitif sekalipun, ia akan merasa aman, percaya, dan mau terbuka pada anda.</p>
<p><strong>5. Beri anak kepercayaan</strong></p>
<p>Jangan <em>overprotect</em> pada si remaja. Bila anda telah memberi si remaja masukan tentang hal-hal yang baik dan buruk, benar dan salah, halal dan haram, langkah berikutnya adalah memberinya kepercayaan. Tak perlu khawatir bila sekali waktu anak akan berbuat salah atau mengambil tindakan kurang tepat. Sebuah pepatah mengatakan tindakan yang tepat biasanya berasal dari pengalaman berharga dan pengalaman berharga biasanya berasal dari kesalahan.</p>
<p><strong>6. Hargal privasinya</strong></p>
<p>Sebagaimana orangtua, anak pun membutuhkan wilayah privasi yang ingin dihargai. Meski dorongan begitu kuat, jangan membaca buku hariannya, menguping pembicaraan rahasianya, membongkar kamarnya di luar sepengetahuannya, menguntitnya atau membocorkan rahasia yang ia percayakan pada anda. Bila anak kehilangan kepercayaan pada anda, percayalah, anda akan &rsquo;kehilangan&rsquo; dia.</p>
<p><strong>7. Jadilah model terbaik baginya</strong></p>
<p>Jangan terapkan standar ganda. Bila anda ingin ia jujur pada anda, berlaku jujurlah. Bila anda ingin ia menghargai pendapat orang lain, hargailah pendapatnya. Meski remaja tidak mau menunjukkannya, mereka sebenarnya memperhatikan, menilai dan meniru anda.</p>
<p><strong>9. Sediakan ruang dan waktu untuk menyendiri</strong></p>
<p>Anda mungkin amat sayang dan telah begitu akrab dengan si remaja, tetapi ia, sebagaimana anda, perlu suatu ruang dan waktu untuk menyendiri. Saat-saat khusus ini amat berguna untuk melakukan introspeksi diri, menumpahkan emosi atau sekedar keluar dari rutinitas.</p>
<p><strong>10. Ucapkan maaf</strong></p>
<p>Anda tidak sempurna, begitu pula si remaja. Mereka bisa salah, begitupun orang tua. Jangan gengsi mengakui kesalahan atau meminta maaf pada si remaja bila anda salah atau telah menyakiti hatinya. Anda tidak akan kehilangan wibawa. Anda justru akan mengukir keindahan dalam diri si remaja karena berlaku bijaksana.</p>
<p>Sumber: Majalah Ummi No. 6/XII Oktober-Novmber 2000/1421</p>
<p>Dipublikasi ulang <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin DPD PKS Sidoarjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/sukses-bergaul-dengan-anak.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ortu Juga Perlu Gaul Sama Remaja</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/ortu-juga-perlu-gaul-sama-remaja.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/ortu-juga-perlu-gaul-sama-remaja.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 22:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Bill Beausay, seorang penulis buku-buku mengenai kehidupan remaja, menceritakan sebuah kisah menarik. Kisah itu bertutur tentang seorang pastor yang letlh melihat bagaimana narkoba merebak luas dl lingkungannya dan menghancurkan kehidupan remaja di daerahnya.

Sang pastor tak tahu lagi harus berbuat apa. Ia lalu memutuskan mengambil sebuah langkah radikal untuk menangani masalah narkoba ini dengan &#8217;berguru&#8217;langsung pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bill Beausay, seorang penulis buku-buku mengenai kehidupan remaja, menceritakan sebuah kisah menarik. Kisah itu bertutur tentang seorang pastor yang letlh melihat bagaimana narkoba merebak luas dl lingkungannya dan menghancurkan kehidupan remaja di daerahnya.<br />
<span id="more-906"></span><br />
Sang pastor tak tahu lagi harus berbuat apa. Ia lalu memutuskan mengambil sebuah langkah radikal untuk menangani masalah narkoba ini dengan &rsquo;berguru&rsquo;langsung pada si pengedar.</p>
<p>Sang pastor menemui si pengedar narkoba dan menanyakan &rsquo;kiat&rsquo;nya sampai sedemikian sukses mendekati dan mempengaruhi para remaja untuk nge-<em>drugs</em>. </p>
<p>Jawaban si pengedar begitu enteng dan menusuk hati sang pastor. &#8220;<em>I&rsquo;m there, you&rsquo;re not. When these kids go to school in the morning, I&rsquo;m there, you&rsquo;re not. When they come home in the afternoon, i&rsquo;m there, you&rsquo;re not. When they go to get a loaf of bread for their Morn in the afternoon, I&rsquo;m there, you&rsquo;re not. When they need someone to feet strong and tough and protected around, I&rsquo;m there, you&rsquo;re not. I win you lose.</em>&#8221; (Saya ada di sana mendampingi mereka, engkau tidak. Saat mereka berangkat sekolah di pagi hari, saya di sana, engkau tidak. Saat mereka pulang sekolah di sore hari, saya di sana, engkau tidak. Saat mereka ke warung membeli roti untuk ibu, saya di sana, engkau tidak. Saat mereka membutuhkan seseorang untuk merasa kuat, berani dan terlindungi, saya di sana, engkau tidak. Saya menang dan kamu kalah)</p>
<p><strong>Di mana kita berada?</strong></p>
<p>Ilustrasi ini memang digunakan Beausay untuk mengingatkan orang tua betapa kebanyakan orang yang paling bertanggungjawaD pada diri anak (dalam contoh ini Bill menngunakan pastor untuk menekankan pula masalah pertanggungjawaban nilai-nilai relijius) ternyata bukan orang yang paling &rsquo;dekat&rsquo; dengan mereka.</p>
<p>Sebagai orangtua, kita pun dapat merenungi ilustrasi ini saat berhadapan dengan remaja kita. Sudahkah kita menjadi orang terdekat bagi si remaja, menjadi sahabat mereka, pendamping mereka, orang yang selalu ada di saat mereka membutuhkan? Karena bukan tidak mungkin, disadari atau tidak, kesulitan yang kerap muncul dalam hubungan antara orangtua dan remaja diawali dari kurang gaulnya ayah dan ibu dengan si remaja.</p>
<p><strong>Gaul dengan remaja</strong></p>
<p>Meski dari segi fisik dan dimensi berfiklr seorang remaja telah dapat disetarakan dengan orang dewasa, namun secara emosi dan sosial mereka belum setara. Perubahan hormonal pada remaja amat mempengaruhi kehidupan emosional mereka. Tak heran, seperti diungkap psikolog Yati Oetojo Lubis, seorang remaja bisa marah-marah tak karuan lalu sesaat kemudian sudah tertawa terkekeh-kekeh. Secara psikologis dan emosional, mereka memang masih berada dalam tahap peralihan darl kanak-kanak menjadi orang dewasa yang matang. &#8220;Namun semua ini butuh proses yang tak mudah dilalui,&#8221; ujarYati.</p>
<p>Dengan perubahan pada fisik dan suasana psikologis dlri mereka, terpaan media massa dan masukan dari lingkungan sepermainan, remaja memiliki banyak sekali kejutan dan pertanyaan. Karenanya lanjut Yati pula, peran orangtua pada masa-masa ini menjadi amat penling. Mereka diharapkan dapat menjadi teman dan sahabat remaja. Istilah remajanya ortu pun harus bisa begaul,</p>
<p>&#8220;Masalahnya kalau orangtua tertutup, remaja akan serba salah. Mau ngomong, takut diomelin. Tidak ngomong, tapi ingin bertanya. Akhirnya, mereka memillh diam dan memilih bertanya pada teman atau pihak lain. Ini kan runyam masalahnya,&#8221; kata Yati lagi. Jadi, siapkah kita, para ortu bergaul dengan remaja?</p>
<p>Sumber: Majalah Ummi No. 6/XII Oktober-Novmber 2000/1421</p>
<p>Dipublikasi ulang <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin DPD PKS Sidoarjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/ortu-juga-perlu-gaul-sama-remaja.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/anak-belajar-dari-kehidupannya.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/anak-belajar-dari-kehidupannya.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 00:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/lain-lain/anak-belajar-dari-kehidupannya.htm</guid>
		<description><![CDATA[ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA<br />
<a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/05/anak-dan-hujan1.JPG" title="anak-dan-hujan1.JPG"><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2007/05/anak-dan-hujan1.JPG" alt="anak-dan-hujan1.JPG" /></a><br />
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki<br />
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi<br />
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah<br />
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian<br />
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah<br />
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai<br />
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai<br />
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri<br />
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan<br />
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan<br />
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan<br />
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan<br />
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan<br />
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/keluarga-kita/anak-belajar-dari-kehidupannya.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

