Pada mulanya cinta adalah gagasan tentang bagaimana membahagiakan dan menumbuhkan orang lain. Selanjutnya adalah kemauan baik yang menjembatani gagasan itu menuju alam kenyataan. Sisanya adalah kemampuan. Cinta yang hanya berkembang di batas gagasan dan kemauan baik akan tampak seperti pohon rindang yang tidak berbuah.
(more…)
Membangun Kemampuan Mencintai
Melindungi Dengan Keberanian
Kamu haruslah seorang pemberani kalau kamu mau jadi pecinta sejati. Orang-orang yang kamu cintai harus merasa aman saat berada di dekatmu. Rasa aman adalah aroma kepribadian para pecinta pemberani.
(more…)
Pesona Kematangan

Chemistry yang biasanya mempengaruhi hubungan cinta antara laki-laki dan wanita sebenarnya hanya menegaskan satu fakta: ketika cinta yang genuine bertemu dengan motif lain dalam diri manusia, dalam hal ini hasrat atau syahwat biologis, hubungan cinta antara laki-laki dan wanita memasuki wilayah yang sangat rumit dan kompleks. Banyak fakta yang tidak bisa dipahami dalam perspektif norma cinta yang lazim. Lebih banyak lagi kejutan yang lahir di ruang ketidakterdugaan.
(more…)
Doa Cinta Sang Imam

“Ya Allah Engkau tahu
Hati-hati ini telah
Berkumpul daiam cintaMu
Bertemu dalam taatMu
Menyatu menolong dakwahMu
Berjanji perjuangkan syariatMu
Maka eratkan ikatannya
Dan abadikan cintanya.”
Layakkah Kita Dicintai

Layak dicintai adalah lambang keberartian. Sebab cinta tidak dipersembahkan untuk padang jiwa yang hampa. Tidak juga untuk karya-karya tidak bermakna. Hanya bila kita berguna, maka kita layak dicintai.
(more…)
Puncak Iman
Kamu takkan pernah sanggup mendaki sampai ke puncak gunung iman kecuali dengan satu kata: cinta. Imanmu hanyalah kumpulan keyakinan semu dan beku, tanpa nyawa tanpa gerak, tanpa daya hidup tanpa daya cipta. Kecuali ketika ruh cinta menyentuhnya. Seketika ia hidup, bergeliat, bergerak tanpa henti, penuh vitalitas, penuh daya cipta, bertarung dan mengalahkan diri sendiri, angkara murka atau syahwat.
(more…)
Mencintai Itu Keputusan
Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar.
(more…)
Cinta dan Kimia Jiwa
Lelaki parlente itu tidak hanya dikenal sangat tampan yang ketampanannya bahkan mengalahkan kecantikan wanita paling cantik. Ia juga lelaki paling berkuasa dan paling disegani di muka bumi ketika itu. Lelaki itu adalah khalifah pertama sekaligus pendiri khilafah Bani Umayyah.
(more…)
Negeri Cinta
Arafah. Padang luas tempat kita menghampar jiwa. Semua lebur jadi satu tanpa sekat. Semua sekat; etnis, wama kulit, postur, latar budaya dan sejarah. Ihram putih yang membalut tubuh-tubuh kita menyimbolkan kesatuan. Semua kesatuan: asal usul, tujuan hidup, jalan hidup yang kita tempuh untuk mencapai tujuan itu.
(more…)
Kekuatan Perubahan
Kakinya berdarah-darah. Orang-orang Thoif bukan saja menolak dakwahnya. Tapi juga menggunakan kekerasan untuk menolak dakwahnya. Setelah Quraisy menolak habis dakwahnya, dan orang-orang mulia seperti Khadijah yang menjadi tulang punggungnya wafat, kini anak-anak Thoif melemparinya batu. Sampai ia berlumuran darah.
(more…)
Tragedi-Tragedi Kekayaan
Kekayaan yang tak bisa dibagi adalah tragedi. Setiap nyawa memang ada jatah rezekinya, tapi pelaksanaannya berpulang pada hubungan sosial kita. Sebab pada sebagian penghasilan kita, ada rezeki orang lain. Setiap kita, sebagai diri kita sendiri, atau sebagai satu kesatuan masyarakat, pasti punya pengalaman masa lalu, persepsi, dan kebiasaan yang berbeda sepanjang kita bergaul dengan apa yang disebut dengan kekayaan.
(more…)
Cinta tanpa Definisi
Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangungan-bangungan angkuh di pusat kota metropolitan.
(more…)
Tragedi Penguasaan
Hari itu, seperti biasa Rasulullah menerima pengaduan para sahabatnya. Sesuatu yang nyaris menjadi hiasan sehari-hari. Rasul mulia, penuh cinta, menerima segala tumpahan keluh-kesah orang-orang yang ia bimbing dengan sepenuh hati.
(more…)
Mina, Mina
Oleh Taufiq Ismail
Andaikata bibir Anda saat ini tak habis-habis menyerukan rasa gembira pernyataan kedatangan di Tanah Suci memenuhi undangan Allah, mengumandangkan pengukuhan bahwa Dia tanpa sekutu, bahwa seluruh puji hanya pada-Nya, bahwa seluruh alam semesta milik-Nya, dan sekali lagi Dia tanpa sekutu, dengan senandung bersama labbaik Allahumma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk, la syariika lak, (more…)
Bagaimanapun, Inilah Kebersamaan dengan Manusia
Iman memang bisa mengubah segalanya. Bermula dari hati, segala prilaku akan bisa berubah. Begitulah perubahan pribadi yang dialami para sahabat Rasulullah. Tapi penting diingat, bagaimanapun kuatnya, iman seseorang tetap mengalami fluktuasi, naik dan turun. Itu memang sudah fitrahnya. Karenanya, berukhuwah dengan sesama orang beriman, tetap tidak dapat menolak munculnya sifat-sifat kemanusiaan yang akan mengganggu proses persaudaraan tersebut.
(more…)
Restoran Itu di Simpang Empat
Oleh Taufiq Ismail
Kawan saya, Daif, menonjol karena dia punya bakat menderita. Bakat ini menyebabkan nasib Daif selalu terletak di bawah garis rata-rata ukuran duniawi. Sejak Sekolah Rakyat Muhammadiyah Ngupasan, selepas penyerahan kedaulatan dulu, dia selalu kudisan, kalah terus main kasti, dan selalu jatuh kalau latihan naik sepeda torpedo. Dengan susah payah, Daif lulus dari Sospol dan sekarang bekerja di sebuah departemen di Jakarta. Pergi kerja naik bus kota, kawin terlambat karena patah hati, dan tinggal masih di rumah kontrakan.
(more…)
Nikmatilah Indah Manisnya Buah Pemaksaan
Budaya diri itu tidak tercipta seketika. Ada proses panjang yang harus dilalui. Seperti sebuah pahatan yang berkelas, ia adalah paduan antara kreasi, ide, kesabaran, dan semangat kerja yang tak ada habisnya. Begitulah sebuah budaya diri yang baik. la mulanya-bahkan kebanyakan-adalah ’pemaksaan’, lantas berubah menjadi kebiasaan. Lalu, sesudah itu, orang bisa mengalir dalam jalan kehidupannya yang baik. Dengan sesekali terjadi pasang surut semangat, tetapi ia tidak lupa dengan tujuan akhir hidupnya.
(more…)
‘Pemaksaan’ Itu Kekuatan Pertama
Permulaan kenabian adalah hari-hari yang begitu berat. Bukan karena keengganan, tapi memang Muhammad yang tiba-tiba diangkat menjadi Rasul itu, merasakan betapa tidak ringan memikul beban itu.
(more…)
Memaafkan
Oleh Fikri Yathi
Ketika Ali bin Husain ra berwudhu, budaknya menjatuhkan wadah air di atas kepalanya. Takut kalau sudah menyakiti tuannya, budak itu menggumamkan ayat Al-Qur’an, “Orang-orang yang mengendalikan amarahnya.”
(more…)
Air Mata Awan
Oleh Fikri Yathi
Pada suatu hari, serombongan orang kafir bertamu kepada Rsulullah saw. Nabi membagikan para tamu itu kepada para sahabatnya.
Semuanya sudah dibawa sahabat ke rumah-rumah mereka kecuali seorang. Ia tertinggal di mesjid. Tubuhnya luar biasa besar. Tampaknya tak seorang pun sahabat yang mampu menjamu sang raksasa. Rasulullah SAW mengambil dia sebagai tamunya. la ditempatkan di sebuah rumah.
(more…)
Mereka Berdoa selama Enam Bulan
Saudaraku. Dahulu, Abu Bakar Shiddiq ra tidak mampu lagi membendung air matanya saat mengetahui Rasulullah saw wafat. Abu Bakar, benar-benar merasakan agung dan mulianya karunia Allah SWT atas dirinya karena telah terpilih menemani Rasulullah saat melakukan hijrah ke Madinah, lalu sang Rasul mulia itu pergi meninggalkannya.
(more…)
Agar Tidak Terlambat Pulang
Hari ini, mungkin kita masih berada dalam petualangan dan perjalanan menyimpang, sesederhana apa pun nampaknya. Hari ini, semua itu harus dihentikan. Bagaimana pun kita harus pulang pada niat dan tujuan-tujuan utama. Pulang pada jalan-jalan perbaikan dan kerja pencapaian yang sempat ditinggalkan.
(more…)
Tabaki
Fikri Yathir
Nabi Muhammad SAW sering menyuruh sahabat-sahabatnya untuk membacakan Alquran baginya. Ia mendengarkannya baik-baik. Para sahabat menyaksikan, perlahan-lahan air mata berkumpul di sudut mata Rasulullah, kemudian melimpah mengaliri wajahnya.
(more…)
Bangkrut
Fikri Yathir
Pada masa Renaisans di Itali. para pedagang uang memasang bangku panjang. Di situ uang dionggokkan. Orang dapat menitipkan uangnya di sana dan mengambilnya kapan saja. Uang itu merupakan pinjaman dari pedagang dan dapat dipinjamkan kembali kepada siapa saja yang memerlukan. Bangku panjang itu disebut banco.
(more…)
Kemerdekaan dan Guncangan
Oleh Fikri Yatir
Manakah yang lebih bagus: stabilitas atau dinamika; kesetimbangan atau ketimpangan; ekuilibrium atau dis-ekuilibrium?
(more…)
Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),