
Beberapa waktu lalu, suaranews.com memberitakan tentang PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berada di urutan teratas Search Engine Optimation di Google. Partai yang menjadi Pemenang Pemilu 2009 akhirnya sudah terprediksi kemenangannya oleh mbah Google. Keyword Pemenang Pemilu 2009 telah menghantarkan PKS menjadi partai yang mampu meraih nomer urut teratas di mesin pencari Google. Pada saat sebelum terjadi berita besar ini, kata kunci Pemenang Pemilu 2009 tidaklah sebegitu populer. Tetapi setelah banyak yang membicarakan, maka kata kunci Pemenang Pemilu 2009 itupun menjadi perbincangan hangat dikalangan netter maupun blogger. Disinilah PKS meraih kepopuleran yang tinggi!
Hal ini pun tidak sedikit menuai pro dan kontra. Di satu sisi banyak yang senang dengan fenomena tersebut, dilain sisi banyak yang membenci akan permainan SEO dengan keyword Pemenang Pemilu 2009. Beberapa blog ingin menandingi kata kunci “Pemenang Pemilu 2009″ sudah sebegitu banyaknya. Bahkan salah satu Professor (Prof. Dr. ir. Marsudi W. Kisworo) yang diamanatkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai caleg, tidak luput ingin merebut keyword tersebut. Dengan ungkapan bahwa permainan SEO adalah permainan anak kecil, hal inilah yang terlihat bahwa Professor tersebut belum dewasa mensingkapi persaingan segar merebut keyword tersebut.
Hal ini dimungkinkan bahwa Professor tersebut masih belum sepenuhnya mengerti tehnik SEO yang sesungguhnya. SEO merupakan hal yang sangat krusial bagi para blogger atau website-website yang ingin memperkenalkan situsnya. Dan memperebutkan keyword SEO merupakan hal yang tidak segampang memasukkan jari telunjuk kedalam hidung (ngupil maksudnya). Dan sampai sekarangpun Professor tersebut masih belum bisa membuktikan bahwa permainan yang dia anggap sebagai permainan anak kecil tersebut dapat dimainkannya. Dan perlu diketahui, bahwa persaingan memperebutkan keyword-pun sampai dilombakan. Dan tidak tanggung-tanggung hadiahnya mencapai $50000. Seperti contoh keyword Busby SEO Test In Contest.
Tak ayal banyak sekali blogger-blogger yang berkomentar pedas di blognya. Namun sayang karena ketidakdewasaan Professor tersebut, menganggap bahwa orang-orang yang berkomentar pedas diblognya merupakan kader PKS. Padahal internet adalah dunia tanpa batas, dunia tanpa wujud asli dan dunia tanpa wajah. Bisa saja semua orang dapat berkomentar sebagai kader partai tertentu. Atau bisa saja hanya sebatas simpatisan yang tidak senang dengan perbuatan kekurang-dewasaan professor tersebut, sehingga menciptakan permasalahan tersebut. Yah, memang tua bukan berarti menjadi dewasa. Apalagi sebuah gelar berentet bukan berarti kesombongan tidak bisa menghinggapinya. Malah dipundak para professor itulah kesombongan lebih mudah hinggap dan merasukinya. Yang terpenting tidak perlu saling menjatuhkan satu sama lainnya, tetapi berlomba-lomba dengan semangat sportifitas adalah hal yang harus kita junjung tinggi. Jadi, bagi yang kalah yah harus mengakui bahwa dirinya masih kurang berusaha dalam berlomba, atau memang mengakui bahwa dirinya belum mampu untuk menandingi lawannya. Itu lebih baik, daripada berkoar-koar yang tidak jelas menambah geli yang melihat “Sudah kalah kok nggak mau kalah”
Ok, tetap semangat berlomba.
Sumber: Suaranews.com




.jpg)
.png)






Alamat 

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, seorang mujahidah, Yoyoh Yusroh. Semoga "amal ibadahnya" diterima di sisi Allah SWT dan menjadi inspirasi bagi kaum muslimin dan rakyat Indonesia.
Melalui Posko Penanggulangan Bencana (P2B),