<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPD PKS Sidoarjo &#187; Dunia Islam</title>
	<atom:link href="http://pks-sidoarjo.org/category/dunia-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pks-sidoarjo.org</link>
	<description>Bekerja untuk Sidoarjo Sejahtera</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Jun 2011 00:54:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bangunlah Ukhuwah dengan Berbaik Sangka</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/bangunlah-ukhuwah-dengan-berbaik-sangka.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/bangunlah-ukhuwah-dengan-berbaik-sangka.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 23:15:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=1355</guid>
		<description><![CDATA[(Dialog dengan Dr. Salim Segaf Al Jufrie, MA)
Sosoknya yang tenang dan tutur bicaranya yang mantap semakin menambah kewibawaan doktor syariah lulusan Universitas Madinah Arab Saudi ini. Tarbawi menemui Dr. Salim Segaf Aljufrie, MA, untuk menyoroti berbagai fenomena ukhuwah di Indonesia. Berikut petikan wawancara dengannya:

Menurut Anda bagaimana fenomena ukhuwah di kalangan umat?
Saya amati, biasanya kalau umat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/11/Hikmah_Biru07.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1358" title="Hikmah_Biru07" src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/11/Hikmah_Biru07.jpg" alt="Hikmah_Biru07" width="200" height="125" /></a>(Dialog dengan Dr. Salim Segaf Al Jufrie, MA)</p>
<p>Sosoknya yang tenang dan tutur bicaranya yang mantap semakin menambah kewibawaan doktor syariah lulusan Universitas Madinah Arab Saudi ini. Tarbawi menemui Dr. Salim Segaf Aljufrie, MA, untuk menyoroti berbagai fenomena ukhuwah di Indonesia. Berikut petikan wawancara dengannya:<br />
<span id="more-1355"></span><br />
<strong>Menurut Anda bagaimana fenomena ukhuwah di kalangan umat?</strong></p>
<p>Saya amati, biasanya kalau umat menghadapi masalah bersama, maka baru muncul ukhuwah. Contohnya seperti yang terjadi pada saat ini. Ketika umat dihadapkan pada permasalahan bersama, di mana saudara-saudara mereka tertindas, terbantai, muncul suatu kebersamaan di antara mereka. Memang, tabiat sebagian besar umat Islam begitu. Padahal semestinya ada atau tidak ada masalah kita harus membuat skala prioritas. Ada hal-hal yang pada dasarnya harus kita pikirkan bersama, ada hal-hal yang harus kita maklumi bersama. Dan tidak mungkin selamanya dalam satu pendapat. Saya rasa dengan sikap yang demikian akan muncul ukhuwah. Ukhuwah itu artinya benar-benar memikirkan saudaranya yang lain dan berupaya untuk membantu dalam hal-hal yang baik, tolong-menolong untuk menjauhkan umat, diri kita, saudara-saudara kita dari hal-hal yang buruk.</p>
<p><strong>Menurut Anda, di manakah posisi ukhuwah dan sejauh mana signifikansinya dalam membangun umat?</strong></p>
<p>Posisi ukhuwah mendasar sekali. Seperti apa yang dilakukan oleh Rasulullah ketika hijrah ke kota Madinah. Pertama, beliau mempersaudarakan Muhajirin dengan Anshor. Kenapa Rasulullah memilih terlebih dahulu mempersaudarakan Muhajirin dan Anshor? Sebab beliau melihat, tanpa itu, apa yang seluruhnya dilakukan akan tidak terlaksana. Karena tidak mungkin melaksanakan sesuatu jika tidak dilakukan secara kolektif.</p>
<p>Dalam Islam, ada beberapa model kekuatan. Dan satu kekuatan yang harus dimiliki oleh setiap muslim adalah kekuatan iman. Kekuatan iman merupakan kekuatan yang sangat signifikan. Setelah itu, kekuatan ukhuwah atau persaudaraan. Baru setelah itu, kekuatan persenjataan, dan yang lainnya. Bila senjata ada, makanan banyak, tetapi tidak ada persaudaran, tidak mungkin kita akan memaksimalkan semua itu.</p>
<p><strong>Bagaimana kategori ukhuwah itu?</strong></p>
<p>Kategori pertama adalah ukhuwah yang paling tinggi. Yaitu ukhuwah dalam mem-pertahankan agama, dalam mempertahankan akidah. Di mana seseorang itu siap untuk menyerahkan ruhnya demi kemashlahatan umat. Artinya mendahulukan kepentingan saudara seakidah di atas kepentingan diri sendiri. Mendahulukan dalam artiyang seluas-luasnya. Seperti seseorang siap berkorban dengan dirinya, memberikan apa yang dibutuhkan oleh saudara seakidah, dan itulah yang dikatakan <em>itsar</em>.</p>
<p>Itu diungkapkan dalam Al Quran, &#8220;<em>wayu&#8217;tsiruna &#8216;ala anfusihim walau kaanat bihim khashaashah.</em>&#8221; Contohnya seperti apa yang diungkapkan oleh Umar bin Abdul Aziz kepada para gubernurnya. Dia katakan, &#8220;<em>Buatlah rakyatmu itu senang walaupun kamu susah.</em>&#8221;</p>
<p>Kemudian yang kedua, ukhuwah dalam arti bersama-sama, sepenanggungan, di mana kesulitan itu dipikul bersama, dan kesenangan pun dirasakan bersama pula. Dan yang agak turun, ya memperhatikan, tapi tidak penuh. Artinya dari seluruh waktu yang dimiliki, dia baru memberikan sebagiannya.</p>
<p><strong>Hal asasi apa yang dibutuhkan dalam membangun ukhuwah?</strong></p>
<p>Hal asasi pertama dalam membangun ukhuwah adalah berbaik sangka. Sebab kalau sudah mulai dengan berburuk sangka, maka sulit ukhuwah dibangun. Kemudian, kita jangan maunya menang sendiri. Artinya, kalau kita berdialog tidak mau kalah. Bahkan kita jadi berdebat kusir, ngotot, dan kalau kalah seakan-akan kita dipermalukan di depan publik. Padahal tidak begitu. Berikanlah contoh, kalau memang bersalah kita mengaku salah, itu yang paling bagus. Janganlah ada unsur-unsur arogan, dan tonjolkan sikap rendah hati.</p>
<p>Hal lain yang dapat membangun ukhuwah adalah menyimpan aib orang lain. Kalau mau mengingatkan atau menasehati, panggil dia dan sebutkan kesalahannya. Jangan di depan publik. Kalau tidak, yang terjadi adalah saling bongkar-bongkaran aib.</p>
<p>Hal terakhir yang memperkuat ukhuwah adalah silaturrahim. Banyak hal yang mampu kita selesaikan dengan silaturrahim.</p>
<p>Walaupun kita merasa benar, tapi tidak ada masalah, kita mundur satu langkah untuk maju sekian puluh langkah ke depan.</p>
<p><strong>Lantas, bagaimana cara mendidik umat agar iklim ukhuwah itu kondusif?</strong></p>
<p>Seperti yang saya katakan, sebagian besar umat kita adalah umat yang masih suka ikut-ikutan. Umat ini masih tergantung kepada para pemimpinnya. Nah, kalau umat diberikan contoh yang baik, akan mudah menurut.<br />
Umat kita itu disamping penurut juga sensitif. Kalau mereka mendapatkan pemimpin yang bisa memberikan contoh-contoh yang baik, jelas, dapat dan mudah dipahami, mereka akan mengikutinya.</p>
<p><strong>Pengalaman yang paling berkesan mengamati fenomena ukhuwah ini?</strong></p>
<p>Ketika saya berkunjung ke salah satu perusahan di Jakarta, saya mendapati seseorang yang masuk kerja pada hari libur. Pimpinannya juga datang, karena memang pimpinannya itu biasa datang di hari libur. Ditanya oleh pimpinannya, &#8220;Mengapa kamu datang kerja, padahal saya tidak mampu memberikan uang lembur buat kamu.&#8221; Jawab karyawan itu, &#8220;Bukan masalah itu. Kebetulan saya kosong dan asyik di sini. Saya mendapatkan sesuatu yang tidak saya dapatkan di rumah atau di tempat lain ketika bekerja.&#8221; Kenapa? Karena pimpinannya itu rendah hati, menyatu dengan mereka. Kadang makan pun bersama-sama dengan para karyawan. Hal ini membuat karyawan luar biasa pengabdian-nya. Bahkan sampai level tukang cuci pun merasakan sama.</p>
<p><strong>Pengalaman lainnya?</strong></p>
<p>Kadang dukanya itu muncul ketika saya dapatkan fenomena di mana beberapa orang sibuk dengan permasalahan bersama, tapi yang lainnya seenaknya sendiri.</p>
<p>Ini yang mem-buat ukhuwah menjadi kurang intim. Jadi masih kita dapati beberapa orang yang asal ngomong saja. Sehingga dengan omongan itu, dia tidak tahu bahwa dia telah melukai hati orang lain. Yang membuat sedih juga adalah bagaimana sebuah kelompok yang mempunyai satu visi dan misi, terjadi hal-hal yang mungkin tidak pantas dilakukan pada level-level pimpinannya. Semestinya hal itu tidak perlu terjadi, kalau masing-masing mengambil solusi yang benar dari Islam sendiri.</p>
<p><strong>Siapakah tokoh yang menjadi inspirasi Anda?</strong></p>
<p>Pertama, yang jelas adalah Rasulullah saw. Itu sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Kemudian dari keluarga saya, ya kakek saya. Kakek saya telah membuka lembaga pendidikan hampir 1000 buah jumlahnya. Semuanya tersebar hampir di seluruh propinsi di Indonesia. Misalnya kita akan dapatkan di Kalimantan Timur, di Sulteng, Sulut, Maluku, Irian. Itu semua dia lakukan sendiri saja. Padahal dari segi (penguasaan) bahasa Arab saja, dia lemah. Tapi kenapa sampai dia berhasil? Yaitu, keikhlasannya. Saya amati dia itu tanpa pamrih, mandiri, berusaha memberi tapi tidak meminta, dan pasrahnya kepada Allah luar biasa.</p>
<p>Keikhlasannya juga tercermin pada para anak didiknya yang berdakwah di berbagai daerah. Pernah saya bertemu mereka di salah satu pulau di Maluku Utara. Pada salah seorang, saya bertanya, &#8220;Sudah berapa lama di sini?&#8221; Di jawab, &#8220;Ya Alhamdulillah, 32 tahun.&#8221; &#8220;Soal nafkah, berapa setiap bulan pendapatannya?&#8221; lanjut saya. &#8220;Alhamdulillah, kurang lebih 30-40 ribu. Allah telah memberikan saya banyak jalan keluar,&#8221; jawabnya dengan yakin. Dia bisa berhasil karena mendapatkan motivasi dari orang yang meletakkan di situ. Jadi dia diamanahkan untuk &#8220;menggarap&#8221; pulau itu. &#8220;Nih, kamu di pulau ini, jangan tinggalkan lokasi ini. Pulau inilah tempat tinggalmu,&#8221; kata kakek saya. Dan itu dia pegang hingga sekarang.</p>
<p><strong>Dalam keluarga, bagaimana Anda menanamkan soal ukhuwah ini?</strong></p>
<p>Kami mengajarkan bagaimana menanamkan ukhuwah itu dengan sikap saling menghormati satu dengan yang lain. Jadi kalau anak salah jangan diungkap di depan teman-temannya. Itu akan membuatnya <em>down</em> dan bahkan muncul rasa kebencian. Anak-anak juga jangan dibeda-bedakan. Sehingga di antara mereka memiliki ukhuwah yang solid. Dan bagi mereka yang berprestasi selalu berikan ucapan yang baik, sekurang-kurangnya memberikan do&#8217;a, misalnya dengan kata-kata, &#8220;Jazakallahu khoiron jaza.&#8221; Ini akan berdampak luar biasa.</p>
<p><strong>Dalam men-<em>support</em> kesibukan Anda sekarang, ibadah khusus apa yang biasa dilakukan?</strong></p>
<p>Di samping ibadah pribadi seperti muslim yang lain yang tidak ada kelebihan-kelebihan khusus, saya banyak belajar dari mereka yang telah berjuang. Saya merasa bahwa apa yang kita lakukan belum seberapa. Seperti teman saya waktu di Mesir, ia punya banyak sekali <em>halaqoh</em> (majelis pengajian) yang kalau kita hitung kita nggak sanggup juga menanganinya. Biasanya kekuatan pengaruh mereka itu terletak dari keikhlasannya. Alhamdulillah, saya juga membaca &#8216;ma&#8217;tsurat&#8217; tiap pagi dan sore. Itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Di samping itu, juga meluangkan waktu untuk qiyamul lail, dan sholat Dhuha.</p>
<p><strong>Apa harapan Anda bagi umat?</strong></p>
<p>Kami mengharapkan semoga Indonesia ini punya pemimpin yang kalau berkata sesuatu itu didengar. Kalaupun tidak oleh individu, ya kolektif lah. Atau ada satu lembaga, di mana apa yang diungkapkan lembaga itu didengar oleh umat Islam dengan prinsip &#8220;<em>sam&#8217;an wa thaatan</em>&#8220;(mendengardan taat). Ini yang belum kita miliki. Padahal ini sesuatu yang sangat signifikan dan mendasar. Dan menyelesaikan segala macam persoalan secara bersama-sama adalah perintah agama. Yang namanya ukhuawah itu kan kebersamaan. Bersama-sama untuk saling membantu dalam susah, duka, dan dalam keadaan apapun.</p>
<p>Sumber: Majalah Tarbawi Edisi 27 Th. 3/Syawal 1422 H/31 Desember 2001 M</p>
<p>Dipublikasi ulang oleh <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin DPD PKS Sidoarjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/bangunlah-ukhuwah-dengan-berbaik-sangka.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hamas: Belajar dari Kesalahan</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/hamas-belajar-dari-kesalahan.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/hamas-belajar-dari-kesalahan.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 22:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hamas]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Sami Moubayed
(Pemuatan tulisan ini bertujuan agar kita mampu melihat sesuatu dari beberapa segi dan aspeknya. Juga, membuat kita bisa belajar dari hasil pembelajaran orang lain terhadap kita.)

Setiap orang yang mencermati performa Hamas atau mengikuti retorikanya sejak didirikan di Palestina pada akhir tahun 1980-an menyadari bahwa kelompok Islam (ini) telah sangat matang setelah melewati masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Oleh Sami Moubayed</p>
<p>(Pemuatan tulisan ini bertujuan agar kita mampu melihat sesuatu dari beberapa segi dan aspeknya. Juga, membuat kita bisa belajar dari hasil pembelajaran orang lain terhadap kita.)</p>
<div align="center"><img src="http://pks-sidoarjo.org/wp-content/uploads/2010/03/Hamas.JPG" height="161" alt="Hamas" hspace="8" width="197" align="center" border="0" /></div>
<p>Setiap orang yang mencermati performa Hamas atau mengikuti retorikanya sejak didirikan di Palestina pada akhir tahun 1980-an menyadari bahwa kelompok Islam (ini) telah sangat matang setelah melewati masa 20 tahun.<br />
<span id="more-922"></span><br />
Awalnya, Hamas menghindari segala sesuatu yang terkait dengan Perjanjian Damai Oslo yang ditandatangani oleh Presiden Palestina Yasser Arafat. Hamas menyatakan bahwa dengan menerima resolusi-resolusi PBB, Arafat telah mengakui Israel secara de facto. Piagam pendirian Hamas menolak mengakui negara Israel dan berjanji berusaha menghapus (Israel) demi memulihkan semua wilayah Palestina sebagaimana tahun 1948.</p>
<p>Konsekuensi dari sikap itu, Hamas menolak terlibat dalam pemerintahan dan parlemen Pemerintahan Nasional Palestina (Palestinian National Authority/PNA). Hamas melancarkan pertempuran berdarah sejak pecah intifada kedua pada 10 tahun yang lalu, tepatnya pada September 2000. Hamas menolak keterlibatan Amerika Serikat di Timur Tengah.</p>
<p>Sekarang, 22 tahun sejak pendiriannya, Hamas mencermati dalam-dalam sejarahnya, belajar dari keberhasilan dan kesalahannya sendiri guna menjadi sebuah pelajaran baru bagi organisasi dan kepemimpinannya.</p>
<p>Dimulai dari tahun 2006, saat Hamas memutuskan ikut serta dalam pemilu parlemen pasca meninggalnya Arafat di teritorial Palestina (yang merupakan produk Perjanjian Damai Oslo). Dengan menyetujui untuk memegang jabatan dalam sebuah lembaga yang diciptakan oleh proses perdamaian, Hamas sebenarnya telah mengakui Perjanjian Oslo. Dalam kampanyenya, meskipun Hamas menyerukan mempertahankan perjuangan bersenjata melawan Israel, Hamas tidak menyerukan pembentukan sebuah negara Islam di Palestina seperti yang dinyatakan dalam piagam Hamas 1988, &#8220;Israel akan ada dan akan terus ada hingga Islam akan memusnahkannnya.&#8221;</p>
<p>Menteri Luar Negeri Hamas Mahmud al-Zahhar menegaskan, &#8220;Tidak ada tempat bagi negara Israel di tanah ini.&#8221; Sementara itu, pendiri Hamas Syekh Ahmad Yassin telah menawrkan gencatan senjata jangka panjang (hudna) dengan Israel. Syaratnya dua: setuju untuk kembali ke tapal batas tahun 1967 dan memberi &#8220;hak kembali&#8221; bagi pengungsi Palestina yang terpencar-pencar di perantauan. Pada Januari 2004, tawaran Ahmad Yassin itu diangkat kembali oleh Abdul Aziz Al-Rantisi, seorang komandan senior Hamas, yang menyerukan &#8220;pembebasan tanah bertahap&#8221; sebelum ia dibunuh oleh Israel tiga bulan kemudian, pada bulan April.</p>
<p>Mari kita lihat lebih dekat rincian sepak terjang Hamas.</p>
<p>Hamas memboikot pemilu presiden bulan Januari 2005, tetapi berpartisipasi dalam pemilihan dewan kota (parlemen daerah) bulan Mei 2005. Hasilnya, Hamas mampu mengambil kota-kota penting seperti Rafah di Jalur Gaza dan Qaliqiyah di Tepi Barat, dengan mendapat suara mayoritas. Dalam pemilihan parlemen tahun 2006, Hamas mendapat 42,9% suara dan 74 dari 132 kursi setelah mengusung tema &#8220;Perubahan dan Reformasi&#8221; ke pemilih.</p>
<p>Hamas berharap akan diberi kesempatan untuk membuktikan diri dan menguasai wilayah Palestina, menawarkan 10 tahun gencatan senjata dengan Israel sebagai imbalan bagi penarikan penuh Israel dari Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur. Sewaktu kampanye, Hamas tidak menyerukan pembebasan seluruh Palestina karena Hamas menyadari bahwa politik adalah seni kemungkinan dan permintaan seperti itu akan diacuhkan masyarakat internasional.</p>
<p>Daripada turut serta dalam kebijakan Hamas, masyarakat internasional memilih memboikot wilayah Palestina untuk menghukum orang-orang Palestina yang memilih Hamas. Pemberian sanksi itu atas desakan George W Bush di Gedung Putih, pada Mei 2006.</p>
<p>Pemboikotan ini membuat penganut garis keras dalam Hamas mencoba menghentikan semua tindakan moderat, menyatakan bahwa Israel hanya mengenal satu bahasa: bahasa kekerasan. Mereka meminta Hamas kembali pada usaha terbaik: memimpin perlawanan bersenjata melawan Israel.</p>
<p>Para pemimpin utama Hamas, bagaimanapun, jelas-jelas ingin diakui sebagai negarawan, bukan sekadar pejuang gerilya. Keinginan mereka ada sama dengan pikiran Arafat sendiri. Arafat yang setelah bertahun-tahun melawan dengan gerakan bawah tanah Palestina, bangkit untuk menjadi presiden terpilih pada 1990-an, bertekad menyediakan pekerjaan, membayar gaji, menarik investasi, membawa rasa aman dan kehidupan normal di wilayah Palestina.</p>
<p>Yang benar-benar penting, para pemimpin Hamas segera menyadari bahwa sekolah lebih baik bagi rakyat Palestina, bagaimana menyediakan rumah sakit murah dan standar hidup yang lebih tinggi bagi warga Tepi Barat dan Gaza. Membasmi korupsi dan memperbanyak lulusan-lulusan PhD di universitas Palestina menjadi lebih mendesak untuk Hamas daripada melancarkan pertempuran bawah tanah melawan Israel.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu, Ismail Haniyya, perdana menteri pemerintah pimpinan Hamas di Gaza, mengumumkan bahwa ia menyambut baik momentum positif yang dibawa ke Timur Tengah oleh Presiden AS Barack Obama. Ia bersedia memberikan Obama keuntungan dari keraguan tekanan apa yang harus dilakukan AS terhadap Israel untuk mengakhiri pengepungan Gaza. Hilang sudah hari-hari saat Hamas menolak peran AS di Timur Tengah.</p>
<p>Pekan lalu, Hamas membebaskan jurnalis Inggris Paul Martin dari penjara di Gaza. Pembebasan tersebut mengingatkan pada kejadian beberapa tahun yang lalu saat Hamas membantu melepaskan responden BBC Alan Johnston dari penyanderaan di Gaza.</p>
<p>Hamas juga, baru-baru ini, mengumumkan bahwa ia bersedia menerima Prakarsa Perdamaian Arab, yang digagas pada KTT Beirut tahun 2002, yang mengakui Israel dengan perbatasan tahun 1967. Tampaknya, hilang juga hari-hari saat Hamas menolak perjanjian damai apa pun tidak didasarkan pada pembebasan seluruh Palestina.</p>
<p>Ada banyak alasan mengapa Hamas telah berubah sikap, meski Hamas tetap menjaga bagaimanapun impian aslinya untuk membebaskan Palestina. Satu di antaranya adalah keinginan untuk berkuasa di wilayah Palestina  dan pada saat yang sama mampu berbagi kekuasan dengan partai-partai politik lain sepanjang sejarah. Hal sama terjadi pada Fatah pada tahun 1993, ketika Arafat menyadari bahwa pertempuran bersenjata sendirian tidak akan pernah berhasil dalam membebaskan Palestina atau membawa dia untuk berkuasa di wilayah Palestina.</p>
<p>Alasan lain mengapa Hamas mengalami pelunakkan dalam kebijakannya adalah jumlah kerusakan dan pertumpahan darah diderita pada Gaza sejak perang 2008-2009. Meskipun bisa bertahan, Hamas menyadari bahwa rakyat Palestina yang ada dalam daerah yang dikuasainya mengalami derita tak tertahankan dan standar hidup mereka turun drastis. Jika pelunakan kebijakan itu merupakan harga yang harus dibayar sebagai untuk meringankan derita penduduk Palestina di Gaza, Hamas akan bersedia membayarnya.</p>
<p>Alasan berikutnya yang menyebabkan Hamas berubah cepat adalah kejadian di negara tetangga, yakni Lebanon. Pertama, Hizbullah bisa mempertahankan kebijakan garis keras, namun bisa berbagi kekuasaan dengan unsur-unsur pro-Barat. Bagi Hamas, tidak mungkin berbagi kekuasaan Palestina dengan Fatah.</p>
<p>Kedua, Hizbullah memiliki sekutu geografis yang menjadi tetangga Lebanon, yaitu Suriah. Sementara Hamas bertetangga dengan pemerintah Mesir yang bersikap sangat memusuhi. Jangankan memberi bantuan, sikap permusuhan Pemerintah Mesir itu membuat kehidupan penduduk Gaza semakin sulit.</p>
<p>Hizbullah bisa memanfaatkan kondisi medan sulit di Lebanon selatan dan bertempur dari goa dan gunung, sementara Hamas harus bertempur di medan datar Gaza, yang menjadi sasaran empuk jet-jet tempur Israel.</p>
<p>Selain itu, Hizbullah memproteksi keamanan dengan sangat ketat dan yakin tidak ada ilfitrasi Israel ke dalam komunitas Hizbullah. Terlihat jelas dari pertempuran di tahun 2006, Israel tidak mempunyai informasi tentang komandan-komandan senior Hizbullah. Jika tahu, tentu para komandan itu akan segera dibunuh, seperti yang Israel telah lakukan kepada para pemimpin Hamas sejak tahun 1990-an.</p>
<p>Dalam wilayah Palestina, kelaparan menjadi ancaman bagi setiap orang sehingga sangat mudah bagi Israel untuk mengirimkan pasukan mata-mata dan informan untuk menyuap mereka yang sangat membutuhkan uang. Karena inilah, Israel bisa melumpuhkan pemimpin-pemimpin Hamas seperti Yassin dan Rantisi. Ada dugaan, Israel turut andil dalam kematian Arafat di tahun 2004.</p>
<p>Di Januari 2010, Israel merancang pembunuhan seorang komandan senior Hamas Mahmoud al-Mabhouh di Dubai. Akhir pekan lalu, Israel menangkap pendiri Hamas di Ramalah, Maher Udda. Beberapa minggu yang lalu, putra Syekh Hasan Youssef, seorang pendiri Hamas, mengumumkan bahwa dia telah bekerja dengan intelijen Israel Mossad sejak tahun 1990 dan sejak pindah ke AS dan menjadi Kristen. Informasi yang dia berikan kepada Israel telah menyelamatkan nyawa Presiden Israel Shimon Peres dan menyebabkan penangkapan Palestina berpengaruh seperti Marwan Barghouti.</p>
<p>Kasus seperti di atas tidak terjadi di kalangan Hizbullah. Ini menunjukkan betapa berat kesulitan bagi Hamas untuk menerima kenyataan: karena kemiskinan, Israel telah menyusup ke dalam masyarakat Palestina secara dramatis dengan cara-cara canggih.</p>
<p>Kemiskinan di jalan, ketidakpedulian masyarakat internasional, keinginan untuk memerintah, menjelaskan mengapa Hamas di tahun 2010 lebih bijak daripada masa sebelumnya.</p>
<p>Sami Moubayed adalah kepala editor Majalah Forward.</p>
<p>Sumber: Asia Times Online (www.atimes.com), 20/03/10</p>
<p>(Diterjemahkan secara bebas dan mengalami sedikit penambahan dengan tidak mengubah substansinya. Dipublikasi ulang <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin DPD PKS Sidoarjo</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/hamas-belajar-dari-kesalahan.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Globalisasi dan Posisi Peradaban Islam &#8211; 2</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/globalisasi-dan-posisi-peradaban-islam-2.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/globalisasi-dan-posisi-peradaban-islam-2.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 10:34:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peradaban Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Prof. Dr. Amer Al Roubaie
(Islamia No. 4 Thn 1/Januari-Maret 2005)
Prof. Dr. Amer Al Roubaie adalah Professor bidang Ekonomi di ISTAC, Kuala Lumpur. Malaysia. Doktor bidang Ekonomi luiusan dari McGill University, Mountreal Canada ini pernah mengajar di beberapa universitas di Amerika dan Canada. Globalisasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan di Timteng adalah bidang kajiannya.
Hegemoni Budaya Global
Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Oleh Prof. Dr. Amer Al Roubaie<br />
(Islamia No. 4 Thn 1/Januari-Maret 2005)</p>
<p>Prof. Dr. Amer Al Roubaie adalah Professor bidang Ekonomi di ISTAC, Kuala Lumpur. Malaysia. Doktor bidang Ekonomi luiusan dari McGill University, Mountreal Canada ini pernah mengajar di beberapa universitas di Amerika dan Canada. Globalisasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan di Timteng adalah bidang kajiannya.</p>
<p><strong>Hegemoni Budaya Global</strong></p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa tujuan paling penting dari globalisasi adalah transformasi masyarakat global. Kemajuan teknologi komunikasi dan pertumbuhan pasar global seringkali dimanfaatkan oleh segelintir pemain dengan agenda globalnya. Kepentingan dari kelompok kecil pemain ini dapat langsung dikaitkan dengan finansial global pada sistem ekonomi.</p>
<p>Sebagai tambahan dari pengaruh ekonomi dan politik segelintir pemain ini, kontrol mereka di atas sistem komunikasi global, produksi dan distribusi media, teknologi komunikasi, riset dan pengembangan, mengizinkan mereka untuk mendirikan jaringan kerja multinasional dengan kontrol terbesar di atas distribusi dan penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan secara luas. Dengan jalan ini, seluruh dunia menjadi konsumen dari produk budaya Barat, ideologi mereka, dan produk ilmu pengetahuan yang hanya sedikit menyentuh nilai-nilai budaya lokal. Apa yang diistilahkan Branislav Gonosliv sebagai &#8220;<strong>hegemoni intelektual global</strong>&#8221; sangat cocok dengan ungkapan di atas dan hal itu merupakan ciri-ciri yang mendominasi proses globalisasi selama lebih dari dua dekade. Gosovic mendefinisikan hegemoni intelektual global &#8220;strategi dan kepentingan geopolitik yang berfungsi seperti halnya Dewan Gereja zaman pertengahan, tapi dengan audience yang lebih global.&#8221;(19)</p>
<p>Sifat alami yang homogen dari proses globalisasi ini adalah untuk menyatukan pemikiran dan menfokuskan pandangan masyarakat dunia untuk menggunakan kode etik dan nilai-nilai bersama yang bersumber dari Barat, untuk memperkuat hegemoni intelektual mereka. Bagian lain dari dunia ini berada dalam posisi akhir penerima sistem informasi dan penyiaran satelit global, mendapatkan berbagai jenis dari produk budaya dan informasi gaya Barat yang sebenarnya bertujuan untuk mencuci otak kita. Sebagaimana yang dijelaskan Mike Fatherstone bahwa budaya global telah dibentuk melalui dominasi politik dan ekonomi dunia oleh Amerika Serikat yang telah memancangkan kekuasaan budayanya ke seluruh dunia. Dari persepsi ini gaya hidup Amerika yang sangat individualistik dan kepercayaan diri mereka yang sangat tinggi untuk bisa maju, apakah yang mereka manifestasikan dalam karakter-karakter film Hollywood seperti Donald Duck, Superman ataupun Rambo, dan yang dicerminkan seorang bintang seperti John Wayne, dapat diartikan sebagai kekuatan hegemoni bentuk baru yang menjadi ancaman bagi persatuan bangsa-bangsa kecil.&#8221;(20)</p>
<p>Dominasi dalam bentuk pengaruh budaya global seperti itu menandakan bahwa budaya lokal dan khasanah bangsa lainnya menjadi semakin lemah, karena hanya menjadi bagian kecil dari budaya yang lebih dominan, yaitu budaya Amerika. Makan di Mc Donald, atau minum Coca Cola selalu dikaitkan dengan status dan kedudukan seseorang di beberapa negara. Dengan kata lain, bisa pergi ke Barat atau dapat mengkonsumsi produk-produk Barat memberi kepuasan tersendiri kepada setiap individu di negara-negara kecil, karena mereka merasa puas sudah berhasil meniru gaya hidup Barat. Featherstone berargumentasi bahwasanya burger, bukan hanya dikonsumsi fisiknya saja, tapi juga mencerminkan bahwa kita mengkonsumsi imej atau lambang dari sebuah gaya hidup &#8230;bagi kelompok masyarakat kecil dapat mengkonsumsi produk seperti itu memungkinkan mereka merasa puas mendapatkan manjaat dan sejajar dengan golongan atasyang lebib kuat.&#8221;(21)</p>
<p>Koran Harian International Herald Tribune menulis: &#8220;Budaya Amerika itu sendiri selalu menjadikan kaum muda sebagai sasaran utama dengan menjanjikan kebebasan, uang, slogan-slogan: kerjakan olehmu sendiri, memompa kekuatan diri mereka sendiri. Orang-orang Amerika boleb mengatakan, &#8220;Ya, itulab kami.&#8221; Tapi di belaban lain dunia ini, orang-orang percaya bahwa produk budaya itu memberikan kepuasan universal yang bukan hanya milik Amerika.&#8221;(22)</p>
<p>Globalisasi berhasil menciptakan imej salah tentang budaya kehidupan gaya Barat di negara-negara non Barat, sehingga hal itu dapat diinterpretasikan juga sebagai bentuk lain dari penjajahan atau kolonialisme. Bentuk penjajahan seperti itu bagaimanapun juga berbeda artinya, karena bentuk penjajahan itu lebih mengarahkan sasarannya kepada anak-anak muda sehingga penjajah-penjajah itu dapat mengaburkan pandangan anak-anak muda tersebut. Produk-produk dari media Barat penuh dengan imej-imej yang sangat menarik, seperti imej sebuah kekayaan dan kejayaan. Mereka juga bangga menampilkan imej ratu-ratu kecantikan dan gaya hidup glamour di Barat. Di Malaysia contohnya, koran harian dan majalah-majalahnya sering mengkopi imej-imej ini dan mempublikasikannya tanpa memberi tanggapan pribadi mereka sendiri.</p>
<p>Post kolonialisme telah memperdalam menyatunya media lokal ke dalam sistem informasi media massa global dengan membuat media lokal dan fasilitas komunikasi Iainnya untuk memasukkan budaya Barat ke dalam pasar lokal. Dalam proses itu, budaya lokal menjadi tercerai-berai dan tidak utuh lagi bahkan semakin lemah untuk bertahan sendirian menghadapi derasnya arus budaya Barat yang sangat menarik itu.</p>
<p>Sayangnya di kebanyakan negara-negara berkembang, para elit yang memimpin negara mereka tepat setelah negara mereka itu merdeka, sesungguhya adalah produk didikan penjajah. Mereka bukannya menciptakan pemikiran baru untuk menata struktur baru, sistem politik, sosial dan ekonomi bangsanya dan meraih kembali warisan budaya mereka yang terenggut, tapi malahan melanjutkan pola kuno produksi penjajah dan memperkuat karakter-karakter institusi-institusi di negaranya dengan menjiplak tradisi Barat.</p>
<p>Setelah berakhirnya perang dunia ke II, studi pengembangan di negara-negara yang baru merdeka tersebut juga termasuk beragam literatur, model dan teori pengembangan sangat terakit dengan institusi-institusi dan ahli-ahli dari Barat. Banyak di antara pembuat kebijakan di negara-negara berkembang bergantung dalam hal intelektualitas terhadap literatur-literatur Barat atau teori-teori Barat, sehingga membatasi ruang lingkup analisis mereka sendiri terhadap masalah bangsa yang sangat rumit dan teoritis. </p>
<p>Negara-negara berkembang tersebut bukan hanya tidak mampu untuk mencapai rata-rata memuaskan dalam hal kemajuan ekonom-inya, tapi juga semakin melemah dalam posisi mereka untuk menghadapi tantangan globalisasi. Institusi-institusi internasional yang bermaksud untuk membantu dalam memberantas kemiskinan, mengurangi ketimpangan sosial dan memompa kekayaan di negara-negara berkembang tersebut, sebetulnya hanya kedok mereka untuk melicinkan masuknya pengaruh dari negara-negara Barat, khususnya Amerika. Hal ini sudah menjadi agenda khusus mereka dalam konsensus Washington, sehingga mereka dapat mempromosikan terbelinya teknologi Barat. Pada hari ini, kebanyakan dari pemimpin negara-negara ketiga sangat percaya bahwa modernisasi dari Barat dan demokrasi liberal yang dikendalikan oleh globalisasi adalah solusi tepat untuk menanggulangi penyakit masyarakat mereka. </p>
<p>Keyakinan ini memperkuat kesalahpahaman terhadap niat sesungguhnya mereka, niat hegemoni. Kita tidak boleh lupa, bahwa globalisasi bukan saja khas untuk bidang ekonomi, tapi juga menjadi agenda penting Washington dan bentuk dari teori ideologi mereka, neoliberalisme dan cuci otak yang intelek (<em>intellectual brainwashing</em>). &#8220;Sejarahnya, khususnya pada era kekaisaran di Eropa, globalisasi sering dikaitkan dengan perluasan pengaruh penguasa era kekaisaran Eropa telah berlalu, kelanjutan dari fase-fase terkini globalisasi bukan hanya pada ciri khas alami dari negara-negara liberal tetapi juga pematungan ciri hegemoni haus kekuasaan dari negara-negara liberal itu.(23)</p>
<p>Budaya di bawah rezim globalisasi telah menjadi sebuah alat untuk mempengaruhi dan memanipulasi psikis orang banyak. Globalisasi sering diekspresikan dalam bentuk produk-produk materi yang didukung oleh jutaan dolar untuk promosinya. Kontrol mereka diatas teknologi modern, terutamanya oleh segelintir pemain yaitu perusahaan multi nasional membuat mudah bagi negara-negara kapitalis untuk mengendalikan pasar global, mendorong pesatnya konsumerisme produk budaya Barat. Globalisasi juga menfasilitasi penyebaran pengaruh Barat dengan menyediakan akses ke pasar ekonomi di negara-negara non industri melalui beragam program-program budaya dan investasi langsung dari luar negeri. Di tahun-tahun berikut, internet telah menjadi media yang sangat efektif untuk menyebarkan produk budaya Barat itu seperti: ideologi politik, literatur, ide-ide program pendidikan dan gaya hidup mereka. Bahaya yang menghinggapi masyarakat non-Barat sangat besar sehingga sampai pada tahap di mana budaya Barat dapat masuk kedalam gaya hidup kaum muda yang rentan terhadap pengaruh. Dengan adanya akses teknologi elektronik dan komputer banyak dari mereka (kaum muda) tidak dapat dilindungi lagi oleh keluarga mereka atau masyarakat sekitarnya terhadap pengaruh-pengaruh negatif globalisasi budaya itu. Bagi anak muda di seluruh dunia, Barat adalah kiblat gaya hidup mereka.</p>
<p>&#8220;Globalisasi dalam proses sosial dan budaya sering ditandai dengan ketidaksinambungan dan penub kontradiksi. Gaya-gaya konsumsi dan pola hidup kelas menengah di negara-negara kaya dapat tersebar hanya dengan memakai layar tipis ke negara-negara miskin. Mayoritas populasi di negara-negara non-Barat semakin melupakan budaya milik mereka sendiri. Di manapun jua, bentuk-bentuk pengarub budaya Barat sangat mengakar dan dengan sangat cepat beradaptasi dengan budaya tuan rumab barunya&#8221;.(24)</p>
<p><strong>Makna Peradaban Islam</strong></p>
<p>Tidak seperti di Barat, di mana kebudayaan sangat rentan dan berubah-ubah sesuai dengan responnya atas perubahan-perubahan sosial, peradaban dalam Islam sudah ditetapkan oleh agama. Perbedaan makna kebudayaan bagi dunia Barat dan Islam adalah sangat mendasar. Di Barat, agama adalah bagian dari budaya, sedangkan di Islam, budaya didefinisikan oleh agama. Ini berarti bahwa sebagai jalan hidup, Islam telah mengatur tingkah laku masyarakat termasuk kode etik dan kode moral manusia. Salah satu dari petunjuk Islam adalah melarang manusia untuk mengikuti gaya hidup yang tidak diizinkan dalam Islam. Seperti mengkonsumsi makanan haram, berpakaian yang tidak pantas, tidak bermoral dalam berperilaku dan tidak percaya adanya Tuhan. Andaikan semua itu dilanggar, maka akan ada konsekuensi hukum yang telah ditetapkan oleh-Nya.</p>
<p>Umat Islam diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menikmati rahmat Allah, tapi tidak boleh melenceng dari prinsip-prinsip yang telah digariskan oleh syariat Islam. Terlebih lagi untuk menganut budaya Barat yang selalu diidentikkan dengan gaya hidup materialistik dan berorientasi duniawi saja. Peradaban dalam Islam mencakup elemen-elemen spiritual yang tidak dapat diukur dengan uang atau materi duniawi lainnya. Kebahagiaan adalah tujuan utama yang menjadi target masyarakat Islam. Tapi itu hanya akan dapat diraih apabila keperluan duniawi dan ukhrawi sudah seimbang. Hal ini bukan menandakan bahwa masyarakat statis atau anti terhadap perubahan. Melainkan Islam mempunyai prinsip sendiri yang sudah ditetapkan langsung oleh Tuhan untuk mengurangi keterkejutan budaya (<em>shock culture</em>) dan tekanan sosial untuk membangun hubungan antar masyarakat yang harmoni yang berdasarkan wawasan ilmu pengetahuan dan petunjuk Allah. Sudah menjadi kewajiban individu dalam Islam untuk terus menggali ilmu demi meraih kebahagiaan diri sendiri ataupun untuk membantu orang lain, sebagai wujud lain mensyukuri nikmat Tuhan.</p>
<p>Globalisasi telah membuat ilmu pengetahuan sebagai komoditi penting untuk sesiapa yang memiliki uang. Konsep Hak Paten Intelektual (IPR) yang telah ditekankan secara global oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tidak hanya ditujukan untuk membatasi akses negara-negara yang membutuhkan sains dan teknologi, tapi juga untuk mempropagandakan budaya kapitalis melalui penjualan dan promosi dari ilmu-ilmu Barat yang materialistik itu. Perdagangan telah menjadi sumber penting untuk mengekspor atau mengimpor budaya. Untuk beberapa dekade, para elit di kebanyakan negara Muslim dapat mengkonsumsi berbagai jenis produk budaya luar negeri melalui perdagangan.</p>
<p>Mengatakan Islam seperti kebanyakan agama lainnya, adalah suatu kesalahpahaman. Sebagai suatu agama, Islam telah menghadirkan suatu sistem kehidupan yang sangat komperehensif, menggabungkan dan menyeimbangkan elemen-elemen makro dan mikro dengan kode-kode etik yang bertujuan untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, lingkungannya dan sesamanya. Jadi, tidak wajar lagi kita memisah-misahkan aspek sosial, ekonomi, politik dan aktivitas budaya lainnya. Dalam hal ini budaya telah diobservasi untuk dapat mengekspresikan kebutuhan manusia untuk menggali ilmu, menciptakan ide-ide baru, menghasilkan berbagai jenis barang dan servis, mencari hiburan, perayaan ataupun makan dan minum manusia. Yang terpenting aktivitas itu haruslah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan oleh syariat. </p>
<p>Islam bukan tanggungjawab pribadi seperti yang dilihat Barat selama ini. Tapi, Islam merupakan tanggungjawab bersama untuk membangun keseimbangan sosial dalam masyarakat. Pemisahan agama dari urusan negara atau dari kehidupan sehari-hari individu tidak ada dalam Islam. Jadi, keseluruhan aktivitas dalam masyarakat termasuk juga elemen-elemen budayanya mestilah didesain sesuai dengan hukum Tuhan. Seharusnya, makna budaya dalam Islam juga mencakup adat istiadat, kebiasaan, peradaban, dan kemajuan intelektual manusia yang sejalan dan seirama dengan peraturan dan hukum yang sudah ditetapkan oleh pemegang supremasi tertinggi dalam Islam.(25)</p>
<p>Sebagai agama yang pluralistik, Islam mengakui keragaman budaya umat manusia asalkan itu semua sejalan dan tidak merusak hukum Tuhan. Selain itu, komponen ilmu pengetahuan dalam budaya Islam telah membuat masyarakat Islam dinamis, karena ia terus menerus menggali ilmu pengetahuan. Secara bersamaan, dikarenakan komponen spiritualnya budaya dalam Islam menyebarkan kode etik dan moral yang sangat tinggi untuk meng-arahkan manusia berperialku sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. </p>
<p>Menurut definisi Islam, budaya juga termasuk sebagai kontributor dalam bidang ilmu pengetahuan. Hal ini menandakan bahwa Islam tidak bertolak belakang dengan &#8220;sifat alamiah&#8221; sesuatu asalkan semata-mata demi kepentingan umat manusia. Seperti yang tertera dalam Al Quran: &#8220;Mereka mengajarkan yang berbahaya dan tidak bermanfaat&#8221; (QS. Al Baqarah: 102). Rasulullah saw bersabda, &#8220;Aku berlindung kepada Allah SWT dari ilmu pengetahuan yang tidak bermanfaat.&#8221;</p>
<p>Pada masa ini, umat manusia telah kehilangan warisan budaya mereka dan juga keinginan untuk meraih ilmu pengetahuan. Ismail Al Faruqi mengintisarikan permasalahan umat Muslim sebagai berikut: &#8220;Berlawanan dengan pengaruhnya yang sangat luas dan dirasakan di mana-mana, umat Muslim terus berlomba dengan waktu untuk bersaing dengan negara lain. Mereka telah meraih kemajuan pesat dalam periode yang sangat singkat semenjak mereka meraih kemerdekaan negara setelah perang dunia ke-2. Tapi, masalahnya adalab pendidikan mereka. Untuk menyadarkan masyarakat tentang identitas asli mereka, budaya dan peradaban mereka, juga bagaimana caranya meningkatkan kemauan mereka untuk mencapai tujuan dengan tangan mereka sendiri. Catatan mereka (umat Muslim) selama tiga dekade terakhir sering naik turun. Bahkan, beberapa di antara mereka sudah sangat terikat dengan ideologi-ideologi Barat, seperti nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dengan sedikit atau tanpa kesuksesan sama sekali.&#8221;(26)</p>
<p>Di awal-awal sejarah peradaban Islam, ilmuwan-ilmuwan Muslim telah mem-beri kontribusi besar di bidang ilmu pengetahuan. Dengan menjadikan ilmu pengetahuan yang berasaskan agama, Islam telah memberikan kontribusi besar di bidang ilmu pengetahuan, dalam beragam riset dan penemuan. Periode pencerahan di Eropa pada abad ke-18 (Renaissance dan Enlightenment) bisa terwujudkan setelah ada kontak antara mereka dengan Muslim di Spanyol, di bagian selatan Perancis dan di bagian selatan Italia. Sebaliknya, orang-orang Eropa pada masa itu tidak ramah dengan penemu-penemu ilmu pengetahuan baru dan pemikiran baru manusia. Mereka memperlakukan penemu-penemu itu secara tidak manusiawi. Sedangkan ilmuwan-ilmuwan Muslim seperti Ibn Khaldun (1332-1395), Ibn Rushd (1128-1195), Ibn Sina (980-1037), Al-Blruni (937-), Al-Zahrawi (940-1613), Al-Khawarizmi (m. 940), Ibn Zakariyya al-Razi (865-925) dan AI-Tabari (838-870), telah membuat kontribusi yang luar biasa di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman manusia. Sayangnya, umat Islam telah kehilangan kendali dan kemauan untuk meraih ilmu pengetahuan mereka sendiri dan lebih memilih untuk melihat ke Barat sebagai sumber pendidikan dan informasi yang sangat tepat.</p>
<p>Apabila umat Islam mampu mempertahankan warisan budaya mereka dan memperkayanya, mereka harus mau berinvestasi untuk pengadaan sumber daya manusia demi meningkatkan stok ilmu pengetahuan mereka. Pada era kemajuan sains dan teknologi seperti ini, umat Muslim bukan hanya memberi kontribusi yang sangat sedikit dalam bidang ilmu pengetahuan tapi juga menjadi bagian dari mereka yang berkomitmen sedikit untuk melakukan riset dan pengembangan. Bahkan mereka tidak ada kemauan sama sekali untuk melakukan eksperimen di bidang sains dan teknologi. Murad Wilfried Hofmann berpendapat bahwa: &#8220;Budaya dan teknologi superior akan mengalahkan budaya dan teknologi yang lebih lemah. Dalam hal ini, konsekuensi jangka panjang juga sangat dramatik, filosofinya Ibn Rushd atau Averroisme sangat menolong untuk terjadinya Renaisance di Eropa pada abad 16 dan 17 (CE) dan selanjutnya pada abad i8 dengan munculnya Enlightenment, yang hasilnya masih dapat dilibat sampai sekarang.&#8221;(27)</p>
<p>Hanya bila umat Islam mulai lagi untuk menghasilkan pengetahuan yang produktif (berguna) sebagaimana yang dilakukan oleh pendahulunya, barulah Islam akan diperhitungkan lebih serius lagi di dunia Barat. Tetapi, terlebih dahulu umat Islam diharuskan memenuhi tuntutan agamanya barulah mereka boleh melihat ilmu pengetahuan untuk melaksanakan ibadah mereka. </p>
<p>Jackson J. Spielvogel merefleksikan kontribusi orang Muslim dalam bidang budaya dan ilmu pengetahuan dan dampaknya kepada timbulnya peradaban Barat. Ia menjelaskan: &#8220;Umat Muslim telah menciptakan budaya kosmopolitan yang sangat brilian, pada waktu Eropa Barat masih berada dalam kehidupan pedesaan dengan kampung-kampung kecilnya, selama abad-abad pertama dari dominasi kerajaan Arab. Dunia Islamlah yang menyelamatkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan karya-karya filosoji Yunani kuno yang tidak dikenali di Eropa. Karya-karya besar Plato dan Aristotle kemudian diterjemahkan dalam bahasa Arab. Karya-karya itu kemudian dijaga di dalam perpustakaan yang dipanggil sebagai House of Wisdom (Bayt al-Hikmah) di Baghdad, di mana karya-karya itu dibaca dan dipelajari oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim. Perpustakaan itu juga memuat buku-buku matematika yang dibawa dari India. Pengkajian atas teks-teks kuno itu juga ditolong dengan penggunaan kertas. Pembuatan kertas-kertas sudah lama dikenalkan oleh Cina pada abad 8 dan di akhir abad itu juga, pabrik kertas sudah didirikan di Baghdad. Penjual buku dan perpustakaan-perpustakaan dapat mengambil manfaat darinya. Universitas-universitas Eropa kemudian memanfatkan ilmu pengetahuan dari Islam setelah karya-karya tersebut diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin. Ilmuwan Muslim bukan hanya dipuji karena menyumbangkan banyak ilmu pengetahuan ke Barat, tetapi juga karena mereka sudah memajukan dunia mereka sendiri. Terlebih lagi pada masa ini, kontribusi Muslim dalam bidang ilmu pengetahuan, ilmu alam masih dapat dibuktikan di manapun juga. Daftar pencapaian umat Islam di bidang matematika dan astronomi sangat mengagumkan&#8230; Avicenna adalah seorang dari banyaknya ilmuwan-ilmuwan Muslim yang karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sehingga dapat membantu kehidupan intelektual di Eropa pada abad ke-12 dan 13.(28)</p>
<p>Perbedaan diantara penggunaan teknologi oleh umat Islam pada saat ini dan masa lalu adalah pada periode-periode awal umat Islam menggunakan teknologi yang mereka ciptakan sendiri. Sedangkan pada masa kini, umat Islam menggunakan teknologi yang diciptakan oleh Barat. Sebagai Muslim, kita perlu untuk melihat kembali peran kita di dunia sekarang ini, untuk percaya bahwa kebutuhan kita sesuai dengan rencana Allah telah dipenuhi sekarang dan masa depan. Salah satu penunjangnya adalah teknologi yang mempunyai kontrol komando terbesar. Dengan mempelajari bagaimana menggunakan teknologi masa kini, kita dapat belajar untuk memainkan peran penting masa kini. Teknologi memberikan pengaruh dalam perubahan di tubuh masyarakat. Kemajuan model Barat mungkin tidak sesuai dengan kemajuan model Muslim. Dalam Islam suatu kemajuan itu mencakup faktor-fakktor materiil dan spirituil, meraih output maksimal demi mencapai keuntungan maksimal bukanlah ciri Islam untuk mempromosikan suatu kemajuan. Pencapaian teknologi dan aplikasi dari model kemajuan itu harus selalu dievaluasi untuk memastikan bahwa itu selalu sejalan dengan Syariah.</p>
<p>Konsep dari kebahagiaan mesti dijalankan sesuai dengan Al Qur&rsquo;an dan Hadits Rasulullah dan bukan berdasarkan kriteria-kriteria dan metode dari Barat. Pemakaian teknologi mesti disesuaikan dengan kondisi pada saat ini. Hubungan global yang semakin kuat bukanlah hal asing bagi penulis dan ilmuwan Muslim. Sebagai contohnya Said Nursi ilmuwan Muslim dari Turki dan juga seorang pemimpin agama memberitakan kepada dunia bagaimana budaya Barat berpengaruh besar kepada masyarakat dunia. Nursi sangat kritis terhadap modernisasi Barat dikarenakan kekosongan religius mereka dan besarnya pengaruh gaya hidup materialistiknya. Berkurangnya peran agama, menandakan bahwa manusia telah mengambil tempat Tuhan dan menggunakan keputusan rasional mereka sendiri tanpa mengikuti ajaran Tuhan. Dikarenakan itu, agama tidak lagi diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan posisinya sudah digantikan rasio dan sains yang dianggap sebagai solusi jelas atas semua masalah.</p>
<p>Sekularisme sebuah negara menandakan terputusnya hubungan negara itu dengan tradisi mereka, karena mereka sudah beradaptasi dengan pola hidup model barn yang liberal, hasil modernisasi gaya Barat. Perpindahan kepada model baru seperti itu menandakan bahwa agama telah menjadi urusan individu masing-masing dan bukan tanggung jawab bersama. Seperti yang dijelaskan Rashid Al Ghannouchi: &#8220;Paket modernisasi yang dibawa penjajah ke tanab Arab dan kemudian dipakai oleh pemerintab nasional setelab era penjajaban itu, sebenarnya sudab didesain sedemikian oleh mereka untuk meletakkan kekuasaannya di Arab dan masyarakat Islam kbususnya. Seperti di Magrib, penjajah-penjajah itu menjelaskan kepada mereka manfaat modernisasi yang telah memberi kesuksesan politik dan ekonomi untuk dunia Barat. Elit-elit sekuler nasional yang mengaku sebagai agen modernisasi telah mewarisi peran penjajah termasuk mewarnai pemikiran dan metode mereka untuk mengatasi massa yang mereka anggap sangat primitif dan terbelakang.&#8221;(29)</p>
<p>Pada masa ini, Islam menjadi fokus pembicaraan media Barat. Adanya buku &rsquo;Benturan Peradaban&rsquo; (Clash oj Civilization) karya Samuel Huntington dan The End of History-nya Francis Fukuyama kemudian terakhir serangan di New York tahun 2001, semakin mengintensifkan media Barat untuk menyerang Islam dan umat Muslim. Huntington berpendapat bahwa budaya adalah sumber konflik. Dalam artikel di Newsweek, Huntington lebih jauh berpendapat: &#8220;Politik global kontemporer adalab perang Muslim, yang telah menggantikan posisi perang dingin sebagai sumber konflik inlernasional.&#8221;(30) Mereka takut Islam kembali sebagai penantang utama peradaban Barat, karena itu mereka membendung Islam Fundamentalis di seluruh dunia, agar kepentingan hegemoni Barat tetap terjaga.</p>
<p><strong>Warisan</strong></p>
<p>Media paling populer komunikasi global adalah bahasa Inggris. Hampir 80% dari situs-situs jaringan internet menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Bukan menjadi suatu pilihan pribadi, apabila masyarakat mempelajari bahasa Inggris pada hari ini, melainkan karena terpaksa. Karena bila tidak, akses untuk mendapatkan informasi modern menjadi sangat sulit, terlebih lagi di negara-negara yang bukan pengguna bahasa Inggris. Selama dua dekade ini, banyak negara-negara mulai memperkenalkan bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib di sekolah-sekolah untuk memasyarakatkan globalisasi dan meningkatkan daya saing ekonomi. Terutamanya supaya tahu bagaimana mengoperasikan mesin-mesin teknologi.</p>
<p>Dalam dua abad terakhir ini, hampir seluruh sains dan teknologi diciptakan di Barat. Negara-negara Barat mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi kekuatan ekonomi mereka. Murad Wilfried Wofmann berpendapat: &#8220;Selama tiga abad terakhir, revolusi ilmu pengetahuan terjadi di Barat, seperti mikrofisika, makrofisika, nuklir, riset otak, matematika mutakhir, telekomunikasi, bidang kedokteran, komputer sains dan Iain-lain&#8230;&#8221;(30)</p>
<p>Ungkapan bahwa kita berada di ujung sejarah adalah untuk memaksa kita membeli nilai-nilai dari Barat, dengan maksud untuk mempropagandakan demokrasi liberal di negara-negara non industri. Masyarakat dunia seharusnya berpedoman kepada warisan masing-masing untuk mem-bentuk kembali tatanan sosial yang seimbang (32)</p>
<p>Bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting dan juga berfungsi sebagai sarana untuk berekspresi. Setiap bahasa sama penting, sama-sama alat berkomunikasi dan setiap bahasa berpotensi untuk menjadi bahasa internasional. Perwujudan/realisasi dari potensi-potensi itu bergantung kepada kesempatan yang diberikan. Satu masa, bahasa diyakini sebagai karya cipta yang hidup. Ia lahir, tumbuh, lemah dan akhirnya punah. Pandangan ini salah, karena bahasa berfungsi  sebagai instrumen dan hasil budidaya masyarakat yang mereka pakai atau ting-galkan. Riwayat semua bahasa berasal dari hubungan antar manusia di segala aspek kehidupan.(33)</p>
<p>Bahasa Arab tetap dikaitkan dengan kemajuan masyarakat Muslim selama berabad-abad sebagai bahasa wahyu. Umat Muslim memasukkan bahasa Arab ke dalam budaya mereka dengan menggabungkan beberapa kosakata bahasa Arab ke dalam kosakata bahasa mereka. Beberapa bahasa seperti Urdu, Melayu, Suwahili, Persia, Ottoman berpengaruh besar terhadap bahasa Arab sebagai bahasanya. Pada sejarah munculnya Islam, bahasa Arab bukanlah bahasa yang baru berkembang tetapi ia merupakan bahasa kuno yang kaya yang sudah dipakai jauh sebelum munculnya Islam. Bahasa Arab ikut menunjang peradaban Islam yang sangat tinggi. Dampak globalisasi juga dirasakan pada peran bahasa Arab yang semakin lemah dan bahkan hampir punah seandainya ia bukan bahasa Al-Qur&rsquo;an. Kita mesti menyadari itu.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Dalam tulisan ini, hubungan antara globalisasi dan budaya sudah sangat jelas didiskusikan. Globalisasi adalah proses multi dimensi yang menghasilkan perubahan mikro dan makro baik lokal maupun global. Sebagai suatu konsep, globalisasi adalah produk dari kemajuan bidang telekomunikasi dan siaran satelit dalam dua dekade terakhir ini. Kemajuan itu telah membantu semua penduduk dunia untuk bisa jadi dekat satu sama lain. Pencapaian mediamedia Barat semakin mengglobal dengan berkedokkan film-film Hollywood, berita-berita artis dan lain-lain. Negara berkembang ditinggalkan dengan sedikit kemampuan untuk melindungi kekayaan dari warisan bangsa mereka dikarenakan terbatasnya finansial dan teknologi. Sebagai proses yang tidak tentu dan tidak dapat diprediksi, globalisasi menjadi penyebab terjadinya perpecahan sosial, fragmentasi dan neokolonialisme. Namun, peradaban Islam tidak seperti budaya Barat, Islam lebih menekankan pentingnya kode etik untuk mengatur tingkah laku manusia. Budaya dalam Islam didefinisikan oleh agama Islam sendiri dan tidak dapat diubah mengikuti tren-tren baru dari Barat, dan inilah yang patut kita syukuri sebagai umat Islam.</p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong></p>
<p>20. Featherstone, Mike, Undoing Culture: Globalization, Postmodernism and Identity (London: SAGE Publications, 1995), p. 87.</p>
<p>21. Ibid, p. 8.</p>
<p>22. The International Herald Tribune, October 27, 1998.</p>
<p>23. Mc Grew, Anthony, A Global Society?, in Mall. Stuart; Helda, David and Mc Grew, Tony (eds). Modernity and its Futures (Polity Press, 1992). p. 71.</p>
<p>24. Ghai, Dharam, Ibid, p 3.</p>
<p>25. See Da&rsquo;wah Highlight, Vol XII-V, May 2001.</p>
<p>26. Al Faruqi, Ismail, Islam (Niles: Argus Communications, 1984), p. 80.</p>
<p>27. Hofmann, Murad Wilfried, Globalization: Another End of History or Just Semantics? Encounter 7:2, (2001), p. 212.</p>
<p>28. Spielvogel, Jackson J. Western Civilization, (Belmont : Wadworth Thomson Learning, 1999), p. 233-234.</p>
<p>29. Al Ghannouchi, Rashid, Secularism in the Arab Maghreb, in Tamimi, Azzam and Esposito, John (eds.), Islam and Secularism in the Middle East (London : Hurst &#038; Company, 2000), p. 99.</p>
<p>30. See Newsweek, December, 2001.</p>
<p>31. Hofmann, Ibid, p. 214.</p>
<p>32. See Unesco, Ibid, p. 176.</p>
<p>33. Ibid, 179.</p>
<p>Dipublikasi ulang <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">Admin DPD PKS Sidoarjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/globalisasi-dan-posisi-peradaban-islam-2.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tsaqofatuna</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/tsaqofatuna.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/tsaqofatuna.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 23:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemahaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Pada level pemikiran, upaya pemaduan Asholah (orisinalitas) dan Mu&#8217;ashorah (kemoderenan) merupakan kasus yang cukup rumit.
Dalam artian, adalah bagaimana memadukan Tsaqofah Islamiyyah yang orisinil, prinsipil, dan mendasar dengan tsaqofah modern, kontemporer, dan kekinian pada diri kaum Muslimin. Pada banyak kasus, lahirnya berbagai sikap yang tidak proporsional disebabakan oleh hilangnya tawazun (keseimbangan) di antara tsaqofah-tsaqofah itu.

Sebuah umat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada level pemikiran, upaya pemaduan <em>Asholah</em> (orisinalitas) dan <em>Mu&rsquo;ashorah</em> (kemoderenan) merupakan kasus yang cukup rumit.</p>
<p>Dalam artian, adalah bagaimana memadukan Tsaqofah Islamiyyah yang orisinil, prinsipil, dan mendasar dengan <em>tsaqofah</em> modern, kontemporer, dan kekinian pada diri kaum Muslimin. Pada banyak kasus, lahirnya berbagai sikap yang tidak proporsional disebabakan oleh hilangnya <em>tawazun</em> (keseimbangan) di antara <em>tsaqofah</em>-<em>tsaqofah</em> itu.<br />
<span id="more-744"></span><br />
Sebuah umat yang diamanatkan membawa <em>risalah</em> ke seluruh umat manusia, sudah dipastikan memiliki <em>tsaqofah zatiyah</em>, yaitu kumpulan pengelahuan dasar yang mencerminkan identitas kultural, pemikiran, jiwa, tabiat, dan emosi umat tersebut. <em>Tsaqofah zatiyah</em> kita, sebagai Muslim, merupakan ilmu-ilmu keislaman dengan berbagai cabangnya. <em>Tsaqofah</em> ini merupakan basis internal yang merefleksikan wajah akidah, misi, budaya, dan moral kita, sebagai indovidu atau komunitas Muslim.</p>
<p>Di atas basis <em>tsaqofah</em> inilah, dibangun <em>tsaqofah mu&rsquo;ashorah</em> seorang Muslim. <em>Tsaqofah zatiyah</em>, kata Al Ghazali, berbeda dengan ilmu yang tidak mengenal batas geografis, seperti kedokteran, teknik, fisika, kimia, matematika, biologi, arsitektur, militer, dan lainnya. Ilmu-ilmu seperti ini hanya akan memberi manfaat bagi suatu umat bila ia dibangun di atas landasan <em>tsaqofah zatiyah</em> umat itu. Sebab, <em>tsaqofah zatiyah</em> itulah yang dapat  menjamin kebenaran orientasi dan pendayagunaan ilmu-ilmu tersebut.</p>
<p>Karena alasan ini, kaum imperialis berusaha sedemikian rupa merusak lembaga lembaga pendidikan tradisional Islam seperti Al Azhar dan lainnya. Sekulerisasi dunia pendidikan-katakanlah demikian-yang sampai detik ini masih berlangsung di negara-negara yang berpenduduk mayoritas Islam. Akibatnya, &#8220;Akal Islam&#8221; yang dulunya mengakar, raksasa, cemerlang, kritis, kreatif, kini kehilangan peran vitalnya-mengambang dan terperosok dalam jebakan <em>taklid</em>. Karena &#8220;<strong>Akal Islam</strong>&#8221; itu kehilangan orientasi dan misi yang justru merupakan sumber mata air kecemerlangannya. Efek lebih jauh lagi, yang terjadi di realita umat adalah keadaaan sebaliknya. Kecanggihan teknologi milter suatu negara Islam justru menjadi sumber musibah bagi umat Islam di negara Islam lainnya.</p>
<p>Kasus hilangnya tawazun antara <em>tsaqofah zatiyah</em> dan <em>tsaqofah mu&rsquo;shorah</em> ini, tegas Muhammad Al Ghazali, merupakan salah satu rintangan terbesar yang menghambat laju roda kebangkitan Islam. Namun bukan berarti bahwa kita harus melahirkan manusia yang berpengetahuan &#8220;ensiklopedi&#8221;, yang serba bisa, serba ahli di segala bidang. Kenyataan ini, memang pernah ada dan terjadi di zaman ulama kita dahulu. Tapi sekat-sekat spesialisasi dan pengkhususan pengetahuan yang sekarang diterapkan dengan sangat ketat di zaman kita ini, belum atau bahkan tidak memungkinkah lahirnya manusia &#8220;ensiklopedi&#8221;.</p>
<p>Pesan yang ingin ditekankan di sini, adalah bagaimana merekonstruksi, menata ulang &#8220;<strong>tangga <em>tsaqofah</em></strong>&#8221; yang benar bagi <strong>Muslim Mutaharrik</strong> yang hidup di zaman ini? Yaitu sebuah tangga, dengan <em>tsaqofah zatiyah</em> yang dibangun secara hirarki dengan spesialisasi ilmu-ilmu modern. Karena <em>tsaqofah zatiyah</em> inilah yang dapat memberi &#8220;<strong><em>Mana&rsquo;ah Fikriyah</em></strong> (kekebalan pemikiran) bagi ilmuwan Muslim modern, yang pada gilirannya akan melahirkan manusia manusia jenius yang selalu <strong>On Mission</strong>.</p>
<p>Sumber: Inthilaq No. 8 /Th I 15 &#8211; 30 Juni 1993</p>
<p>Republished by <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">DPD PKS Sidoarjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/tsaqofatuna.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Globalisasi dan Posisi Peradaban Islam &#8211; 1</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/globalisasi-dan-posisi-peradaban-islam-1.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/globalisasi-dan-posisi-peradaban-islam-1.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 12:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peradaban Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Prof. Dr. Amer Al Roubaie
(Islamia No. 4 Thn 1/Januari-Maret 2005)
Prof. Dr. Amer Al Roubaie adalah Professor bidang Ekonomi di ISTAC, Kuala Lumpur. Malaysia. Doktor bidang Ekonomi luiusan dari McGill University, Mountreal Canada ini pernah mengajar di beberapa universitas di Amerika dan Canada. Globalisasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan di Timteng adalah bidang kajiannya.
Pengertian Globalisasi
Dekade-dekade sekarat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Oleh Prof. Dr. Amer Al Roubaie<br />
(Islamia No. 4 Thn 1/Januari-Maret 2005)</p>
<p>Prof. Dr. Amer Al Roubaie adalah Professor bidang Ekonomi di ISTAC, Kuala Lumpur. Malaysia. Doktor bidang Ekonomi luiusan dari McGill University, Mountreal Canada ini pernah mengajar di beberapa universitas di Amerika dan Canada. Globalisasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan di Timteng adalah bidang kajiannya.</p>
<p><strong>Pengertian Globalisasi</strong></p>
<p>Dekade-dekade sekarat dalam abad ke-20 ini telah menyaksikan pertumbuhan globalisasi; sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan drastis dalam tubuh masyarakat global, setelah jatuhnya Uni Soviet dan berakhirnya perang dingin. Selama lebih dari 50 tahun sejak berakhirnya perang dunia ke-2 perseteruan ideologi dan konflik yang terjadi antara kapitalisme yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Komunisme di bawah Uni Soviet telah mendominasi situasi politik global. Sedangkan bagian lain dunia ini yang kenyataannya terdiri dari negara-negara yang baru saja merdeka, masih terus berjuang untuk bertahan setelah dijajah selama berabad-abad untuk keluar dari keterbelakangan ekonomi. Selama mengalami penjajahan bangsa asing, bangsa-bangsa ini telah kehilangan porsi substansi dari warisan bangsa mereka berupa ilmu pengetahuan tradisional, gaya hidup, ciri bahasa, hubungan sosial antar mereka, kehilangan kestabilan ekonomi dan identitas nasional mereka. Kedua-duanya paham, baik kapitalisme ataupun komunisme kemudian menawarkan &#8220;wortel&#8221; kepada dunia ketiga untuk membeli dukungan politik dari mereka. Negara industri itu juga menjanjikan prospek yang lebih baik kepada bangsa-bangsa bekas jajahan ini melalui panduan teknik dari mereka, bantuan finansial, perdagangan internasional, investasi dari negara asing dan kemajuan ekonomi.<br />
<span id="more-738"></span><br />
Sebagai salah satu sistem global, kapitalisme telah keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan &#8220;kerajaan jahat&#8221; (<em>evil empire</em>) atau Uni Soviet dan pada akhirnya lahirlah pemerintahan negara-negara baru. Di era post kapitalisme, globalisasi telah menjadi sebuah kendaraan untuk membawa paham kapitalisme ke negara-negara non kapitalis melalui liberalisasi institusi-institusi finansial, swastanisasi badan-badan usaha negara, pengurangan peran pemerintah dalam ekonomi, peningkatan produksi untuk ekspor, penyebarluasan paham demokrasi liberal, dan pendalaman integrasi dalam sistem ekonomi global. Pertumbuhan pesat teknologi komunikasi menfasilitasi pengadaan informasi, mengkonsentrasikan kekuatan ekonomi dan finansial melalui kebijakan yang dibuat di tingkat global. Kita diberitahu bahwa sekaranglah &#8220;akhir sebuah sejarah&#8221; (<em>the end of history</em>) dan dimulainya sistem pemerintahan negara-negara baru yang menganut paham demokrasi liberal. Jadi bisa dikatakan dengan dibukanya pasar global dan peningkatan daya saing, globalisasi telah menjanjikan sebuah harapan bagi berjuta-juta rakyat miskin. Bagaimanapun juga, globalisasi juga merupakan sebuah tantangan untuk negara non industri, karena mengenalkan reformasi radikal dan rekonstruksi program yang bertujuan untuk menfasilitasi pergerakan bebas dari berbagai barang, layanan informasi, manusia, uang, berita, ideologi-ideologi, sebagaimana yang dijelaskan oleh Malcom Walters: &#8220;Bangkitnya paham kapitalisme menghadirkan dinamisasi global makro. Kapitalisme merupakan bentuk produksi yang efektif yang telah memberikan keistimewaan berupa kekuatan untuk mengambilnya. Kekuatan ini dapat digunakan untuk mengurangi atau babkan menghapus otoritas agama, politik, militer dan sumber kekuatan lainnya.&#8221;(1)</p>
<p>Tidak ada definisi tunggal untuk mendeskripsikan proses terkini globalisasi. Dikarenakan aspek multidimensinya globalisasi sering dideskripsikan sebagai proses yang tidak jelas, tidak menentu dan penuh kontradiksi. Jadi makna sebenarnya globalisasi untuk negara-negara non industri tetap saja kabur. Dengan pertumbuhan pesat teknologi komunikasi dan meningkatnya ketergantungan antar individu, golongan-golongan dan antar negara secara luas, globalisasi menawarkan kepada dunia satu keadaan di mana penduduk dunia dengan berbagai budaya kepentingan politik dan ekonomi dalam situasi tertentu dapat menjadi dekat satu sama lain.(2) Penduduk dunia di berbagai tempat dapat dihubungkan secara mudah dengan penggunaan komputer, satelit, telepon, mesin faksimil dan televisi. Terlebih lagi bisnis transportasi, dengan pengurangan ongkos perjalanannya, telah mendekatkan jarak yang tadinya jauh dan meningkatkan pergerakan manusia untuk melintasi dunia.</p>
<p>Masyarakat global baru juga disebut sebagai masyarakat dengan era informasi terkini yang satu sama lainnya dihubungkan dengan berbagai jenis sistem komunikasi mutakhir. Sebagai konsekwensinya, budaya baru global telah berkembang dan didominasi sebagian besar oleh ciri-ciri modernisasi, gaya hidup konsumerisme yang merupakan ciri-ciri budaya Barat. Pengertian luasnya, globalisasi berarti ketergantungan/keterkaitan antar manusia menjadi semakin besar di berbagai bela-han dunia ini. Di dalam situasi dunia yang seakan-akan mengecil seperti ini, meningkatnya intensitas hubungan secara meluas ke berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, budaya, politik, ideologi, agama, bahasa/literatur, ilmu pengetahuan, lingkungan maupun teknologi. John Tomlinson telah mengintisarikan arti dari globalisasi sebagai berikut: &#8220;Proses hubungan yang rumit antar masyarakat luas dunia, antar budaya, institusi dan individual Globalisasi merupakan proses sosial yang mempersingkat waktu dan jarak dari pengurangan waktu yang diambil baik secara langsung maupun tidak langsung. Jadi dengan dipersingkatnya jarak dan waktu, dunia dilihat seakan-akan semakin mengecil dalam beberapa aspek, yang membuat hubungan manusia antar satu dengan yang lain semakin dekat.&#8221;(3)</p>
<p>Dengan kata lain aspek multidimensi dari globalisasi mengekalkan terjadinya perubahan dramatik di berbagai jenis hubungan antar manusia dengan mempengaruhi sikap-sikap individu, nilai-nilai moral dan kode etik, kepercayaan, agama, kedan-latan bangsa, budaya dan gaya hidup.</p>
<p>Globalisasi merupakan proses rumit yang melibatkan semua unsur dari kehidupan manusia seperti aspek sosial, politik, ekonomi, budaya, agama, bahasa dan teknologi.</p>
<p>Hingga saat ini, globalisasi tetap merupakan proses rumit bukan hanya karena definisinya yang tidak jelas, tapi juga karena dampak yang ditimbulkannya. Seperti yang dikatakan Giddens: &#8220;Globalisasi merupakan proses rumit dan bukan merupakan suatu proses lunggal. Proses-proses rumit ini juga berlanjut dalam model &#8220;yang berlainan dan berlawanan.&#8221;(4)</p>
<p>Di antara proses-proses yang lainnya, globalisasi dapat dilihat sebagai kekuatan dramatis yang menyebabkan perubahan &#8220;dalam aspek sosial budaya di semua lapisan masyarakat&#8221;. Pemenang-pemenang dari pemain global ini adalah siapa yang dapat memperkekal globalisasi dengan melakukan kontrol di atas semua faktor-faktor yang berlawanan dengan tujuan globalisasi. Globalisasi budaya menghadirkan ciri-ciri penting dari masyarakat baru global. Era post kapitalis telah mendukung penyebarluasan nilai-nilai Barat te-masuk hak asasi manusia (HAM), kode etik, kemerdekaan, demokrasi, dan paham sekuler-liberal. Jalan menuju pembangunan masyarakat &#8220;desa global&#8221; memerlukan standarisasi dari nilai-nilai dan dikuranginya peran budaya dan khasanah bangsa dalam ekonomi nasional. Kebanyakan dari negara-negara non industri adalah negara miskin dari segi ekonominya, lemah dalam pendidikan, keuangan yang makin merosot, terbelakang dalam teknologi dan ketidaksanggupan ilmu pengetahuan mereka untuk merespon secara efektif dari tantangan yang mereka hadapi di era globalisasi.</p>
<p>Pembuat-pembuat kebijakan di negara non industri ini berada dalam sebuah ilusi bahwa &#8220;akhir sejarah&#8221; adalah satu realita biasa dan satu-satunya jalan untuk memacu pertumbuhan adalah dengan ikut menganut paham demokrasi liberal. Sayangnya, rentang perbedan ilmu pengetahuan antara Barat dan belahan dunia lainnya sangatlah luas sehingga memerlukan sumber-sumber pemasukan untuk mengurangi perbedaan itu.</p>
<p>Yang disayangkan hanya sedikit seka-li penduduk dunia ini yang dapat meman-faatkan sistem informasi yang telah me-masyarakat secara luas itu. Dengan kata lain, akses untuk mendapatkan komunikasi modern sangatlah terbatas. Sebagai contoh, penggunaan komputer pribadi di negara-negara berkembang terhitung hanya 2,5 dari 100 orang, berbanding 43,3 dari 100 orang dari negara-negara yang penduduknya mempunyai pendapatan lebih pada tahun 2001. Hanya 0,2 dari 100 orang yang dapat mengakses internet di negara-negara berkembang, berbanding 40 dari 100 orang di negara-negara maju. Singapura dengan populasi sebanyak 4 juta orang, 500 ribu penduduknya mempunyai komputer pribadi. Internet memang menyediakan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan, tetapi ini hanya bermanfaat kepada pemakainya saja. Dapat dikatakan bahwa 2 dari 3 orang AS dapat mengakses internet. Tapi hanya 1 dari 5000 orang yang dapat mengakses internet di seluruh Afrika. Contoh lainnya, sambungan telepon dapat lebih banyak ditemukan di Manhattan, New York daripada di seluruh bagian sub Sahara Afrika.<br />
Jadi negara-negara berkembang dengan akses teknologi komunikasi yang terbatas, mempunyai penduduk yang menjadi konsumen dari berbagai macam informasi dan budaya-budaya asing yang dibuat dan didistribusikan oleh perusahaan media massa internasional.</p>
<p>Globalisasi dalam sistem tersebut menjadi jaringan kerja global Lintuk pendistribusian berbagai produk dari Barat seperti film-film, ide-ide, gaya hidup, musik, seks bebas, nilai-nilai dan ideologi-ideologi mereka.</p>
<p>Negara-negara berkembang tidak dalam posisi siap untuk menghentikan arus informasi-informasi tersebut ke dalam masyarakat mereka dikarenakan terbatas-nya teknologi komunikasi dan sarana media penyiaran.</p>
<p><strong>Budaya Global</strong></p>
<p>Budaya adalah suatu konsep multidimensi yang tidak dapat dengan mudah didefinisikan. Konstruksi suatu budaya memungkinkan untuk berada di setiap level yang berbeda-beda di semua populasi, baik di desa, kota, pedalaman, metropolis atau tingkat global. Budaya juga: &#8220;melampaui balas suatu ideologi dan substansi identitas individual dalam masyarakat, kesadaran kcseragamaunya bahasa, elnik, sejarah, agama, adat kebiasaan, institusi-institusi. Rujukan kepada salu pola hidup menandakan adanya &rsquo;pondasi budaya&rsquo; dan simbol identitas bangsa tersebut.&#8221;(5)</p>
<p>Dengan melihat makna lain dari budaya, Ensiklopedia Britannica terbaru mendehnisikan budaya sebagai berikut: &#8220;Budaya adalah model dari ilmu pengetahuan manusia, kcpercayaan dan pola tingkah laku yang satu. Budaya kemudian dilihat mempunyai aspek-aspek dari segi bahasa, ide, keyakinan, adat istiadat, kode moral, institusi, teknologi, seni ritual, upacara-upacara dan komponen-komponen lainnya yang saling berkaitan. Perkembangan budaya tergantung kepada kapasitas mauusia untuk terus mempelajari budaya itu dan mentransmisikan ilmu pengetahuan mereka kepada generasi berikutnya.&#8221;(6)</p>
<p>Budaya global yang disebarluaskan globalisasi, adalah budaya Barat yang bertujuan untuk menyebarkan suatu produk homogen. Bagaimanapun juga, produk suatu budaya dengan ciri &#8220;materialistiknya dapat menyebabkan pergolakan dan konflik sosial di masyarakat non Barat,&#8221; yang mempunyai warisan budaya dan kehidupan relijius yang berbeda-beda.</p>
<p>Dengan dikontrol oleh hanya segelintir pemain, globalisasi mempromosikan suatu kepentingan atau interest global dari pemain tersebut. Globalisasi terjadi tidak seimbang dan hanya memberi keuntungan untuk golongan kelas menengah dan atas, di daerah perkotaan. Sementara masyarakat pedesaan dan golongan rakyat kecil, bukan menjadi sasaran globalisasi. Ketidaksamarataan pendapatan global baik antar ataupun di dalam negara-negara itu sendiri menyebabkan kecenderungan kecemburuan sosial dan ancaman-ancaman lain terhadap keamanan umat manusia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh PBB: &#8220;Mengalirnya arus budaya yang tidak seimbang pada masa ini karena berat sebelah pada satu sisi saja, yaitu dari negara kaya ke negara miskin. Ekspor terbesar dari Amerika Serikat bukanlab pesawat terbang atau automobil, melainkan ekspor hiburan-hiburan. Film-film Hollywood yang telab mendapatkan keuntungan lebib besar dari 30 juta dollar dari seluruh penjuru dunia pada tahun 1997. Meluasnya jaringan media global dan teknologi satelit komunikasi membangkitkan medium global baru yang berkekuatan super, jumlah dari televisi pribadi yang dimiliki 1000 orang bampir berjumlab 2 kali lipatnya antara tahun 1980 dan 1995 dari jumlah 121 menjadi 238. Penyebaran merk-merk produk global seperti Nike, Sony, telab membentuk standard baru dari Delhi ke Warsawa kemudian ke Rio de Jainero. Serangan dari budaya asing seperti itu membuat budaya masing-masing bangsa berada dalam resiko dan akan membuat masarakat luas kehilangan identitas budaya mereka.&#8221;(7)</p>
<p>Dalam budaya plural kita, terdapat 10000 jenis penduduk dengan budaya yang berbeda-beda di 200 negara. Masing-masing dari budaya tersebut sangat unik dengan beragam sejarah, khasanah, sosial, literatur dan adat istiadat tradisionalnya. Budaya adalah sumber motivasi dan perubahan dalam segala aspek di masyarakat demi pertumbuhan ekonomi, perkembangan umat manusia, lingkungan yang kita lindungi, nilai-nilai keluarga yang berusaha kita selamatkan, dan institusi-institusi masyarakat lainnya.</p>
<p>Jadi, budaya bukan hanya alat untuk tumbuh kembangnya nilai-nilai suatu materi, tetapi juga merupakan sarana untuk menyebarluaskan informasi, menciptakan ide-ide baru, menciptakan beragam ilmu pengetahuan, mempromosikan pengertian antar umat manusia dan pentingya hubungan sosial dan meningkatkan spiritualitas.</p>
<p>Dalam beberapa hal, superioritas telah memberi pengaruh besar kepada pemakainya, untuk memproduksi dan mendistribusikan beragam karya kita; barang, layanan termasuk budaya. Di tahun-tahun terakhir ini, dominasi teknologi Barat telah membantu mereka menciptakan &#8220;Budaya Global&#8221; yang pada intinya berfungsi untuk menghadirkan barang-barang dan produk hiburan dari Barat. Dampak langsung dari teknologi adalah kekuatan untuk mentransformasikan masyarakat termasuk budaya. Teknologi mengenalkan perubahan radikal di dalam sistem ekonomi yang mempengaruhi nilai-nilai tradisionil, hubungan sosial, peraturan tingkah laku manusia. Dalam istilah luasnya distribusi dari kekuatan globalisasi dapat dilihat berdasarkan siapa yang memiliki teknologi dan siapa yang tidak.(8)</p>
<p>Pada era global ini, ada suatu kebutuhan untuk diadakannya pengertian antar budaya dalam setiap masyarakat. Adanya interkoneksi antar budaya di berbagai belahan dunia ini tidak pernah terjadi sebelum era globalisasi. Malcolm Waters menggambarkan budaya global sebagai suatu kekacauan (chaos), sebagai wujud konsekuensi adanya perbedaan umat manusia. la berargumentasi: &#8220;Budaya global merupakan suatu chaos dan bukannya keteraturan seperti yang kita harapkan, ini merupakan satu bentuk integrasi yang komponen-komponennya saling berkaitan tetapi tidak menjadi satu. Globalisasi budaya yang absolut juga melibatkan pembuatan nilai-nilai baru tersendiri yang sangat berbeda, baik dari segi cita rasa ataupun gaya bidup yang dapat diakses secara mudah oleh masing-masing individu tanpa tujuan pasti, baik itu sekedar ajang ekspresi diri atau konsumsi tetap. Di bawah pengaruh budaya global ini, Islam tidak hanya dikaitkan dengan negara-negara Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia, tetapi dapat juga di akses belahan lain dunia ini dengan mengamalkan nilai-nilai murninya seperti yang menjadi tujuan utama Islam, seperti halnya penyebaran ideologi politik. Adanya nilai-nilai politik dari properti privat yang saling mendahului dan bagi-bagi kekuasaan dapat dikombinasikan untuk menciptakan sebuah ideologi ekonomi terkini. Suatu budaya mendukung adanya arus deras yang membawa berbagai informasi, komitmen baru, nilai-nilai baru, cita rasa baru melalui alat komunikasi pribadi, simbol-simbol yang digunakan dan simulasi elekironik.&#8221; (9)</p>
<p><strong>Imperialisme Budaya</strong></p>
<p>Selama dua dekade terakhir ini, masyarakat dunia telah mengalami perubahan sosial yang tidak berkaitan satu sama lain, tetapi melingkupi segala aspek dari usaha umat manusia. Dalam tubuh masyarakat non-Barat, di mana gaya hidup tradisional, termasuk praktek kebudayaan yang sangat khas ini masih muncul, perubahan drastis tersebut diharapkan dapat memberi efek positif untuk kemajuan masyarakat tersebut di masa depan. Dalam tahun berikutnya globalisasi pasar dan penyebarluasan informasi telah menyebabkan tingginya gaya konsumsi dan jalan hidup dari Barat untuk disebarkan ke semua mayarakat ke berbagai tempat. Terlebih lagi kemajuan di bidang komunikasi telah memungkinkan banyak ide-ide baru, ideologi, seni, bahasa dan beragam ilmu pengetahuan untuk melintasi seluruh penjuru dunia. Proses globalisasi juga terdiri dari faktor-faktor yang men-jadi ancaman bagi satu kebudayaan asli di berbagai tempat di dunia ini. Dengan kata lain &#8220;proses globalisasi juga menciptakan bentuk baru aliansi budaya yang unik yang terdapat pada satu bangsa atau etnik tertentu&#8221;.(10)</p>
<p>Globalisasi telah meminimalisir perlindungan terhadap budaya lokal melalui proses liberalisasi (swastanisasi) pasar dan perdagangan luas di banyak negara berkembang. Distribusi luas produk budaya barat seperti film, literatur, gaya hidup, nilai-nilai baru melalui media elektronik, siaran satelit, internet, koran-koran dan majalah telah mencemari budaya lokal.</p>
<p>Dominasi dan pengaruh media Barat dan kontrol mereka atas teknologi di dunia ini telah membuat negara-negara berkembang semakin kesulitan untuk mem-batasi penyebaran program-program budaya asing dan informasi dari luar yang tidak sesuai dengan budaya mereka. Budaya global baru, khususnya gaya hidup Amerika yang materialistik, film-film Hollywood, nilai-nilai kebebasan pribadi menghadirkan bentuk lain dari pengaruh hegemoni mereka yang berkedokkan kemajuan teknologi dan hasil produk-produk dari negara-negara kaya. Bahaya dari budaya baru tersebut berbentuk pemaksaan untuk digunakannya ideologi asing, pendidikan dan nilai-nilai pada masyarakat di negara-negara berkembang ini dengan membuat mereka menjadi konsumen produksi perusahaan multinasional itu.</p>
<p>Pada era pasca penjajahan di negara-negara Afrika, Timur Tengah, dan Asia, proses modernisasi mereka berwujudkan perubahan sosial, yang berusaha untuk mereka selaraskan dengan modernisasi gaya Barat. Contohnya, pada kasus Afrika Utara, budaya dan bahasa Perancis sangat mengakar kuat sampai pada tahap di mana bagian substansi dari budaya Islam sudah punah begitu saja. Contoh dari Tunisia, Presiden Habib Burgaiba sampai-sampai menyalahkan Islam dan menyatakan nilai-nilai Islam sebagai lambang dari keterbelakangan dan tidak berkembangnya suatu masyarakat. Walaupun budaya Barat mempunyai peran positif, tetapi semua itu tidak dapat menggantikan ilmu pengetahuan milik mereka sendiri dalam kaitannya untuk mengatasi masalah lingkungan mereka, hubungan sosial antar mereka sendiri ataupun usaha mereka untuk maju.</p>
<p>Sebenarnya, ada ketidakselarasan pada hubungan rumit antara teknologi Barat dan proses indutrialisasi mereka dengan budaya sosial dan ciri khas lingkungan dalam masyarakat-masyarakat non-Barat. Setidaknya, sampai negara-negara berkembang itu belajar bagaimana berhadapan dengan resiko dari teknologi Barat dan mengembangkan kemampuan manajerialnya, menemukan teknik untuk menemukan solusi, membangun unsur-unsur keamanan, melindungi budaya milik mereka dan tahu kapasitasmereka sendiri bagaimana memanfaatkannya, mereka tetap saja akan mengalami kesulitan disebabkan ilmu pengetahuan dari Barat ini. </p>
<p>Ali Mazrui berpendapat, bahwa: &#8220;Walaupun Afrika telab lepas dari pemerintahan penjajah, ia seharusnya bertanya pada dirinya sendiri, defacto, bagaimana seharusnya ia menjalani modernisasi bidang ekonomi tanpa harus mengalami westernisasi budaya. Pada realitanya, Afrika justru mengalami westernisasi budaya dan bukannya westernisasi ekonomi. Afrika berhadapan dengan dua resiko (double jeopardy). Pertama, ia terlalu cepat mengalami westernisasi, dan kedua westernisasi budaya itu sendiri adalab produk budaya Barat yang tidak sesuai dengan identitas mereka. Mozambique contohnya, mengalami westernisasi dalam cara sembahyang mereka dan bukannya dalam bidang-bidang produksi lainnya, kemudian westernisasi dalam usaha mereka beradaptasi tetapi bukan dalam usaha mereka untuk menemukan sesuatu yang baru. Terakhir, westernisasi dalam busana tetapi bukan dalam komputer.&#8221;(11)</p>
<p>Meningkatnya keterkaitan (interkoneksi) antar umat manusia menandakan bahwasanya pemerintah suatu bangsa tidak mampu lagi melindungi warisan budaya nenek moyang mereka. Globalisasi telah menentukan garis batas wilayah antar umat manusia dengan adanya penyebaran informasi melalui media massa jaringan internasional dan internet. Batas antar negara yang nyata secara fisik tidak lagi diindahkan dengan adanya penyebaran secara luas tersebut. Untuk sebagian pihak, terutama pihak-pihak yang menginginkan adanya arus perubahan, globalisasi harus bertanggungjawab untuk perubahan sosial global pada masa ini, ter-masuk juga perubahan pada lingkungan budaya, arus politik teknologi maupun ekonomi mereka. Mereka melihat globalisasi merupakan suatu kekuatan perubahan yang bertanggung jawab atas terjadinya gejolak massa disuatu negara, ekonomi, institusi internasional dan kese-luruhan pemerintahan di dunia.(12)</p>
<p>Tidak diragukan lagi, interaksi-interaksi tersebut menjadikan manusia di semua belahan dunia menerima produk budaya asing dan jenis hubungan sosial yang tidak disaring terlebih dahulu. Kekuatan yang menghubungkan paham kapitalisme dengan produksi dan distribusilah yeng mengendalikan globalisasi. Dominasi dan kekuatan ini berada dalam perdagangan dan sistem finansial internasional sehingga dapat memungkinkan mereka untuk memaksakan produksi mereka dibeli seluruh dunia. Dengan kata lain, produksi budaya hasil globalisasi yang dibanggakan dan diutamakan adalah produk budaya Barat. Sehingga terjadi &#8220;ketimpangan antara budaya Barai dan budaya lokal masing-masing bangsa. Jadi, globalisasi bukanlah proses yang inklusif, integratif, pluralis dan juga bukan proses yang seimbang atau proses sintesis melainkan budaya global adalah budaya yang dipaksakan untuk dibeli dan menggantikan posisi budaya lokal hasil pengalamau sejarah masing-masing bangsa. Secara singkatnya globalisasi adalah ekspansi global budaya Barat.&#8221;(13)</p>
<p>Pandangan tersebut juga disetujui Malcolm Waters yang mengatakan: &#8220;Globalisasi adalah konsekuensi langsung dari ekspansi budaya Eropa yang melintasi seluruh planet ini, baik melalui cara mereka menjajah, memaksakan dibelinya budaya merekadan gaya pendidikan mereka. Globalisasi juga merupakan &#8220;kunci&#8221; kejayaan kapitalisme dan itu semua sudah terwujud di berbagai arena politik dan budaya&#8221;.(14)</p>
<p>Budaya dan adat istiadat adalah ciri dan faktor penting yang dimiliki masing-masing bangsa. Jadi, negaralah yang memainkan peranan penting untuk melindungi nilai-nilai asli milik masyarakatnya. Di kebanyakan negara-negara berkembang, perlindungan untuk warisan budaya itu sudah menjadi tanggungjawab pemerintah. Pemerintah biasanya berusaha untuk melindungi situs-situs dan mengalokasikan dana besar untuk men-gadakan festival-festival budaya guna memasyarakatkan kekayaan budaya bangsa dan mempromosikan industri wisata mereka.</p>
<p>Bagaimanapun juga, ada suatu kecenderungan bahwasannya peran pemerintah itu telah mengalami erosi disebabkan arus globalisasi. Pemerintah negara itu tidak mampu lagi memberikan layanan bidang sosial budaya mereka dikarenakan adanya perubahan kebijakan mereka yang lebih menitikberatkan pada upaya peningkatan ekspor dan daya saing global mereka. Dengan kata lain, globalisasi telah melemahkan kemampuan pemerintah untuk melindungi warisan budaya mereka dan untuk menyambung masa lalu dengan masa depan.</p>
<p>&#8220;Konsekwensi penting lainnya dari globalisasi adalab usaha globalisasi itu untuk menciptakan atau menguatkan hubungan antar kelompok-kelompok di dunia yang mempunyai kepentingan-kepentingan dan gaya bidup yang sama. Jadi, sebuah goiongan minoritas di negara-negara miskin dapat dihubungkan dengan golongan kelas menengab-atas di negara-negara industri. Budaya yang dimiliki bersama telab membuat kaum muda di seluruh penjuru dunia menjadi satu. Hubungan sosial budaya tersebut lebib menguatkan jaringan perdagangan internasional, produk-produk finansial dan investasi yang telah ditanam. Poin-poin dari kesamaan kepentingan ini telab melewati batas-batas negara dan berarti ikatan antar golongan dalam negara masing-masing menjadi semakin lemab.&#8221;(15)</p>
<p>Makin deras arus wisatawan manca negara pada tahun-tahun akhir ini juga ikut mengenalkan jenis hubungan sosial yang masih asing dan membawa produk budaya baru termasuk makanan, minuman, baju, obat, narkoba, seks bebas yang tidak selaras dengan tatanan sosial dari negara-negara yang menerima mereka. Seperti yang dijelaskan Bryan Turner:</p>
<p>&#8220;Di dalam dunia yang serba modern seperti saat ini, kita telab menjadi turis atau istilab sosia-nya menjadi orang asing di masyarakat kita sendiri. Jadi, budaya global yang sangat berbeda menciptakan lingkungan asing di mana budaya milik sendiri menjadi kelibatan sangat aneh. Satu-satunya faktor penting yang dapat melawan budaya asing itu adalah nostalgia kepada kejayaan budaya masing-masing bangsa untuk meraih kembali budaya dan identitas komunitas yang sebenarnya. Post modernisasi hanya menjanjikan suatu budaya buatan yang tidak lebib banya kedok saja.&#8221;(16)</p>
<p>Dampak-dampak itu dapat dengan jelas terlihat di jalan-jalan Kuala Lumpur dan di kota-kota negara Asia lainnya. Merupakan suatu berita baik bahwa negara-negara Asia sedang menyiapkan pelindung untuk bertahan dari arus globalisasi. Krisis ekonomi di Asia pada 1997, setengahnya adalah dampak dari arus globalisasi karena lemahnya fondasi ekonomi dan finansial negara-negara Asia itu dan ketidakmampuan mereka untuk menghadapi arus globalisasi. Kekuatan untuk menghadapi arus globalisasi memerlukan proses penataan organisasi, pendidikan, teknologi, ilmu pengetahuan, komponen-komponen finansial yang rumit. Kebanyakan negara-negara kecil tidak mampu untuk beradaptasi dengan globalisasi disebabkan kurangnya sumber kekuatan untuk berhadapan dengan pengaruh dari arus globalisasi.</p>
<p>Industri film Amerika dan stasiun-stasiun TV mereka seperti CNN, ABC, NBC dan CBS, telah mendominasi budaya global, termasuk produksi dan distribusi berbagai jenis hiburan tersebut. Bagaimanapun juga tujuan di belakang dominasi Amerika ialah untuk mencukupi kepentingan mereka sendiri dengan mengekspor produk modernisasi gaya mereka dan memprogandakan konsumerisme. Globalisasi juga merujuk kepada masyarakat post kapitalis sebagaimana dikatakan Holton: &#8220;Amerikanisasi itu sebenarnya makna lain dari kapitalisme dan bukan hanya Amerikanisasi yang mengglobal.&#8221;(17)</p>
<p>Thomas Friedman dalam bukunya The Lexus and The Olive Tree, juga mengindikasikan bahwa: &#8220;Agenda utama di helakang glohalisasi adalah pasar behas kapitalis. Globalisasi adalah penyebaran pasar hehas gaya kapitalis ke setiap negeri di dunia ini.&#8221; Ia melanjutkan &#8220;tidak seperti skenario perang dingin, glohalisasi mempunyai ciri dominasi hudaya yang unik, yang mana karena faktor itulah ia dapat memancangkan kekuasaan. Pada era-era sebelumnya, apa yang dimaksud sehagai homogenisasi hudaya itu telah terjadi di tingkat-tingkat regional. Seperti Romanisasi Eropa Barat dan kawasan Mediterania, pengislaman wilayah Asia Tengah, Afrika Utara, Eropa dan Timur Tengah oleh hangsa Arah dan diteruskan oleh Dinasti Uts-maniyah ataupun penguasaan Rusia di wilayah Eropa Timur, Eropa Tengah, dan bagian lainnya di Eurasia di bawah kekuasaan Uni Soviet. Secara singkatnya glohalisasi adalah Amerikanisasi Big Macs ke Imacs lain ke Mickey Mouse.&#8221;(18)</p>
<p>Kita harus bisa memahami bahwa hanya ada segelintir pemain yang mengendalikan perdagangan dunia dan telah mendominasi pasar global. Perusahaan-perusahaan multinasional ini kebanyakan berasal dari Amerika dan Eropa, termasuk di situ Mc Donald&rsquo;s, Coca Cola, Pizza Hut, KFC dan lain-lain telah menjual produk sendiri yang sudah mereka standarkan dengan ukuran mereka sendiri untuk dijual di mana-mana.</p>
<p>Penggunaan istilah imperialisme budaya adalah untuk mengirimkan pesan kepada negara-negara berkembang bahwasanya era penjajahan secara fisik, baik politik atau ekonomi telah berakhir dan dominasi budaya global mutakhir telah bermula. Dalam tubuh masyarakat kini, produksi dari produk budaya dan konsumerisme adalah mengikuti tren dari negara-negara industri. Keseluruhan dunia kini menjadi pasar besar dengan batas ruang gerak dari barang dan layanan yang hampir tidak ada.</p>
<p>(Bersambung)</p>
<p><strong>Catata Kaki:</strong></p>
<p>1. Waters, Malcolm, Globalization (London: Rout ledge, 1995), p. 36.</p>
<p>2. Lihat untuk detailnya dalam : Kiely, Ray and Marfleet, Phil, (eds.). Globalization and the Third World (london: Routledge, 1998), p. 3.</p>
<p>3. Tomlinson, Tom. &#8220;Cultural Globalization: Placing and Displacing the West&#8221;, The European Journal of Development Research, Vol. 8, No. 2, December 1996, P 22-23.</p>
<p>4. Giddens, A, Runaway World: How Globalization is Reshaping Our Lives (London: Profile Books, 1999), P.12-13.</p>
<p>5. Bavlis. John and Smith. Sieve (eds.), The Globalization of World Politics (Oxford: Oxford University Press. 1997), p. 376.</p>
<p>6. The New Encyclopedia Britannica, Vo. 3, p. 784..</p>
<p>7. United Nations, United Nations Development Programme, Human Development Report 1999 (New York: Oxford University Press. 1999), p. 4-5.</p>
<p>8. Young, Gillian, Culture and Technological Imperative, in Talalay, Michael. Farrands, Chris and Tooze, Roger (eds.). Technology, Culture and Competitiveness (London : Routledge, 1997), p. 28.</p>
<p>9. Waters, Malcolm, Globalization (London : Routledge, 1995), p.  126.</p>
<p>10. Nobutaka, Globalization&rsquo;s Challenge to Indigenous Culture, in Institute for Japanese Culture and Classic Globalization and Indigenous Culture (Tokyo, 1997), p. 12.</p>
<p>11. Mazrui, Ali Africa, Asia and the Dialectic of Globalization, Cooperation South, No. 2, 1998, p. 122.</p>
<p>12. Kirkbride, Paul (ed). Globalization: The External Pressure (chich-ester: John Wiley &#038; Sons, LTD, 2001). PP. 30-31.</p>
<p>13. Tomlinson, John, Ibid. p. 25.</p>
<p>14. Waters. Ibid. p. 3.</p>
<p>15. Ghai, Dharam, Economic Globalization: Institutional Change and Human Security, United Nations Research Institute for Social Develompent, DP 91 (Geneva : November 1997), P. 3.</p>
<p>16. Turner, Bryan S., Orientalism, Postmodernism and Globalism (London : Routledge, 1994), p. 185.</p>
<p>17. Holton, Robert, Globalization and the Nation State (New York : Macmillan Press Ltd, 1998), p. 168.</p>
<p>18. Friedman, Thomas, The Lexus and the Olive Tree (New York : Anchor Books. 2000), p. 9.</p>
<p>19. Gosovic, Branislav, Global Cultural Hegemony, Cooperation South, No. 2, 2001.</p>
<p>Republished by <a href="http://www.pks-sidoarjo.org">DPD PKS Sidoarjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/globalisasi-dan-posisi-peradaban-islam-1.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Delapan Pelajar Afgahanistan Jadi Korban Operasi Malam</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/delapan-pelajar-afgahanistan-jadi-korban-operasi-malam.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/delapan-pelajar-afgahanistan-jadi-korban-operasi-malam.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 23:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah operasi malam hari (27/12/09) di bagian timur Propinsi Kunar Afghanistan, pasukan AS membunuh 10 orang sipil. Delapan korban adalah pelajar dengan usia 11 &#8211; 17 tahun. Beberapa anak dieksekusi dengan tangan terikat.

Pasukan pembunuh (Dead Squad) itu merupakan pasukan khusus yang didatangkan dari Kabul.
Sayangnya, tidak banyak media Barat yang memuat beritanya.
Western troops accused of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sebuah operasi malam hari (27/12/09) di bagian timur Propinsi Kunar Afghanistan, pasukan AS membunuh 10 orang sipil. Delapan korban adalah pelajar dengan usia 11 &#8211; 17 tahun. Beberapa anak dieksekusi dengan tangan terikat.<br />
<span id="more-795"></span><br />
Pasukan pembunuh (Dead Squad) itu merupakan pasukan khusus yang didatangkan dari Kabul.</p>
<p>Sayangnya, tidak banyak media Barat yang memuat beritanya.</p>
<p><a href="http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/Afghanistan/article6971638.ece">Western troops accused of executing 10 Afghan civilians, including children</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/delapan-pelajar-afgahanistan-jadi-korban-operasi-malam.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Afghanistan dan Guantanamo</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/afghanistan-dan-guantanamo.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/afghanistan-dan-guantanamo.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[Guantanamo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Rakyat Afghanistan menyatakan bahwa musuh mereka bukanlah Taliban, melainkan kemiskinan.
Afghans say poverty, not Taliban, main cause of war
Poverty and graft &#8216;fuel Afghan war&#8217;

Guantanamo tidak akan ditutup pada Januari 2010. Obama menolak menetapkan tanggal kepastian penutupan Guantanamo.
Obama admits Guantanamo won&#8217;t close by Jan. deadline
US &#8216;to miss Guantanamo deadline&#8217;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rakyat Afghanistan menyatakan bahwa musuh mereka bukanlah Taliban, melainkan kemiskinan.</p>
<p><a href="http://www.reuters.com/article/worldNews/idUSTRE5AH15T20091118">Afghans say poverty, not Taliban, main cause of war</a></p>
<p><a href="http://english.aljazeera.net/news/asia/2009/11/2009111855620114591.html">Poverty and graft &#8216;fuel Afghan war&#8217;</a><br />
<span id="more-517"></span><br />
Guantanamo tidak akan ditutup pada Januari 2010. Obama menolak menetapkan tanggal kepastian penutupan Guantanamo.</p>
<p><a href="http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/11/18/AR2009111800571_pf.html">Obama admits Guantanamo won&#8217;t close by Jan. deadline</a></p>
<p><a href="http://english.aljazeera.net/news/americas/2009/11/20091118143110258326.html">US &#8216;to miss Guantanamo deadline&#8217;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/afghanistan-dan-guantanamo.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masuk ke Sarang Izzudin Al Qassam, Sayap Militer Hamas</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/masuk-ke-sarang-izzudin-al-qassam-sayap-militer-hamas.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/masuk-ke-sarang-izzudin-al-qassam-sayap-militer-hamas.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 19:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/masuk-ke-sarang-izzudin-al-qassam-sayap-militer-hamas.htm</guid>
		<description><![CDATA[Tutupi Wajah dengan Kafiyeh ala Ninja
(Jawa Pos, 30/01/09)
Nama Brigade Izzudin Al Qassam kembali mencuat saat warga Gaza, Palestina, perang melawan Israel. Tempat persembunyian sayap militer Hamas itu menjadi target nomor satu mesin perang Negeri Yahudi itu. Namun, seperti &#8220;hantu&#8221;, mereka bergerak cepat dan diliputi kerahasiaan.

Izzudin Al Qassam berdiri hanya empat bulan setelah Syekh Ahmad Yassin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tutupi Wajah dengan Kafiyeh ala Ninja</p>
<p>(Jawa Pos, 30/01/09)</p>
<p>Nama Brigade Izzudin Al Qassam kembali mencuat saat warga Gaza, Palestina, perang melawan Israel. Tempat persembunyian sayap militer Hamas itu menjadi target nomor satu mesin perang Negeri Yahudi itu. Namun, seperti &#8220;hantu&#8221;, mereka bergerak cepat dan diliputi kerahasiaan.<br />
<span id="more-392"></span><br />
Izzudin Al Qassam berdiri hanya empat bulan setelah Syekh Ahmad Yassin mendeklarasikan Hamas pada 1987. Penggagasnya, antara lain, Sobhi Al Mazi (baca wawancaranya dengan Jawa Pos, 27 Januari 2009), Imad Aqel, Yahya Ayyash, Mohammad Al Deef, dan Hassan Salamah.</p>
<p>Mengambil nama pejuang Syria yang terbunuh dalam perang di Gaza pada 1936, sayap militer ini untuk mengoordinasikan gerakan perlawanan terhadap Israel. &#8220;Dari yang semula sporadis, diarahkan menjadi strategis dan terarah,&#8221; kata juru bicara Hamas Fauzin Barhoum kepada Jawa Pos.</p>
<p>Aksi kelompok itu, antara lain, serangkaian pengeboman antara 2005-2007, termasuk lima aksi bom bunuh diri di Israel. Menurut Ahmad, salah satu kepala <em>Fasheel</em> (struktur tentara Hamas untuk menyebut setingkat kota), aksi bom bunuh diri tersebut merupakan balas dendam atas terbunuhnya Yahya Ayyash, pemimpin brigade, akibat ponselnya dipasang bom.</p>
<p>Penggantinya, Hassan Salamah, pun bersumpah membalas dendam dan mengotaki lima bom bunuh diri di Israel yang menewaskan sekitar 200 orang. &#8220;Namun, Hassan Salamah ditangkap di Tepi Barat oleh tentara Israel dan dipenjara di sana,&#8221; kata Ahmad. Vonis yang dijatuhkan pengadilan Israel tak tanggung-tanggung. Yakni, hukuman penjara seumur hidup ditambah kurungan 1.125 tahun penjara. &#8220;Vonis macam apa itu?&#8221; kata Ahmad kemudian menggeleng-gelengkan kepala.</p>
<p>Sejak Hassan Salamah ditangkap, kini tampuk kepemimpinan dipegang Mohammad Al Deef. Belajar dari pengalaman masa lalu (pimpinannya selalu menjadi target pembunuhan), laskar tersebut betul-betul menjaga kerahasiaan pimpinannya. &#8220;Hanya pimpinan kelas tinggi yang bisa bertemu,&#8221; katanya.</p>
<p>Ahmad mengklaim hingga kini tak ada satu pun yang bisa mengidentifikasi siapa Mohammad Al Deef. Keberadaannya seperti legenda, tak pernah menetap, dan bila bertemu anak buah selalu mengenakan kafiyeh yang dipakai seperti ninja. &#8220;Tak ada satu pun yang tahu wajahnya. Israel memang tahu nama ini, tapi tak pernah punya fotonya,&#8221; tutur Ahmad dengan nada sedikit bangga.</p>
<p>Bahkan, dalam setiap pertemuan pucuk pimpinan Al Qassam, tokoh ini tak pernah menunjukkan muka aslinya. &#8220;Jadi, kalau dia (Muhammad Al Deef) melepas kafiyehnya dan berjalan-jalan, tak ada yang tahu. Saya sendiri pun tak akan pernah tahu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Soal merahasiakan pimpinannya, Hamas memang sangat ekstraketat. Ismail Haniyah, misalnya. Hingga kini Perdana Menteri Palestina tersebut hidup di tempat persembunyian. Ini setelah Israel bersumpah bahwa &#8220;Ismail Haniyah tak akan melihat lagi sinar matahari sampai Kopral Gilad Shalit (tentara Israel yang diculik Hamas) dibebaskan&#8221;.</p>
<p>Selain merahasiakan identitas para pentolannya, brigade itu membangun sistem untuk memperketat kerahasiaan tersebut. Dari penelusuran Jawa Pos, pasukan ini menggunakan sistem sel. Di antara anggota sel sering tak tahu satu sama lain. Kalaupun tahu, yang sekadar tahu bahwa temannya sama-sama anggota Al Qassam, tapi tak tahu dari sel mana.</p>
<p>Brigade itu membagi selnya sangat kecil, hingga hanya ada sekitar enam orang dalam satu kelompok yang dipimpin satu orang. Sebutannya adalah <em>majmu&#8217;ah</em>. Tiga atau lebih <em>rais majmu&#8217;ah</em> (pimpinan majmu&#8217;ah) kemudian mengelompok lagi menjadi <em>tashkeel</em>-setingkat kecamatan.</p>
<p>Di atas tashkeel, ada lagi struktur yang bernama <em>fasheel</em>-gabungan dari dua atau tiga <em>tashkeel</em>. Demikian terus berjenjang ke atas, para pemimpin <em>fasheel</em> mengelompok lagi menjadi <em>sariyyah</em>. Beberapa <em>sariyyah</em> itu mengelompok lagi menjadi <em>katibah</em>. Selanjutnya, beberapa pemimpin katibah membentuk struktur pimpinan pusat yang diberi nama <em>liwa&#8217;</em>.</p>
<p>Salah satu kiat untuk tetap menjaga kerahasiaan adalah dengan sebisa mungkin menghindari alat modern seperti ponsel, walkie talkie, dan peranti canggih lainnya. Dalam pertemuan penting, undangan tidak disampaikan lewat telepon atau SMS, tapi melalui kurir.</p>
<p>&#8220;Siapa pun tahu bahwa keunggulan mereka (Israel dan AS) adalah pelacakan lewat alat canggih. Maka, kami tak percaya dengan alat-alat canggih,&#8221; kata Ahmad.</p>
<p>Kalaupun terpaksa menggunakan telepon, bahasa yang digunakan pun ada kode tertentu, sehingga terkesan seperti pembicaraan biasa.</p>
<p>Soal hamniyah (kerahasiaan) memang menjadi salah satu kode etik anggota Al-Qassam yang terpenting selain masalah akhlak. Pelanggaran terhadap hal itu (<em>hamniyah</em>) merupakan pelanggaran terberat. Bila hanya berakibat mengganggu ritme kerja pasukan itu, maka sanksinya adalah dicopot keanggotaannya. Bila agak berat (seperti berkoar-koar di luar bahwa dirinya adalah anggota Izzudin Al Qassam), ditembak tapi pada bagian yang tidak mematikan, seperti kaki.</p>
<p>Namun, bila berat (misalnya sampai mengakibatkan kedok seorang pemimpin <em>majmu&#8217;ah</em>, <em>tashkeel</em>, <em>fasheel</em>, <em>sariyyah</em>, <em>katibah</em>, atau <em>liwa&#8217;</em> ketahuan), anggota tersebut bisa dibunuh. Dengan kode etik seperti ini, anggota Al-Qassam lebih suka tak bicara macam-macam di luar lingkungan mereka. Ahmad kemudian memberikan contoh betapa efektifnya sistem seperti ini. &#8220;Seperti <em>anfaq</em> (terowongan bawah tanah). Ada divisi khusus yang melakukan penggalian,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Anggota yang bertugas membuat terowongan tersebut sama sekali tak pernah komunikasi dengan yang lain. Kerjanya tiap hari hanya menggali terowongan selama enam jam per hari (satu terowongan biasanya selesai dalam waktu empat hingga lima bulan). &#8220;Yang lain baru tahu setelah terowongan tersebut jadi dan bisa dimanfaatkan,&#8221; urainya.</p>
<p>Hasil gerakan tutup mulut soal <em>anfaq</em> itu, Ahmad memperkirakan ada lebih dari 1.000 <em>anfaq</em> yang tersebar di seluruh Jalur Gaza. Ada yang antarkota, ada yang menembus Mesir, dan tak sedikit yang menembus batas wilayah Israel. &#8220;Yang ke Israel sangat penting, karena dari sanalah kami biasanya menyusupkan para syahidin untuk mengebom,&#8221; lanjutnya. Dengan total anggota sekitar 50 ribu orang, Brigade Izzudin Al-Qassam tetap masih kuat untuk menghadirkan mimpi buruk bagi Israel. (bersambung)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/masuk-ke-sarang-izzudin-al-qassam-sayap-militer-hamas.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumbang 20 Juta Lebih untuk Palestina</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/sumbang-20-juta-lebih-untuk-palestina.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/sumbang-20-juta-lebih-untuk-palestina.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 14:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/sumbang-20-juta-lebih-untuk-palestina.htm</guid>
		<description><![CDATA[Kolektivisasi Dana Peduli Palestina DPD PKS Sidoarjo telah mencapai tahap kedua. Dana yang terkoleksi dari para kader, simpatisan, dan masyarakat mencapai 20 juta lebih.

&#8220;Pada tahap pertama, tercapai Rp 7.986.000. Sementara tahap kedua, kita masih memperoleh Rp 12.225.000.&#8221; kata Sekum DPD PKS Sidoarjo Agus Supri.
&#8220;Kita terus mengumpulkan, menampung dan menyalurkan dana masyarakat untuk Peduli Palestina.&#8221; lanjut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kolektivisasi Dana Peduli Palestina DPD PKS Sidoarjo telah mencapai tahap kedua. Dana yang terkoleksi dari para kader, simpatisan, dan masyarakat mencapai 20 juta lebih.<br />
<span id="more-363"></span><br />
&#8220;Pada tahap pertama, tercapai Rp 7.986.000. Sementara tahap kedua, kita masih memperoleh Rp 12.225.000.&#8221; kata Sekum DPD PKS Sidoarjo Agus Supri.</p>
<p>&#8220;Kita terus mengumpulkan, menampung dan menyalurkan dana masyarakat untuk Peduli Palestina.&#8221; lanjut Agus Supri.</p>
<p>Di tahap kedua ini, sekelompok buruh dari sebuah perusahaan di Wadungasri Waru menyalurkan uang sebesar 3.271.000 kepada PKS Sidoarjo.</p>
<p>Akumulasi sementara dari kedua tahapan itu sebesar Rp 20.210.000.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/sumbang-20-juta-lebih-untuk-palestina.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palestine News Update</title>
		<link>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/palestine-news-update-6.htm</link>
		<comments>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/palestine-news-update-6.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 05:29:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/palestine-news-update-6.htm</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Semakin sering kita diserang, semakin kuat kita melawan,&#8221; kata Ahmed Hussein, 25 tahun. (At Cairo Hospital, Injured Palestinians Increasingly Voice Support for Hamas, Washington Post, 14/01). Hussein adalah salah satu orang dari 260-an orang Palestina yang dirawat di Kairo Mesir.

Masih menurut Washington Post, ribuan warga Mesir mengunjungi para pasien dari Palestine itu. Orang Mesir menganggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Semakin sering kita diserang, semakin kuat kita melawan,&#8221; kata Ahmed Hussein, 25 tahun. (At Cairo Hospital, Injured Palestinians Increasingly Voice Support for Hamas, Washington Post, 14/01). Hussein adalah salah satu orang dari 260-an orang Palestina yang dirawat di Kairo Mesir.<br />
<span id="more-358"></span><br />
Masih menurut Washington Post, ribuan warga Mesir mengunjungi para pasien dari Palestine itu. Orang Mesir menganggap mereka sebagai pahlawan. Banyak karangan bunga, makanan dan minuman, mainan anak, dan amplop berisi uang yang terus mengalir dari para simpatisan Mesir.</p>
<p>Sumber medis Palstina menyatakan 70 orang meninggal pada Kamis ini. Korban-korban ini menambah akumulasi korban hingga 975 orang. Sementara yang luka-luka ada 4400 orang. (Fighting rages in Gaza as toll nears 1,000, Agence France Presse, 14/01)</p>
<p>&#8220;Kami telah melancarkan 2700 serangan udara lebih sejak 27 Desember lalu,&#8221; kata Letjen Gabi Ashkenazi, kepala staf tentara Israel. &#8220;Hamas melemah tapi tidak hancur. Mereka masih memiliki ribuan roket dan rudal.&#8221; kata satu perwira senior Israel. (Hamas May Survive Offensive, Israel Says, Washington Post, 14/01)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pks-sidoarjo.org/dunia-islam/palestine-news-update-6.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

